cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
ISSN : 23561866     EISSN : 26148838     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam: is a peer review of national journals published by the Shariah Department of the Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor, Indonesia in the Syariah Banking study program. This journal focuses on issues of Islamic Economy and Islamic Business. We invite scientists, researchers and professionals in the field of Syariah Banking to publish their research in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TERHADAP PENYALAHGUNAAN KARTU KREDIT MENURUT UU NOMOR 8 TAHUN 1999 DAN BAGAIMANA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP PENGGUNA KARTU KREDIT Sandia, Mohammad
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.466 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i02.232

Abstract

Produk dan jasa dalam bentuk kartu kredit sebagai alat pembayaran pengganti uangtunai.Dengan adanya Kartu Kredit yang telah dipromosikan oleh Perbankan selaku penerbitkartu kredit tersebut disisi lain dapat memacu nasabah atau konsumen pemegang kartukredit untuk berprilaku konsumtif, misalnya melalui penerapan pemberian Sistem Point yangdikombinasi dengan pemberian hadiah atas sejumlah pembelanjaan produk barang ataujasa. Disisi lain Islam memandang praktek seperti ini jelas-jelas melanggar norma Agama. Kartu Kredit merupakan produk dan jasa Bank yang mengandalkan kepercayaanyang diberikan oleh Bank kepada nasabah, 0leh karena itu perlu mendapat perhatian dalamrangka perlindungan konsumen dari lembaga perbankan. Permasalahan yang dibahasadalah bagaimana perlindungan terhadap pengguna Kartu Kredit dari lembagaperbankan, dan bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap pengguna kartu kredit.Keywords: Jasa kartu kredit sebagai alat pembayaran dan bagaimana perspektif HukumIslam.
PRINSIP-PRINSIP MUAMALAH DALAM ISLAM Habibullah, Eka Sakti
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.545 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i01.237

Abstract

Praktek curang dalam muamalah(mengambil keuntungan sepihak tanpa menghiraukan  kerugian pihak pembeli), menjual barang tidak sesuai dengan promosi, bahkan tak jarang mereka mengurangi timbangan sangat masif terjadi. Lebih jauh dinamika pengembangan harta yang bersifat eksploitatif terhadap kelompok lain pun sering terjadi, dan disinyalir keuntunganlah yang menjadi prima klausanya. Padahal menjaga prinsip-prinsip muamalah secara berkelanjutan, akan diikuti oleh keuntungan yang seimbang antara penjual dan pembeli. Pembahasan ini akan menjelaskan secara deskriptif prinsip prinsip muamalah . Pembahasan ini juga akan mengangkat kajian berkaitan prinsip dan asas dalam muamalah. Ketentuan dan batasan muamalah hakikatnya adalah mendatangkan segala mashlahah untuk kita dan menghilangkan segala ke madhorroh. Seperti halnya Allah mengharamkan praktek riba karena terdapat banyak madhorroh didalamnya, bahkan untuk aspek makro ekonomi dapat menyebabkan kehancuran sistemik terhadap masyarakat bahkan terhadap negara.Kata Kunci : Muamalah, prinsip, maslahah.AbstractFraudulent practices in muamalah (taking unilateral benefits regardless of the loss of the buyer), selling goods not in accordance with the promotion, even not infrequently they reduce the scale is very massive occurs. Furthermore, the dynamics of exploitative development of property against other groups are also common, and it is assumed that profit is the prime of the clause. While keeping the principles of muamalah in a sustainable, will be followed by a balanced profit between sellers and buyers. This discussion will explain descriptively the principles of muamalah. This discussion will also raise the study of principles and principles in muamalah. The provisions and limitations of muamalah essence is to bring all mashlahah for us and remove everything to madhorroh. Just as Allah forbids the practice of usury because there are many madhorroh in it, even for macroeconomic aspects can lead to systemic destruction of society even to the state.Keyword: Muamalah, principle, maslahah.
PRINSIP SALING RELA DALAM TRANSAKSI EKONOMI ISLAM (Tafsir Analitis Surat An-Nisa’ [4] Ayat 29) Wahidin, Ade
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.931 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i02.352

