cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
STUDI EKSPLORASI PADA WANITA PEKERJA SEKS Rahayu, Tutik; Wahyuni, Sri
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.911 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.4

Abstract

AbstrakFenomena wanita bekerja bukan merupakan hal baru, dengan peran ganda yang dimilikinya wanita mampu menjalankan perannya sebagai wanita pekerja. Wanita pekerja mempunyai berbagai macam alasan untuk bekerja, salah satu pekerjaan yang riskan terpilih adalah sebagai pekerja seks. Penelitian memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alasan perempuan dalam memilih pekerjaan sebagai pekerja seks di wilayah kota Semarang. Penelitian ini merupakan qualitative study dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dan menggunakan pertanyaan semi terstruktur. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menurut langkah-langkah dari Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan 4 alasan yang mengakibatkan wanita bekerja sebagai pekerja seks, antara lain karena himpitan ekonomi, masalah dalam keluarga, korban perdagangan manusia, dan korban pelecehan seksual. Beberapa partisipan menyampaikan bahwa alasan yang memicu sehingga mereka memilih bekerja sebagai pekerja seks adalah karena adanya himpitan ekonomi, terjebak dalam perdagangan manusia serta pernah memiliki pengalaman pelecehan seksualitas. Kata Kunci: wanita, pekerja seks, studi eksplorasi AbstractExploration study in women sex workers. The phenomenon of women working is not a new thing, with the dual role she has in being able to carry out her role as a woman worker. Women workers have various reasons for work, one of the risky jobs chosen is as a sex worker. The study gained a deep understanding of the reasons for women in choosing jobs as sex workers in the city of Semarang. This research is a qualitative study with phenomenological approach and participant taking using purposive sampling technique. The number of participants in this study was 8 people. Data collection uses in-depth interview techniques and uses semi-structured questions. Data analysis carried out in this study was according to the steps of Colaizzi. This study resulted in 4 reasons that resulted in women working as sex workers, among others due to economic crush, problems in families, victims of trafficking in persons, and victims of sexual abuse. Some participants said that the reason that triggered them to choose to work as sex workers was due to economic crush, trapped in human trafficking and had experience of sexuality abuse. Keywords: women, sex workers, exploration studies.
TINGKAT DEPRESI PADA KLIEN KANKER Wakhid, Abdul; Sukarno, Sukarno
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 2 (2017): November 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.344 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i2.44

Abstract

AbstrakKanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti karena menyebabkan kematian. Masalah psikologis yang paling banyak ditemukan pada klien kanker adalah depresi yang berdampak pada pengobatan yang dilakukan, memperpanjang waktu hospitalisasi, penurunan proses terapi, serta ketahanan hidup klien.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada klien kanker di rumah sakit “K” Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini deskriptifdengan pendekatan survei. Populasi dari penelitian ini pasien di rumah sakit “K” yang menderita kanker dengan jumlah sampel 22 responden menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner BackDepressionInventory. Analisis data menggunakananalisisunivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat depresi pada klien kanker sebagian besar mengalami depresi sedang (86,4%). Sebaiknya pihak rumah sakit “K” Kabupaten Semarang perlu merancang intervensi untuk mengelola depresi pasien kanker. Kata kunci: Tingkat Depresi,  Kanker AbstractDepression levels among in cancer clients. Cancer is one of the most feared diseases because it causes death. The most common psychological problems found in cancer clients are depression that affect streatment, pro longs the time of hospitalization, decreases the therapeutic process, and client survival. The purpose of this study was to determine the level of depression in cancer clients at “K” Hospital, Semarang Regency. The study design was descriptive with a survey approach. The population of this study was patients at “K” Hospital who had cancer with a sample of 22 respondents using purposive sampling technique. The data collection tool uses the Back Depression Inventory questionnaire. Data analysis using univariate analysis. The results showed that the rateof depression in cancer clients was mostly moderate depression (86.4%). It is betterif the hospital unit of “K” Semarang District needs to design interventions to manage depression in cancer patients. Keywords: Level of Depression, Cancer
SUPERVISI KLINIK DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PERAWAT DI RUMAH SAKIT Puspitasari, Nur Wahyu; Nurkholis, Nurkholis; Kusumawati, febriana Tri; Atmanto, Arif Puji; Zuhri, Mohammad; Sulistiyaningsih, Sulistiyaningsih; Diel, M. Martono; Elmonita, Yudhanoorsanti; Agustina, Clara; Dwidiyanti, Meidiana
Jurnal Perawat Indonesia Vol 2, No 2 (2018): November 2018, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.804 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.12

