cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 02169843     EISSN : 25805614     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan [e-ISSN 2580-5614 ] p-ISSN 0216-9843 | DOI 10.31940/jbk] issued by Politeknik Negeri Bali, published three times a year in March, July and November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 15 No 1 (2019): March 2019" : 7 Documents clear
Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali Gde Mantra Suarjana, Anak Agung; Indah Kusuma Dewi, Nyoman; Mei Wahyuni, Luh
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.367 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1314

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menganalisis pengaruh Kunjungan  Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten  Gianyar-Bali. (2) Menganalisis  pengaruh  Pajak  Hotel  dan  Restoran  terhadap  Pendapatan Asli  Daerah  (PAD)  Kabupaten  Gianyar-Bali. (3) Menganalisis  pengaruh  Kunjungan  Wisatawan,  Pajak  Hotel  dan  Restoran  secara  simultan  terhadap  Pendapatan Asli  Daerah  (PAD)  Kabupaten  Gianyar-Bali. (4) Menganalisis tingkat  efektivitas  penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Pemerintah Kabupaten  Gianyar-Bali. Sampel  penelitian diambil dengan teknik Purposive  sampling  sesuai  dengan  tujuan  peneliti  dengan  beberapa pertimbangan. Teknik analisis data  yang  digunakan  adalah  teknik  regresi berganda. Pengumpulan  data  dilakukan  dengan teknik  dokumentasi. Hasil analisis  data  dengan  signifikasi 0,05 menunjukkan bahwa Kunjungan  Wisatawan  tidak  berpengaruh  terhadap  PAD Kabupaten  Gianyar-Bali  2007-2017. Pajak  Hotel  dan Restoran  berpengaruh  positif  dan  signifikan  terhadap  PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017. Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel  dan  Restoran  secara  simultan  berpengaruh  positif   dan  signifikan  terhadap  PAD  Kabupaten Gianyar-Bali  2007-2017. Efektivitas  pemungutan  Pajak Hotel dan Restoran  selama  kurun waktu 2007-2017  pada Pemerintah  Kabupaten  Gianyar-Bali  termasuk  kategori  sangat  efektif, namun  belum  mencapai  hasil  yang  optimal  sebab masih  ada  potensi  untuk   meningkatkan  penerimaan  Pajak  Hotel  dan  Restoran di  masa depan  jika  diterapkan  online  secara  menyeluruh.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi "Body Image Satisfaction" dan Niat Beli Perempuan Millenial Selfia Sentana, Arini Chikita
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.205 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1225

Abstract

Wanita menggunakan pakaian untuk meningkatkan kemampuan kepercayaan diri dan meningkatkan kepuasan citra tubuh mereka secara keseluruhan. Karena faktor-faktor ini ada peningkatan minat pada citra tubuh, wanita Generasi Y dan keputusan pembelian mereka. Konsumen selalu mencari produk untuk mendefinisikan diri mereka sebagai individu dengan demikian menciptakan rasa identitas diri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor citra tubuh apa saja yang mempengaruhi kepuasan citra tubuh pada perempuan millennial, menganalisis peran ukuran tubuh pada konsumen perempuan pada niat beli pasif dan niat beli aktif dan untuk menganalisis perbedaan faktor-faktor kepuasan citra tubuh dan niat beli pasif dan aktif ditinjau dari BMI. Sampel yang diteliti adalah 297 responden perempuan millennial yang pernah atau sedang melakukan diet.Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Faktor Selebriti, Faktor Lingkungan, Faktor Kepribadian Merek dan Citra tubuh yang Dirasakan berpengaruh terhadap “Body Image Satisfaction”. “Body Image Satisfaction” berpengaruh terhadap niat beli pasif perempuan generasi millennial. Kelompok Underweight memiliki persepsi yang tinggi pada kesehatan, kelompok normal weight memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, kelompok overweight memiliki niat beli pasif yang tinggi dan kelompok obese memiliki perceived body image terendah. Women use clothing to boost their confidence and enhance their overall body image satisfaction. Because of these factors there is an increased interest in body image, as well as, Generation Y women and their purchasing decisions Consumers are always searching for products to define themselves as individuals there by creating a sense of self-identity. The purpose of this study was to analyze body image factors that affect body image in millennial women, analyze the role and performance of consumers at the same time. passive and active buying in terms of BMI. The samples studied were 297 millennial female respondents who had or were on a diet. The results of this study found Celebrity Factors, Environmental Factors, Brand Personality Factors and Perceived Body Images that were felt in "Body Image Satisfaction". "Body Images Satisfaction" Creates Metropolis Compliance with Millennium Generation Women. Underweight groups have a high perception on health, groups with normal weight have a high level of trust and obese groups have a low body impression.
Jasa Penginapan Pendukung Geowisata di Batur Bali Ernawati, Ni Made; Basi Arjana, I Wayan; Jendra, Wayan
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.102 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1078

