cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 185 Documents
PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS KARAKTERISTIK LOKAL STUDI KASUS : KECAMATAN BANYUMANIK-SEMARANG Hermawan, Ferry; Santjojo, Hari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola pengembangan angkutan umum berbasiskaraktersitik lokal. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif denganmodel spasial Sistem Informasi Geografi berupa simulasi trayek dan isoprice sebagaigambaran sistem pelayanan angkutan umum. Hasil dari studi adalah: penggunaan angkutanumum di daerah studi hanya sekitar 33% saja, pola pelayanan angkutan umum dapatdigambarkan dari isoprice biaya transport menuju ke CBD. Daerah dengan kepadatanpermukiman yang tinggi pola pelayanannya lebih efektif dibandingkan yang kurangpadat Diharapkan di masa mendatang pemecahan persoalan angkutan umum lebih memperhatikankarakteristik lokal seperti biaya transportasi, dan kondisi wilayah sepertijaringan jalan dan feedernya.AbstractThe aim of this study is to analyze the public transportation development patterns basedon the local characteristics. The methology of this study is quantitative method employingspatial mode Geographic Information System by traject simulation and isoprice as the visualof public transportation service. The results of this study are: the use of public transportationin this study area is only about 33%. Public transportation service could be visualizedfrom isoprice of cost transportation to CBD. The region with more populationresidence has effective supply compared with less population of it. It’s hoped that thetransportation problems could be solved by concerning local characteristics such as costtransportation and region condition as street network and their feeder.
EKIVALENSI KEBISINGAN KENDARAAN PADA LALU LINTAS DI KOTA DENPASAR, BALI Winaya, Putu Preantjaya
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan Arus lalu lintas kendaraan bermotor di jalan Kota Denpasar semakinmeningkat, menimbulkan kebisingan yang meningkat. Di Negara Amerika dan Eropatelah dikembangkan model untuk analisis kebisingan lalu lintas. Namun karakteristik lalulintas antara negara-negara barat (Amerika dan Eropa) dan Negara-negara Asiamempunyai model yang berbeda akibat komposisi lalu lintas yang berbeda dimana diNegara-negara Asia khususnya Indonesia, lalu-lintas kendaraan bermotor didominasioleh sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematis yangmenyatakan hubungan antara kebisingan dengan volume kendaraan. Dari modelmatematis tersebut ditentukan nilai ekivalensi kebisingan antar jenis kendaraan. Nilaiekivalensi kebisingan kendaraan dipakai untuk membandingkan kebisingan antar jeniskendaraan. Analisis menggunakan Metode Regresi Linier Berganda pada program SPSS13.0 for Windows. Data yang dihasilkan dari proses analisis meliputi: Nilai Korelasi(hubungan) antara peubah bebas dengan peubah tidak bebas, Tingkat Keberartian(signifikansi) dari masing-masing koefisien regresi, Model Tingkat Kebisingan, UjiKenormalan Data dan Koefisien Determinasi. Model kebisingan lalu lintas pada jalankolektor dan jalan lokal, dapat digunakan untuk memprediksi kebisingan kendaraan padaruas jalan kolektor dan jalan lokal dengan komposisi kendaraan dengan kondisilalulintas yang sama dengan Jalan kolektor atau jalan lokal di Kota Denpasar, dengankecepatan rata-rata kendaraan 40 Km/jam untuk jalan kolektor dan 20 km/jam untukjalan lokal. Nilai ekivalensi pada jalan kolektor atau jalan lokal dapat digunakan untukmembandingkan kebisingan antar jenis kendaraan pada jalan kolektor atau jalan lokal.AbstractThe current growth in motor vehicle traffic on the road increased Denpasar City, causingincreased noise. In the United States and Europe have developed a model for the analysisof traffic noise. However, traffic characteristics between the western countries (Americaand Europe) and Asian countries have different models due to the composition of thedifferent traffic in which the Asian countries particularly Indonesia, the traffic isdominated by motorcycles. This study aims to analyze the mathematical model that statesthe relationship between the noise with the volume of vehicles. From the mathematicalmodel is determined the value of equivalence between the type of vehicle noise.Equivalence value of the noise of vehicles used to compare between the type of vehiclenoise. Analysis