Abstract

AbstrakPerawat memiliki berbagai kompetensi yang harus dikuasai dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Kompetensi perawat sangat luas, mencakup praktik profesional, etis, legal, peka budaya, pemberian asuhan, manajemen asuhan keperawatan, pengembangan kualitas personal dan profesional. Supervisi klinik menjadi syarat penting untuk memantau penerapan kompetensi perawat, sehingga dapat tercipta kinerja yang memuaskan. Kinerja perawat yang belum mencapai standar yang telah ditetapkan DEPKES RI, dapat mengakibatkan terjadinya tindakan – tindakan yang tidak sesuai SOP, kurang baiknya dalam pemberian pelayanan keperawatan, sehingga menimbulkan cedera, kerugian, bahkan komplain dari pasien dan masyarakat. Kejadian tersebut dapat menimbulkan penurunan kualitas pelayanan kesehatan dan penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesi perawat. Oleh karena itu perlu adanya solusi yang tepat untuk mempertahankan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi klinik terhadap peningkatan kompetensi perawat. Penelitian ini menggunakan metode sistematic review melalui pencairan database, scanning, dan screening 8 artikel dari 90 artikel yang didapat. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan pelayanan keperawatan, ditunjukkan dari peningkatan kompetensi perawat yang berpengaruh terhadap kinerja perawat. Kinerja perawat dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi kepatuhan dokumentasi keperawatan dan kepatuhan cuci tangan five moment. Sedangkan faktor eksternal meliputi penurunan burnout, peningkatan lingkungan kerja, dan penurunan risiko jatuh. Dari berbagai jurnal menunjukkan bahwa superfisi klinik dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perawat baik secara internal maupu eksternal. Banyaknya dampak positif supervisi klinik di rumah sakit dapat menjadi acuan agar supervisi klinik terus di lakukan di rumah sakit. Adanya supervisi klinik yang dilakukan dengan tepat diharapakan kegiatan asuhan keperawatan dapat terus ditingkankan sesuai kompetensi perawat. Kata kunci: Supervisi klinik, perawat, kompetensi perawat, kinerja perawat AbstractClinical supervision in nursing services as an efforts to improve nurse competency in hospitals. Nurses have various competencies that must be mastered in providing nursing care to patients. Nurses' competencies are very broad, covering professional, ethical, legal, cultural-sensitive practices, providing care, nursing care management, developing personal and professional qualities. Clinical supervision is an important requirement for monitoring the application of nurse competencies, so that satisfactory performance can be created. The performance of nurses who have not reached the standards set by the RI Ministry of Health, can result in actions that are not in accordance with the SOP, poor in providing nursing services, causing injury, loss, even complaints from patients and the public. These events can lead to a decrease in the quality of health services and a decrease in the level of public trust in the nursing profession. Therefore it is necessary to have the right solution to maintain service quality. This study aims to determine the effect of clinical supervision on improving nurse competency. This research uses sistematic review method through database disbursement, scanning, and screening 8 articles from 90 articles obtained. The results showed that there were differences in nursing services, indicated by an increase in nurses 'competencies which had an effect on nurses' performance. Nurse performance is influenced by internal factors which include compliance with nursing documentation and compliance with five-moment hand washing. While external factors include a decrease in burnout, an increase in the work environment, and a reduced risk of falling. From various journals, it was shown that clinical superfissions can have a positive impact on the performance of nurses both internally and externally. The many positive effects of clinical supervision in hospitals can be a reference for clinical supervision to continue at the hospital. The existence of clinical supervision carried out appropriately is expected that nursing care activities can continue to be increased according to nurses' competencies. Keywords: Clinical supervision, nurses, nurse competencies, nurse performance
HAMBATAN PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) UNTUK MENJALANI REHABILITASI JANTUNG Saripudin, Nurul Fatimah; Emaliyawati, Etika; Somantri, Irman
Jurnal Perawat Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Mei 2018, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.969 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.37

