cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 02169843     EISSN : 25805614     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan [e-ISSN 2580-5614 ] p-ISSN 0216-9843 | DOI 10.31940/jbk] issued by Politeknik Negeri Bali, published three times a year in March, July and November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan" : 6 Documents clear
Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) pada Tiga Perkampungan Nelayan Air Kuning, Pengambengan dan Candi Kusuma Kabupaten Jembrana Propinsi Bali (Suatu Studi Komparatif) Subagiana, I Gede Made; Artatanaya, I Gusti Lanang Suta; Wijayati, Ni Luh Made
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.732 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v14i2.1042

Abstract

Dalam rangka mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir, sejak tahun 2001 Menteri Kelautan dan Perikanan menggulirkan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP). Ironisnya program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) yang diterapkan selama ini tidak berdasarkan atas kebutuhan, potensi, harapan, budaya serta kearifan lokal masyarakat (Bottom Up), tetapi secara Top Down. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu model yang benar-benar berdasarkan kebutuhan dan harapan Masyarakat Pesisir. Model yang benar-benar dapat mengakomodasi kebutuhan dan harapan dari kelompok yang ada di masyarakat pesisir, dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal, terutama orangorang di tiga desa nelayan: Air Kuning, Pengambengan dan Candi Kusuma Kabupaten Jembrana, Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Pengembangan, yaitu: analisis kebutuhan, pengembangan dan pengujian produk serta penerapan produk. Kegiatannya berfokus pada identifikasi dan analisis kebutuhan dengan mengeksplorasi PEMP pernah diterapkan saat ini, mengeksplorasi persepsi dan harapan masyarakat, sebagai dasar untuk pemodelan dan diuji lebih lanjut. Berdasarkan analisis dan penelitian secara mendalam dengan mengeksplorasi PEMP yang telah berjalan, para peneliti dapat membuat model yang akan lebih cocok dengan PEMP dan lebih dekat dengan keinginan dan harapan masyarakat pesisir. Adapun rancangan / desain model PEMP baru ini melibatkan 5 (lima) aspek sebagai berikut: Aspek Ekonomi (tentang pekerjaan dan peningkatan pendapatan); Aspek Sosial (menyangkut pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kesehatan); Aspek Lingkungan dan Perumahan (Pelestarian sumber daya pesisir, dan bedah rumah); Aspek Infrastruktur (termasuk meningkatkan pelabuhan, docking kapal nelayan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), memperbanyak Unit Pembenihan Rakyat, pembenihan air payau, memperbanyak pabrik pengolahan ikan / pengalengan ikan dan lain-lain); Aspek Budaya (menumbuh kembangkan sifat gotong royong, Iman dan Takwa mengembangkan seni Makepung saat musim barat, mempertahankan norma-norma yang ada sebagai Awig awig.
Evaluasi Pajak Penghasilan Badan Atas Perolehan Aset Tetap Metode Financial Leasing (Studi Kasus Perolehan Aset Tetap pada Kubu Cempaka Hotel) Utthavi, Wayan Hesadijaya
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.314 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v14i2.1043

Abstract

Pengelolaan cash flow mengharuskan perusahaan mempertimbangkan alternatif pembiayaan untuk pembelian aset tetap yang paling menguntungkan agar dapat meminimalkan pengeluaran perusahaan dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan Kubu Cempaka Hotel sebagai objek penelitian. Kubu Cempaka Hotel bergerak di bidang jasa penginapan (hotel). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perlakuan pajak penghasilan atas pembelian aset tetap yang dibeli menggunakan financial leasing dan untuk mengetahui mekanisme pembelian yang lebih menguntungkan antarpembelian dengan cara financial leasing dibandingkan dengan  pembelian tunai sebagai dasar dalam penentuan kebijakan pembelian aset tetap. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa data aset yang dibeli secara leasing oleh perusahaan meliputi nilai aset, nilai opsi, jangka waktu kontrak leasing, dan suku bunga leasing. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan metode observasi. Analisis yang dilakukan penulis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data komperatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif pembelian dengan metode financial lease memberikan dampak pengurangan pajak yang lebih besar terhadap pajak yang akan dibayarkan oleh perusahaan dari pada alternatif pembelian secara tunai. Hal tersebut terjadi karena pada pembelian dengan alternatif metode financial lease memiliki jumlah biaya yang dapat di bebankan (deductible expense) lebih besar dibandingkan dengan alternatif pembelian secara tunai.
Pengaruh Upah Minimum Kota Denpasar Terhadap Biaya Konversi, Harga Pokok Produksi, dan Harga Jual Massa Bodi BPC-1 Pada BTIKK Normal, I Nyoman
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.91 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v14i2.948

