cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20894953     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
PERENCANAAN DAN KINERJA BUNDARAN BERDASARKAN METODE MKJI 1997 DAN SIDRA INTERSECTION V5.1 Frans, John H.; Sir, Tri M.W.; Oematan, Charly L.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.352 KB)

Abstract

Persimpangan di depan gerbang masuk Kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA) merupakan simpang tak-bersinyal dengan arus cukup tinggi yang dapat menyebabkan banyak permasalahan pada area ini. Dari permasalahan yang ada akan dibuatkan suatu penelitian penanganan simpang menggunakan bundaran, karena memberikan beberapa manfaat yang dapat mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain geometri bundaran menggunakan Pedoman Teknis No.20 Tahun 2004-B.  Untuk proses evaluasi kinerja bundaran hasil desain, metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) yang merupakan metode dari Indonesia danSIDRA INTERSECTION v5.1 yang merupakan metode komputasi yang dibuat oleh Australia. Kedua metode ini  kemudian dibandingkan hasil analisisnya untuk parameter tundaan rata-rata, derajat kejenuhan, dan peluang antrian. Hasil evaluasi pada tahun 2017 menggunakan MKJI 1997 didapat derajat kejenuhan pada bundaran yaitu 0,62, sementara untuk SIDRA INTERSECTION didapat 0,68. Derajat kejenuhan kedua metode ini masih dalam persyaratan derajat kejenuhan dibawah 0,85 sehingga kondisi arus lalu-lintas dalam bundaran stabil dan dapat dijadikan rekomendasi penanganan simpang. Hasil evaluasi pada akhir umur rencana di tahun 2027 menggunakan MKJI 1997 didapat nilai derajat kejenuhan pada bundaran yaitu 1,00, sementara untuk SIDRA INTERSECTION didapat 1,22. Evaluasi bundaran menggunakan MKJI 1997 terlihat memiliki derajat kejenuhan yang lebih kecil dari SIDRA INTERSECTION.The intersection in front of UNDANA is un-signalized intersection with large of Traffic flow. This situation can cause troubles like amount of conflict arise etc. Based on the existing situation, a research to overcoming problem will be made using Traffic Roundabout. At this point, Roundabout can reduce the traffict conflict at an intersection besides with other benefits it can caused. For evaluating the performance of roundabout design, the methods used is Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) and SIDRA INTERSECTION (Australian Product). Then, these two methods will be compared the results such as average delay, degree of saturation, and queue probability. Performance evaluation in 2017 using MKJI 1997 obtained the degree of saturation at the roundabout is 0.62, while for SIDRA INTERSECTION is 0.68. Degree of saturation of both methods is still in the requirement of degree of saturation below 0.85 so that the condition of traffic flow in the roundabout is stable and this design can be a recommendation for solving this intersection’s problem. Then, in 2027 using MKJI 1997 obtained degree of saturation at the roundabout is 1.00, while for SIDRA INTERSECTION obtained 1.22. Degree of saturation from the roundabout evaluation using MKJI 1997 is below the degree of saturation given by SIDRA INTERSECTION.
IMPROVING THE EFFICIENCY AND ADEQUACY OF URBAN ROAD-PASSENGER TRANSPORT Pah, Jusuf J.S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.363 KB)

Abstract

This study offered ways to improve the efficiency and adequacy of urban public transport in Kupang, taking as the background the viewpoint that urban transport should concern not only middle and high income people but urban poor as well. It focused on three principle modes of public transport in the city, two of which are formal: city bus, and bemo, and the remaining one is informal/paratransit locally known as ‘ojek’. It took urban transport strategic review published recently by the World Bank as the quarry form which solutions for efficiency and adequacy the city’s passenger-transport were drawn and developed as to suit specific demand of the same. It concluded that to improve the service of public transport in the city, ‘competition-for the-market’ should be introduced into the market of its urban transport form of for-the-market competition recommended are route-concession. It stressed also however that prior to it state-owned motor companies should be privatized, and their capacity to engage in an open competition should be made better. As for bemo, service-contract should be introduced into the relation between the owner and the operators, whereas paratransit should be recognized and regarded as part of the whole urban public transportation system
Analisis Hubungan Tebal Hujan dan Durasi Hujan Pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang Bunganaen, Wilhelmus; Krisnayanti, Denik S.; Klau, Yacobus A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.986 KB)