using Multiple Linear Regression Method in SPSS 13.0 for Windows.Data derived from the analysis process include: Value correlation (relationship) betweenthe independent variable with the dependent variable, Significance level of eachregression coefficient, Model Noise Level, Test Data normality and CoefficientDetermination. Model of traffic noise on collector roads and local streets, can be used topredict the noise of vehicles on the collector roads and local streets with the compositionof the vehicle with the same traffic conditions with a collector roads or local street inDenpasar City, with an average speed of vehicles 40 km/hour for the collector road and20 Km/hour for local streets.Keywords: noise, motor vehicles, motor vehicle noise equivalence
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA AIR DI PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU Apriyanti, Rehulina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the tourist area on the island tidung is a step to be able to improve tourist facilities existing in Tidung Island. Tidung island as a mainstay in the tourist area of the Thousand Islands is currently a resident of Jakarta tourist destination. With the increasing number of tourists to the island Tidung it is necessary to the development of the region in accordance with the existing potential in Tidung itself. Development of water in the tourist area Tidung a solution to be able to reorganize the region Tidung which has the natural beauty of the beauty of the sea and its contents. Key Words: Seribu archipelago, Development, Tidung Island, Water tourism 
TEORI STRUKTUR KOTA DAN APLIKASINYA PADA KOTA BOGOR Osly, Prima Jiwa; Dewi, Meydian Sartika
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor saat ini telah menjadi salah satu daerah penyangga yang sangat berpengaruhbagi kelangsungan hidup Kota Jakarta. Perkembangan daerah ini sangat dipengaruhioleh perkembangan daerah permukiman yang sangat pesat apabila dibandingkandengan daerah penyangga lainnya seperti Tangerang, Bekasi dan Depok. Penelitianini menggunakan teknologi SIG (Sistem Informasi Geografis), software ArcViewversi 3.3, metode tumpang tindih langsung (overlay intersept), centroid dan proximityterhadap peta-peta tematik yang dibuat. Penggunaan lahan untuk permukiman menghabiskan70% penggunaan lahan kota. Ruang KPB (Kawasan Pusat Bisnis) yang menjadiinti pertumbuhan daerah semakin hari semakin terjepit oleh ruang permukiman.Centroid KPB Kota Bogor yang terletak pada pusat Kota Bogor hanya bisa berkembangmengikuti pola jaringan transportasi yang ada saat ini, maka penelitian ini bertujuanuntuk melihat struktur keruangan Kota Bogor, khususnya sebaran Kawasan Pusat Bisnis.Sesuai dengan keberadaannya maka struktur ruang Kota Bogor mengikuti teori sektor.Sedangkan untuk pola perekonomian kota mengikuti pola pita. Hal ini menunjukkan bahwauntuk menghindari kesemrawutan struktur dan pola ruang kota maka perlu pengaturanpola ruang permukiman sehingga KPB dapat berkembang dengan baik.AbstractBogor has become one of the buffer areas, which significantly affects the living ofJakarta. Therefore the development of Bogor’s buffer zone is greatly influenced by thefast expansion of community resettlement area there comparison with other buffer areassuch as Tangerang, Bekasi and Depok. The dat obtained were analyzed using what is socalledGIS (geographical information system) technology assisted by ArcView software ofversion 3.3, and implementing overlay-intercept, centroid and proximity on thematicmaps as neatly formed. In Bogor, the land-use activities for community resettlement havesacrificed 70 % of town area. Nowadays, central business district (CBD) being the coreof area development has become even squeezed by the eaxpansion of communityresettlement. The CBD in Bogor which is located in its centre town can only be developedconforming to the currently available-transportation network there. In accordance withits city structure, the town space in Bogor will follow the theory sector. Meanwhile, itseconomy characteristics will abide by the so-called ribbon pattern. This indicates that toavoid the disorder in town structure and its space pattern, the appropriate arrangementsof resettlement-space pattern are needed so that the CBD will develop smoothly.Keywords : central business distric, centroid, city structure theory, ribbon pattern,resettlement.
