cover
Contact Name
Firda Zulivia Abraham
Contact Email
fird007@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
fird007@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
ISSN : 14108283     EISSN : 2527693X     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Press Research and Development Communicatarion is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Communication and Informatics as well as related topics that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
DISTORSI PESAN DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI KAJIAN TEORITIS TERHADAP KESALAHAN KETIK PENETAPAN KETUA KPU RI SEBAGAI TERSANGKA OLEH KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA Akhmad, Bachruddin Ali
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

â??Typoâ? as the reason that have been proposed by the police of republic Indonesia to abrogate the suspect status of chairman of the election commission (KPU) to witness reported, could not be accepted by some members of the citizens. However in depth research the judge from the citizens are have much biases. Otherwise, legally formal, the reason of the abrogate has been confirmed, both from substantive or in terms of the law. because the act of "typoâ? is very possible to be studied scientifically in this case using the concept of message distortion, it can be cocluded that there are five factors to be the cause. Keywords: Community Response Infotaimenton Televisionâ??Salah ketikâ? sebagai alasan yang dikemukakan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk penganuliran status tersangka Ketua Komisi Pemilihan Umum( KPU) menjadi saksi terla por, tidak bisa diterima oleh sebagian warga masyarakat. Namun penilaian penilaian warga masyarakat bila diteliti lebih dalam tidak terlepas dari bias bias. Sebaliknya, secara legal formal, alasan penganuliran tersebut telah sah baik secara substantif maupun dari segi hukumnya.Karena tindakan â??salah ketikâ? sangat dimungkinkan untuk dikaji secara ilmiah dalam hal ini menggunakan konsep distorsi pesan, maka dapat disimpulkan ada 5 faktor yang menjadi penyebabnya.Kata Kunci: Konsep Distorsi Pesan, Salah Ketik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TERHADAP PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK PADA BADAN PUBLIK Laila, Laila
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.167 KB)

Abstract

This study aims to describe public information management in context of implementation of law no. 14 Tahun 2008 at Public institution in Banjarmasin. By qualitative descriptive, result of study shows that public information management, not all of them refer to law of KIP. Officer of the management information and documentation, SOP of public services and list of public information, has not been arranged mainly, just a discourse. Therefore the government of South Kalimantan, Mayor of Banjarmasin and Rector of university management should respons law of KIP to instruct to public bodies immediately to establish officer of public information management in their environment.Keywords: Public Information, Management, Implementation law, KIPPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengelolaan informasi publik dalam kontek implementasi UU no 14 tahun 2008 pada Badan Publik di Kota Banjarmasin. Melalui diskriptif kualitatif hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan informasi publik pada Badan publik di Kota Banjarmasin, belum semuanya mengacu pada UU KIP, pejabat pengelola informasi dan dokumentasi, SOP layanan Publik dan daftar informasi publik sebagian besar belum tersusun, masih sebatas wacana dan koordinasi dari badan publik. Karenanya Gubernur Kalimantan Selatan, Walikota Banjarmasin dan Rektor Unlam hendaknya merespon adanya UU KIP dengan menginstruksikan kepada badan publik, untuk segera membentuk pejabat pengelola informasi publik dilingkungannya.Kata Kunci: Pengelolaan, Informasi Publik, Impelementasi Undang-Undang, KIP
CYBERBULLYING DAN SIKAP PELAJAR DI KOTA MEDAN Dwiana, Ressi
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 20 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.744 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji seberapa besar pengaruh internet menyangkut intensitas dan daya tarik pesannya terhadap sikap pelajar SMA dalam kaitannya dengan cyberbullying. Bercermin pada beberapa kasus-kasus di luar negeri dan juga dalam negeri dapat diasumsikan bahwa fenomena bullying dapat mempengaruhi sikap pelajar yang sedang mencari identitas diri yang berkaitan dengan keyakinan, pencarian makna kehidupan, dan tujuan hidup. Penelitian ini menggunakan metode survey eksplanatori dengan populasi sasaran pelajar SMA Negeri di Kota Medan. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan alokasi proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang linier antara cyberbullying dan sikap remaja di kota Medan.
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI SWASTA Hartiningsih, Hartiningsih
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.016 KB)