Abstract

This article discusses accommodation supporting geotourism in Batur Geotourism Site in Bangli Regency, Bali Province in Indonesia. The purpose of the study is to identify the type and standard of accommodation available in Batur. It used a qualitative approach using a combination of interview and observation as data collection techniques. Interviews were carried out with a total of 30 respondents consisting of: the lodging providers, community members and community leaders, which were conducted at the location of each property in the tourist destination of Batur. The results showed that there were four types on accommodation available in Batur, such as: homestay, villa/guest-house, two – three-star hotel, and boutique hotel. It is expected that the results of the study could be used as a reference by geotourism stakeholders in providing accommodation services, especially for the overnight-visitors in Batur. Academically, the implication of the research results enriches the existing studies on tourism, especially those associated with accommodation on Geotourism.
Diversifikasi Usaha Tani Berbasis Kelapa di Kabupaten Minahasa Utara Tumiwa, Kiet; Sondakh, Nixon
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.439 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1313

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami manfaat diversifikasi usaha tani berbasis kelapa dalam meningkatkan penghasilan petani kelapa di Kabupaten Minahasa Utara. Usaha ini dilakukan karena petani sering diperhadapkan pada kondisi produktivitas yang menurun disebabkan pohon kelapa sudah tua, serangan hama kelapa (sexava). Penurunan produktivitas kelapa berdampak pada tingkat kesejahteraan petani kelapa yang berusahatani monokultur kelapa  Metode yang digunakan dalam penelitian, yakni metode survey. Peneliti mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun dan Effendi, 1995). Pengarahan wawancara serta ketepatan pengumpulan data yang dibutuhkan, berpedoman pada daftar pertanyaan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani teknologi PTT berbasis tanaman kelapa B/C ratio 1,42 dan R/C ratio 2,42, teknologi petani B/C ratio 0,43 dan R/C ratio 1,43. TIP teknologi PTT berbasis tanaman kelapa 2.156,73 kg/ha dan teknologi petani 1.521,67 kg/ha. TIH teknologi PTT Rp. 1.240,45/kg dan teknologi petani Rp. 2.103,69/kg.  Keuntungan yang diperoleh pada teknologi PTT berbasis tanaman kelapa Rp. 9.177.800,- dan teknologi petani Rp. 1.945.000,- terdapat selisih Rp. 7.232.800,- atau terjadi peningkatan sebesar 78.81%. The purpose of this research is to understand the benefits of coconut-based farmer diversification in increasing the income of coconut farmers in northern minahasa district. This effort is done because farmers are often faced with decreased productivity condition caused by old coconut tree, coca pest attack (sexava). The decline in coconut productivity has an impact on the level of prosperity of coconut farmers who work on coconut monoculture. The method used in the research, namely survey method. Researchers took samples from one population using a questionnaire as a basic data collection tool (Sungaribun, 1995). Interview briefing, as well as the accuracy of collecting the required data, are guided by a structured questionnaire. The results showed that coconut farming technology based on coconut plant B / C ratio 1.42 and R / C ratio 2.42, farmers technology B / C ratio 0.43 and R / C ratio 1.43. T.I.P, PTT technology based on coconut plant 2.156,73 kg / ha, and farmer technology 1,521,67 kg / ha. TIH, PTT technology 1,240.45 kg, and farmer technology 2,103,69 / kg. The profit gained on PTT technology based on coconut plant 9.177.800 rupiah, and farmers technology 1,945,000, there is a difference of 7,232,800 rupiah, or an increase of 78.81%
Pengaruh Tax Amnesty pada Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri Pariwisata di Bali Wayan, Hesadijaya Utthavi; Dewinta Ayuni, Ni Wayan
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.302 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1109