Abstract

AbstrakTingkat kepatuhan dan partisipasi pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) jantung pasca revaskularisasi dalam menjalani rehabilitasi jantung masih sangat rendah yang dipengaruhi oleh berbagai hambatan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan penyakit serta menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatandari pasien PJK dalam menjalani rehabilitasi jantung di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metoda penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 42 responden yang menggunakan accidental sampling selama 1 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Cardiac Rehabilitation Barrier Scale dari Grace et.al tahun 2011 yang telah diterjemahkan. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan rerata skor. Hasil penelitian diperoleh bahwa hambatan berdasarkan aspek logistik menjadi hambatan dengan rata-rata skor (mean) tertinggi yaitu 2,29. Selanjutnya adalah hambatan berdasarkan aspek waktu dengan rerata skor 2,24, kemudian berdasarkan aspek pelayanan kesehatan dengan rerata skor 2,19 dan yang paling rendah memperoleh rerata skor adalah berdasarkan status fungsional pasien yaitu 2,14. Jarak dan ketidaktahuan pasien mengenai rehabilitasi jantung menjadi dua hambatan yang memiliki rerata skor tertinggi yaitu 2,52 dan 2,38. Hambatan berdasarkan aspek logistik yaitu jarak menjadi hambatan yang paling banyak terjadi. Maka dari itu, peneliti menyarankan untuk dapat menerapkan rehabilitasi jantung dengan setting rumah yang disesuaikan dengan karakteristik pasien. Kata Kunci: Hambatan, PJK, Rehabilitasi Jantung AbstractBarrier Of Coronary Artery Disease (Cad)Patient Who Undergoing Cardiac Rehabilitation At Cardiac Clinicrsup Dr. Hasan Sadikin Bandungthe. The level of adherence and participation of patients coronary artery disease (CAD) post revascularization  who undergoing cardiac rehabilitation was still very low which is influenced by various barriers.  This may lead a recurrence of disease  and decrease of the quality of life . This research aims to know about barrier of CAD patient who undergoing cardiac rehabilitation in Cardiac Clinic RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. This research used a descriptive quantitative method and involved 42 respondent were taken by accidental sampling technique which held in a month.  The research instrument used Cardiac Rehabilitation Barrier Scale from Grace et.al in 2011 that has been translated into Indonesian.  Analysis of  data used  distribution of frequencies and mean score. The results obtained that the barrier  based on logistic aspect with mean 2.29 become highest mean score . Then the barriers based on  aspect of time with mean value score 2.24, then based on the aspect of health care with mean score 2.19 and the lowest mean score is based on the patient's functional status 2.14. Distance and patient's ignorance about cardiac rehabilitation came in two barriersand the  highest mean value was 2.52 and 2.38. The barriers based on the logistic aspect was  distance, the most happened in cardiac rehabilitation. Researchers suggested that for apply the home based cardiac rehabilitation with adjusted of characteristic patient.  Keyword: Barriers, CAD, cardiac rehabilitation
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP KLIEN KANKER STADIUM III DAN IV DI RUMAH SAKIT KANKER Dewi, Layya Notiva; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 2 (2017): November 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.461 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i2.48

Abstract

AbstrakAngka kejadian kanker stadium III dan IV pada usia dewasa semakin meningkat tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup anggota keluarganya yang menderita kanker stadium III dan IV. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan metode analisis univariat dan bivariat. Jumlah sampel 79 responden. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga yang meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan penghargaan terhadap kualitas hidup klien kanker stadium III dan IV. Perawat dalam menghadapi klien sebaiknya menggali koping adaptif, aspek positif, dan aspek spiritualitas klien tidak hanya memberikan dukungan psikologis dalam upaya peningkatan kualitas hidup klien itu sendiri.Kata kunci: dukungan keluarga; kualitas hidup; kanker. AbstractThe incidence of stage III and stage IV cancer in adulthood is increasing every year. This study aims to determine the relationship of the family support to quality of life of family members who have stage III and/or stage IV cancer. The design study is descriptive correlative with univariate and bivariate analysis methods. The numbers of respondents are 79. The results showed no significant relationship between family supports includes emotional support, instrumental support, informational support, appraisal support and the quality of life of clients who have stage III and IV cancer. In dealing with clients, nurses should explore adaptive coping, positive, and spiritual aspects of the client, not only provide psychological support to improving quality of life of the client itself.Keywords: family support; quality of life; cancer
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I TERHADAP TEKANAN DARAH DAN SATURASI OKSIGEN PASIEN KRITIS DENGAN PENURUNAN KESADARAN Hartoyo, Mugi; Shobirun, Shobirun; Budiyati, Budiyati; Rachmilia, Rizqi
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.785 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.3

