cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 2 (2019)" : 10 Documents clear
Etika Media dalam Kultur New Technology (Mengkaji Etika Internet versus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) windarsih, ana windarsih; Choiriyati, Wahyuni
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.022 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.763

Abstract

Perkembangan sistem komunikasi yang masif, khususnya internet menjadi bagian terpenting dalam berbagai bidang kehidupan termasuk ekonomi maupun politik. Di pihak lain perkembangan teknologi baru, termasuk televisi digital, juga menawarkan perubahan besar di bidang komunikasi massa. Istilah media konvergen kemudian digunakan dalam arti bergabungnya layanan yang dahulu terpisah, termasuk internet, televisi, kabel dan telepon. Salah satu penyebab terjadinya media konvergen adalah persoalan teknik, karena lebih banyak isi media dimasukkan dalam format digital dalam bentuk bit. Namun kemajuan teknologi tidak lepas dari implikasi etis. Pemerintah telah menyadari dampak destruktifnya, salah satunya dengan sigap mengatur pemanfaatan sumber internet sebagai media baru dengan sebuah piranti lunak yang mampu memblokir situs amoral. Dalam level praktis penegakan etika terhadap isi media interaktif ini harus terus dikaji agar tidak menjadi sebuah adagium kebijakan tanpa tindakan. Kajian etika media dalam hal ini menjadi arena yang terlibat membangun wacana baru dalam perspektif komunikasi massa agar internet menjadi rujukan yang konstruktif bagi masyarakat.
SASAK TRADITIONAL VILLAGES: A TOURISM POTENTIAL AND CONSERVATION EFFORT FOR CULTURE AND PLANTS Sujarwo, Wawan
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.106 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.742

Abstract

In the millennial era, social-community conditions that have become increasingly urbanised have resulted in the loss of original roots. For some communities, the loss of their culture can be articulated by a loss of identity. One of the efforts to preserve culture and plants is to preserve and sustain traditional villages and encourage government programs to increase the number of traditional villages to be declared as ?Tourism Traditional Villages?. This study aims to unravel the tourism potential of seven Sasak traditional villages related to traditional buildings, art performances, plant usage, and other economic potentials that could be created. The study was conducted by visiting and interviewing local residents in seven Sasak traditional villages on Lombok Island in Indonesia. The results of the study indicated that tourism traditional villages can provide many tangible benefits, which can be felt directly by villagers, such as employment or additional income, and intangible benefits, e.g. preservation of local culture, including cultural and plant knowledge. Traditional villages can also provide resilience and independence for their people to be a source of food, especially for vegetables and fruits, so they do not depend so much on the availability of consumer goods in traditional markets, which are subject to price fluctuations.
KESENANGAN DAN OTORITAS KEAGAMAAN: SOSIALISASI ANTI-MUSIK DI INSTAGRAM Misbah, Aflahal
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.263 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.819

Abstract

Perdebatan tentang kesenangan merupakan isu lama dalam masyarakat Muslim yang masih populer hingga sekarang. Perdebatan ini tentu saja tidak dapat dilepaskan dari kelompok-kelompok Muslim seperti Salafi yang menyebarkan   paham penentangan terhadap beragam bentuk dan praktik kesenangan. Berangkat dari pandangan Asef Bayat bahwa sosialisasi anti-kesenangan berkaitan erat dengan preservasi kuasa, tulisan ini memfokuskan perhatian pada reaksi masyarakat Muslim Indonesia terhadap sosialisasi anti-musik di media sosial Instagram oleh Salafi. Dari tagar #musikharam dan #hukummusik, perhatian kemudian diarahkan pada sosialisasi anti-musik yang dilakukan oleh tiga akun utama, yaitu, kajianislam, ikhwan_kendari, dan daeng_indonesia. Karakter dan pola sosialisasi khas yang ditunjukkan oleh masing-masing akun menghasilkan pemahaman yang beragam terhadap pola reaksi yang muncul. Permintaan argumen, musik islami, dan sejarah dakwah Walisongo, adalah tiga dari pola umum yang bisa dipahami dari semua respons yang ada. Dari ketiga pola reaksi tersebut, penulis berargumen bahwa sosialisasi anti-kesenangan bukan semata berkaitan erat dengan preservasi kuasa, melainkan juga berpotensi melemahkan otoritas yang mensosialisasikan itu sendiri, terutama bagi otoritas keagamaan dari figur-figur Salafi.
Hibriditas Budaya dalam Ketoprak Dor Suyadi, Suyadi
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.501 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.817

Abstract

Ketoprak dor is a performing art that lives and develops in North Sumatra. Its appearance began with the sending of Javanese as contract workers for tea plantations. The transmigration of the kuli kontrak formed a new layer of society with the participation of existing social and cultural growth. They did their Javanese activities as usual before being sent as contract coolies, including throwing parties. From this party, there was a desire to make a ketoprak performance. This show is called the ketoprak dor. Based on this, the author conducted a ketoprak dor study in 2009 and 2012 using a semiotic approach by Morris (Zaimar, 2008). The author's semiotic review is done to facilitate the tracking of history and description of the ketoprak dor in North Sumatra Province. From the research that the authors did mention the ketoprak dor is almost extinct swallowed by the times. In fact, the ketoprak dor is actually no longer only owned by Javanese people, but has become the property of Deli Malays. Adapting Javanese people plus Malays who want to accept openness is a big capital of this cultural hybrid process.
Nasionalisme Indonesia dalam Dialektika Lokalitas dan Nasionalitas di Maluku Gaspersz, Steve
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.766 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.870