Abstract

Study of public response to the violence on private televisions show has been done in Banjarmasin. The goal of study was to know public response by cognitive view and affective. By quantitative and descriptive analyzes, the result of study indicated that knowledge society to violence is too significant. Long duration and intensity to watch daily program television such news, entertainment, etc, not only create knowledge society to diversity and violence cases, but also emotional between agree and disagree to violence on television. Television show in news, not pared in detail, vulgar, and insistently, get positif response by public. Because television had power of penetration, easy to be understood, so the management of television program should be wise and not establishing violence as the main program (submissive to the law).Keywords: Response, Violence, TV ShowPenelitian sikap masyarakat terhadap tayangan kekerasan di televisi swasta dilakukan di Kota Banjarmasin. Tujuannya untuk mengetahui sikap masyarakat dilihat dari sudut kognisi maupun afeksi terhadap tayangan kekerasan di televisi. Melalui metode survey dengan analisis deskriptif hasil penelitian mengindikasikan bahwasanya pengetahuan masyarakat terhadap tayangan kekerasan di televisi sangat signifkan. Durasi menonton yang cukup lama degan intensitas menonton yang juga sangat sering (setiap hari) melalui berbagai program, seperti berita, film, sinetron, sebagainya, bukan saja membentuk pengetahuan (mampu mengingat dan menjelaskan) terhadap aneka ragam dan bentuk kasus kekerasan, tetapi juga membentuk sikap emosional antara setuju dan tidak setuju pada tayangan kekerasan. Tayangan dalam bentuk pemberitaan yang obyektif, apa adanya, tidak rinci, vulgar, dan tidak ditayang ulang berkali-kali mendapat respon positif dari masyarakat. Sebaliknya, tayangan yang berulangâ?? ulang, terkesan sensasional, dimuat dalam ke asan lain dengan waktu tayangan lama (berminggu), dibenci/tidak disetujui masyarakat. Karena televisi memiliki daya penetrasi mudah dimengerti dan dipahami, maka sudah seharusnya pengelola tevisi berlaku bijak, tidak menjadikan kasus kekerasan sebagai bagian tayangan utama untuk mendongkrak rating, (patuh pada undang-undang yang berlaku) Kata Kunci: Sikap, Tayangan, Kekerasan
TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP TAYANGAN INFOTAINMENT DI TELEVISI Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.933 KB)

Abstract

The goal of the research is to knowing people perspective, especially to infotaintment assess on Television. That study do at sub-distric Batibati, Tanah Laut Regency, South Borneo Province. Result of researh showing infotaiment assess is a controversial program on television. Infotaiment tend to gossip with detail issues that facts, because infotaiment workers not be with clarification, verification, and confirm every issues will reported. Infotaiment program dominated with Silet, Insert, and Cek and Ricek. Object of reporting is about celebrities life. Aspects lead of celebrities divorces case, marital affair, unregistered marriages, broken-connected status, etc. So that infotaiment program it so deviated from ethics and religion moral, like an open disgrace or privacy other people, so as always violate against ethics of journalistics, break of Act No.40/1999 about Pers, Act No.11/2008 about Information and Electronics Transaction, break of Article 335 from KUHP (Indonesian Pelican Law of Book to Criminal Laws) about unpleasant action, so law is can be finished that, thus be expected infotaiment workers be a quality TV show, because still many positive side from celebirty can be showed on television like a celebrities wedding, birthday, concert to charity, and all.Keywords: Community, Response, Infotaiment, Television Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat, khususnya dalam menilai tayangan infotainment di televisi, studi tersebut dilakukan di Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan infotainment merupakan program televisi menuai kontroversi. Cenderung mengedepankan gosip secara detail ketimbang fakta, semua pekerja infotainment tidak disertai klarifikasi, verifikasi dan konfirmasi. Maka acara infotainment didominasi oleh silet, disusul Insert kemudian cek and ricek yang mendongkrak rating tinggi dan mengejar bisnis serta mengedepankan sensasional. Objek pemberitaan seputar kehidupan selebritis atau publik figur, menjurus aspek bergunjing tentang kawin cerai, berselingkuh, kawin siri, putus sambung pasangan artis dll, sehingga tayangan infotainment cenderung menyimpang dari etika dan moral agama, seperti membuka aib orang atau privasi orang lain, sehingga selalu melanggar etika jurnalistik, melanggar UU No. 40 tahun 1999 tentang pers. UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), melanggar UU RI No. 32 tahun 2002 tentang penyiar dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, maka hukumlah yang bisa menyelesaikannya. Dengan demikian diharapkan pekerja infotainment akan menyajikan tayangan yang bermutu, sebab masih banyak sisi positif selebritis atau publik figur yang bisa diangkat dilayar kaca seperti perkawinan selebritis, ulang tahunnya, konser-konser bantuan Kata Kunci : Tanggapan, Tayangan Infotainment, Televisi
PENGETAHUAN BADAN PUBLIK TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK (KIP) Iberamsyah, Iberamsyah; Hartiningsih, Hartiningsih
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.409 KB)