Abstract

Rusaknya alat ukur curah hujan dapat mengakibatkan kehilangan data tebal hujan dalam beberapa waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mencari model persamaan hubungan antara tebal hujan dan durasi hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan otomatis (jam-jaman) yang diperoleh dari alat ukur curah hujan otomatis tipe Hellman dari tahun 2000 – 2011 (11 tahun pengamatan). Teknik analisa data dalam penelitian metode analisis regresi linear sederhana, dan selanjutnya diuji dengan analisis chi-kuadrat. Hasil penelitian diperoleh model persamaan hubungan antara tebal hujan dan durasi hujan yaitu H = 11.03 t0.34, dimana ‘H’ merupakan tebal hujan yang dinyatakan dalam millimeter (mm) dan ‘t’ merupakan durasi hujan yang dinyatakan dalam menit. Model persamaan ini telah diuji menggunakan uji chi-kuadrat yang hasilnya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tebal hujan dan durasi hujan, oleh sebab itu persamaan ini dapat dipakai dalam menentukan tebal hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang.
EVALUASI BATASAN TINGGI MAKSIMUM BANGUNAN TINGKAT TINGGI BERATURAN UNTUK PENERAPAN METODE STATIK EKUIVALEN Pah, Jusuf J. S.; Udiana, I Made; Matarohi, Deddy I.
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.141 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis atas model komputer spesimen struktur bangunan gedung tingkat tinggi menggunakan program komputer: ETABS 2013. Spesimen terbagi ke dalam dua kelompok, spesimen pada kelompok pertama menggunakan sistem rangka (spesimen 9F36) sedangkan pada kelompok kedua menggunakan sistim dinding geser (9SW36). Tinggi awal setiap spesimen adalah 36 m (9 tingkat). Atas setiap spesimen dilandakan 4 akselelogram gempa yaitu El-Centro, Kobe, Chi-Chi Taiwan dan Jepang; dan asesmen untuk mengetahui moda pergoyangan meraka dilakukan. Jika moda pergoyangan yang ditunjukan adalah moda 1 maka satu tingkat (4 m) ditambahkan kepada spesiemen dan akselelogram gempa-gempa dilandakan atasnya dengan cara yang sama seperti sebelumnya, sampai spesiemen menunjukkan pergoyangan dalam moda yang lebih tinggi daripada moda 1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen dengan sistem rangka beralih dari bergoyang dalam mode 1 ke mode 2 pada ketinggian 9 lantai (36 m) sedangkan spesimen dengan sistem dinding geser beralih dari bergoyang dalam mode 1 ke mode 2 pada ketinggian 15 lantai (60 m). Terbukti bahwa metoda statik ekivalen dapat diterapkan pada struktur bangunan tingkat tinggi dengan sistem dinding geser yang ketinggiannya melebhi 10 tingkat (40 m) sampai dengan ketinggian 14 tingkat (54 m). Dengan demikian kedalam butir 4.2.1 SNI 1726-2002 perlu integrasikan pembedaan sistem penahan lateral.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONSTRUKSI AKIBAT POTENSI PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DESA OEBELO Bella, Rosmiyati A.; Bunganaen, Wilhelmus; Sogen, Paulus M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.463 KB)

Abstract

Desa Oebelo merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penelitian Sonbay (2010), tanah di Oebelo merupakan tanah lempung ekspansif, dengan kandungan mineral montmorillonite sebanyak 75% dan kaolinite sebanyak 25%. Tanah lempung yang mengandung Montmorilonite sangat mudah mengembang ketika terjadinya perubahan kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai potensi pengembangan dan tekanan pengembangan tanah lempung ekspansif di Desa Oebelo pada variasi kadar air asli, kadar air 30% dan kadar air 40% serta Mengetahui hubungan antara tingkat kerusakan konstruksi terhadap potensi pengembangan tanah lempung ekspansif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan secara langsung di lapangan sebagai langkah awal guna mengindentifikasi kerusakan rumah dan wawancara terhadap pemilik rumah untuk mengetahui riwayat pembangunan dan kerusakan konstruksi serta pengujian sampel tanah di laboratorium untuk mengetahui potensi pengembangan tanah. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian potensi pengembangan dan penurunan satu dimensi tanah kohesif menggunakan SNI 6424-2008 (Metode A). Berdasarkan identifikasi kerusakan, wawancara dan pengujian pengembangan di laboratorium menunjukkan bahwa tingginya potensi pengembangan tanah menyebabkan tingkat kerusakan yang tinggi. Oebelo Village is a village that is located at Central Kupang District of East Nusa Tenggara Province. Based on the research by Sonbay (2010), Oebelo soil is expansive clay with percentage of mineral content are 75% of montmorillonite and 25% of kaolinite. Clay with montmorillonite is easy to swell when the water content changing. The purpose of this research is to know the value of swelling potential and swelling pressure in Oebelo Village at the condition of real water content variation, 30% of water content and 40% of water content and also to know the correlation between the value of construction damage against the swelling potensial of expansive clay. The method used in this research is the direct observations in the field as a first step to identify the damage to house and interviews with house owners to know the history of the development and construction damage and testing of soil samples in the laboratory to determine the swelling potential soil. Tests were done is test the swelling potential and the consolidation one-dimensional of cohesive soil according to SNI 6424-2008 (A method). Based on the interview and swelling test at the laboratory showing that the high potential of soil swelling causing high value of destruction.
KAJIAN PENERAPAN GREEN PROCUREMENT PADA PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Messah, Yunita A.; Utomo, Sudiyo; Ballo, Angelica S. C.
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.857 KB)

