cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya
ISSN : 14115239     EISSN : 25984209     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
The Patrawidya appears in a dark gray cover with a papyrus manuscript. The Patrawidya Journal is published three times a year in April, August and December. The study of the Patrawidya Journal article is on the family of history and culture. The Patrawidya name came from a combination of two words "patra" and "widya", derived from Sanskrit, and became an absorption word in Old Javanese. the word "patra" is derived from the word "pattra", from the root of the term pat = float, which is then interpreted by the wings of birds; fur, leaves; flower leaf; fragrant plants fragrant; leaves used for writing; letter; document; thin metal or gold leaf. The word "widya" comes from the word "vidya", from the root vid = know, which then means "science". Patrawidya is defined as "a sheet containing science" ISSN 1411-5239 (print) ISSN 2598-4209 (online).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 3 (2015)" : 10 Documents clear
WACANA IDENTITAS NASIONAL PADA BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH DI INGGRIS DAN INDONESIA: KAJIAN KOMPARATIF Purwanta, Hiernonymus; Santosa, Heribertus Hery; Haryono, Anton
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.764 KB)

Abstract

Salah satu tujuan terpenting pendidikan sejarah adalah untuk menumbuhkan identitas dalam diri generasi muda.Artikel ini bermaksud untuk meneliti bagaimana bangsa Inggris dan Indonesia memproduksi wacana identitas nasional mereka melalui buku teks pelajaran sejarah SMA. Metode yang digunakan adalah Critical Discourse Analysis (CDA) terhadap narasi yang terdapat pada buku teks pelajaran sejarah dari kedua negara sebagai subjek kajian.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks pelajaran sejarah di Inggris mewacanakan bahwa bangsa Inggris (British) merupakan subjek dari berbagai peristiwa sejarah yang terjadi, serta menarasikan pencapaian dan sukses yang diperoleh masyarakat Inggris. Bahkan, untuk menonjolkan wacana itu, pengarang buku teks pelajaran sejarah melakukan heroifikasi dan mitologisasi berbagai tokoh dan peristiwa sejarah. Sebaliknya, buku teks pelajaran sejarah di Indonesia justru mewacanakan masyarakat Indonesia sebagai objek dari kekuatan bangsa asing, khususnya bangsa Belanda dan peradaban Eropa. Dari sudut pandang ini, kebudayaan Indonesia sebagai sumber identitas masyarakat dinegasikan dan digambarkan sebagai “kuno” dan “kolot” yang tidak cocok dengan kebudayaan modern.One of the most important goals of history education is to infuse national identity to young generation. Aim of this article is to explore of how British (United Kingdom) and Indonesia product their discourse of national identity through their high school history textbooks. A methods use is Critical DiscourseAnalysis (CDA) where content of history textbooks from the two countries as subject of analysis. Approach used is hermeneutics.Result shows that high school textbooks in United Kingdom discoursing British as subject of historical events, achievement and success of British people. Moreover, authors of the textbooks made heroification and mythologization. In contrast, high school textbooks in Indonesia discoursing Indonesians as object of foreign powers especially Dutch and Western civilization. From this viewpoint, Indonesian cultures as source of identity is negated and described as “old fashion” that couldn't fit modern culture.
Back Cover Widya, Patra
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2485.763 KB)

Abstract

KARESIDENAN PRIANGAN DI MATA PARA PELANCONG PADA PERTENGAHAN ABAD KE-19 HINGGA AWAL ABAD KE-20 Ariwibowo, Gregorius Andika
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.965 KB)

