cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Mathematics Education Research
ISSN : 22526455     EISSN : 25024507     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
KEMAMPUAN ALJABAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Rohman, Muhamad Gani; Mulyono, Mulyono; Dwidayati, Nurkaromah
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.595 KB)

Abstract

Kemampuan aljabar diartikan sebagai kemampuan untuk merepresentasikan situasi kuantitatif sehingga hubungan antar variabel menjadi jelas. Kemampuan aljabar menjadi modal untuk memperoleh performa matematika yang baik karena aljabar merupakan bagian penting dalam matematika. Model pembelajaran TAI digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pencapaian kemampuan aljabar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji keefektifan pembelajaran TAI terhadap kemampuan aljabar siswa, dan (2) mengetahui kemampuan aljabar siswa. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory dimana penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu penelitian kuantitatif dengan menguji efektifitas pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik dan dilanjutkan dengan analisis kemampuan aljabar siswa. Sampel penelitian kuantitatif adalah siswa kelas XI MIA 5 sebagai kelas ekserimen dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol di MAN 2 Kudus sementara pada penelitian kualitatif, subjek penelitian diambil dari tiga siswa yang dipilih dari kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik efektif terhadap kemampuan aljabar siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, siswa yang diajar dengan model pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik mencapai ketuntasan klasikal yang ditentukan yaitu lebih dari atau sama dengan 75% siswa mencapai KKM, kemampuan aljabar siswa yang diajar dengan model pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik lebih baik dari kemampuan aljabar siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI BLENDED LEARNING Rizqi, Afria Alfitri; Suyitno, Hardi; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.318 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis melalui pembelajaran blended learning dan berdasarkan kategori kepercayaan diri siswa. Penelitian dilakukan di kelas XI MIPA 3 SMA N 1 Jepara dengan pemilihan subjek penelitian berdasarkan hasil skor angket sehingga diperoleh kelompok kepercayaan diri tinggi dan sedang. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang memilih 2 siswa dalam setiap kelompok. Analisis data kemampuan komunikasi matematis dalam blended learning dan berdasarkan kategori kepercayaan diri siswa menggunakan teknik triangulasi dari Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan pengamatan siswa dan hasil tes tertulis dengan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran blended learning tergolong baik. Pembelajaran offline dan online saling mendukung dalam mengungkapkan ide-ide matematis melalui lisan dan tulisan, menggambarkan ide matematis tersebut ke dalam bentuk visual, serta mampu menggunakan istilah dan notasi matematis dengan tepat untuk menyajikan ide matematis. Kemampuan komunikasi matematis bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi tergolong sangat tinggi yang ditunjukkan siswa sangat mampu mengungkapkan ide matematis, menggambar bentuk visual serta menggunakan notasi dan istilah matematis. Kemampuan komunikasi matematis bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri sedang tergolong tinggi yang ditunjukkan siswa mampu mengungkapkan ide matematis, menggambar bentuk visual serta menggunakan notasi dan istilah matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DITINJAU DARI KESADARAN METAKOGNISI SISWA PADA PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN SCHOOLOGY Rahmawati, Nurlaili Tri; Sugianto, Sugianto
