cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
MEMAKNAI KEARIFAN LOKAL MINANGKABAU MELALUI IDIOM DALAM KUMPULAN CERPEN BERTANYA KERBAU PADA PEDATI KARYA A.A. NAVIS Krisnawati, Krisnawati
SALINGKA Vol 15, No 01 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.367 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.252

Abstract

Kumpulan cerpen Bertanya Kerbau pada Pedati adalah karya sastra yang mengandung banyak idiom. Sebagai unsur bahasa yang mengalami ketakberlangsungan makna, idiom-idiom tersebut perlu ditafsirkan. Penafsiran itu dilakukan agar pembaca dapat mengerti sehingga pesan yang ingin disampaikan pengarang dapat diterima dengan baik. Sebagai karya sastra yang berlatar Minangkabau, idiom-idiom dalam Bertanya Kerbau pada Pedati banyak menyuarakan kearifan lokal suku bangsaMinangkabau. Kearifan lokal dalam idiom tersebut dapat diperoleh melalui penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan penelitian kepustakaan. Data penelitian adalah idiom-idiom yang berkaitan dengan kearifan lokal Minangkabau, sedangkan sumber data adalah Kumpulan Cerpen Bertanya Kerbau pada Pedati karya A.A. Navis. Untuk menganalisis makna idiom, digunakan teori-teori tentang jenis, bentuk, sumber lahir idiom, serta kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Teknik penelitian adalah teknik pengumpulan data, pengabsahan data, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang disampaikan melalui idiom dalam Kumpulan Cerpen Bertanya Kerbau pada Pedati adalah tentang penderitaan dan keputusasaan; kepura-puraan, kebohongan, kecantikan yang menistakan, kesembronoan, kepekaan, serta kejahatan dan kebenaran.
SISTEM PENAMAAN JALUR DI KUANTANSINGINGI Saleh, Raja
SALINGKA Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.947 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.6

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem penamaan jalur (perahu panjang/besar) di Kuantansingingi. Penelitian yang berjudul “Sistem Penamaan Jalur di Kuantansingingi” ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penamaan jalur di Kuantansingingi. Data dikumpulkan dengan menginventaris setiap nama jalur yang ikut dalam festival pacu jalur di Telukkuantan tahun 2012. Data yang telah dikumpulkan, diklasifikasikan yang hanya memiliki nama binatang dan nama tokoh. Kemudian penulis hanya memfokuskan kepada nama jalur yang memiliki nama binatang yang hidup di darat. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis yang mengacu kepada teori mitologi Roland Barthes. Sebanyak 36 atau 30,25% dari 119 jalur menggunakan nama binatang untuk nama jalur mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama binatang yang digunakan adalah yang cenderung memiliki keunggulan, di antaranya singa, ular, lipan, kalajengking, harimau, dan naga. Sistem penamaan jalur di Kuantansingingi dilakukan melalui rapat desa dengan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya keadaan geografis desa seperti danau, sungai, dan hutan yang ada di desa mereka serta legenda atau dongeng yang berkembang di desa tersebut, seperti legenda tentang binatang, tokoh, dan sebagainya.
TRADISI DAN SASTRA LISAN SEBAGAI PEWARISAN NILAI-NILAI LUHUR MASYARAKAT BADUY (Oral Traditions and Literature as the Inheritance of Baduy’s Great Values) Dody Kristianto, Nur Seha
SALINGKA Vol 13, No 01 (2016): SALINGKA, EDISI JUNI 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.565 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v13i01.39

Abstract

This study aims to reveal the type of oral literature living in the Baduy community, as well as the functions and values contained therein. This study used James Danandjaya’s folklore theory. Data collection was conducted by using a combination of field tecnics (interviews and record) and libraries.The data analysis is performed at the word level and the fabric of words. Furthermore, the interpretation on getting the message,  meaning and function was preceded with transcription and trasliteration data. This study has invented some oral literatures living in Baduy, some of them are pitutur(Baduy people’s history or narrative story); pikukuh (custom rules that must be adhered by people inside Baduy and outside Baduy); and tanda basa (utterances spoken for approximately ten to fifteen minutes by an  interpreter (called juru basa) in a certain traditional ceremonies). Based on the results of the data analysis, it revealed, hat the function of oral literature in Baduy are as a means of cultural ratification, as the enforcement of coercive social norms, as a social control, and as an education for their children. Meanwhile, the value contained inside them are the value of honesty, decency, and compliance.
MORFOLOGI CERITA RAKYAT KANUM SOTA (The Morphology of Folkale Kanum Sota) Siswanto, nfn
SALINGKA Vol 13, No 2 (2016): Salingka, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.709 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v13i2.130