Abstract

Salah satu syarat transaksi ekonomi dalam pandangan Islam adalah adanya saling rela antara kedua belah pihak. Sehingga ketidakrelaan dari salah satu pihak atau kedua belah pihak menjadikan batalnya transaksi alias tidak sah. Penelitian ini ingin mendiskusikan tentang saling rela dalam transaksi ekonomi dari berbagai sudut pandang. Mulai dari tafsir para ulama tentang Surat An-Nisa’ [4] Ayat 29 yang memuat kata ‘an-tarāḍhin (saling rela), penjelasan hukumnya, kaidah ‘an-tarāḍhin hingga implementasinya dalam transaksi ekonomi kontemporer yang secara faktual didominasi oleh sikap saling rela yang bersifat perbuatan atau adat kebiasaan masyarakat setempat. Di samping itu, majunya teknologi yang berimbas pada model-model transaksi ekonomi yang tidak ada pada zaman Nabi, juga menjadi dimensi lain bagi implementasi sikap saling rela dalam transaksi ekonomi.
GADAI DALAM SYARI'AT ISLAM Misno, Abdurrahman
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.132 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i01.226

Abstract

Manusia tidaklah selamanya berkecukupan harta, ada masa-masa dimana ia sangat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika melihat kenyataan di masyakarat maka didapati banyak orang yang membutuhkan uang karena adanya suatu keperluan mendesak. Gadai menjadi solusi bagi kebutuhan keuangan yang mendesak yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sayangnya praktek gadai di masyarakat mengandung unsur riba yang diharamkan oleh Islam, sehingga dibutuhkan adanya teori dan praktek riba yang sesuai dengan syariah Islam. Gadai dalam khazanah Islam disebut dengan rahn, ia adalah menggadaikan suatu barang sebagai jaminan atas transaksi hutang yang dilakukannya. Karena sifatnya adalah akad tabaru’ maka tidak boleh ada manfaat yang diambil oleh murtahin (orang yang menerima gadai). Harta yang digadaikan sendiri adalah tetap menjadi milik dari rahin (penggadai) sehingga tidak boleh digunakan tanpa adanya izin dari pemiliknya. Murtahin diperbolehkan mengambil uang pemeliharaan dari rahin jika harta gadaian tersebut membutuhkan pemeliharaan. Inti  dari akad gadai dalam Islam adalah saling tolong-menolong untuk meringankan beban orang lain.  Kata Kunci: Rahn, Fiqh Islam, Hukum Islam, Islam Indonesia
PENGARUH PENYALURAN DANA BMT TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BOGOR (PERIODE TAHUN 2008-2011) A, Muhammad Findi; Asy Syahidah, Sarah
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.999 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i02.231

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan usaha mikro yang sulitmendapatkan bantuan dana/modal dari lembaga keuangan baik itu perbankan atau punlembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal Wattamwil (BMT). Didasarkan padahal diatas peneliti kemudian mencoba meneliti bagaimanakah pengaruh penyaluran danayang diberikan oleh BMT sebagai lembaga keuangan mikro syariah kepada masyarakat kecilyang membutuhkan bantuan permodalan dalam meningkatkan kesejahteraan ataupeningkatan pendapatan mereka.Dengan regresi linear berganda, peneliti mencoba melihat pengaruh penyalurandana yang diberikan oleh BMT terhadap peningkatan kesejahteraan dalam hal pertumbuhanpendapatan anggota/nasabah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalahpeningkatan pendapatan masyarakat, penyaluran dana/pembiayaan (pembiayaanmudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah dan pembiayaan al-qardh).Dan hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh variable penyaluran dana(pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah danpembiayaan al-qardh) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable peningkatanpendapatan masyarakat di BMT wilayah Bogor.Kata Kunci: Penyaluran Dana BMT, Pendapatan Masyarakat
PEMIKIRAN AL-SA’DÎ TENTANG KRITERIA PEGAWAI PROFESIONAL (Studi Terhadap Q.S. Al-Qashash [28]: 26, Hadits-hadits Terkait, dan Kajian Lainnya) Maya, Rahendra
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3015.912 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i01.236

