cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI)
ISSN : 25807633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) merupakan jurnal publikasi ilmiah yang terbit setiap enam bulan (semester) dengan menggunakan peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Keperawatan Suaka Insan diperuntukan untuk praktisi, akademisi, profesional, mahasiswa atau kalangan masyarakat umum yang berkecimpung dan berminat dalam perkembangan Ilmu Kesehatan dan Ilmu Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
THE ONLINE TEACHING-LEARNING OF MENTAL HEALTH IN A NURSING UNDERGRADUATE COURSE Dias, Maria Frani Ayu Andari; Hapsari, Fransiska Dwi; Adang, Yohana Gabrilinda
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.981 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan praktik keperawatan mental dan pendidikan terjadi secara bersamaan. Perkembangan ini tidak dapat dilepaskan dari upaya berkompetisi secara adil di era globalisasi yang tidak bisa dihindari lagi. Metode pembelajaran online atau e-learning diyakini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam praktek memberikan perawatan yang efektif, efisien dan sesuai perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran online, yaitu Google Classroom  untuk mempelajari kesehatan mental dan bahan keperawatan untuk mahasiswa keperawatan semester dua. Metode: Penelitian kualitatif ini dirancang dengan metode studi kasus untuk 41 siswa untuk menggambarkan bagaimana mengembangkan pengajaran kesehatan mental dalam program sarjana keperawatan dan bagaimana mahasiswa keperawatan bereaksi mengenai rencana atau metode ini. Hasil: Evaluasi dibagi menjadi setidaknya tiga bagian penting, yaitu 1) Pengalaman yang diperoleh Peserta didik dalam menjalankan Kuliah Online/Online Learning dengan menggunakan media Google Classroom, 2) Pesan dan Kesan serta, dan yang terakhir adalah 3) Kritik yang ditujukan untuk pembelajaran metode ini. Pengalaman yang bisa diambil dari pembelajaran ini, yaitu pengalaman yang memberikan keuntungan, termasuk didalamnya pengalaman yang memberikan pelajaran bagi peserta didik dan pengalaman yang menantang peserta didik. Pesan dan Kesan Peserta didik yaitu, setelah menjalani mata kuliah ini dengan metode, prosesnya tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Tapi, kesulitan ini bisa diatasi dengan bimbingan dan membutuhkan cukup waktu untuk beradaptasi. Peserta didik juga menyarankan agar dosen pembimbing dapat memilih untuk kembali ke sistem pembelajaran tradisional (tatap muka) dibandingkan kuliah online yang mereka jalani. Kesimpulan : Tiga tema penting yang dapat dipelajari, terutama untuk merangsang keaktifan siswa untuk belajar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan  menghasilkan perawat yang kompeten, yaitu 1) Struktur formal disiplin, 2) Organisasi pengajaran perawatan kesehatan mental, 3) Evaluasi proses pengajaran keperawatan kesehatan mental.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Nurhana, Lika Elsa; Chrisnawati, Chrisnawati; Labertus, Kristian
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.855 KB)

Abstract

Latar Belakang: Unit Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan suatu usaha untuk membina dan meningkatkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada anak didik yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integratif) melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah. Kegiatan UKS melalui Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah yang sehat. Hal-hal ini di dukung oleh faktor-faktor pengetahuan, sikap, sumber daya manusia dan sarana prasarana ujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor pendukung pelaksanaan UKS meliputi pengetahuan, sikap, SDM dan sarana maupun prasarana dari 10 sekolah dasar di wilayah kerja Puskemas Teluk Dalam Banjarmasin 2018. Metodologi: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 214 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah petugas puskesmas, kepala sekolah, dokter kecil dan pembina UKS sebanyak 214 responden. Pengumpulan data menggunakan metode kuisioner. Hasil: Sebagain besar petugas puskesmas, kepala sekolah, dokter kecil dan pembina UKS memiliki pengetahuan baik sebanyak 208 (97,1%) responden dan sikap positif sebanyak 214 (100%) responden. Sedangkan, peran SDM baik sebanyak 19 (95%) responden adalah kepala sekolah, pembina UKS dan petugas puskesmas, dan keberadaan sarana maupun prasarana tersedia sebanyak 6 (60%) sekolah dasar. Pengetahuan, sikap, SDM dan sarana maupun prasarana merupakan faktor yang paling dominan dalam mendukung pelaksanaan UKS.
EVALUASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN Nomi, Nomi; Nursery, Septi Machelia Champaca; Dhawo, Maria Silvana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.684 KB)