Abstract

Tujuan penelitian yang berkaitan dengan perubahan upah minimum regional kota Denpasar dan massa bodi BPC-1 tahun 2013 s.d 2018 adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh upah minimum regional terhadap biaya konversi; (2) untuk mengetahui pengaruh upah minimum regional terhadap harga pokok produksi; dan (3) untuk mengetahui pengaruh upah minimum regional terhadap harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penambahan upah minimum regional kota Denpasar dapat meningkatkan biaya konversi massa bodi BPC-1, tetapi tidak secara proporsional. Kenaikan upah minimum regional 22,01% tahun 2014 dapat meningkatkan biaya konversi 8,64%, kenaikan upah minimum regional 32,55% tahun 2015 dapat meningkatkan biaya konversi 12,78%, kenaikan upah minimum regional 47,79% tahun 2016 dapat meningkatkan biaya konversi 18,76%, kenaikan upah minimum regional 60,01% tahun 2017 dapat meningkatkan biaya konversi 23,56%, dan kenaikan upah minimum regional 74,01% tahun 2018 dapat meningkatkan biaya konversi 29,05%. Upah merupakan komponen biaya tenaga kerja langsung. Penjumlahan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dalam memproduksi massa bodi BPC-1 menghasilkan biaya konversi; (2) penambahan upah minimum regional kota Denpasar dapat meningkatkan harga pokok produksi massa bodi BPC-1, tetapi tidak secara proporsional. Kenaikan upah minimum regional 22,01% tahun 2014 dapat meningkatkan harga pokok produksi 1,95%, kenaikan upah minimum regional 32,55% tahun 2015 dapat meningkatkan harga pokok produksi 2,88%, kenaikan upah minimum regional 47,79% tahun 2016 dapat meningkatkan harga pokok produksi 4,23%, kenaikan upah minimum regional 60,01% tahun 2017 dapat meningkatkan harga pokok produksi 5,31%, dan kenaikan upah minimum regional 74,01% tahun 2018 dapat meningkatkan harga pokok produksi 6,55%. Upah merupakan komponen biaya tenaga kerja langsung. Penjumlahan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik dalam memproduksi massa bodi BPC-1 menghasilkan harga pokok produksi; dan (3) penambahan upah minimum regional kota Denpasar dapat meningkatkan harga jual massa bodi BPC-1, tetapi tidak secara proporsional. Kenaikan upah minimum regional 22,01% tahun 2014 dapat meningkatkan harga jual 2,13%, kenaikan upah minimum regional 32,55% tahun 2015 dapat meningkatkan harga jual 3,19%, kenaikan upah minimum regional 47,79% tahun 2016 dapat meningkatkan harga jual 4,26%, kenaikan upah minimum regional 60,01% tahun 2017 dapat meningkatkan harga jual 5,31%, dan kenaikan upah minimum regional 74,01% tahun 2018 dapat meningkatkan harga jual 6,38%. Upah merupakan komponen biaya tenaga kerja langsung. Penjumlahan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik dalam memproduksi massa bodi BPC-1 menghasilkan harga pokok produksi. Harga pokok produksi ditambah marjin laba yang diinginkan ditambah beban operasi (beban pemasaran dan beban administrasi & umum) menghasilkan harga jual.
Pengaruh Pajak Hotel dan Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Serta Dampaknya Pada Alokasi Biaya Modal pada Pemerintah Kabupaten Gianyar Suarjana, Anak Agung Gde Mantra; Yintayani, Ni Nyoman
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.686 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v14i2.1047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis pengaruh Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016; (2) untuk menganalisis pengaruh Pajak Hotel dan Restoran terhadap Alokasi Biaya Modal Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016; (3) untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Alokasi Biaya Modal Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016; dan (4) Untuk menganalisis pengaruh Pajak Hotel dan Restoran terhadap Alokasi Biaya Modal dimediasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive sampling sesuai dengan tujuan penelitian dengan beberapa pertimbangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi dengan variabel intervening. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016. Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Alokasi Biaya Modal Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016. Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Alokasi Biaya Modal Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016. Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Alokasi Biaya Modal dimediasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gianyar 2007-2016 tidak terbukti.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan Terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali Suarjana, Anak Agung Gde Mantra; Dewi, Nyoman Indah Kusuma
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.962 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v14i2.1040

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali. (2) Untuk menganalisis pengaruh Dana Perimbangan terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali. (3) Untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan secara simultan terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling sesuai dengan tujuan peneliti dengan beberapa pertimbangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi berganda. Hasil analisis data dengan signifikasi 0,05 menunjukkan bahwa: Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali. Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengembangan Infrastruktur pada Pemerintah Provinsi Bali. Korelasi dan kontribusi antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan secara simultan terhadap Pengembangan Infrastruktur adalah sebesar 0,969 dengan kontribusi sebesar 92.8%.
Maksimisasi Keuntungan Usaha Tani Pala Melalui Pengelolaan Sistem Agrobisnis di Kabupaten Minahasa Utara Tumiwa, Kiet; Sondakh, Nixon
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14 No 2 (2018): JBK - Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.729 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v14i2.1041

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana usaha tani pala melalui sistem agrobisnis dapat mengoptimalkan pendapatan rata-rata petani. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode survey dan data tersebut terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden sebagai penghasil pala, pedagang perantara, pedagang pengumpul, dan para eksportir. Data sekunder meliputi luas area, jumlah produksi, perkembangan harga pala baik di pasar lokal maupun dipasaran internasional, dan realisasi ekspor. Hasil penelitian usaha tani pala di Kelurahan Rap-Rap Kecamatan Airmadidi dapat disimpulkan bahwa penerimaan rata-rata sebesar Rp 18.337.690,- biaya produksi rata-rata sebesar Rp 2.337.079,- pendapatan rata-rata sebesar Rp 16.000.611,- dengan nilai R/C 7,85, maka usaha tani yang dilakukan tersebut dapat memberikan pendapatan bagi petani sehingga layak untuk dikembangkan. Petani disarankan meningkatkan produksi yang ada, serta dapat memanfaatkan daging buah pala dan mengoptimalkan unsur usaha tani lain untuk memperoleh pendapaan yang lebih tinggi. Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan ketetapan harga pala agar tidak berfluktuasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6