cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkep.anak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
ISSN : 23382074     EISSN : 2621296X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak (JIKA) was published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Ilmu Keperawatan Anak (JIKA)is published twice in a year. JIKA publishes research results, research-based community service results, literature reviews, and case studies in the field of child nursing written by lecturers, nursing students, and clinic nurses in hospitals or health centers. JIKA is a continuation of Jurnal Keperawatan Anak with ISSN 2338-2074 published by the PPNI Jawa Tengah journal development team. JIKA is an online version of the journal with e-ISSN 2621-296X with the latest edition, the Jurnal Keperawatan Anak is no longer published.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak" : 5 Documents clear
Efektifitas Tehnik Relaksasi Napas Dalam Dengan Meniup Baling-Baling Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pungsi Vena Pada Anak Usia Prasekolah Machsun, Toha; Alfiyanti, Dera; Mariyam, Mariyam
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.655 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i1.102

Abstract

Nyeri merupakan penyebab stressor pada anak saat hospitalisasi, salah satu penyebabnya yaitu prosedur invasif pungsi vena. Manajemen nyeri merupakan kebutuhan dasar yang harus didapatkan anak saat menjalani hospitalisasi, salah satunya yaitu terapi non farmakologi dengan cara teknik relaksasi nafas dalam dengan meniup baling-baling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dengan meniup baling-baling terhadap skala nyeri pungsi vena pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Metode penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan non equivalent control grup after only desaign. Sampel penelitian ini adalah anak usia prasekolah yang dilakukan tindakan pungsi vena pengambilan darah dengan jumlah sampel 19 kelompok intervensi dan 19 kelompok kontrol. Skala nyeri pungsi vena dikaji menggunakan instrument FLACC. Analisa data menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata skala nyeri pada kelompok intervensi adalah 6 dan pada kelompok kontrol adalah 8.  Ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dengan meniup baling-baling terhadap skala nyeri pungsi vena pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang dengan nilai p value  0,000 (α < 0,05). Diharapkan perawat dapat memberikan teknik relaksasi nafas dalam dengan meniup baling-baling pada anak saat dilakukan pungsi vena untuk mengurangi rasa nyeri.
Teknik Bercerita Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TKN Kintelan Semarang Anugrahanto, Yohanes Eko; Yulianti, Natalia Ratna; Windayani, Wati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.811 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i1.101

Abstract

Teknik bercerita merupakan aktivitas penyampaian cerita secara lisan yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan dalam sebuah aktivitas pembelajaran. Namun saat ini teknik bercerita belum terlalu umum diterapkan dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak. Teknik bercerita juga belum pernah diterapkan di TKN Kintelan Semarang dalam menstimulasi motorik halus anak. Padahal dalam pelaksanaannya teknik bercerita dapat disisipkan aktivitas atau permainan yang dapat merangsang perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik bercerita terhadap peningkatan motorik halus anak usia 4 – 6 tahun di TKN Kintelan Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest one group design. Sampel berjumlah 34 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Uji normalitas data  menggunakan uji Shapiro-wilk, dan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p-value delay pretest-posttest adalah 0,000 dan p-value caution pretest-posttest adalah 0,000 yang berarti p < 0,05 yang memiliki makna bahwa terdapat pengaruh teknik bercerita terhadap peningkatan motorik halus anak usia 4 – 6 tahun di TKN Kintelan Semarang.
Respon Anticipatory Grief Orang Tua Yang Memiliki Anak Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung Rahmayoza, Selvia; Nurhidayah, Ikeu; Sriati, Aat
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.72 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i1.100