Abstract

Latar Belakang: Metode Jigsaw adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran metode jigsaw dapat menurunkan pretasi belajar mahasiswa dan melalui pembelajaran ini dapat mendorong mahasiswa lebih aktif saat proses belajar.  metode jigsaw memang mampu mendorong mahasiswa lebih aktif namun kurang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menerima materi pembelajaran. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi evaluasi pelaksanaan pembelajaran kooperatif metode jigsaw di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin tahun 2018. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi adalah mahasiswa semester IV di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin berjumlah 40 orang, sampel seluruh populasi mahasiswa semester IV berjumlah 40 orang dengan teknik total sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan secara univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan penyampaian kontrak kepada mahasiswa mayoritas (67,2%) terdapat pada kategori cukup, penyajian informasi kepada mahasiswa mayoritas (65%) terdapat pada kategori cukup, pengorganisasi mahasiswa dalam kelompok mayoritas (60%) terdapat pada kategori cukup, pengelolaan dan membantu mahasiswa dalam kelompok mayoritas (72,5%) terdapat pada kategori cukup, penugasan kelompok mayoritas (50%) terdapat pada kategori cukup dan evaluasi pelaksanaan mayoritas (57,5%) terdapat pada kategori cukup. Kesimpulan: Evaluasi pelaksanaan pembelajaran kooperatif metode jigsaw kategori cukup di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin. Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian terkait pelaksanaan pembelajaran kooperatif metode jigsaw anatara lain, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan metode jigsaw, hubungan antara motivasi mahasiswa terhadap pelaksanaan metode jigsaw, dan pengalaman mahasiswa terhadap pelaksanaan metode jigsaw.
TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG GIGITAN ULAR DI RUANG UNIT GAWAT DARURAT Ningrum, Eva Kartika; Agustina, Dwi Martha; Santoso, Bagus Rahmat
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.002 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kasus gigitan ular cukup banyak terjadi di Banjarmasin. Estimasi global menunjukkan sekitar 30.000-40.000 kematian akibat gigitan ular. Korban yang terkena gigitan ular harus segera mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat. Maka dari itu, perawat harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang gigitan ular sehingga dapat menyelamatkan nyawa korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang gigitan ular di UGD RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 13 November 2017 - 19 April 2018 dengan sampel perawat pelaksana di UGD RSUD Ulin Banjarmasin berjumlah 30 orang perawat, menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan 20 pernyataan dan analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil Penelitian: Karakteristik responden dengan usia 17-25 tahun (13%), 26-35 tahun (67%), 36-45 tahun (20%). Jenis kelamin perempuan 40%, laki-laki 60%, karakteristik pendidikan DIII Keperawatan 63%, S1 Keperawatan 3%, Ners 34%.  Pengalaman bekerja 1-5 tahun 50%, 6-10 tahun 27%, >10 tahun 23%. Didapatkan hasil bahwa 70% perawat berpengetahuan cukup tentang gigitan ular. Kesimpulan: Gambaran tingkat pengetahuan perawat UGD di RSUD Ulin Banjarmasin dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan dan pengalaman bekerja.
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNTIF PADA LANSIA Astuti, Dwi Anugrahni Puji; Ivana, Theresia; Jamini, Theresia
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.598 KB)