Abstract

Artikel ini mengupas tentang travelogue atau jurnal perjalanan para pelancong yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat yang mengunjungi Karesidenan Priangan. Di samping juga mengenai bagaimana para pelancong ini memandang Jawa, terutama Priangan, beserta alam dan masyarakatnya. Meskipun perkembangan pariwisata di Hindia Belanda baru dimulai pada sekitar awal Abad Ke-20, namun kunjungan para turis yang sengaja ingin berlibur dan menjelajahi Hindia Belanda telah dimulai pada pertengahan Abad ke-19. Kajian ini menggunakan metode penulisan sejarah seperti penentuan tema, penelusuran sumber, kritik sumber, dan pada tahap terakhir yakni penulisan karya sejarah. Melalui travelogue tampak suatu bentuk keseharian dari para turis, elit kolonial, penduduk pribumi dan Eropa, serta hal-hal yang terkadang “hilang” dalam mengangkat sisi humanisme dan keseharian dalam kajian Historiografi Indonesia.This study want to analized about travelogue or travellers journal which written by travellers that came from abroad to Preanger Regency in the middle of 19th century until early 20th century. Furthemore this study will describe how the impressions of the traveller about Priangan Regency in the middle of 19th century until early 20th century. Even though development of Netherland Indies tourism just started in the early of 20th century, but traveller invitation to this region just started since early of middle of 19th century. This study will use methodology of historical studies such as tittle choosing, discovering, and criticizing of source and historiography written. With travelogue studies that written by traveller that came to Netherland Indies, we will know about another perspective of daily life hstory from thetourist selves, colonial elite, and of course common people that lived in Preanger Regency. Furthemore this studies will be force humanism and daily life studies that sometimes “missed” from Indonesian Historiography researched.
MUHAMMADIYAH DAN MASYUMI DI YOGYAKARTA, 1945-1960 Suwarno, Suwarno
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.709 KB)

Abstract

Dalam periode 1945-1960, Muhammadiyah dan Masyumi memiliki hubungan yang sangat erat baik secara nasional maupun lokal di wilayah Yogyakarta. Bagi Muhammadiyah, Masyumi merupakan wadah saluran aspirasi politiknya, sementara bagi Masyumi, Muhammadiyah telah menjadi anggota istimewa yang sangat penting. Artikel ini merupakan bagian dari disertasi yang terfokus pada pembahasan mengenai relasi Muhammadiyah dan Masyumi di Yogyakarta, kiprah politik para tokoh Muhammadiyah yang menjadi aktivis Masyumi, dan keterlibatan Muhammadiyah dalam perjuangan Masyumi memenangkan pemilu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi empat langkah, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 1945-1960 di Yogyakarta, Muhammadiyah merupakan gerakan sosial-keagamaan yang sebagian besar anggotanya terlibat dalam Partai Islam Masyumi. Ada adagium di kalangan warga Muhamadiyah pada waktu itu bahwa Masyumi sebagai tempat berjuang, sedangkan Muhammadiyah sebagai tempat beramal. Di Yogyakarta, sebagian besar tokoh Masyumi merupakan anggota Muhamamdiyah. Kiprah politik para tokoh Masyumi yang berasal dari Muhammadiyah cukup besar dalam pemerintahan dan parlemen. Keterlibatan Muhammadiyah secara organisasi ataupun melalui anggota yang menjadi tokoh Masyumi dalam Pemilu, baik Pemilu 1951, 1955 maupun 1957 membuat Masyumi berkembang sebagai salah satu partai yang diperhitungkan dalam arena politik di Yogyakarta.In the period of 1945-1960, Muhammadiyah and Masyumi have a very close relationship, both nationally and locally in the region of Yogyakarta. For Muhammadiyah, Masyumi was a container of channel their political aspirations, while for Masyumi, Muhammadiyah has been a special member of very importance. This article is part of a dissertation focused on the discussion of the relationship Masyumi and Muhammadiyah in Yogyakarta, political contribution of their leaders who had became Masyumi activists, and Muhammadiyah's involvement in the fight Masyumi win the election. The method used in this research is the method of history, which includes four steps: heuristics, criticism, interpretation and historiography. The results showed that in the period 1945-1960 in Yogyakarta, Muhammadiyah was a socio-religious movement most of whose members were involved in Islamic Party Masyumi. There was a adage among residents of Muhammadiyah at the time that Masyumi as a place to struggle, while Muhammadiyah as a charitycontaine. In Yogyakarta, the majority of theMuhammadiyah members were Masyumi figures. The political contribution of Masyumi's political leaders came from Muhammadiyah was quite large in the government and parliament. The involvement of Muhammadiyah, institutionally or personally members have been prominent figures in Masyumi had made the Islamic party grew as a party has bargaining position in political arena at Yogyakarta, in particular at general election of 1951, 1955 and 1957.
NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI SASI IKAN LOMPA DI NEGERI HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH Marjanto, Damardjati Kun
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.868 KB)