Abstract

Penyakit Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) pada anak menyebabkan orang tua mengalami respon Anticipatory Grief tua berhubungan dengan kemungkinan kehilangan anak akibat prognosis yang buruk, survival rate yang rendah, pengobatan yang lama, dan resiko tinggi untuk relapse. Respon Anticipatory Grief normalnya berlangsung < 12 bulan. Respon berduka yang buruk akan berdampak pada kualitas hidup anak dan orang tua, juga mempengaruhi pengambilan keputusan terhadap pengobatan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon Anticipatory Grief yang dialami orang tua di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung berdasarkan lama terdiagnosis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling dari populasi sebanyak 35.  Instrumen dalam penellitian ini menggunakan Marwit-Mauser Caregiver Grief Inventory (MMCGI)-Childhood Cancer. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi (frequensi, persentase, mean, dan standar deviasi). Hasil yang didapatkan adalah orang tua yang memiliki anak terdiagnosa 0-6 bulan memiliki intense berduka lebih tinggi dengan nilai mean 170.79±9.192, dan orang tua yang memiliki anak terdiagnosa > 6 bulan dengan nilai mean 155.19±.479. Profesional kesehatan harus mendorong orang tua untuk mendiskusikan perasaan terkait dengan penyakit anak mereka dan hasil yang potensial. Kebijakan rumah sakit perlu untuk memasukkan ketentuan dan promosi layanan palliative care sejak anak terdiagnosis, dan perawat perlu mendorong orang tua untuk bergabung dengan layanan kelompok pendukung.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pola Pemberian Makan, Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Dibawah Lima Tahun: Penerapan Health Belief Model Sodikin, Sodikin; Endiyono, Suryo; Rahmawati, Fitria
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.419 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i1.99

Abstract

Masalah status gizi balita di Indonesia cukup memprihatinkan. Faktor predisposisi yang menjadi penyebab masalah ini masih sangat sedikit diketahui. Pendekatan teori Health Belief Model (HBM) diharapkan dapat menjelaskan faktor-faktor orangtua yang berhubungan dengan status gizi anak usia dibawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pola pemberian makan, dan pendapatan keluarga terhadap status gizi anak usia di bawah lima tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 189 responden dan  sampel berjumlah 65 responden dengan teknik  simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi kerentanan yang dirasakan (perceived susceptibility) yang berhubungan dengan status gizi anak di bawah usia lima tahun yaitu pengetahuan (p = 0.034), pola pemberian makan (p = 0.008), dan pendapatan keluarga (p = 0.004). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan yang dirasakan (perceived susceptibility) yaitu pengetahuan, pola pemberian makan dan pendapatan keluarga dengan status gizi anak usia di bawah lima tahun.
Kompetensi Kader Terlatih Dalam Penanganan Diare Pada Anak Di Kabupaten Banyumas Solikhah, Umi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.524 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i1.98

Abstract

Diare tercatat sebagai kasus endemis masih cukup tinggi di Kabupaten Banyumas (46%). Sebagai kasus dalam urutan tertinggi, perlu diupayakan implementasi yang tepat oleh petugas kesehatan di tingkat pelayanan masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan kader dalam menangani diare secara sederhana. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan,  dan pekerjaan kader; serta mendeskripsikan kompetensi kader yang telah dilatih melakukan penanganan diare secara sederhana kepada masyarakat yang memiliki anak dengan sakit diare. Metode penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif, untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan kompetensi kader terhadap penanganan diare secara sederhana pada anak. Perbedaan kompetensi antar kelompok dianalisis dengan independent t-test. Sampel dipilih secara random dari 117 posyandu (dari 625 kader) dalam satu wilayah kerja puskesmas. Jumlah sampel masing-masing 50 kader pada kelompok intervensi dan kontrol. Karakteristik responden kader dengan rata-rata usia 46 tahun, didominasi lulusan SMA, dan lebih dari 90% ibu rumah tangga. Kader terlatih kompeten dalam melakukan penanganan diare secara sederhana dan mampu menyediakan larutan oralit dengan baik. Kegiatan pelatihan kader sangat signifikan (p-value 0,000) dalam mendukung kompetensi kader. Kegiatan pelatihan penanganan diare secara sederhana untuk kader perlu diterapkan pada para keder lain yang belum berkesempatan mendapatkan pelatihan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5