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to determine the morphology of the folklore of Kanum Sota,Sota village, Sota District, Merauke, Papua. In addition, this research is an attempt to inventorythe Kanum Sota oral literature. Applying descriptive method using Vladimir Propp theorythat analyze character function, scheme and pattern of the story, and the way thecharacters are introcuded uncover the uniqueness and the exclusivity owned by the oraltradition mentioned. The data source of this research is Pohon Warak Pohon Suku Bangsa.Character function found in Pohon Warak Pohon Suku Bangsa is twelve functions, lack,violation, mediation the connective incident, reconnaissance, departure, delivery, the firstfunction of donor, Beginning countraction, exposure, the hero’s reaction, solution, and spacialtranslocation. There are three spheres of action. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi cerita rakyat Kanum Sota dari Kampung Sota,Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua. Selain itu, penelitian ini merupakan upaya untukmenginventarisasi sastra lisan Kanum Sota. Penerapan metode deskriptif menggunakan analisisVladimir Propp yang mengkaji tentang fungsi pelaku, skema dan pola cerita, dan cara pengenalanpelaku mengungkapkan keunikan dan kekhasan bentuk sastra lisan yang dimiliki sastra lisantersebut. Sumber data penelitian ini adalah Cerita Pohon Warak Pohon Suku Bangsa. Terdapatdua belas fungsi pelaku yang ditemukan dari cerita Pohon Warak pohon Suku Bangsa, yaknikekurangan kebutuhan, pelanggaran, perantaraan, peristiwa penghubung, Pengintaian, keberangkatan(kepergian), penyampaian (informasi), fungsi pertama donor (pemberi), penetralan (tindakan) dimulai,penyingkapan (tabir), reaksi pahlawan, penyelesaian (tugas), dan perpindahan (tempat). Dan terdapattiga lingkaran pelaku
PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA PADA KEMASAN OBAT NONRESEP: ANALISIS BENTUK SINTAKSIS ( Himyati, Eva
SALINGKA Vol 12, No 01 (2015): SALINGKA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.147 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i01.30

Abstract

This article discusses and describes the use of the Indonesian language on nonprescription medicine package through descriptive study. The nonprescriptive medicine package waschoosen because the costumers are abe to get this medicine easily without doctor’s prescription. The source of data were taken from the written message on medicine package then analysis focused on the used of sentence based on Hasan’s opinion. The result of the study found that there were two forms of sentence used to inform the the costumers about the use of medicine. The forms of the sentence were declarative and imperative. The imperative sentences mostly used were forbidden about 40 sentenses, request is 24 sentences, and command is about 8 sentences.
SASTRA LISAN SUNDA SEBAGAI MEDIA JEJARING MOTIF UNTUK PENGUATAN NKRI (Sundanese Oral Literature as Media of Motifs Network for Strengthening the Unitty of the Republic of Indonesia) Supriatin, Yeni Mulyani
SALINGKA Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.475 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.200