Abstract

AbstrakPasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) merupakan pasien kritis yang dalam keadaan terancam jiwanya karena kegagalan atau disfungsi pada satu atau multipel organ yang disertai gangguan hemodinamik. Pasien kritis dalam keadaan penurunan kesadaran memiliki keterbatasan dalam mobilisasi, yang berdampak terhadap tekanan darah dan saturasi oksigen yang tidak stabil. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menangani hal tersebut dengan mobilisasi progresif level I berupa head of bed, ROM, dan rotasi lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif level I terhadap tekanan darah dan saturasi oksigen pada pasien kritis dengan penurunan kesadaran di ruang ICU. Metode penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test one group design. Responden penelitian ditetapkan dengan non probability sampling dengan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan di ruang ICU pada 15 responden yang terdiri dari 10 responden perempuan dan 5 responden laki-laki dan memenuhi kriteria inklusi. Uji dependent t-test menunjukkan ada pengaruh mobilisasi progresif level I terhadap tekanan darah sistolik (p = 0,024), tekanan diastolik (p = 0,002), dan saturasi oksigen (p = 0,000). Mobilisasi Progresif Level I dapat meningkatkan tekanan darah dan saturasi oksigen pada pasien kritis dengan penurunan kesadaran. Mobilisasi Progresif Level I dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan tekanan darah dan saturasi oksigen pasien kritis dengan penurunan kesadaran dengan tekanan darah di bawah normal. Kata kunci: Mobilisasi progresif level I, tekanan darah, saturasi oksigen, pasien kritis. AbstractThe effect of progressive level I mobilization on blood pressure and oxygen saturation in critical patients with decreased awareness. Patients who are treated in the Intensive Care Unit (ICU) are critical patients who are in danger of failure or dysfunction in one or multiple organs accompanied by hemodynamic disturbances. Critical patients in a state of reduced consciousness have limitations in mobilization, which have an impact on blood pressure and unstable oxygen saturation. One intervention that can be done to deal with this is with progressive level I mobilization in the form of head of bed, ROM, and lateral rotation. This study aims to determine the effect of progressive level I mobilization on blood pressure and oxygen saturation in critical patients with decreased awareness in the ICU. This research method uses pre-experimental design with pre-test and post-test one group design. Research respondents were determined by non-probability sampling with total sampling method. The study was conducted in the ICU room in 15 respondents consisting of 10 female respondents and 5 male respondents and met the inclusion criteria. The dependent t-test showed that there was an effect of progressive level I mobilization on systolic blood pressure (p= 0.024), diastolic pressure (p= 0.002), and oxygen saturation (p= 0.000). Level I Progressive Mobilization can increase blood pressure and oxygen saturation in critical patients with decreased consciousness. Level I Progressive Mobilization can be used as one of the nursing interventions to increase blood pressure and oxygen saturation of critical patients with decreased consciousness with below normal blood pressure. Keywords: Progressive level I mobilization, blood pressure, oxygen saturation, critical patients
GAMBARAN RESILIENSI KELUARGA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Halawati, Dwi Fathun Ary; Kusuma, Henni
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.863 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i1.42