ANALISA PERANCANGAN PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993, SNI PD-T14-2003, ROAD NOTE 29 DAN NAASRA 1987 JALAN KUBANG RAYA PROVINSI RIAU, LINTAS TIMUR SUMATERA Tahrir, Ruswandi; Budianto, Eko
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya tingkat pelayanan jalan mendesak untuk segera dilakukan tahapanperencanaan pada setiap desain pembuatan jalan, karena tahapan tersebut sangatmemegang peranan penting dalam merencanakan tebal perkerasan yang baik khususnyaperkerasan kaku. Perencanaan perkerasan harus mempertimbangkan faktor ekonomi,kondisi lingkungan, sifat tanah dasar, beban lalu lintas, fungsi jalan dan faktor-faktorlainnya. Penentuan nilai rancang tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dapatdihitung dengan menggunakan beberapa metode diantaranya metode metode AASHTO,metode Binamarga, metode ROAD NOTE 29, metode SNI PD T-14 2003, metodeNAASRA dll. Dipilihnya metode AASHTO 1993, SNI PD T-14 2003, ROAD NOTE 29dan metode NAASRA 1987 dalam perancangan tebal perkerasan kaku jalan Kubang Rayapropinsi Riau, Sumatera. Karena metode-metode tersebut menyediakan fasilitasi yangdapat digunakan untuk desain perhitungan tebal perkerasan kaku. Didapat dariperhitungan tebal pelat perkerasan kaku untuk nilai CBR 7,5% ,Metode SNI PD T-142003 setebal 20 cm, Untuk Metode ROAD NOTE 29 setebal 27 cm, Untuk MetodeAASHTO 1993 setebal 25 cm, dan Untuk Metode NAASRA 1987 setebal 20 cm.Kemudian untuk nilai CBR 2,6% dari hasil perhitungan didapat tebal pelat untukperkerasan kaku, Metode SNI PD T-14 2003 setebal 20 cm, Metode ROAD NOTE 29setebal 27 cm, Metode AASHTO 1993 setebal 27 cm, dan Metode NAASRA 1987setebal 22 cm. Untuk metode RN 29 kurang cocok jika digunakan pada kondisitanah yang mempunyai nilai %CBR yang bervariasi, karena berdasarkan Analisagrafik nomogram pada metode tersebut hanya membedakan % CBR <2% dan % CBR>2%, sedangkan nilai %CBR>2 dianggap seragam. dan untuk % CBR <2% hanyaditambah 2,5cm pada hasil akhir perhitungan, sehingga hasil yang didapat kurangefisien jika %CBR berada pada angka CBR 2% jika dibandingakan dengan CBR 8%.Perhitungan tebal perkerasan kaku dengan menggungakan metode SNI PD T-14 2003mendapatkan tebal 20cm, yang berarti lebih tipis jika dibandingkan dengan metodemetodeyang lain.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BAKU PADA KECAMATAN PRACIMANTORO BERDASARKAN PENURUNAN KAPASITAS SUMBER SEROPAN Supomo, Fani Yayuk; Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan air bersih dan air baku di Kecamatan Pracimantoro saat ini sangat memprihatinkan. Kondisi curah hujan yang semakin rendah serta elevasi daerah yang relative tinggi menjadi faktor utama kesulitan masyarakat Pracimantoro untuk memperoleh air baku. Diperkiraan untuk 10 tahun kedepan wilayah Kecamatan Pracimantoro, khususnya keenam desa di sana akan mengalami kekeringan yang berkepanjangan dan hilangnya sumber-sumber air yang ada. Untuk menangani permasalahan tersebut, Pemda Kabupaten Wonogiri dan Pemda Yogyakarta melakukan kerjasama dengan pengambilan air baku Sumber Seropan yang telah dilakukan sejak tahun 2005. Akan tetapi, debit air dari sumber Seropan tersebut mengalami penurunan dari 800 lt/dtk menjadi 500 lt/dtk. Analisis ini ditujukan untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan dari penurunan debit air yang dirasakan sangat besar, baik dalam hal pendistribusian air baku sampai pada jam pelayanan pompa untuk masing-masing reservoir.