Abstract

Penelitian pengetahuan badant publik terhadap undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan badan publik terhadap undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah, dengan metode observasi dan analisis deskriptif kualitatif hasil penelitian menggambarkan tingkat pengetahuan badan public terhadap undang-undang KIP di tiga provinsi cukup bervariasi.Terdapat diantaranya yang telah mencapai level pengetahuan yang tinggi seperti badan publik dikepolisian, namun ada pula badan publik yang tingkat pengetahuannya baru pada level 1 dan 2, bahkan ada yang tidak masuk level apa pun (zero know. Secara umum pengetahuan badan publik dibeberapa lingkungan bandan publik di tiga provinsi tersebut relatif masih minim. Untuk itu masih diperlukan sosialisasi yang lebih intensif lagi dan menyertakan peran media massa sebagai langkah percepatan pemerataan pengetahuan.Kata Kunci: Pengetahuan, Pejabat Publik, Informasi Publik
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) OLEH RUMAH TANGGA UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI Misbahruddin, A
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1898.685 KB)

Abstract

Research of Information and Communication Technology (ICT) utilization by the household for daily activity beheld at South Kalimantan, Central Kalimantan and Central Sulawesi. The Research objective to knowing the ICT (utilization) by household to daily activity. This research using descriptive method, with the location be determined purposively. For South Kalimantan, research location at Banjarmasin City, Balangan Regency, South Hulu Sungai Regency, Kotabaru Regency, for Central Kalimantan is a: Palangkaraya City, East Kotawaringin Regency, East Barito Regency. For Central Sulawesi research location at: Palu City Donggala Regency, Poso Regency, and Buol Regency. The respondents determining with disproportional strata sampling, that is a some society were living at selected of RT/RW as much as 704 people, whoâ??s selected by the random house each 8 homes, using the systematic sampling with 8 people in every RT. The research result showing the ICT utilization for daily activity very varies, among other for search social society information, health, opening the social networking services, learning activity, sent and received email, downloading movie, music, listening the music, and all. But in term of the ICT ownership, mainly not have the ICT access. So that to can accessing the internet at office, school, friend house, family house, internet café, and through mobile phone. The Local Government should be provide the free internet access to society to can accessing daily life information. Keyword : Utilization, Internet, Daily activity Penelitian pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh rumah tangga untuk kehidupan sehari-hari berlokasi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan TIK (Internet) oleh rumah tangga untuk kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif, dengan lokasi ditentukan secara purposif, untuk Kalimantan Selatan: Kota Banjarmasin. Kabupaten  alangan,Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Tengah: Kota Palangkaraya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Barito Timur. Sulawesi Tengah: Kota Palu. Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso dan Kabupaten Buol. Responden ditentukan secara sampling strata disprosional yaitu masyarakat yang tinggal di RT/RW terpilih sebanyak 704 orang, yang dipilih secara acak masing-masing 8 Rumah Tangga (RT) menggunakan teknik systematic sampling dengan rincian masing-masing RT 8 orang. Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan TIK untuk kehidupan sehari-hari sangat bervariasi, antara lain untuk mencari informasi masalah sosial kemasyarakatan, mencari informasi mengenai kesehatan, membuka situs jejaring sosial, melakukan aktivitas belajar, mengirim dan menerima email, mengundul film, music, mendengarkan musik, dan lain sebagainya. Namun dari segi kepemilikan TIK sebagian besar belum memiliki. Sehingga untuk keperluan akses internet lebih banyak dilakukan di tempat lain seperti kantor, sekolah/kampus, rumah teman, rumah saudara, warung internet (Warnet) dan melalui telepon selular. Hendaknya pemerintah daerah, dalam hal ini instansi terkait menyediakan fasilitasi internet secara gratis bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi untuk menunjang kehidupan sehari-hari.Kata kunci : Pemanfaatan, Internet, Kehidupan Sehari-hari
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ITE OLEH PEMERINTAH JAWA BARAT Sumiaty, Noneng; Syaidah, Syaidah
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1732.681 KB)

