cover
Contact Name
Zaky Farid Luthfi
Contact Email
zaky.farid@fis.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jce@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Civic Education
ISSN : -     EISSN : 2662237X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JCE mengundang para sarjana, peneliti, praktisi, dan mahasiswa pascasarjana untuk mengirimkan artikel ilmiah mereka yang berasal dari penelitian, studi, dan ulasan buku di bidang pendidikan kewarganegaraan, pendidikan moral, studi interdisipliner dalam bidang politik, hukum, sosiologi, sejarah, dan budaya yang memengaruhi pendidikan kewarganegaraan dan moral di seluruh dunia.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (KARTU INDEK)UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.2 SEMESTER II SMP NEGERI 4 BATANG ANAI Rosa, Elfina
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelas  VII.2 Semester II SMP Negeri 4 Batang Anai semester II tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian dilakukan sebanyak 2 (dua) siklus, Siklus I  dilaksanakan 2 (dua) kali pertemuan, dan siklus II dilaksanakan 3 (tiga) kali pertemuan. Akhir dari setiap siklus dilaksanakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa dan dilakukan pengamatan oleh teman sejawat untuk mengamati aktivitas serta kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil dari penelitian ini pada siklus I didapatkan data kesiapan siswa yang meliputi :1) siswa yang membawa buku ajar sebanyak 27 siswa (72,97 %), 2) siswa yang membawa buku catatan 32 siswa (86,49%) 3) siswa yang membawa alat tulis 35 siswa (94,59 %). Sedangkan untuk mengukur keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran dilihat dari indikator sebagai berikut : Siswa yang mencatat tujuan pembelajaran sebanyak 16 siswa (43,24 %); Siswa yang mengajukan pertanyaan 19 siswa ( 51,35%); Siswa yang memberikan tanggapan terhadap pertanyaan 22 siswa (59,46%); Siswa yang aktif dalam berdiskusi sebanyak 17 siswa (45,95 %); Siswa yang membuat tugas 23 siswa (62,16 %) dan siswa yang menbuat kesimpulan sebanyak 30 siswa (81,08 %). Dilihat dari hasil belajar didapatkan data sebanyak 18 orang siswa tidak tuntas (51,35 %) dengan nilai rata-rata 61,35. Keadaan ini pada siklus II terjadi peningkatan 1) siswa yang membawa buku ajar sebanyak 30 siswa (81.08 %), 2) siswa yang membawa buku catatan 35 siswa (94.59%) 3) siswa yang membawa alat tulis 37 siswa (100 %). Sedangkan untuk mengukur keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran dilihat dari indikator sebagai berikut : Siswa yang mencatat tujuan pembelajaran sebanyak 29 siswa (78.38 %); Siswa yang mengajukan pertanyaan 31 siswa ( 83.78%); Siswa yang memberikan tanggapan terhadap pertanyaan 31 siswa (83.78%); Siswa yang aktif dalam berdiskusi sebanyak 30 siswa (81.08 %); Siswa yang membuat tugas 33 siswa (89.19 %) dan siswa yang membuat kesimpulan sebanyak 34 siswa (91.89 %). Dilihat dari hasil belajar didapatkan data sebanyak 33 orang siswa tuntas (89.19 %) dengan nilai rata-rata 68.31. Data di atas membuktikan bahwa model pembelajaran Idex Card Match  mampu meningkatkan aktivitas serta hasil  belajar siswa SMP Negeri 4 Batang Anai.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS VII.3 SMP N 42 PADANG DALAM PEMBELAJARAN PKN MELALUI CARA MENCATAT DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) Suyandi, Harlina Eka
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian dari proses pembelajaran yang cukup penting bagi kemajuan belajar adalah membuat catatan, yaitu catatan yang dapat dibaca dan dimengerti  bagi si pembaca catatan (Vos, dalam Anwar 2000:165). Penelitian ini menitikberatkan pada adanya proses perbaikan dan perubahan secara terus menerus yang dilaksanakan secara bersiklus. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian tindakan kelas. Menurut pengamatan penulis ada hubungan antara kualitas catatan dengan kemampuan peserta didik. Peserta didik  yang berhasil 5 besar di kelas mempunyai catatan yang lengkap, bagus dan rapi. Kualitas catatan yang baik merupakan jembatan untuk meraih keberhasilan. Dengan adanya catatan siswa yang bagus dan rapi akan dapat memotivasi peserta didik  belajar lebih baik.