Abstract

Manusia, alam, dan kebudayaan merupakan tiga entitas yang tidak bisa dipisahkan. Alam lingkungan sebagai tempat tinggal manusia membentuk cara hidup manusia yang dikenal sebagai kebudayaan, sedangkan kebudayaan itu sendiri juga merupakan cara adaptasi manusia dalam menanggapi lingkungan alamnya. Praktik keselarasan manusia dengan alam pada masyarakat Negeri Haruku dikenal sebagai Tradisi Sasi ikan lompa. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan sasi ikan lompa dan mengungkapkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sasi ikan lompa merupakan salah satu contoh keberhasilan simbiosis mutualisme manusia dengan alam. Ikan Lompa yang dipelihara dengan tradisi sasi dapat berkembang dengan baik dan pada gilirannya mendatangkan kesejahteraqan bagi manusia Di samping itu tradisi sasi ikan lompa juga sarat dengan nilai-nilai budaya, yaitu penghormatan terhadap alam lingkungan, ketaatan terhadap aturan adat, kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, dan juga pengorbanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan FGD (Focus Group Discussion), dengan teknik analisis data deksriptif kualitatif.Man, nature, and culture are three entities that can not be separated. The natural environment as a dwelling for man shapes way of life that is known as culture. The other side, culture is also a way of human adaptation in response to its natural environment the harmony practices between man and nature in Negeri Haruku community is known as Sasi tradition for Lompa fish. The aim of this study describs Sasi tradition for Lompa fish and reveal cultural values in the tradition. The result of the study indicates that Sasi tradition for Lompa fish is one of succes model of symbiosis mutualisma between man and nature. Lompa fish that is cared in Sasi tradition can be thrived and bring in human welfare. Besides it, the tradition also loaded with cultural values, i.e. respect to natural environment, adherence to customary rules, togetherness and social solidarity, and also spirit of sacrifice. This study is a qualitative approach in which techniques for data collection is obtained by observation, interview, and FGD (Focus Group Discussion), with a qualitative descriptive techniques for data analysis.
POTRET PENGUSAHA KERAJINAN KUNINGAN DI BEJIJONG MOJOKERTO Herawati, Isni
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.37 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengusaha kuningan memperoleh bahan baku kuningan, proses produksinya, hasil yang diperoleh, dan pemasaran hasil supaya kerajinan itu tetap eksis di pasaran. Dalam tulisan ini menampilkan 2 pengusaha kerajinan kuningan di Bejijong, Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, pengamatan, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian terungkap bahwa cara memperoleh bahan baku, proses produksi, hasil produksi, pemasaran dari kedua pengusaha kerajinan kuningan itu semuanya dapat terealisasi dengan baik. Sebagai bukti bahwa kerajinan kuningan di Bejijong tetap eksis sampai sekarang justru pasarannya yang terbesar adalah di Eropa dan sekitarnya. Pemasaran dapat sampai ke mancanegara dengan melalui perantara artshop-artshop yang ada di Bali, bahkan dengan melalui internet dan SMS. Pengusaha juga aktif melakukan terobosan-terobosan baru dan membuat jaringan dengan pihak luar.This research aims to observe how the craftsmen get the raw brass materials, how they do the production, the end product of brass, and the market of the product, this article portrays 2 brass craftmens from Bejijong, Mojokerto, the research was conducted with qualitative approach by doing direct interview, direct observation and literature review, the result of the research reveals that the access to raw materials, the production process, the product and it's marketing from both the craftsmen have great realization, as the proof that the brass craft products from Bejijong, Mojokerto have existence in the market until today, the largest market from these crafts is Europe, they use art shops in Bali to reach international market, even by using internet and text messages, to expand the market and the revenue, these craftsmens also active in finding new innovations and make new net workings with international market.
STRATEGI PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN BERKELANJUTAN Ritohardoyo, Su
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.05 KB)