Abstract

Bali's economic growth should be in line with the increase in state revenues from the tax sector, but the tax sector revenue does not reach the target. The Tax Amnesty policy is one of the real efforts carried out with the hope that to improve taxpayer compliance increase tax revenue. This study examined the success of the tax amnesty in terms of the understanding of taxpayers on Tax Amnesty. South Badung region was the location of this study and the sample of this study was taxpayer of a business entity engaged in the tourism sector. The analysis technique used was statistical analysis with a simple linear regression test. The result revealed that Tax Amnesty had a significant impact on taxpayer compliance in the tourism industry sector in Bali in terms of the taxpayer's understanding of Tax Amnesty which means that the more taxpayers understand about Tax Amnesty it will increase taxpayer compliance in the tourism industry sector in carrying out obligations taxation. Pertumbuhan ekonomi Bali seharusnya selaras dengan peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak namun penerimaan sektor pajak tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Kebijakan Tax Amnesty merupakan salah satu usaha nyata dilakukan dengan harapan bahwa untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak meningkatkan penerimaan pajak. Penelitian ini menguji keberhasilan tax amnesty ditinjau dari permahaman wajib pajak atas Tax Amnesty. Lokasi Penelitian dilakukan pada kawasan Badung Selatan dan merupakan wajib pajak Badan Usaha yang bergerak di sektor pariwisata. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis statistik dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian membuktikan Tax Amnesty memberikan dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak yang bergerak di sektor industri pariwisata di Bali ditinjau pemahaman wajib pajak atas Tax Amnesty yang berarti bahwa semakin paham wajib pajak tentang Tax Amnesty maka akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak yang begerak disektor industri pariwisata di Bali dalam melaksanakan kewajiban perpajakan.
Seaweed Micro-Business Enterprises’ Support on Forming the Information Centre of Seaweed Farming Teniwut, Wellem Anselmus; Marimin, Marimin; Djatna, Taufik
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.151 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1250

Abstract

Saat ini rumput laut mengalami penurunan dalam jumlah petani maupun produktivitas yang diakibatkan oleh banyak faktor yang mana. Pemicu utamanya adalah adanya asimetris informasi dalam rantai pasok budidaya rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah pembukaan pusat informasi budidaya rumput laut. Hal ini mengingat kondisi geografis wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang berbentuk kepulauan dan akses jalan, internet serta jaringan telepon seluler yang terbatas. Tujuan penelitian adalah untuk mengestimasi persepsi pelaku usaha mikro rumput laut baik distributor, penjual bibit maupun petani pada gagasan dibentuknya pusat informasi budaya rumput laut. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2018 menggunakan metode purposive sampling pada 13 desa di 6 kecamatan dengan jumlah sampel sebanyak 232 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan regresi logistic. Data-data yang digunakan diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan in-depth interview.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi sosial ekonomi semakin berumur dan semakin tinggi tingkat pendidikan maka tingkat dukungan pelaku usaha mikro rumput laut pada pusat informasi rumput laut semakin rendah. Khusus bagi pelaku usaha, distributor rumput laut di wilayah ini cenderung menolak adanya pusat informasi rumput lat, hal ini terkait kemampuan mereka dalam memanipulasi harga jual dan kualitas produk. Currently, seaweed has decreased in the number of farmers and productivity caused by many factors, the main trigger of which is the asymmetric information in the supply chain of seaweed cultivation in Southeast Maluku District. Thus, one of the solutions that can be offered is by the opening of the seaweed cultivation information center. The objective of the present research was to estimate the perception of micro seaweed business enterprises namely distributors, sellers of seeds and farmers on the idea of forming the seaweed farming information center in Southeast Maluku District. The data collection was conducted from January to May 2018, using purposive sampling on 13 villages spread over 6 districts with a total sample of 232 respondents. Data analysis methods used in this research was descriptive analysis and logistic regression. The Data was obtained by using questionnaires and in-depth interview. The results showed that from social economic factor, the older and higher education level, tend not to support seaweed information center. In addition, based on the role on seaweed, the distributors in this region tend to reject the idea of forming the information center of seaweed farming, because it will weaken their ability to manipulate the selling price and product quality.  
Kajian Pengembangan Ekowisata Bahari Sebagai Mata Pencaharian Alternatif Bagi Masyarakat Tulamben dan Amed Kabupaten Karangasem Propinsi Bali Subagiana, I Gede Made; Suryaniadi, Sagung Mas; Wijayati, Ni Luh Made
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 15 No 1 (2019): March 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.821 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v15i1.1315