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPENUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) KELAS VIII SMP BAITURRAHMAH PADANG Deli, Sri
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat belajar sangat penting dalam proses pembelajaran, tanpa adanya minat belajar siswa tidak memiliki keinginan dan  ketertarikan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Karena  proses pembelajaran terjadi hanya satu arah.Tidak semua orang belajar memiliki minat belajar yang tinggi. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian siswa dalam pembelajaran dan kurang. Sehingga dalam pembelajaran peran guru harus lebih dimaksimalkan agar siswa tertarik dalam proses pembelajaran kreatifnya guru. Kondisi seperti ini juga terjadi ditempat kami bertugas. Dimana dalam proses pembelajaran guru hanya melakukan pembelakaran secara konvensional saja. Seringkali dalam pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini yang menyebabkan kurangnya minat siswa belajar. Penulis mencoba mencari solusi melalui Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). NHT merupakan salah satu model yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Dimana siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam memecahkan masalah secara bersama-sama dalam sebuah kelompok kecil.Sehingga siswa kelas VIII tidak lagi bosan pada mata pelajaran PKn.
Implementasi Kahoot! sebagai Inovasi Pembelajaran Irwan, Irwan; Waldi, Atri
Journal of Civic Education Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan platform Kahoot! sebagai media dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kahoot! merupakan web tool daring berbasis pendidikan yang dapat digunakan sebagai media asesmen mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode campuran (mixed method) antara kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif digunakan dalam menelaah pemanfaatan Kahoot! sebagai media pembelajaran perkuliahan. Sementara untuk mengukur efektivitas Kahoot! sebagai media pembelajaran maka digunakan metode kuantitatif. Objek penelitian ini yaitu  mahasiswa MKWU Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang sebanyak dua kelas pada semester Januari-Juni 2018. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawabcara informan, tes penguasaan materi sebelum dan sesudah penggunaan Kahoot!, serta penyebaran kuesioner terhadap responden. Melalui penelitian ini akan dideskripsikan tata cara pemanfaatan kahoot! sebagai media pembelajaran bagi dosen terhadap mahasiswa sehingga dapat diukur nilai manfaat Kahoot! tersebut. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan apakah Kahoot! efektif dalam sebagai media pembelajaran dalam menunjang proses belajar dan mengajar. Luaran penelitian ini diharapkan dapat menjadi draft artikel yang akan disubmit melalui jurnal lokal.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT BERJIWA NASIONAL Resfira, Resfira
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada suatu masa dimana bangsa ini mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat pesat. Perkembangan ini dikhawatirkan akan melunturkan nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap warga Negara Indonsia. Oleh karena itu, mata pelajaran PKn sangat diperlukan. Dengan memunculkan kembali nilai-nilai utama dalam PKn diharapkan dapat membangun jiwa nasionalisme yang dilandasi oleh nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan sosial, kompetisi, menghormati orang lain, kemerdekaan dan perdamaian. Nilai-nilai dasar ini penting untuk dikembangkan dalam rangka mengembangkan semangat dan jiwa nasionalime agar dapat berperan secara efektif dalam kancah global tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai falsafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
PERAN GURU PPKn SELAKU BUNDO KANDUANG DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH Azimmi, Nur
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran dalam membina karakter siswa disekolah. Sikap dan tingkahlaku siswa yang kurang baik menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperbaikinya. Sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing. Guru PPKn memiliki tanggung jawab untuk  penilaian sikap sosial emosional pada kurikulum  2013 yaitu KI-2. Selaku Guru PPKn disekolah kita juga berperan banyak dalam membina karakter siswa. Selanjutnya menjadi bundo Kanduang di rumah dan masyarakat. Perempuan di Minangkabau disebut dengan istilah Bundo Kanduang menjadikan kita perempuan orang sangat terhormat kedudukannya. Faktanya dilapangan sangat terbalik. Disekolah kita menemukan siswa yang kurang berkarakter seperti berkata kotor, tidak disiplin dan lain sebagainya. Budaya yang kurang baik ini menjadi hal yang mengkwatirkan kita guru. Maka marilah kita berperan dalam membina krakter siswa di sekolah masing-masing. Serta dirumah menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak.  Pendidikan yang salah satunya melalui keteladanan. Berikanlah keteladanan bagi siswa disekolah seperti taat hokum dan aturan. Untuk anak-anak kandung kita dirumah berilah keteladanan dalam ibadah.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI SMPN 1 IV KOTO KABUPATEN AGAM Rahmi, Tysa Sufia