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengungkap pembangunan rumah susun sebagai salah satu strategi pembangunan perumahan berkelanjutan, dan implikasinya terhadap kebijakan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Metode analisis data sekunder digunakan untuk analisis secara deskriptif kualitatif dari berbagai sumber pustaka dan dokumen. Hasil bahasan menunjukkan bahwa pembangunan rumah susun merupakan solusi penyediaan perumahan rakyat yang saat ini paling rasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dikaji dari berbagai aspek baik penggunan lahan, pembiayaan, maupun keberlanjutan lingkungan, rumah susun memberikan alternatif terhadap pembangunan perumahan dan permukiman yang adil, nyaman, dan berkelanjutan.The article was purposed to discusse of the development of vertical residential for the sustainable of housing development and its impact to the housing development policy for the low income people. Secondary data analysis method used to analyze the data which were collected from literature and several documents. The result of the discussion showed that vertical residential development is the solution of people housing supply, which the most rational for low income people. Based on the several aspects wether it is land use, cost and environment sustainabelity, vertical residential gives several alternatives to housing and setllement developments which are fair, leisure, and sustainable.
Pengantar Redaksi Widya, Patra
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.526 KB)

Abstract

SAAT ORANG JAWA MEMBERI NAMA; STUDI NAMA DI TAHUN 1950-2000 Moordiati, Moordiati
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.778 KB)

Abstract

Memilih dan memberi nama tidak lagi dianggap sebagai sebuah persoalan besar, pada akhirnya banyak nama yang justru tidak dikenal dan terdengar asing. Padahal pemilihan dan pemberian nama seseorang sebenarnya juga mengandung maksud dan makna tertentu sesuai dengan harapan orang tua. Dengan kata lain bahwa “nama adalah doa”. Ini juga yang menjadi alasan serta tujuan dari artikel ini untuk melihat perubahan makna pada pemberian nama di dalam kebudayaan masyarakat Jawa terutama ketika masa periode awal kemerdekaan (1950) sampai dengan tahun 2000an. Ada perkembangan serta perubahan yang menarik dari sumber sementara yang ada, bahwa nama-nama anak dari etnis Jawa akan semakin panjang dan tidak familiar di dengar (bahkan semakin kompleks dan kehilangan kejawaannya). Inilah yang menjadi pertanyaan besar dari artikel ini mengapa terjadi perubahan dalam pemilihan serta pemberian nama pada anak di dalam kebudayaan masyarakat Jawa Jombang? Kedua, Faktor apa saja yang mempengaruhi alasan terjadinya perubahan pemilihan serta pemberian nama dalam masyarakat Jawa di Jombang?. Tidak sebagaimana model metode sejarah selama ini, maka metode yang dilakukan dalam hal ini adalah melalui pengumpulan sample data siswa dari sekolah dasar dan sekolah menengah salah satu daerah di Jawa Timur, yakni Jombang untuk mendiagnosa dan mengklasifikasikan perubahan yang terjadi dari periode satu ke periode berikutnya, sekaligus juga sebagai bahan perbandingan. Akhirnya bahwa sejarah intelektual orang Jawa dapat disusun meski bersandar pada “sekedar” daftar nama. Ada perubahan besar dalam masyarakat di Jombang terutama mengenai pemilihan dan pemberian nama pada anak mereka. Nama yang dipilih dan diberikan (digunakan) bukan lagi berdasarkan atas doa dan makna dari nama tersebut, namun pemilihan serta pemberian nama lebih didasarkan pada model apa yang berkembang saat itu. Inilah yang menjadi alasan tidak banyak lagi dijumpai nama-nama yang identik dengan kejawaannya.Choosing and naming is no longer regarded as a major problem, in the end many names that actually unknown and foreign sounding. Though the elections and the naming of someone actually have the intent and specific meaning in accordance with the expectations of parents. In other words, that "the name is a prayer". This is also why the reason and the purpose of this article to see the changes of meaning in the naming in the culture of the Java community, especially when the period of the early period of independence (1950) until the 2000s. The developments as well as interesting change from the source while there, that the names of the children of ethnic Java will become longer and unfamiliar at the hearing (even more complex and losing his Javanese). Not as a model for this method of history, through the collection of data sample of students from primary schools and one secondary school in East Java region, namely Jombang to diagnose and classify the changes from one period to the next period, as well as a comparison. Finally that the intellectual history of the Javanese can be arranged even rely on "just" a list of names, although it still requires improvement, both in terms of methodology and preparation needs to get serious attention from historians that the picture of the human past into a more whole and humanist.
Cover Widya, Patra
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2487.951 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10