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan pada lansia mengakibatkan penurunan pada sel-sel otak. Hal ini berakibat pada proses pikir menjadi lambat, sulit berkonsentrasi, dan fungsi kognitif menurun. Salah satu upaya untuk mengatasi dan mencegah penurunan fungsi kognitif dapat melalui terapi non farmakologis seperti aktivitas fisik salah satunya senam otak. Senam otak dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak dimana apabila otak terus diberikan rangsangan maka fungsinya akan terus terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode : Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian pre eksperimental design dengan pendekatan one group pretest and posttest design, teknik sampling menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 14 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Analisa data yang digunakan adalah uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,001 (<0,005), artinya ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Kesimpulan: Adanya pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.
PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP PENURUNAN GEJALA INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA WANITA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA Amilia, Syahida; Warjiman, Warjiman; Ivana, Theresia
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.415 KB)

Abstract

Latar Belakang : Inkontinensia Urin pada lansia wanita lazim terjadi. Dampak yang ditimbulkanpun cenderung beragam mulai dari segi kesehatan, psikologis dan social. Inkontinensia urine pada lansia wanita dapat diturunkan gejalanya dengan tindakan non farmakologis, salah satunya adalah senam kegel. Senam kegel ini bertujuan untuk menguatkan otot dasar panggul dan secara tidak langsung meningkatkan fungsi kandung kemih dalam mengatur aliran urin. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one gorup pretest and postest. Jumlah sampel 14 orang lansia wanita dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Resived Urinary Inkontinence Scale (RUIS). Teknik analisa menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: p value = 0,001 (<0,005), menunjukkan hasil yang berbeda pada skor kuesioner RUIS sebelum dan sesudah melakukan senam segel. Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan antara senam kegel terhadap penurunan gejala inkontinensia urin pada lansia wanita di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Banjarbaru
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SAFETY CULTURE TERHADAP PELAKSANAAN IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PEMBERIAN OBAT Ronaldo, Ferry; Nursery, Septi Machelia Champaca; Trifianingsih, Dyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.921 KB)

Abstract

Latar Belakang: Identifikasi pasien yang tepat merupakan salah satu sasaran internasional keselamatan pasien (International Patient Safety Goals). Kejadian tidak diharapkan (KTD) dapat terjadi apabila identifikasi pasien tidak dilakukan dengan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku, kejadian yang tidak diharapkan tersebut salah satunya adalah kesalahan saat pemberian obat. Pelaksanaan identifikasi pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan dan safety culture. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan safety culture, terhadap pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel adalah 21 orang perawat pelaksana, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan cluster sampling,. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 13 item kuesioner pengetahuan, 39 item kuesioner safety culture dan lembar observasi 8 item pernyataan, analisis data menggunakan analisa bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil: Pengetahuan perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit mayoritas baik, dengan responden sebanyak 61,9%, safety culture perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin mayoritas baik, dengan responden sebanyak 61,9%, dan pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat mayoritas baik, dengan responden sebanyak 100%. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil, correlation coefficient dan signifikansi = -0,542, p = 0,209 (pengetahuan dan identifikasi pasien) dan = 0,757,  p = 0,049 (safety culture dan identifikasi pasien). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara, pengetahuan dan safety culture terhadap pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.
PELAKSANAAN ENAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DALAM MENCEGAH ADVERSE EVENT DI RUMAH SAKIT Nursery, Septi Machelia Champaca
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.691 KB)