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This event will be based on research because there are still teachers who have yet to implement skills Pkn asked intact. ask skills is one of the basic skills that must be taught by each teacher dimiliPKn, because in every teaching and learning to ask students is the thing that can not be left by the teacher. with the ability to ask a teacher will be able to dig up the entire ability of students to think and could invite students to develop critical thinking and ability. Implementation of the teaching skills of teachers PKn SMP 1 IV Koto is still not fit properly, because not all of the indicators of basic skills teaching carried out by teachers as a whole on the implementation of the learning in the classroom. Factors that influence the teaching of basic skills teachers is the lack of awareness of teachers in improving teaching skills, lack of training obtained by teachers PKn SMP 1 IV Koto about teaching basic skills teacher.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COME’S TO PAPA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS XI.IPA.1 SMAN 1 KEC. LAREH SAGO HALABAN Desriandi, Riza
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah dengan menggunakan model pembelajaran Come’s to Papa (Cooperation Management and Part to Part) dalam pembelajaran PKN dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam dalam belajar pada kelas XI.IPA.1 SMAN 1 Kec. Lareh Sago Halaban. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas.  Subjek penelitian ini siswa kelas XI.IPA.1  SMAN 1 Kec. Lareh Sago Halaban yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Come’s to Papa (Cooperation Management and Part to Part) dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam  belajar PKn di kelas XI.IPA.1 SMAN 1 Kec. Lareh Sago Halaban. Hal ini terbukti dengan menggunakan model pembelajaran Come’s to Papa (Cooperation Management and Part to Part) ini siswa sangat aktif dalam bertanya, mendengarkan diskusi, memberi tanggapan dan membuat laporan hasil kegiatan belajar. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase aktivitas belajar dari 64.55%  disiklus I sampai 93.75% disikus ke II. Penggunaan model pembelajaran Come’s to Papa (Cooperation Management and Part to Part) dapat memupuk keberanian siswa mengemukakan pendapat dan menumbuhkan sikap saling menghargai pendapat temannya sehingga dapat meningkatkan kekompakan dalam kelompok tersebut. Dengan demikian berarti penggunaan model pembelajaran Come’s to Papa (Cooperation Management and Part to Part) tersebut sangat berhasil di terapkan pada pembelajaran PKn dan mampu memotivasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas XI.IPA.1 SMAN 1 Kec. Lareh Sago Halaban.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI SEKOLAH BINAAN Muzzamil, Muzzamil
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya pembinaan pendidikan karakter bangsa di sekolah yang berimplikasi terhadap masih belum kondusifnya budaya sekolah sesuai penanaman nilai-nilai Pendikan Karakter  Bangsa. Masalah yang dibahas adalah “Bagaimanakah upaya pengawas sekolah dalam mengoptimalkan supervisi pendidikan sehingga terintegrasinya nilai-nilai pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran dan terciptanya budaya sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan bagi peserta didik? Tujuannya adalah untuk menjelaskan substansi pendidikan karakter bangsa, indikator keterlaksanaan, materi program, dan bentuk kegiatan supervisi yang dapat dilakukan pengawas sekolah dalam memberikan pembinaan pendidikan karakter bangsa di sekolah binaan. Pembahasan ini diharapkan memberikan pemahaman yang baik terhadap pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerja terkait pengimplementasian pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi pelaksanaan supervisi. Pemahaman masalah ini sangatlah penting karena tidak terlepas dari tugas pokok dan komitmen pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik dan manajerial secara intensif dan bersinambungan.
EFEKTIFITAS METODE OUTDOOR-STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA IX-D MTSN 01 KEPAHING Armizah, Armizah
Journal of Civic Education Vol 2 No 2 (2019): Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning is complicated process which is influenced by some factors, internal and external factors. The internal factor that is faced by the student in IX D class at MTsN 01 Kepahiang academic year 2018/2019 is low of motivation on learning. Motivation is a main factor in a process of learning because high motivation will increase the result of the study. Beside that, various methods of learning is also needed. One of method that can be used in the class is outdoor study. The research is action research by using two cycles of study, the subject is IX D students of MTsN 01 Kepahiang with total number 31 students. The research is descriptive study, the aim of research is to describe the increasing student’s motivation on learning and student’s understanding on PKn subject. The result of the research showed that outdoor study method is effective to increase student’s motivation.