cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2013): March" : 12 Documents clear
SISTEM KONTROL FUZZY SLIDING MODE PADA TRAYEKTORI TEMPERATUR FURNACE Darminta, I Ketut; Sukarma, I Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.342 KB)

Abstract

Proses pengeringan cetakan dilakukan dengan memanaskan bahan dalam cetakan, memanaskan lilin dalam cetakan langsung pada temperatur titik didih lilin yang konstan akan berakibat lilin pecah dan cetakan menjadi rusak. Permasalahan adalah mengatur pemanasan lilin supaya pada saat mencairkan lilin tidak menyebabkan terjadi rusaknya cetakan, dan memodelkan plant yang berupa furnace (tungku) sehingga didapatkan persamaan matematiknya. Dalam penelitian ini digunakan metode Fuzzy Sliding Mode, dimana error dan delta error sebagai masukan pada kontrol Sliding Mode dan sekaligus sebagai masukan pada kontrol fuzzy logic dengan terlebih dahulu menentukan trayektori. Dari hasil implementasi menggunakan prototype diperoleh: temperatur aktual bisa berada pada temperatur trayektori yang diinginkan, error steady state yang terjadi 3.7% dari temperatur maksimum 1000C, serta pada saat gangguan dihilangkan respon temperature dapat kembali ke posisi semula
PEMURNIAN BIOGAS TERHADAP GAS PENGOTOR KARBONDIOKSIDA (CO2) DENGAN TEKNIK ABSORBSI KOLOM MANOMETER (MANOMETRY COLUMN) Aspriandi MS, Nanang; Kusuma, IGB Wijaya; Widiyarta, I Made
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.85 KB)

Abstract

Biogas merupakan salah satu teknologi ramah lingkungan yang dapat menjadi sumber energi alternatif dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kandungan gas metana yang dominan menjadikan biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, tingkat kemurnian CH4 yang dihasilkan merupakan faktor yang sangat penting. Optimalisasi pemanfaatan biogas dapat dilakukan dengan cara menghilangkan gas-gas yang berpotensi menghambat proses pembakaran biogas, salah satunya adalah karbondioksida. CO2 yang mana di dalam pembakaran secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hasil pembakaran. Di samping itu, keberadaan CO2 di dalam biogas mempunyai persentase yang cukup besar (24-45%). Di dalam penelitian ini, pengurangan gas CO2 di dalam biogas dilakukan dengan menggunakan teknik absorbsi kolom manometer, dengan menggunakan absorben Ca(OH)2. Variabel-variabel yang dipelajari meliputi variabel proses, diantaranya konsentrasi absorben dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi. Konsentrasi absorben divariasikan dari 1M, 2M dan 3M, sedangkan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi divariasikan dari 10cm, 30cm dan 40cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil penyerapan CO2 yang paling maksimal, sehingga dapat digunakan di dalam upaya pemurnian biogas.Hasilnya, kadar CO2 yang terdapat di dalam biogas hasil pemurnian pada kisaran 30,61%vol (dari sebelumnya 59,95%vol), dan kadar CH4 yang terkandung di dalam biogas setelah pemurnian yaitu pada kisaran 68,74%vol (dari sebelumnya 39,60%vol), yang terjadi pada proses absorbsi dengan konsentrasi absorben 3M dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi 40cm.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, teknik absorbsi kolom manometer dapat digunakan sebagai salah satu teknik alternatif dalam proses pemurnian biogas. Perbedaan konsentrasi dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi, berbanding lurus dengan kemampuan penyerapan gas CO2.
PENGEMBANGAN MODEL TRANSFORMASI “ CLARKE-PARK ” PADA PENGENDALIAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA MENGGUNAKAN MATLAB/SIMULINK Sutawinaya, I Putu
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi sebagai mesin penggerak banyak digunakan di industri-industri jika dibandingkan dengan jenis motor listrik yang lain. Ini disebabkan oleh konstruksinya sederhana serta kokoh, harganya relatif murah, biaya operasional rendah dan perawatannya mudah. Disamping beberapa keunggulan itu, motor induksi mempunyai beberapa kelemahan, yaitu sulit untuk mempertahankan kecepatannya apabila terjadi perubahan dinamika motor akibat terjadinya perubahan pembebanan. Hal ini dikarenakan fluks rotor dan torsi elektromagnetik sulit untuk dikontrol secara bersamaan. Pada tulisan ini dikembangkan suatu model Transformasi Clarke-Park pada sistem pengendalian motor induksi tiga phasa menggunakan metode field oriented control sebagai pengendali arus torsi. Harapannya, motor induksi bekerja seperti mesin DC penguat terpisah, di mana torsi dan fluksi dikontrol secara terpisah. Sistem pengendalian ini disimulasikan menggunakan perangkat lunak Matlab / Simulink. Hasil simulasi menunjukkan bahwa unjuk kerja sistem kontrol yang dirancang cukup bagus, kesalahan set point relatif kecil
SIMULASI CFD PERPINDAHAN PANAS PARTIKEL PADAT PERKOTAAN PADA REAKTOR FLUIDIZED BED Putrawan, I Made Agus; Winaya, I Nyoman Suprapta; Sucipta, I Made
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi fluidized bed (FB) mengalami perkembangan yang pesat dan sukses diaplikasikan untuk berbagai jenis bahan bakar limbah seperti sampah padat perkotaan. Permasalahan yang kompleks dari aliran dua fase pada sistem FB akan diselesaikan menggunakan perangkat lunak CFD untuk mengetahui hidrodinamika terutama karakteristik perpindahan panas yang terjadi. Perhitungan simulasi menggunakan metode Discrete Particles Model (DPM) dan Eulerian Multiphase dari permasalahan aliran gas-padat serta analisis distribusi temperatur yang dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar yang mempunyai volatile matter (VM) tinggi seperti sampah. Perhitungan besarnya koefisien perpindahan panas pada reaktor akan dimonitor selama selang waktu 3 detik dengan menggunakan persamaan khusus (custom field function) yang ditulis dalam bahasa C+. Hasil perhitungan didapatkan bahwa VM pada bahan bakar mempengaruhi fluktuasi dari koefisien perpindahan panas. Kecepatan semu fluidisasi juga berdampak besar terhadap karakteristik distribusi temperatur dimana pada kecepatan yang paling tinggi (13cm/s) didapatkan temperatur yang lebih seragam akibat dari semakin stabilnya nilai koefisien perpindahan panas yang terjadi.
PRODUKSI GAS DENGAN PROSES ELEKTROLISIS DALAM PEMBUATAN GENERATOR GAS HHO, ELEKTRODA LEMBARAN DAN SPIRAL DENGAN KATALIS NaOH, NaCl DAN NaHCO3 Budiarthana, I Nyoman; Adi, I Ketut
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.182 KB)