Abstract

AbstractDiversity and similarity of the motif found in oral literature in the archipelago can actually be adhesive for disintergration in the nation and it can strengthen the Homeland. The issues of regional programs, such as Malay and regional autonomy is one of the “threat” of the split nation. This study aimed to describe Sundanese oral literary motifs (as a baseline for comparison with other areas of oral literary motifs) that can be used as the media of motifs network for strengthening the nation. Analyzing data motif index approach. Source of data used are oral literature from Sunda belonging to the kind of prose randomly selected with consideration of the stories are chosen that contain motifs that are universal or motives that at least has been recorded in a motif index version of Thomson and the estimated contained in oral literature outside Sunda so the motifs found can be used as a comparison of motifs to seek their kinship. The results showed that in the oral literature of Sunda found several motifs such as the origin of the first humans on earth, the origin of the rice, the origin place, the angel who married to a man, man to stone, and the human half of which are universal motifs.Keywords: oral literature Sunda, motifs, and motif-indexAbstrakKeragaman dan kesamaan motif sastra lisan Nusantara sesungguhnya dapat menjadi perekat disintergrasi bangsa serta memperkuat NKRI. Isu-isu tentang kewilayahan, seperti kemelayuan dan otonomi daerah merupakan salah satu “ancaman” perpecahan bangsa ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif sastra lisan Sunda (sebagai data awal untuk dibandingkan dengan motif sastra lisan daerah lain) yang dapat dimanfaatkan sebagai media jejaring motif untuk penguatan NKRI. Penganalisisan data dilakukan dengan pendekatan motif indeks. Sumber data yang digunakan adalah sastra lisan Sunda jenis prosa yang dipilih secara acak dengan pertimbangan cerita-cerita yang dipilih yang mengandung motif yang bersifat universal atau motif-motif yang minimal sudah tercatat dalam motif indeks versi Thomson serta yang diperkirakan terdapat dalam sastra lisan di luar Sunda sehingga motif yang ditemukan dapat dijadikan bahan perbandingan motif untuk mencari kekerabatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam sastra lisan Sunda ditemukan beberapa motif seperti asal-usul manusia pertama di bumi, asal-usul padi, asal-usul tempat, bidadari yang menikah dengan manusia, manusia menjadi batu, dan manusia separuh yang merupakan motif-motif universal.Kata kunci: sastra lisan Sunda, motif, dan motif-indeks
KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN SISWA SEKOLAH DASAR (Sebuah Kajian Berdasarkan Taksonomi Kesalahan Berbahasa) (Language Errors in Students’ Elementary School Essays, An Analysis Based on Three Language Errors Taxonomies) Zalmansyah, Achril
SALINGKA Vol 11, No 02 (2014): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.781 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i02.21

Abstract

The problem discussed in this research is language errors in the students’ essays of Class VI SD Al-Kautsar Bandarlampung. This research aimed at to describing the language errors based on three language errors taxonomies. The method used in this research was descriptive it was with using the data sources from students’ essays. Based on the three language errors taxonomies, found that language errors Taxonomy  Communicative Effect occupies the biggest mistake with the details of the language errors based Surface Strategy Taxonomy identified in this research found 24 errors (16.12%) from the total 149 errors, which consists of (a) errors in omission found 10 errors, (b) in addition found 11 errors, and (c) on disordering found 3 errors, while (d) in malformation was not found in this research. The language errors based on Comparative Taxonomy identified in this research found 14 errors (9.39%) from the total149 errors, which consists of (a) development found 5 errors, (b) interlingua found 5 errors, and (c) ambiguous found 4 errors, while (d) unique errors in this taxonomy were not found.The language errors based on Communicative Effects Taxonomy identified in this research found 111 errors (74.49%) from the total 149 errors, which consists of  global errors  found22 errors and local errors found 89 errors .
VARIASI REPETISI DALAM ANTOLOGI PUISI KARYA PENULIS KALIMANTAN BARAT (Repetition Variation in Poetry Anthologies Written by West Kalimatan Poets) Damayanti, Wahyu
SALINGKA Vol 14, No 01 (2017): SALINGKA, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.753 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v14i01.54

Abstract

The style of the language in the poem is very varied. One of the language styles used in poetry works of West Borneo is repetition. This study aims to describe variations of repetition in anthology of poetry by authors of West Kalimantan. This research uses qualitative descriptive method, with data collection technique; inventory, read-and-record techniques. The results showed that the variation of repetition consisted of repetition of epizeuksis, repetition of tautotes, anaphora repetition, epistrofa reps, the simploke repository, mesodiplosis repetition, epanalepsis repetition, and repetition of anadiplosis. Thus, it can be concluded that the variation of repetition of poetry by authors of West Kalimantan in the Anthology of the Shadows of Tembawang consists of; repetition epizeuksis, repetition tautotes, anaphoric repetition, epistrofa repositions, simploke reps, mesodiplosis reps, epanalepsis repetition, and anadiplosis repetition.
KEMISKINAN INDONESIA DAN AMERIKA PADA DEPRESI EKONOMI DALAM NOVEL STA ANAK PERAWAN DI SARANG PENYAMUN DAN CRANE MAGGIE: A GIRL OF THE STREETS: SUATU STUDI BANDING* Najma, Eva; Rizano, Gindho
SALINGKA Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.944 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.11