PENYIMPANGAN FUNGSI AREA PEDESTRIAN DI KAWASAN SEKITAR PASAR JOHAR SEMARANG Widiastuti, Santi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pedestrian area, yang dapat mewadahi untuk kegiatan pejalan kaki danpengendara sepeda serta kejelasan alur untuk perpindahan moda sangat diperlukan. Padakawasan pasar Johar tidak adanya kejelasan fungsi pedestrian area yang terlihat.Pedestrian area yang seharusnya dimanfaatkan untuk pejalan kaki dan pergantian moda,banyak berganti fungsi atau di okupansi oleh kegiatan lain seperti parkir, pedagang kakilima, dan sebagainya. Sifat pedestrian yang tidak menerus juga sangat mengganggu bagipejalan kaki. Metode penelitian dengan melakukan identifikasi unit penelitian meliputi :bentuk dan ukuran pedestrian yang disediakan, tingkat pola Kejelasan fungsi dankenyamanan pedestrian area juga sangat penting dan sangat diperlukan bagi orangpenyandang cacat (disable people). Perlunya penataan ulang area pedestrian baik yangberupa hallway, storefront maupun square untuk mengurangi penyimpangan fungsi. Hal inimengingat kebiasaan masyarakat Semarang yang menjadikan belanja atau ke tempatperbelanjaan bukan hanya sekedar belanja, namun juga untuk rekreasi.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM ANALISIS PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA STUDI KASUS : KOTA DEPOK Mildawani, Irina; Susilowati, Diana; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK)merupakan bagian penting dalam perencanaan, pembangunan dan pengelolaan kawasanbinaan (budi daya) maupun kawasan alami di perkotaan berlandaskan Rencana UmumTata Ruang Kota (RUTRK). Studi ini bertujuan membuat analisis RTHK dengandukungan aplikasi SIG untuk melakukan identifikasi potensi, kondisi dan masalah RTHKDepok dalam kerangka RUTRK Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi masukankepada Pemda Kota Depok berupa (1) identifikasi potensi dan kondisi gambaran umumRTHK yang ada dan (2) analisis potensi kawasan yang memiliki daya dukung lingkunganuntuk menjadi RTHK Depok. Hasilnya berupa paparan peta SIG, yaitu informasi tematikspasial dan bukan spasial RTHK Depok yang dapat diperbaharui dengan lebih cepat danlebih mudah dibandingkan dengan peta kartografi yang menjadi acuan selama ini.AbstractThe Planning, implementation and City’s Green Open Spaces (CGOS) Management isthe most important part of planning, implementation and management of plantationdistrict and natural district in a city based on General Planning of City Spaces. Thisstudy is aimed to create City’s green open spaces (CGOS) analysis with the aplicationof SIG support to identified the potency, condition dan CGOS problem in Depok based onthe General Planning of City Spaces. This SIG application is exactly suitable to planning,implementation and management of the CGOS information, because the results of CGOSanalysis can be optimised to the used and management of CGOSThis study results wish tobe a reference for the district goverment of Depok as (1) identification of potency andgeneral ilustration of CGOS and (2) potencial analysis of a district which haveenvironmental support to become City’s green open Spaces of Depok. The resultscontaints SIG maps, spatial thematic information and non spatial CGOS of Depok whichcan be upgraded faster dan easier compare to the cartographic map used nowadays.
PEREMAJAAN PERMUKIMAN KUMUH DI DKI JAKARTA Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan rumusan strategi implementasi yang efektifdalam peremajaan permukiman kumuh di DKI Jakarta. Dari evaluasi kegagalan upayapemerintah dalam peremajaan permukiman kumuh di Angke, Kemayoran dan PuloGadung disusun sebuah analisa multi tujuan (multi goal analysis) dengan pendekatanmultidimensional yaitu dimensi ekonomi, sosial, budaya, teknis, dan planologis. Hasilanalisa menunjukan bahwa peremajaan lingkungan kumuh menyangkut kesiapan lingkungansosial dan kelembagaan masyarakat, pemecahan masalah lingkungan kumuhharus didasarkan atas kondisi setempat yang spesifik dan pendekatan yang bersifat partisipatifdari semua stake holder. Pola relokasi dan penataan permukiman kumuh denganmembangun rumah susun sederhana yang disewakan kepada penghuni lama lebihsesuai untuk kasus status tanah ilegal, lokasi kurang strategis, pekerjaan pendudukberpindah, dan daerah permukiman yang kecil. Pola Pembangunan rumah susun sederhanadan penghuni lama diberi ganti rugi yang cukup untuk membayar uang mukaKPR rusun tersebut lebih sesuai untuk kasus status tanah legal, lokasi kurang strategis,pekerjaan penduduk tetap, dan daerah permukiman yang besar. Pola pelibatan peranswasta untuk pembebasan