Abstract

Gas hidrogen sebagai bahan bakar dan oksigen sebagai unsur yang dapat menyempurnakan proses pembakaran dapat dihasilkan dengan teknologi sederhana yaitu elektrolisa pada media utama yang berupa Air. Dalam penelitian ini beberapa katalis yang mudah diperoleh di pasaran telah dimanfaatkan dengan memperlihatkan hasil yang berbeda sesuai dengan prosentase katalis tersebut dalam larutan (elektrolit). Pada kedua generator, baik dengan elektroda berbahan lembaran, maupun spiral sama sama menggunakan prosentase katalis-Air berturut turut sebesar 4,76 %, 9,09% dan 13,043%. Kemampuan menghasilkan gas HHO(Hidrogen Hidrogen Oksigen) sejumlah 0,368 L/menit sebagai hasil tertinggi, yakni pada generator dengan elektroda lembaran dan prosentase Katalis-Air sebesar 13,04%. Sementara pada generator dengan kawat spiral, dengan prosentase Katalis-Air sebesar 13,04% menghasilkan gas HHO sebesar 0,301 L/menit. Produksi gas tertinggi ini dengan katalis NaOH.
RANCANG BANGUN ALAT PENUKAR KALOR THERMOSYPHON UNTUK PENDINGINAN DENGAN MODUL TERMOELEKTRIK Susila, I Dewa Made; Subagia, I Wayan Adi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.373 KB)

Abstract

Aplikasi pendinginan dengan modul termoeletrik untuk AC di daerah tropis seperti Indonesia masih cukup menjanjikan. Tingkat kenyamanan untuk orang Indonesia masih berada pada kisaran kondisi udara dalam ruangan dan bisa dikatakan tidak membutuhkan rentang penurunan temperatur yang cukup besar. Untuk optimasi perpindahan panas modul termoelektrik pada sisi dinginnya perlu dirancang sebuah penukar kalor yang sesuai dengan desain dari modul thermoelektrik yang akan digunakan. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian desain alat penukar kalor ini, menggunakan metode simulasi CFD. Solidwork flow simulation adalah software yang dipakai dalam melakukan kajian thermal pada desain dan mensimulasikan data numerik yang menjadi input dalam pendekatan kondisi operasional alat penukar kalor. Setelah proses rancang bangun alat penukar kalor maka desain rancangan tersebut memiliki luas bidang perpindahan kalor 25687,4 mm2, jumlah pipa penukar kalor 68 buah dengan panjang 40 mm. Perpindahan panas maksimum alat penukar kalor adalah 0,0093 kJ/detik.
PEMODELAN WORK ORDER MANAGEMENT SYSTEMPERBAIKAN ALATDALAM LAYANAN PURNA JUAL BERBASISBUSSINESS TO CUSTOMER Wisswani, Ni Wayan; Karmiathi, Ni Made
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.342 KB)