Abstract

The issue of global warming and climate change is an environmental issue that the world's problems. Countermeasures are now established is sustainable development. One factor supporting sustainable development is an alternative device in the areas of procurement, that is green procurement. Determining the winner of the procurement system is noticed additional aspects, namely social, economic and environmental which in practice is still not determined the weight of each of the environmentally friendly aspects. The purpose of this study was to determine the weighting of the criteria for selecting a winner in the green procurement system and determine the relationship between environmental criteria. Data analysis technique using Analytical Network Process, in order to obtain a priority basis and weighting of each criterion so that it can be described the relationship between the criteria. The results of the study in the opinion of all respondents consisting of qualified contractors large and medium enterprises as well as the Procurement Services Unit predominant aspects in the procurement of environmentally friendly is a social aspect to the criteria that affect the human resources with the weight percentage is 10.40%. In these criteria there are sub-criteria that support namely the availability of experts and skilled workers, the availability of experts and skilled workers by level of education and experience as well as working procedures with the weight percentage of each sub-criteria 33,33%.
DAMPAK KEBERADAAN LIPPO PLAZA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS DI RUAS JALAN VETERAN KOTA KUPANG Bolla, Margareth E.; Udiana, I Made; Utama, Andi A.A.W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.931 KB)

Abstract

This research aimed at measuring level of performance in the form of service capacity at Veteran St., as it was affected by the existence of Lipo Plaza. The affect of the business center on service capacity of some sections of roads would be expressed in the comparisons of traffic volume, traffic capacity and degree of saturation (DS) before its existence, to the same after it had existed. Result of analysis in this research showed that there was a change in traffic volume, either increasing or decreasing. Increase of traffic volume occurred at segment of Veteran St., Patung Kirab area, Nostalgia Park area, Ina Bo’I, W.R. Monginsidi St., and Perintis Kemerdekaan St., each in value of 81.5 pmu/h, 35.97 pmu/h, 17.41 pmu/h, 8.83 pmu/h and 38.94 pmu/h respectively; whereas decrease of the same occurred at road segment to the back of Ruko Oebobo, in the value of 1.37 pmu/h. Service level of Veteran St. was proved to be still adequate despite the dercrease of DS at Veteran St., Patung Kirab area, Nostalgia Park area, Ina Boi, W.R. Monginsidi St, and Perintis Kemerdekaan St., each in the value of 4.05%, 2.07%, 0.75% 0.34% and 2.86 respectively. There was still location with decreasing DS that is the segment of road to the back of Ruko Oebobo, namely 0.13%. Observation also showed that there exists potency for traffic jam, therefore measures for prevention was recommended, such as installing warning traffic-light at intersection of Veteran St., Nostalia Park and Ruko Oebobo, and temporary road separator at Veteran St. These could as well prevent traffic crash at conflict points.
PERUBAHAN KONDISI TATAGUNA LAHAN TERHADAP VOLUME SEDIMENTASI PADA EMBUNG BIMOKU DI LASIANA KOTA KUPANG Bunganaen, Wilhelmus
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.349 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian ini untuk menganalisisi volume sedimentasi yang terjadipada Embung Bimoku di Lasiana Kota Kupang pada kondisi tataguna lahan baikdan kondisi tataguna lahan buruk. Hasil penelitian menunjukan bahwa volumesedimentasi pada kondisi tataguna lahan pada kala ulang 12 tahun untuk kondisitataguna lahan baik 206,91 m3, dan kondisi tataguna lahan buruk 304,16 m3.Apabila kedua volume tersebut jika dibandingkan terhadap batas ruangsedimentasi embung 288 m3, maka untuk kondisi tataguna lahan baik secarateoritis volumenya belum melampaui, dan kondisi tataguna lahan buruk secarateoritis telah melampaui batas ruang sedimentasi embung.
PENGARUH VARIASI PERHITUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP DAKTILITAS PENAMPANG TAKTERKEKANG Simatupang, Partogi H.; Siallagan, Gisella D.; Pah, Jusuf J. S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.065 KB)