Abstract

Latar Belakang: keselamatan pasien menjadi isu terkini karena makin meningkatnya kejadian tidak diharapkan (KTD) atau adverse event. Insiden keselamatan pasien di rumah sakit akan memberikan dampak yang merugikan bagi pihak rumah sakit, staf dan pasien pada khususnya karena sebagai penerima pelayanan. Dampak yang ditimbulkan adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terjadi akibat rendahnya kualitas dan mutu asuhan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien oleh perawat dalam mencegah adverse event di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Metode: Explanatory design dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik sampling pada penelitian ini adalah cluster sampling dan simple random sampling. Ada 107 perawat pelaksana yang ikut berpartisipasi sebagai sampel. Pada FGD, informan adalah perawat pelaksana sebanyak 7 orang. Hasil: menunjukkan bahwa pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien oleh perawat adalah baik sebesar 51,4% . Adapun enam sasaran keselamatan pasien tersebut meliputi pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien adalah baik sebesar 64,5%, pelaksanaan komunikasi efektif adalah baik sebesar 56,1%, peningkatan keamanan obat yang perlu adalah baik sebesar 50,5%, kepastian tepat lokasi, prosedur dan pasien operasi adalah sebesar 59,8%, pengurangan risiko infeksi adalah baik sebesar 50,5%, dan pengurangan resiko jatuh adalah baik sebesar 61,7%. Kesimpulan: Pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien oleh perawat dalam mencegah adverse event berada dalam kategori baik. Diharapkan instansi terkait melengkapi standar prosedur operasional mengenai komunikasi efektif saat melaporkan dan menerima instruksi dari dokter, pemberian tanda dan label untuk keamanan obat dan peningkatan supervisi agar pelaksanaan teknik aseptik menjadi lebih baik.
EVALUASI TIMBANG TERIMA PASIEN OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Pobas, Sally; Chrismilasari, Lucia Andi; Warjiman, Warjiman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.112 KB)

Abstract

Latar Belakang: Timbang terima merupakan teknik yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima laporan sehubungan dengan keadaan klien secara akurat serta lebih nyata bertujuan untuk Sasaran Keselamatan Pasien (SKP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi timbang terima pasien oleh perawat di ruang rawat inap rumah sakit suaka insan banjarmasin tahun 2018. Metode: Jenis penelitian metode kombinasi atau mixed method, dengan rancangan deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 136 perawat. Sampel 58 perawat pelaksana di ruang rawat inap dengan teknik sampling purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner kepada 58 responden dan data sekunder dengan wawancara melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada 10 partisipan. Hasil: Dari hasil penelitian mengenai evaluasi timbang terima pasien oleh perawat terhadap 58 responden sebagian besar termasuk kategori cukup sebanyak 30 responden (52%) dan 28 responden kategori baik (48%), dengan nilai rata-rata hitung (mean) 77 kategori baik. Nilai standar deviasi 3, 323 yang bersifat homogen. Data ini didukung oleh hasil FGD dengan 10 perawat bahwa rumah sakit tidak memiliki format laporan timbang terima, tidak adanya sosialisai SOP dan tidak pernah ada pelatihan timbang terima. Kesimpulan: Evaluasi Timbang Terima Pasien oleh perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin Tahun 2018 termasuk kategori cukup.
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG TRIAGE DI UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Natarianto, Reditya; Agustina, Dwi Martha; Nursery, Septi Machelia C
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.435 KB)

Abstract

Latar Belakang: UGD merupakan layanan yang disediakan untuk melayani pasien gawat darurat dengan penanganan yang cepat dan sesuai standart. Standart utama yang perlu dipahami oleh perawat dalam pemberi pelayanan di UGD yaitu terkait Triage. Sehingga keterampilan perawat dalam menerapkan konsep Triage sangatlah diperlukan. keterampilan seorang perawat dalam menerapkan triage dipengaruhi oleh pengetahuan dan juga persepsi. Metode : Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian Kuantitatif sengan rancangan penelitian Deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 perawat yang bekerja di IGD yang dipilih dengan teknik pusposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari peneliti. 30 responden ini akan diberikan kuisioner pengetahuan triage dan kusioner terkait persepsi tentang triage yang hasilnya akan dianalisa dengan Distribusi Frekuensi. Hasil : sebanyak 25 (83%) responden memiliki gambaran tingkat pengetahuan yang baik tentang triage dan 30 responden (100%) memiliki Persepsi yang positif terkait triage. Kesimpulan: Gambaran pengetahuan perawat IGD RSUD Ulin Banjarmasin tentang triage termasuk dalam kategori baik dengan persepsi akan triage yang positif

Page 1 of 11 | Total Record : 110