tanah dan pembangunan dari permukiman kumuh menjadikawasan permukiman, pertokoan, dan perkantoran dengan sistem subsidi silang lebihsesuai untuk kasus status tanah legal, lokasi sangat strategis, pekerjaan penduduk tetapatau berpindah, dan daerah permukiman yang besar.AbstractThis paper aims to get the formulation of effective implementation strategies in therejuvenation of the slums in Jakarta. From the evaluation of the failure of governmentefforts in rejuvenating the slums in Angke, Kemayoran and Pulo Gadung compiled ananalysis of multi-purpose (multi-goal analysis) with a multidimensional approach to theeconomic dimension, social, cultural, technical, and planologis. Analysis results showedthat the rejuvenation of preparedness regarding ghetto of social and institutionalenvironment community, ghetto solution must be based on specific local conditions andparticipatory approach of all stakeholders. Relocation and settlement patterns of theslums with simple flats are rented to residents for more appropriate for cases of illegalland status, lack of strategic location, the work moves people, and small residentialareas. Development patterns simple flats and old residents were given adequate compensationfor a down payment mortgages are more suitable flats to the case of legalland status, lack of strategic location, permanent jobs, and large residential areas. Thepattern for the involvement of the private role of land acquisition and development ofthe slums to neighborhoods, shops, and offices with a cross subsidy system more suitablefor cases of legal land status, location is very strategic, permanent jobs or move,and large residential areas.
MODEL PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASANWISATA DI PEDESAAN BERBASIS MASYARAKAT STUDI KASUS : TAMAN BUNGA NUSANTARA Mufrizon, Harry; Prabawasari, Veronika Widi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan keterlibatan masyarakat dalamperencanaan dan pengembangan kawasan wisata di pedesaan melalui evaluasi prosesinteraksi antar pemerintah, pengelola obyek wisata (swasta) dan masyarakat setempat,identifikasi manfaat dan faktor-faktor berpengaruh dalam proses interaksi tersebut.Analisis proses interaksi menggunakan kerangka ‘pemberdayaan masyarakat’ meliputiupaya : menciptakan iklim kondusif, meningkatkan peluang dan perlindungan sertameningkatkan potensi / daya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan aparat desa dankecamatan terlibat dalam proses perijinan, pembebasan lahan dan penerimaan tenagakerja. Pengelola Taman Bunga Nusantara (TBN) telah melibatkan masyarakat melaluipemberian kesempatan kerja, fasilitas berdagang di Pasar Kuring, peningkatan kualitasjalan akses, pelatihan teknis serta wawasan teknologi bagi tenaga kerja. Hal ini memberimanfaat langsung berupa peningkatan kesejahteraan dan ketrampilan bagi masyarakatdesa yang terlibat, dan terimbasnya budidaya tanaman bunga ke masyarakat desa. Daritemuan studi dihasilkan suatu model perencanaan dan kerangka pengembangan meliputiupaya meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rencana pengembangan,memasyarakatkan dan menerapkan kebijakan peraturan perundangan, mereposisiperan TBN untuk kesejajaran peran dengan masyarakat, serta mengembangkankewirausahaan masayarakat dan lembaga pedesaan.AbstractThe objective of this research is to explore community involvement in tourist attractiondevelopment in rural area. This is done by evaluating the interaction process among thegovernment, private investor and local community, and also by identifying the benefit andfactors influenced in the process. The interaction process analysis uses ‘communityempowerment’ framework, including efforts in enabling, empowering and increasingopportunity and protection. This research shows that the officers of rural areas orvillages and district areas involved in licensing process, land preparation , and labourrecruitment. Taman Bunga Nusantara (TBN) management involved the community byproviding job, commerce facilities, access road improvement, technical training andtechnology perception for the labours. These efforts give direct benefit to the communityin the form of prosperity and skill improvement. Indirectly, the flower cultivation isspread out to the rural community. The result of this research comes up with thedevelopment framework which includes efforts in increasing community understandingand involvement in development planning, socializing and applying policy andregulation, repositioning TBN management role, and developing communityentrepreneurship and rural institution.

Page 1 of 19 | Total Record : 185