Abstract

Salah satu parameter penting dalam  perencanaan suatu kolom adalah daktilitas.  Nilai daktilitas suatu kolom dapat ditentukan dari kurva hubungan antara momen dan kurvatur. Nilai momen dan kurvatur didapat dari perhitungan tegangan dan regangan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan dan regangan kolom beton bertulang terhadap daktilitas penampang tak terkekang. Dalam analisis ini hubungan tegangan dan regangan menggunakan 4 metode yaitu Kent and Park, Popovics, Thorenfeldt dan Hognestad yang kemudian dilakukan analisis momen dan kurvatur secara manual dari hubungan tegangan dan regangan. Selain menghitung secara manual juga digunakan program bantuResponse 2000. Output Response 2000 digunakan sebagai pembanding dengan cara perhitungan manual. Hasil analisis secara manual maupun menggunakan Response 2000 menunjukkan luas tulangan longitudinal dan mutu tulangan longitudinalyang meningkat dapat menurunkan nilai daktilitas kolom sedangkan mutu beton yang meningkat maka daktilitas juga meningkat. Selain itu, konfigurasi tulangan longitudinal juga dapat mempengaruhi nilai daktilitas suatu kolom dengan nilai daktilitas paling kecil terdapat pada sampel UC3-01.One of the important parameter in a column planning is ductility. Ductility of a column can determined from relation curve between moment and curvature.Moment and curvature value is obtained from the calculation of concrete stress and strain.This research aims is to know the effect of stress and strain variation of reinforced concrete column on unconfined section ductility.In this research, stress and strain relation use 4 methods such as Kent and Park, Popovics, Thorenfeldt and Hognestad and then moment-curvature analysis is done manually by Ms.Excel 2013 from stress-strain relation. Besides counting manually also used the Response 2000 program. Output of Response 2000 is used as a comparison by manual calculation. The results of manual analysis or using Response 2000 indicates that an increase in the area of longitudinal reinforcement and the steel yield strength can decreases the ductility while an increase in the concrete strength increases the ductility. In addition, the configuration of longitudinal reinforcement also affects the ductility of a column with the smallest ductility value in the UC3-01.
PENGGUNAAN METODE KAGAN UNTUK ANALISIS KERAPATAN JARINGAN STASIUN HUJAN PADA WILAYAH SUNGAI (WS) WAE-JAMAL DI PULAU FLORES Krisnayanti, Denik Sri; Bunganaen, Wilhelmus; Kedoh, Jacob
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.784 KB)

Abstract

ABSTRAKData stasiun hujan sangat penting dalam analisis hidrologi suatu Wilayah Sungai (WS). Tujuan setiappengukuran curah hujan suatu lokasi adalah untuk memperoleh data yang benar-benar mewakili lokasi tersebut.Dalam melakukan pengukuran curah hujan terdapat beberapa pertimbangan antara lain adalah bagaimanamenentukan lokasi jaringan kerja alat penakar tersebut agar dapat mewakili daerah yang dikehendaki gunamenghitung curah hujan suatu area.Untuk mengetahui ketelitian perkiraan hujan pada WS Wae-Jamal metode yang digunakan adalah metodeKagan.Wilayah Sungai Wae-Jamal terletak di Propinsi NTT khususnya Pulau Flores. WS Wae-Jamal mempunyailuas 6623,55 km2 dan memiliki jumlah stasiun yang aktif adalah 7 buah stasiun.Hubungan jarak dan besarnya curahhujan yang ditunjukan oleh koefisien korelasi untuk hujan harian diperoleh 0,412 dan curah hujan bulanan 0,123.Kedua nilai koefisien korelasi ini, menunjukkan korelasi yang lemah antar stasiun hujan dalam WS Wae-Jamalsehingga akan menghasilkan data hujan yang kurang akurat. Besarnya kesalahan perataan dengan jumlah 7 stasiunpada WS Wae-Jamal sebesar 11,242 % untuk curah hujan harian dan untuk curah hujan bulanan kesalahannyasebesar 13,809 %. Dari data curah hujan harian, untuk kesalahan 10% diperoleh jumlah stasiun sebanyak (n) = 10buah dengan kerapatan = 662,355 km2/stasiun dan untuk kesalahan 5% jumlah stasiun yang diperoleh (n) = 36 buahdengan kerapatan = 183,988 km2/stasiun, sedangkan curah hujan bulanan diperoleh jumlah stasiun sebagai berikut,kesalahan 10% menghasilkan jumlah stasiun sebanyak (n) = 15 buah dengan kerapatan = 441,57 km2/stasiun dankesalahan 5% diperoleh jumlah stasiun hujan sebanyak (n) = 55 dengan kerapatan = 120,428 km2/stasiun

Page 1 of 19 | Total Record : 185