Abstract

Developing marine eco-tourism as an alternative source of livelihood. To accelerate poverty alleviation in Karangasem regency, where 6.88% of the population of 27,800 people are classified as poor , various efforts have been made by the Regional Government such as developing marine eco-tourism in Tulamben Village, Kubu Sub-district and Amed Village, Abang District of Karangasem Regency.   Developing of marine eco-tourism resulted in a shift in livelihood patterns of the population from the agricultural sector to the tourism industry sector. The problem in this research is "Is Marine Eco-tourism Development feasible to be an alternative livelihood for Tulamben and Amed people of Karangasem Regency?" The research objectives are to assess whether marine eco-tourism development is a viable alternative livelihood for Tulamben and Amed communities. The method used is the Contingent Valuation Method: Willingness to Accept (WTA), Willingness to Pay (WTP) and Economic Potential Analysis and SWOT analysis. Result: the Contingent Valuation Method shows WTP value of Rp.176.500 higher than WTA value of Rp.154.500. Analysis of Economic Potential, from analysis of the economic potential of Marine Ecotourism, can create value Rp.4.728.964.500 from every tourist visit to an object. From the above two analyses, it can be concluded that Marine Ecotourism is very feasible as an alternative livelihood. To complement the analysis of marine eco-tourism development strategy with SWOT, it can be recommended as follows:• Improving cooperation with domestic and foreign travel agents• Providing an information center related to Marine Ecotourism activities.• Increasing safety insurance for tourists• Improving the quality of human resources, through on-going training.  Pengembangan Ekowisata Bahari sebagai Mata pencahariaan alternatif. Untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Karangasem, dimana 6,88% dari jumlah penduduknya tergolong miskin. Menyadari akan hal ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah diantaranya adalah Pengembangan Ekowisata Bahari di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu dan Desa Amed Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Dengan berkembangnya Ekowisata Bahari mengakibatkan adanya pergeseran pola mata pencaharian penduduk dari sektor pertanian ke sektor industri pariwisata. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Pengembangan Ekowisata Bahari layak untuk dijadikan mata pencaharian Alternatf bagi Masyarakat Tulamben dan Amed Kabupaten Karangasem? Tujuan Penelitian: Untuk mengkaji apakah Pengembangan Ekowisata Bahari layak dijadikan sebagai mata pencaharian alternatif bagi masyarakat Tulamben dan Amed. Metode Penelitian. Metode yang digunakan adalah Metode Kontingen (Contingen Valuation Method): Willingness to Accept (WTA), Willingness to Pay (WTP).dan analisis Potensi Ekonomi serta analisis SWOT. Hasil kajian menunjukkan nilai WTP lebih tinggi dari nilai WTA berarti Ekowisata Bahari layak sebagai mata pencaharian alternatif.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7