Abstract

This Research be held at ten city and regency on West Java Province. This study aims to determine the attitude of Local Government in the implementation, barriers and solutions about the ITE Law socialization.This research method is descriptive qualitative approach. Technique Data collected through observation, depth interviews with key informants, namely the Regional Officer or a representative who knows about the socialization of the ITE Law.The results showed that the attitude of the West Java Regional Government on the implementation of socialization, when viewed from the aspect of understanding, aspects of interest and awareness of the importance of socialization, expressed understanding, interest and was well aware that the ITE Law socialization is very important. Only two areas that have been carried out socialization. Barriers in socialization, lack of stakeholder-led policy makers and policy-making, and the absence of a special fund allocation. The solution is to send a representative from the Region to participate in the Central or Provincial socialization and prepare materials and a special fund to socialize UU ITE.Keywords: Socialization, UU ITE, Local Government. Penelitian ini dilakukan di sepuluh kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui sikap Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan, hambatan dan solusinya tentang sosialisasi UU ITE. Metode penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan kualitatif, teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada informan kunci, yaitu para Pejabat Daerah atau yang mewakili yang mengetahui tentang sosialisasi UU ITE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Pemerintah Daerah Jawa Barat terhadap pelaksanaan Sosialisasi, bila dilihat dari aspek pemahaman, aspek ketertarikan dan kesadaran terhadap pentingnya pelaksanaan sosialisasi, menyatakan paham, tertarik dan sadar betul bahwa sosialisasi UU ITE sangat penting.Sejauh ini hanya dua daerah yang telah melaksanakan sosialisasi. Solusinya dengan mengirim perwakilan dari Daerah untuk ikut sosialisasi di Pusat atau Propinsi dan menyiapkan materi dan dana khusus untuk sosiali UU ITE.Kata Kunci: Sosialisasi, UU ITE, Pemerintah Daerah
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG DAMPAK ISI ULANG PULSA DI ATM TERHADAP UMKM PENJUAL PULSA SELULER Hamjen, Hilarion
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.872 KB)