Abstract

AbstrakTerapi hemodialisis tidak hanya memberikan masalah pada pasien, namun juga memberikan dampak pada kehidupan keluarga pasien. Tekanan yang dihadapi oleh keluarga menyebabkan stres yang cukup berat, sehingga resiliensi keluarga menjadi sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi keluarga yang meliputi system keyakinan, pola organisasi keluarga dan komunikasi antar unit keluarga dalam merawat pasien hemodialisis di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan metode indepht interview. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga pasien hemodialisis yang didapatkan dengan purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan metode analisa Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan bahwa resiliensi keluarga bergantung pada sumber-sumber daya yang ada untuk digunakan dalam menyelesaikan permasalahan pasien penyakit ginjal kronik. Keluarga dianggap resilien jika mampu beradaptasi dan mencapai keseimbangan dalam keluarga, sehingga untuk mewujudkan resiliensi keluarga dibutuhkan peran aktif setiap anggota keluarga dalam memberikan perawatan pada pasien. Dukungan perawat juga diperlukan, diharapkan perawat melakukan skrining awal dan memberikan konseling pada keluarga pasien. Kata Kunci: resiliensi, keluarga, hemodialisis AbstractDescription of family resilience which includes belief systems, family organizational patterns and communication between family units in treating hemodialysis patients. Hemodialysis therapy not only gives problems to patients, but also has an impact on the patient's family life. The pressure faced by the family causes considerable stress, so the resilience of the family becomes urgently needed. This study aims to look at description of family resilience which includes belief systems, family organizational patterns and communication between family units in treating hemodialysis patients in Semarang City. This study uses qualitative phenomenological method with indepth interview method. The informants in this study were families of hemodialysis patients who were obtained by purposive sampling. Data collected in the form of interview records and field notes were analyzed by Colaizzi analysis method. This study resulted in family resilience depending on available resources to be used in solving the problems of patients with chronic kidney disease. The family is considered resilient if it is able to adapt and achieve balance in the family, so to realize family resilience it takes an active role for each family member in providing care to patients. Nurse support is also needed, it is hoped that nurses conduct initial screening and provide counseling to the patient's family. Keywords: resilience, family, hemodialysis
DUKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT TERHADAP KONSEP DIRI SISWA TUNAGRAHITA Kelen, Magdalena Praharani; Pasaribu, Jesika
Jurnal Perawat Indonesia Vol 2, No 2 (2018): November 2018, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.659 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.49

Abstract

AbstrakKeluarga dan masyarakat belum paham mengenai kecacatan yang dialami oleh siswa tunagrahita sehingga terdapat stigma bahwa siswa tunagrahita sebagai orang cacat yang tidak bisa mandiri dan memiliki kemampuan intelektual rendah. Stigma tersebut dapat mempengaruhi persepsi siswa tunagrahita terhadap  konsep diri mereka sehingga cenderung negatif. Penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain deskriptif korelasi bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dan masyarakat terhadap konsep diri siswa tunagrahita di SLBN Kupang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita di SLBN Kupang.  Sampel diperoleh secara accidental sampling sebanyak 84 responden. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner konsep diri, dukungan keluarga  dan dukungan masyarakat. Hasil penelitian ditemukan terdapat konsep diri positif 52,4%, dukungan keluarga 52,4%  dan dukungan masyarakat (53,6 ). Hipotesis di uji menggunakan uji Chi-square; sbb: tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan orang tua terhadap konsep diri (p value = 0,197) dan tidak ada hubungan bermana antara dukungan masyarakat terhadap konsep diri (p value = 0,389). Hasil penelitian menunjukkan perlunya dukungan keluarga dan masyarakat agar penyandang tunagrahita tetap memiliki konsep diri yang positif. Kata kunci: Tunagrahita, konsep diri, dukungan keluarga, dukungan masyarakat AbstractThe relationship of Family and Sosial Support with self-concept of intellectual disability students’s. In common, families and communities do not understand well the disability experienced by intellectual disability students. This arises a stigma that intellectual disability students are disabled people who cannot be independent and have low intellectual abilities. This stigma may affect the perception of intellectual disability students on their self-concept that tend to be negative.The purpose of this study was  to determine  the relationship of Family and Sosial Support with self-concept of intellectual disability students’s in SLBN Kupang NTT 2016. This research method was non-experimental quantitative research with descriptive correlation design. The population in this study were all intellectual disability students in SLBN Kupang. The sample was obtained by accidental sampling of 84 respondents. Data collection is done through filling out self-concept questionnaires, family support and community support. The results of the study found 52.4% positive self-concept, 52.4% family support and social support (53.6). The hypothesis was tested using the Chi-square test: there is no significant relationship between parental support for self-concept (p value = 0.197) and no significant relationship between community support for self-concept (p value = 0.389). The results of the study indicate the need for family and social support to improve  positive self-concept of intellectual disability students . Keywords: Intellectual disability, self-concept, family support, social support
HEALTH BEHAVIOUR PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DALAM MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Widiasih, Restuning; Setyawati, Anita
Jurnal Perawat Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Mei 2018, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.622 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.17