Abstract

Artikel ini mengkaji karya sastra Indonesia karangan Sutan Takdir Alisyahbana (STA) Anak Perawan Disarang Penyamun dan karya sastra Amerika Maggie: A Girl of the Streets oleh Stephen Crane. Kedua karya ini mempunyai aliran tema yang sama yaitu tentang kemiskinan. Penulis melihat kedua karya tersebut sebagai refleksi kemiskinan yang terjadi pada kedua negara yang berbeda. Penelitian ini menganalisis permasalahan utama, yaitu kemiskinan dan aspek kebijaksanaannya. Kajian sastra banding ini adalah suatu studi teks accross culutral termasuk sosial dan ekonomi yang sangat kental adanya pada karya Stephen Crane, yaitu Maggie: A Girl of the Streets, novel Amerika yang terbit pada tahun 1893, dan novel Indonesia, yaitu Anak Perawan di Sarang Penyamun karya STA yang diterbitkan pada tahun 1940. Dari kedua karya yang berbeda bahasa dan budaya ini penulis melihat adanya unsur kesamaan tema, yaitu tentang kemiskinan yang disebabkan oleh beberapa aspek di antaranya adalah rendahnya tingkat sumber daya manusia dan kesenjangan yang tajam antara masyarakat kelas atas dan SALINGKA, Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Volume 11 Nomor 1 Edisi Juni 2014 (118—130) 119 menengah ke bawah. Dalam karya STA itu tergambar keadaan depresi ekonomi Indonesia pada tahun 1930-an yang latarnya terjadi di hutan daerah Sumatra Selatan, tepatnya daerah Lahat.Sedangkan dalam karya Crane terlihat depresi ekonomi Amerika yang dipresentasikan di perumahan kumuh ’slum area’ kota New York, Amerika. Analisis bersifat deskriptif kualitatif dengan paradigma mimetics, di mana data penelitian diambil dari teks (kedua karya sastra) dan konteks (buku-buku teks yang berhubungan dengan keadaan sosial, budaya dan ekonomi kedua negara, yaitu Indonesia dan Amerika) Pertama penulis membahas secara intrinsik dan kedua secara extrinsik dan terakhir secara komparasi dengan menagapilkasikan teori sociology of literature dan political unconscious. Analisis membuktikan bahwa kedua karya sastra yang berlainan bahasa dan negara itu mencerminkan kemiskinan masyarakat Indonesia dan Amerika, depresi eknomi dan sistem ekonomi kapitalis adalah hal penyebab kemiskinan tersebut serta kritikan untuk kehidupan yang lebih baik, dan saran yang harus dilakukan untuk menimalisir kemiskinan itu sendiri
STRUKTUR CERITA RAKYAT BUGIS CENRANA AJU MADDARA TAU (PENDEKATAN ANTROPOLOGI SASTRA) (Structure of Buginese Folktale Cenrana Aju Maddara Tau (an Antropological Literary Approach) Ummu Fatimah Ria Lestari, Hasina Fajrin R
SALINGKA Vol 13, No 01 (2016): SALINGKA, EDISI JUNI 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.299 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v13i01.44

Abstract

This research discusses about the structure of Buginese folklore Cenrana Aju Maddara Tau by antropological literary approach. The purposes of this research are 1) to describe the stuctureand content of Cenrana Aju Maddara Tau folktale; 2) to talk the Buginese culture in Cenrana Aju Maddara Tau folktale. The oral literature as Cenrana Aju Maddara Tau folktale, can beanalyzed by two perspectives, as a fiction and as a culture artefact. As a fiction, structuralism theory was used for analyzing about its characters, theme, settings, plot, and point of view inthe story. On the other hand, as a culture artefact, it was analyzed by antropological literary. Its results, as structurally, Cenrana Aju Maddara Tau folktale composed by characters, theme, settings, plot, and point of view. As antropological literary approach, by that story we can know about Buginese people antropologically.

Page 1 of 12 | Total Record : 118