Abstract

This research was conducted in the city of Palangkaraya in Central Borneo and city of Banjarbaru in South Borneo in order to describe the perception of public, especially in the city of Palangkaraya and the city of Banjarbaru about the Impact of Pulse Top up by ATM to the SMEs mobile pulse seller. The research was conducted by survey method and quantitative approach, while the sampling technique used was quota sampling and quantitative descriptive analysis performed. The results showed the less Impact of Pulse Top  up by ATM to the SMEs mobile pulse seller because Pulse Top up by ATM have certain customer segment.However, the pulse top up by ATM economically very positive impact for the people, eventhough its needs long time transistion of pulse top up SMEs to the ATM. According to the most of people and SMEs need regulation and oversight to create more conductive business for SMEsKeywords : Impact, SMEs, Mobile Pulse Seller, Top Up Pulse, ATM  Penelitian ini dilakukan di kota Palangkaraya Kalimantan Tengah dan kota Banjarbaru Kalimantan Selatan dengan tujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat khususnya di kota Palangkaraya dan kota Banjarbaru tentang dampak isi ulang pulsa di ATM terhadap UMKM penjual pulsa seluler. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan pendekatan kuantitatif sementara teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling dan analisa dilakukan secara deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi ulang pulsa seluler di persepsikan kurang berdampak terhadap UMKM penjual pulsa seluler dikarenakan isi ulang pulsa di ATM maupun isi ulang pulsa di kios pulsa memiliki segmen pelanggannya masing-masing. Namun demikian dengan adanya isi ulang pulsa di ATM sangat berdampak positif secara ekonomi bagi masyarakat meskipun peralihannya dari kios pulsa ke ATM atau pola pembelian pulsa berlangsung dalam waktu yang lama. Menurut sebagian besar masyarakat dan pelaku UMKM penjual pulsa seluler bahwa perlu pengawasan dari pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi UMKM penjual pulsa seluler.Kata Kunci: Dampak, UMKM, Penjual Pulsa, isi ulang pulsa, ATM
MASYARAKAT TERHADAP DEBAT CALON PRESIDEN/WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 MELALUI TELEVISI DI KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT Suryana, Nana
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.623 KB)

Abstract

This research focus on Subang Regency, West Java Province. This research objective is to knowing, discuss, and descripting about society appreciation of President/Vice President debates on television. This research using descriptive analytical with quantitative approach and supported by qualitative approach, the data collection technique using questionnaire, depth interview, literature study, and observation at research location. The result, majority of respondent classified as productive ages who has a fairy high political sensitivity. The agree and have need of President/VP debates show at television, although the debates show have a short running time, but the effect can increase the knowledge and insight about 2014 election, and can grow awareness and political maturity, can knowing the figure and debates topic to needed by society, include the work program and political appointments, knowing political image, popularity and capability of President/VP candidates. To popularity, closely related with electability but not can get the electability automatically, because one of candidate not have the popularity but they have the electability. Therefore the debates show need to be scheduled, not only at during campaign season, can be scheduled out of campaign season yet.Keyword: appreciation, debates candidate, popularity, electability Penelitian ini berfokus di Kabupaten Suang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui, membahas dan mendeskripsikan tentang apresiasi masyarakat terhadap acara debat Capres/Cawapres melalui televisi. Penelitian ini sifatnya deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitaif ditunjang kualitatif yang dipusatkan di  Kabupaten Subang Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan pengamatan langsung di lapangan. Hasilnya, sebagian besar responden tergolong usia produktif yang memiliki kepekaan terhadap dunia politik cukup tinggi. Mereka setuju dan perlu dengan acara debat Capres/Cawapres melalui televisi, alasannya walaupun acara debat waktunya pendek, tapi efek (manfaat) nya dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang Pilpres 2014, serta dapat menumbuhkan kesadaran dan kedewasaan berpolitik. Kemudian dapat mengetahui figur dan tema debat yang dibutuhkan masyarakat, termasuk di dalamnya program kerja dan janji politik. Selanjutnya mengetahui pula tentang citra politik, popularitas dan kapabilitas, popularitas dan elektabilitas Capres/Cawapres. Untuk popularitas erat sekali kaitannya dengan elektabilitas, tapi tidak otomatis memperoleh elektabilitas, sebab yang memiliki popularitas tidak otomatis memperoleh elektabilitas, sebab kenyatannya ada yang tidak memiliki popularitas tapi memperoleh elektabilitas. Untuk itu acara debat perlu diagendakan, tidak hanya diselenggarakan pada musim kampanye pilpres, tapi juga dapat dilaksanakan di luar musim kampanye.Kata kunci : apresiasi, debat kandidat, popularitas, elektabilitas