Abstract

Menjaga hubungan perusahaan dengan konsumennya melalui layanan purna jual merupakan hal penting untuk menjaga loyalitas pelanggan. Layanan ini dapat diberikan kepada konsumen dari sebuah perusahaan penyedia alat elektronik untuk melakukan perbaikan alat- alat elektronik yang dibeli bila mengalami kerusakan. Jarak jangkau area konsumen yang luas akan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengelola permintaan layanan konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah management information system untuk menangani work order system berbasis business to customerdengan memanfaatkan teknologi berbasis ecommerce.
ANALISIS PENGARUH JENIS PAHAT BUBUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM HASIL BUBUT MESIN KOMPUTER NUMERICAL CONTROLLED Indra, Ida Bagus Puspa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.769 KB)

Abstract

Ada beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi kualitas pembubutan logam pada mesin Computer Numerical Controlled(CNC) khususnya aluminium,di antaranya ditentukan oleh jenis pahat bubut yang digunakan, terdapat tiga jenis pahat bubut di pasaran yaitu : High Speed Steel(HSS), Boron Karbida, dan Diamond(Polycristaline Diamond). Oleh karena sifat-sifat kimia dan fisik High Speed Steel, Boron Karbida dan Diamond tersebut di atas berbeda, maka kekasaran permukaan yang dihasilkanpun berbeda. Sangatlah penting bagi para praktisi dan programmer CNC untuk mengetahui pengaruh jenis pahat bubut yang digunakan terhadap kekasaran permukaan yang dihasilkan pada proses pembubutan aluminium. Ketiga jenis pahat bubut yang digunakan untuk membubut Aluminium, menunjukkan bahwa kekasaran permukaan atau surface roughness(Ra) yang paling kecil dapat dihasilkan oleh pahat jenis Polycristaline Diamond, yaitu pada putaran mesin (N)= 1500 [ rpm], kecepatan potong(Vc)= 89 [ m/mnt] dan dept of cut (DOC)= 0.25 [mm] dapat menghasilkan kekasaran permukaan (Ra)= 1.1[ µm.]
PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) – AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) DI PERUMAHAN DIREKSI BTDC Rasmini, Ni Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.945 KB)

Abstract

Dalam menjalankan fungsi maupun produksinya di tempat-tempat tertentu seperti pusat perdagangan, perhotelan, perbankkan, rumah sakit maupun industri, memerlukan energi listrik secara kontinu dan handal.Untuk itu biasanya dipergunakan generator set (genset) sebagai sumber energi listrik cadangan untuk memback-up suplai utama (PLN). Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya dipergunakan sebuah sistem atau alat yang disebut Automatic Transfer Switch (ATS) ? Automatic Main Failure (AMF). Sesuai dengan namanya alat ini dapat bekerja secara otomatis. Untuk mengetahui dan memahami cara kerja rangkaian control ATS ? AMF ini hendaknya dipahami terlebih dahulu komponen-komponen pendukungnya. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diuraikan bahwa komponen-komponen yang dirangkai menjadi sistem ATS ? AMF, mempunyai peran masing-masing diantaranya : sebagai proses pemanasan serta start genset saat PLN padam, mematikan genset saat PLN hidup kembali, sebagai start bantu bila terjadi gagal start, serta mematikan genset saat terjadi gangguan over heating dan low pressure oil .
ANALISIS KEBOCORAN PADA INSTALASI PIPA TERTUTUP Suherman, I Ketut; Wibolo, Achmad
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.311 KB)

Abstract

Plumbing adalah seni dan teknologi pemipaan dan peralatan untuk menyediakan air bersih ke tempat yang dikehendaki; baik dalam kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang memenuhi syarat serta pembuangan air kotor dari tempat-tempat tertentu tanpa melupakan bagian tertentu yang sangat penting agar mencapai kondisi higienis dan kenyamanan yang diinginkan. Di lapangan sering ditemukan kebocoran pada suatu instalasi, sehingga perbaikan harus segera dilakukan agar fungsi menyalurkan tidak terganggu. Akibat itu semua membutuhkan lagi waktu dan material yang digunakan. Pengujian dilaksanakan pada suatu sistem instalasi pipa tertutup dengan cara memvariasi panjang specimen pipa (185 mm, 194, mm, dan 200 mm). dan untuk panjang specimen ulir (13 mm, 19 mm, dan 25 mm). Selanjutnya dipasangkan pada komponen sambungan. Pengamatan dilaksanakan pada titik-titik pengamatan yang telah ditentukan, yaitu pada pipa A dengan titik pengamatan A1 dan A2, serta pada pipa B dengan titik pengamatan B1, B2, dan B3. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kebocoran tidak terjadi bila pada pipa A panjang spesimen pipa mulai dari 192 mm hingga 195 mm dan panjang spesimen ulir mulai dari 18 mm hinnga 22 mm, sedangkan untuk pipa B panjang spesimen pipa mulai dari 196 mm hingga 198 mm dan panjang spesimen ulir mulai dari 18 mm hinnga 22 mm. Perubahan panjang spesimen pipa, panjang spesimen ulir dan karakteristik sambungan pengaruhi terjadinya kebocoran.

Page 1 of 2 | Total Record : 12