Abstract

Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dalam rangka memperoleh penghasilan untuk menjaga eksistensi kehidupan merupakan kewajiban dan tanggung jawab setiap orang. Dalam Islam, bekerja dan/atau menjadi pegawai dalam suatu bidang profesi tertentu bahkan dikategorikan sebagai kewajiban agama yang bernilai ibadah. Di samping itu, Islam pun memberikan tuntunan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kompetensi atau profesionalitas, spesifiknya berdasarkan kekuatan dan keamanahan seperti yang sangat jelas diungkapkan Allah S.W.T. dalam Q.S. Al-Qashash [28]: 26 dan oleh Rasulullah S.A.W. dalam haditsnya. Karena itu, memahami kriteria kekuatan (quwwah) dan keamanahan (amânah) pegawai plus kejujurannya (shidq) serta substansi dari karakter kepegawaian tersebut merupakan hal yang sangat urgen untuk dilakukan, antara lain melalui pemikiran seorang ulama dalam menafsirkan ayat, hadits, dan kajian lainnya yang terkait. Makalah ini diupayakan untuk mengungkap tema urgen tersebut melalui pemikiran Al-Sa’dî yang diklasifikasi sebagai salah seorang ulama kontemporer yang kompeten di banyak bidang keilmuan melalui karya-karyanya yang bernas dan ilmiah.Kata kunci: profesional, kriteria pegawai, pegawai profesional, kuat, amanah. AbstractWorking to meet the necessities of life and in order to earn an income to maintain the existence of life is the duty and responsibility of everyone. In Islam, working and/or being an employee in a particular field of profession is even categorized as a religious obligation worthy of worship. In addition, Islam also provides guidance for the work carried out in accordance with the competence or professionalism, specifically based on strength and security as is very clearly expressed Allah S.W.T. in Q.S. Al-Qashash [28]: 26 and the prophet Muhammad in his (hadith). Therefore, understanding the criteria of strength (quwwah) and the security (amânah) of employees plus its honesty (shidq) and the substance of the staffing character is very urgent to do, among others through the thought of a scholar in interpreting verses, hadith, and other studies related. This paper seeks to uncover the urgent theme through the thought of Al-Sa'dî which is classified as one of the contemporary scholars competent in many fields of science through his pithy and scientific works.Keyword: professional, employee criteria, professional employer, strong, trustworthy.
KEBIJAKAN FISKAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM (BAITUL MAAL SEBAGAI BASIS PERTAMA DALAM PENDAPATAN ISLAM) Jajuli, Sulaeman
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.82 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i01.225

Abstract

Al-Daulah al-Islâmiyyah pertama kali dibentuk setelah Rasulullah hijrah dari Makkah ke al-Madinah al-Munawarah dan menetapnya Rasulullah di Madinah dengan parasahabat . Kaum Muhajirin sebagai pendatang dan kaum Anshor sebagai ahlulbait atau pemilik tempat telah mengikhlaskan rumah-rumah mereka untuk dijadikan sebagai tempat tinggaloleh para pendatang (kaum Muhajirin). Satu tahun setelah menetapnya kaum Muhajirin dansetelah bersatunya hati-hati kaum Muhajirin dan kaum Anshor, timbullah peperangan antarakaum Musyrikin Makkah dengan kaum Muslimin di Madinah. Kemenangan-kemenanganyang diraih kaum muslimin dalam peperangan terus berlanjut, klimaksnya kaum Musliminbanyak mendapatkan harta ghanîmah, sehingga menimbulkan pertentangan dan perselisihandalam pembagiannya Adapun pada masa Nabi Muhammad, para shahabat yang telahmenang dalam peperarangan, mereka berhak membawa harta ghanîmah ke rumah, makatimbullah berbagai pertanyaan; untuk siapa harta rampasan tersebut, milik siapa,bagaimana cara pembagiannya, tanah yang telah berhasil dikuasai, siapakah yang memilikidan mengolahnya.Dengan adanya berbagai macam pertanyaan dan permasalahan yang terjadi sekitarharta rampasan/ghanîmah, maka permasalahan tersebut memerlukan jawab-an dengansegera. Rasulullah dan para shahabatnya membuat sebuah lembaga untuk menampung hartayang telah dimiliki kaum muslimin khususnya setelah terjadi peperangan. Tempatpenampungan harta tersebut dinamakan dengan Baitul maal. Baitul maal sebagai lembagadan wadah tempat penyimpanan harta yang dimiliki masyarakat Muslim pertama kalidiadakan dalam Islam.Kata Kunci: Kebijakan Fiskal, Hukum Islam, Baitul Maal
PELAYANAN PURNA JUAL PRODUK SEPEDA MOTOR BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BPRS AL SALAAM CABANG DEPOK Endaryono, Bakti Toni
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.499 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i02.324