Abstract

AbstrakIndonesia masih tertinggal dalam banyak aspek kesehatan reproduksi khususnya pada perempuan. Upaya-upaya promosi dan prevensi kesehatan perempuan pada kelompok perempuan sehat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kondisi kesejahteraan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dan prevensi timbulnya penyakit pada kesehatan reproduksi perempuan usia subur. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 51 perempuan di Wilayah Cikutra, instrument penelitian berupa kuesioner tentang aktivitas perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Cara pengumpulan data dilakukan langsung pada responden, data dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi bervariasi yaitu seluruh responden mengikuti program keluarga berencana, menjaga kesetiaan pada pasangan dan upaya untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh sebagian besar responden. Disisi lain sedikit perempuan melakukan upaya pencegahan penyakit infeksi sistem reproduksi, dan upaya pencegahan penyakit kanker payudara dan kanker cerviks. Kesimpulan, upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi belum maksimal, perlu perhatian yang lebih dari pemerintah untuk lebih memfasilitasi perempuan dalam meningkatkan kesehatan dan pencegah penyakit reproduksi. Kata kunci; Promosi kesehatan; Pencegahan penyakit; Kesehatan reproduksi perempuan Abstract Please Reproductive Health Behaviour amongst Women of Reproductive Age. Women’s reproductive health in Indonesia is still under expectation. Women’s health promotion and illness prevention programmes are significant to improve women’s wealthiness, in particular, their reproductive health. The objective of this study was to determine women’s health behavior related to health promotion and illness prevention in reproductive diseases and issues. this study applied the descriptive qualitative approach that involved 51 women from sub-district Cikutra, Bandung. Respondents filled in a questioner about women’s health behavior in health promotion and illness prevention related to reproductive health. The data were analyzed using distribution frequency. This study found that all respondents participated in the family planning programmes (100%), the majority of respondents were faithful to their partner (92%), and they understood how to deal with domestic violence (75%). While less of women did illness prevention or screening related to infection of the reproductive system (31%), and breast and cervical cancer (35% and 39%, respectively). Women’s reproductive health behavior is not maximum yet. the Indonesian government needs to provide more attention, facilities, and programmes to enhance women’s health behavior in women’s reproductive health promotion and illness prevention. Keywords: health promotion, illness prevention, women’s reproductive health 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKAMBUHAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Puspitasari, Emilia
Jurnal Perawat Indonesia Vol 1, No 2 (2017): November 2017, JURNAL PERAWAT INDONESIA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.822 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i2.47

Abstract

AbstrakKekambuhan merupakan salah satu  permasalah an yang sering terjadi pada pasien gangguan jiwa, Kekambuhan yang dialami pasien gangguan jiwa. pasien skizofrenia mengalami kekambuhan berulang.. banyak faktor yang memperngaruhi atau menyebabkan kekambuhan, seperti pola asuh, kepatuhan minum obat dan faktor sosial ekonomi pasien. Penelitian  bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kekambuhan pasien.  Analisis dilakukan  pada 13 klien. Hasil didapatkan  mayotitas penyebab kambuh dikarenakan putus obat, kepribadian tertutup, dan kegagalan. penelitian ini merekomendasikan perlu upaya mengatasi faktor –faktor yang dapat mengakibatkan kekambuhan. Kata Kunci: Pola Asuh, Ekspresi Emosi Keluarga, Kekambuhan, Skizofrenia AbstractRecurrence is one of the problems that often occurs in patients with mental disorders, recurrences experienced by psychiatric patients. Schizophrenic patients experience recurrent recurrence .. many factors affect or cause recurrence, such as parenting, medication adherence and socioeconomic factors of the patient. The study aims to determine the factors that influence patient recurrence. Analysis was carried out on 13 clients. The results showed that the major causes of relapse were due to drug withdrawal, closed personality, and failure. this study recommends the need to overcome factors that can cause recurrence. Keywords: Parenting Pattern, Expression of Family Emotion, Recurrence, Schizophrenia