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.421 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematik siswa SMK Muhammadiyah Pekalongan rendah. Pembelajaran dengan model SSCS berbantuan schoology diharapkan menjadi solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat kesadaran metakognisi, kemampuan awal dan akhir berpikir kreatif matematik, menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematik ditinjau dari kesadaran metakognisi siswa, serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embeded design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan siswa termasuk tingkat kesadaran metakognisi take it use, 13 siswa termasuk tingkat kesadaran metakognisi aware use, lima siswa termasuk tingkat kesadaran metakognisi strategic use, serta dua siswa  termasuk tingkat kesadaran metakognisi reflective use. Sebelum diberikan perlakuan, semua siswa tersebut berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif 0 dan 1. Setelah diterapkan pembelajaran model SSCS berbantuan schoology, 26 siswa mengalami perkembangan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematik dan satu siswa tetap berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif 1. Tingkatan kemampuan berpikir kreatif matematik yang paling rendah berada pada tingkat 1 dan paling tinggi berada pada tingkat 4. Pembelajaran model SSCS berbantuan schoology juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa.
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DITINJAU DARI MULTIPLE INTELLINGENCE PADA PEMBELAJARAN HYBRID LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME M. Asyrofi, M. Asyrofi; Junaedi, Iwan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.919 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan representasi matematis mahasiswa dalam menyelesaikan soal Analisis Vektor ditinjau dari Multiple Intelligence (MI) pada pembelajaran Hybrid Learning. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods concurent embedded design. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data adalah Peneliti, Dosen matematika, dan Mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Hybrid Learning berbasis konstruktivisme dalam katogori baik, kemampuan representasi matematis mahasiswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Representasi matematis yang dimiliki mahasiswa adalah tipe representasi Visual (V), Symbolic (S), dan Verbal (Ve) dengan banyaknya mahasiswa berturut- turut 23,68%, 52,63%, dan 21,05% dan Multiple Intellegence L, LM, Sp, K, M, Inter, Intra, N banyaknya mahasiswa berturut- turut 15,78%, 10,52%, 7,89%, 13,15%, 13,15%, 15,78%, 5,26%, dan 5,26%. Pada penilaian akhir kelas eksperimen rata-ratanya 84,05 lebih baik daripada kelas control rata-ratanya 67,42. serta faktor lain dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis adalah tingkat kecerdasan. kemampuan representasi matematis dipengaruhi oleh kecerdasan bahasa, kecerdasan logis matematik, dan kecerdasan visual spasial.
PEMBELAJARAN REACT BERBANTUAN MODUL ETNOMATEMATIKA MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA BUDAYA LOKAL DAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Cahyaningrum, Nugraheni; Sukestiyarno, YL
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.762 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakter cinta budaya lokal siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah serta menguji keefektifan pembelajaran siswa kelas VII dengan penerapan strategi REACT berbantuan modul etnomatematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode kombinasi concurrent embedded. Data diambil dengan lembar pengamatan, angket, dan tes, selanjutnya data diolah dengan uji ketuntasan (uji proporsi), uji beda dua rata-rata (uji t), uji regresi, serta uji peningkatan (gain) dan kualitatif akan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran efektif: (1) perangkat dan instrumen yang digunakan valid dengan kriteria sangat baik untuk silabus, RPP, modul etnomatematika dan TKPM serta kategori baik untuk angket dan lembar observasi, (2) kemampuan pemecahan masalah mencapai ketuntasan klasikal, dengan 90% mencapai ketuntasan individual, (3) rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen (77) secara statistik lebih baik dari kelas kontrol (68), (4) adanya pengaruh positif keterampilan pemecahan masalah dan karakter cinta budaya lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 94,2%; 5) adanya peningkatan dari pertemuan I ke VI untuk keterampilan pemecahan masalah (gain peningkatan: 0,89; 0,83; 0,74; 0,61; dan 0,63) dengan rata-rata nilai gain 0,74 dan karakter cinta budaya lokal (gain peningkatan: 0,73; 0,69; 0,69; 0,69; dan 0,54) dengan rata-rata nilai gain 0,67.  Disimpulkan karakter budaya lokal siswa memberi pengaruh positif kerja siswa dalam memecahkan masalah matematika.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Irham, Muhammad; Zainuri, Zainuri
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.491 KB)