Abstract

ABSTRAK PT BPRS Al Salaam selaku perusahaan pembiayaan syariah sehubungan dengan adanya persaingan usaha perbankan dan pembiayaan yang ketat, maka berusaha meningkatkan pelayanan kepada nasanabah agar tetap setia. Oleh karena itu BPRS Al Salaam berusaha agar pelanggan / nasabah sangat percaya kepada pelayana purna jual produk sepeda motor dan produk perbankan syariah lainnya.adaun dari hasil kuesioner yang disebarkan untuk penelitian , dan  dianalisis, besarnya koefisien korelasi r = 0,45 , Koefisien determinasi Kd = 20,25 % dan dan kemudian garis linear regresinya adalah Y = 19,25 + 0,43 XKata Kunci      :  Pelayanan Purna Jual Dan Kepuasan Nasabah
ETIKA KONSUMSI DALAM ISLAM Habibullah, Eka Sakti
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.119 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i01.230

Abstract

Kajian Islam tentang konsumsi sangat penting, agar seseorang berhati-hati dalam menggunakan kekayaan atau berbelanja. Suatu negara  mungkin memiliki kekayaan melimpah, tetapi apabila kekayaan tersebut tidak diatur pemanfaatannya dengan baik dan terukur maslahahnya, maka kesejahtera-an (welfare) akan mengalami kegagalan. Jadi yang terpenting dalam hal ini adalah cara penggunaan yang harus diarahkan pada pilihan-pilihan (preferensi)  yang mengandung maslahah (baik dan bermanfaat), agar kekayaan tersebut dimanfaatkan pada jalan yang sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan kemaslahatan individu,masyarakat dan rakyat secara menyeluruh. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan naluri manusia. Sejak kecil, bahkan ketika baru lahir, manusia sudah menyatakan keinginan untuk memenuhi kebutuh-annya dengan berbagai cara, misalnya dengan menangis untuk menunjukkan bahwa seorang bayi lapar dan ingin minum susu dari ibunya. Semakin besar dan akhirnya dewasa, keinginan dan kebutuhan seorang manusia akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada usia tertentu untuk seterusnya menurun hingga seseorang meninggal dunia. Kata Kunci: Etika, Konsumsi, Islam
PERJALANAN BISNIS NABI MUHAMMAD S.A.W. Heriyansyah, Heriyansyah
Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.419 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i02.356

Abstract

Perjalanan bisnis Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasallam tidaklepas dari Sirah Nabawiyah yang ditorehkan dan sangat layak jika ditulis menggunakan tinta emas, yaitu perjalanan manusia agung yang tidak lekang oleh zaman, samudra ilmu, hikmah, dan suri tauladan tidak hanya bagi kaumnya dan para sahabatnya namun umat pengikutnya bahkan umat seluruh semesta alam. Satu bab ilmu dalam perjalanan kehidupan beliau adalah  perjalanan berdagang (bisnis), sebagaimana kebiasaan bangsa Arab ketika itu yaitu suku Quraisy adalah berdagang (bisnis) dimana beliau dilahirkan dan dibesarkan serta ditempa sebelum menjadi sosok pemimpin besar, tidak lepas dari bimbingan wahyu Ilahi, sejak belia beliau sudah mengikuti perjalanan bisnis dengan pamannya, sampai beliau dewasa pun profesi ini menjadi pilihannya, sebagaimana beliau melakukan  peletakan prinsip-prinsip perniagaan yang  jujur, amanah menepati janji dan sebagainya. Sampai beliaupun dikenal sebagai al-amin (terpercaya) di kalangan kaumnya.

Page 1 of 4 | Total Record : 38