Abstract

This article is an anthropological and historical reflections about the concept of nationalism which takes place on the dialectical interpretation on local and national identities in Maluku context. The main idea is on the effort to discover historical nexus about nationalism interpretatively that often disappear behind the grand narrative discourses about separatism of RMS (Republic of South Maluku) revolt whenever discussing the place of Maluku on Indonesian political map. By using combined methods of social hermeneutics and political anthropology paradigms, the elaboration developed in this article is unfolding new narrative of nationalism that might not be seen simply through centralistic viewpoint but analyzing various socio-political and historical interpretations of small narratives as the center of perspectives that must be considered within the discourse of Indonesian nationalism.
GAYA HIDUP MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA PALEMBANG (Studi Pada Mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang) PUTRI, LISYA S; Purnama, Dadang Hikmah; Idi, Abdullah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.72 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.867

Abstract

Gaya hidup mahasiswa FoMO merupakan pola hidup yang di ekspresikan melalui aktivitas, minat, dan opini yang di dalamnya terdapat ruang sosial yang digunakan dalam mengimplementasikan gaya hidup. Tulisan ini mengupas gaya hidup mahasiswa pengguna media sosial yaitu mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Tujuan dalam tulisan ini adalah untuk menunjukkan karakteristik gaya hidup mahasiswa FoMO, mengetahui ruang sosial yang digunakan dalam mengimplementasikan gaya hidup FoMO pada mahasiswa, dan untuk menunjukkan kelemahan dari mahasiswa FoMO, mengenai citra diri mahasiswa FoMO melalui gaya hidupnya. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif-verifikatif dengan strategi penelitian fenomenologi dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara secara mendalam, dokumentasi. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa gaya hidup mahasiswa FoMO dapat dikategorikan dari karakteristik, ruang sosial, dan citra diri yang melekat pada mahasiswa FoMO tersebut dimana gaya hidup merupakan pola yang membentuk kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari dalam sisi negatif dan positif.
AKUMULASI KAPITAL DAN PERAMPASAN OTONOMI ATAS TUBUH PEREMPUAN Izzati, Fathimah Fildzah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.106 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.806

Abstract

Judul buku : Caliban and The Witch: Women, the Body and Primitive AccumulationPenulis : Silvia FedericiPenerbit : AutonomediaTahun terbit : 2014, edisi revisiJumlah halaman : 285 halaman
Menjadi “Tamu Istimewa” di Rumah Orang Lain: Identitas Sosial dan Etnosentrisme Jamaah Suluk Asal Malaysia di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) Muzakkir, Muzakkir; AS, Abdullah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.344 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.685

Abstract

Artikel ini tentang jamaah asal Malaysia yang terlibat dalam aktivitas spiritual di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB). Jamaah asal Malaysia ini berbeda dan membedaan diri dengan jamaah lokal, atau masyarakat Kampung Besilam. Untuk memahami eksistensi jamaah asal Malaysia ini diajukan pertanyaan apa identitas sosial dan bagaimana etnosentrisme jamaah asal Malaysia di TNKB. Menjawab pertanyaan diajukan digunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data ditemukan. Penelitian ini menemukan bahwa identitas sosial jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan struktur sosial-ekonomi menempatkan kelompok tersebut sebagai kelompok menengah-atas karena memiliki profesi sebagai pegawai pemerintah, dan sebagian ada juga sebagai pejabat negara. Identitas sosial ditandai dengan penggunaan bahasa Melayu khas Malaysia, dan kecenderungan selalu berkelompok antar sesama dalam aktivitas spiritual dan sosial. Sedangkan etnosentrisme jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan pandangan bahwa Malaysia lebih maju dari Indonesia, serta didukung stereotip pengalaman yang memposisikan masyarakat Indonesia sebagai kelompok pekerja kelas rendah di Malaysia. Stereotip mempengaruhi pandangan jamaah asal Malaysia tentang jamaah lokal, dan masyarakat Kampung Besilam masih terbelakang dan sulit untuk dipercayai.
CITRA PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI (Sebuah Refleksi Struktural atas Dinamika Pembangunan) Neonbasu SVD, Gregorius
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.161 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.875

Abstract

AbstraksiTulisan ini merupakan sebuah refleksi dari bidang Ilmu Antropologi terhadap praktek pendidikan kita selama ini di Indonesia. Terlebih analisis tertuju pada dunia pendidikan tinggi yang di satu sisi 'berbagai penelitian' seakan hanyalah diarahkan pada pendekatan etik¸dan kurang sekali memberi tekanan pada pola dan skema pendekatan emik. Seraya berlandas pada pelana Pulau Timor, atau Provinsi Nusa Tenggara Timur, pendulum tulisan ini akan bergerak bebas menuju sebuah telaahan yang lugas untuk mengkaji lebih dalam perspektif dunia pendidikan tinggi di Indonesia selama ini berkenaan dengan inbas dua sketsa pendekatan: etik dan emik.            Titik tuju yang bakal menjadi ancaran dari tulisan ini adalah meng-kreasi sebuah pendekatan pendidikan tinggi yang dapat memberi kontribusi yang kondusif kepada setiap penghuni lembaga pendidikan tinggi agar mereka akhirnya menemukan jati dirinya untuk berjumpa dengan berbagai temuan dan budaya akademik mancanegara. Secara kultural, pola dan sistem serta skema pendidikan tinggi kita haruslah memberi sebuah landasan home principle yang kuat, agar pada gilirannya setiap 'warga kampus' dapat memiliki kemampuan untuk memasuki gelanggang pilgrim principle yang bertampang.
PREFACE JMB VOL 21 NO 2 2019 Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.983

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10