Abstract

Pemecahan masalah merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji efektivitas pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa; dan (2) menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan desain concurren embedded. Subjek penelitian kuantitatif adalah siswa kelas IPA 1 dan IPA 2. Subjek penelitian kualitatif terdiri dari 6 subjek penelitian dengan 2 subjek dari masing-masing kelompok atas, kelompok tengah dan kelompok bawah. Pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah materi turunan dan pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara berdasarkan hasil pemecahan masalah subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TAPPS efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji ketuntasan yang memberikan hasil bahwa proporsi siswa pada pembelajaran TAPPS yang tuntas KKM >75%. Hasil uji kesamaan rata-rata memberikan kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran TAPPS lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran konvensional. Siswa kelompok bawah melakukan pemecahan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah, pada masalah dengan tingkat kesulitan sedang, siswa kesulitan dalam membuat rencana dan menyelesaikan masalah, sedangkan pada masalah dengan kesulitan tinggi siswa tidak mampu memahami masalah dan menyelesaikan masalah. Siswa kelompok tengah memecahkan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah dan sedang, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa kesulitan dalam merencanakan dan melakukan penyelesaian sehingga tidak memberikan hasil yang sesuai. Siswa kelompok atas memecahkan masalah dengan baik pada setiap masalah yang diberikan, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa tidak mampu menuliskan rencana penyelesaian tetapi mampu menyelesaiakan masalah dengan baik.  
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN LEMBAR KERJA MANDIRI MAILING MERGE Diyarko, Diyarko; Budi Waluya, St.
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.606 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kemampuan awal literasi matematika, kualitas pembelajaran inkuiri berbantuan Lembar Kerja Mandiri Mailing Merge; dan menganalisis kemampuan literasi matematika ditinjau dari metakognisi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Mix Method untuk memperoleh data kuatitatif berupa kemampuan literasi matematika sebelum pembelajaran dan kualitas pembelajaran inkuiri berbantuan LKM Mailing Merge, serta data kualitatif berupa analisis kemampuan literasi matematika ditinjau dari metakongisi siswa. Penelitian dilaksanakan pada kelas XI PD 1 dengan treatment pembelajaran inkuiri berbantuan LKM Mailing Merge dan kelas PD2 dengan treatmen pembelajaran inkuiri berbantuan LKS. Data kuantitatif diuji menggunakan Wilcoxon test, U Mann Whitney, Paired Sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika sebelum pembelajaran masih berada pada level 1. Pembelajaran inkuiri berbantuan LKM Mailing Merge mampu memfasilitasi siswa menyelesaikan masalah matematika secara mandiri melalui diskusi, presentasi kelas dan penilaian individu yang berdampak kemampuan literasi matematika yang tuntas, meningkat dan peningkatan kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol. Pembelajaran juga mendapat respon yang tinggi serta metakognisinya mengalami peningkatan. Kemampuan literasi matematika pada siswa metakognisi awalnya rendah, sedang dan tinggi relatif sama yaitu pada level 5-6 karena pembelajaran ini mampu meningkatkan siswa yang metakognisi awal rendah menjadi tinggi dan berpengaruh pada kemampuan literasi matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MODEL ROUND CLUB DENGAN SELF ASSESMENT BERNUANSA ETNOMATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Pujianto, Eko; Masrukan, Masrukan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.781 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan, (1) mengetahui efektivitas pembelajaran dengan model round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika materi garis dan sudut efektif. (2) mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis pada pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika berdasarkan gaya kognitif.Metode kombinasi desain sequential exploratory digunakan untuk menjawab rumusan masalah dengan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jepara. Untuk metode kualitatif dilakukan tes gaya kognitif. Dari hasil pretest kelas dibagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok FD, FID dan FI dengan rincian subjek 6 siswa pilihan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis, hal ini dikarenakan (1) mencapai presentase kemampuan komunikasi matematis peserta didik mencapai kriteria ketuntasan individual, yaitu 75% siswa kelas eksperimen 1 tuntas secara klasikal; (2) ada perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika dengan pembelajaran ekspositori, (3) ada perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model round club dengan pembelajaran ekspositori, (4) ada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika, model pembelajaran round club maupun pembelajaran eskpositori. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa Kelas Eksperimen 1 meningkat 58,87%, Kelas Eksperimen 2 meningkat 39,81% dan Kelas Kontrol meningkat 23,47%.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI STATION LEARNING BERPENDEKATAN METAPHORICAL THINKING Abdurrohman, Abdurrohman; Djuniadi, Djuniadi
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.396 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran station learning berpendekatan metaphorical thinking, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menguji keefektifan pembelajaran station learning berpendekatan metaphorical thinking terhadap kemampuan berpikir kritis matematis, (2) menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan explanatory sequential design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran station learning berpendekatan metaphorical thinking efektif melalui uji ketuntasan diperoleh , uji beda rata-rata diperoleh , dan uji selisih beda rata-rata diperoleh  dengan  = 5%. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis matematis tinggi pada tahap interpretasi, analisis, evaluasi, dan memecahkan masalah dilakukan dengan jelas dan lengkap, serta lebih detail. Sedangkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis matematis rendah pada tahap interpretasi, analisis, evaluasi, dan memecahkan masalah dilakukan dengan kurang jelas dan tidak detail.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PADA PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERPENDEKATAN SCIENTIFIC Fitriyantoro, Agung; Prasetyo, A. P. Budi
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.247 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara peserta didik pada pembelajaran matematika model Creative Problem Solving (CPS) berpendekatan Scientific dibandingkan pembelajaran konvensional, pengaruh kerja keras terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, dan karakteristik kemampuan berpikir kreatif. Penelitian menggunakan metode explanatory sequential design, yaitu menggunakan model Quasi Experiment pada tahap kuantitatif dan model Miles dan Huberman untuk analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matema-tis kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata sebesar 79,05 dan 68,17. Kemampuan berpikir kreatif peserta didik 36,5% dipengaruhi oleh karakter kerja keras. Setelah diteliti, kemampuan berpikir kreatif matematis kelompok atas dan kelompok tengah lebih menonjol pada aspek keluwesan, sedangkan kelompok bawah menonjol pada aspek kelancaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan Scientific melalui model CPS telah mencapai KKM; (2) kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol; (3) karakter kerja keras berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis; (4) kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik menonjol pada aspek tertentu.

Page 1 of 19 | Total Record : 183