cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 3 (2016): November" : 12 Documents clear
INOVASI SUMUR IMBUHAN UNTUK PEMANENAN AIR HUJAN DOMESTIK Sudiajeng, Lilik; Wiraga, I Wayan; Lanang Parwita, I Gusti
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.96 KB)

Abstract

Masalah umum yang sering dihadapi kota besar adalah terjadinya genangan air atau banjir di saat musim hujan dan krisis air di saat musim kering. Kondisi tersebut juga dialami oleh sebagian wilayah Kota Denpasar, di antaranya adalah Denpasar bagian Utara, sebagian Denpasar Timur, dan sebagian Denpasar Barat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, di antaranya melalui pembuatan sumur imbuhan. Penelitian sebelumnya sudah menghasilkan desain sumur imbuhan untuk pemanenan air hujan yang terbuat dari buis beton diameter 1 m, namun dalam penerapannya mengalami beberapa kendala, terutama masalah ketersediaan lahan dan tenaga kerja untuk mengerjakan galian secara manual. Oleh karenanya perlu dilakukan inovasi desain sumur imbuhan berdasarkan prinsip-prinsip ergonomi yang menempatkan kenyamanan pengguna sebagai pertimbangan utama. Berdasarkan data hidrogeologi, telah dilakukan inovasi desain sumur imbuhan dari pipa HDPe diameter 12? yang pembuatannya dapat dilakukan secara masinal dan pracetak, fleksibel tergantung ketersediaan lahan yang ada di halaman rumah penduduk, bahkan dapat dibuat di sepanjang bawah cucuran atap sehingga tidak memerlukan lahan khusus. Desain dibuat indah sehingga dapat menyatu dengan keindahan rumah. Desain sumur tersebut juga dapat dibuat di sepanjang bahu jalan atau di tempat-tempat fasilitas umum lainnya. Dengan desain yang fleksibel tersebut semua unsur baik masyarakat maupun pemerintah diharapkan tergugah untuk ikut dalam program pemanenan air hujan sehingga pada musim hujan dapat memanen air dalam jumlah yang banyak dan mengurangi terjadinya genangan air atau banjir di saat musim hujan serta mencegah terjadinya krisis air di saat musim kemarau.
PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI HARIAN PADA PENDERITA DIABETES DENGAN FUZZY LOGIC METODE MAMDANI Karmiathi, Ni Made
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.083 KB)

Abstract

Penerapan Logika fuzzy lebih  fleksibel dalam arti dapat dibangun dan dikembangkan dengan mudah tanpa harus memulai dari ?nol? dan dapat diterapkan dalam desain sistem kontrol tanpa harus menghilangkan teknik desain sistem kontrol konvensional yang sudah ada sebelumnya. Metode  Mamdani  adalah salah satu contoh metode inferensi fuzzy. Beberapa aplikasi diberbagai bidang telah dikembangkan  dengan menggunakan metode-metode tersebut. Salah satu di antaranya adalah penentuan kebutuhan kalori harian pada penderita diabetes. Dalam analisis penentuan kebutuhan kalori harian pada penderita diabetes dengan menggunakan metode Mamdani, terdapat 4 variabel input yang digunakan yaitu variabel umur, tinggi badan, berat badan dan aktivitas. Variabel-variabel tersebut sangat mempengaruhi jumlah kalori yang dibutuhkan oleh penderita diabetes mellitus.
PENGARUH VARIASI DIAMETER PIPA KAPILER PADA SIKLUS TEMPERATUR RENDAH TERHADAP PERFORMANSI TRAINER UNIT SISTEM REFRIGERASI CASCADE Adi Subagia, I Wayan; Susila, I Dewa Made
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.102 KB)

Abstract

Sistem refrigerasi cascade merupakan salah satu sistem yang digunakan pada sistem refrigerasi temperatur rendah, keuntungan sistem ini dapat menggunakan jenis refrigeran yang berbeda. Banyak parameter yang mempengaruhi performansi sistem refrigerasi, salah satunya geometri (diameter) pipa kapiler sebagai alat ekspansi yang digunakan pada sistem refrigerasi kompresi uap. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan studi pengaruh penggunaan diameter pipa kapiler yang berbeda, pada sistem refrigerasi cascade dua tingkat terhadap performansi sistem. Dari hasil pengujian untuk penggunaan diameter pipa kapiler 0,036? dan 0,042? didapat rasio tekanan sebesar 4,01 dan 2,81 atau meningkat sebesar 42,6 % untuk penggunaan diameter pipa kapiler yang lebih kecil, capaian temperatur evaporator terendah masing-masing sebesar -37,2 oC dan -20,9 oC, COP sistem 0,74 lebih rendah sebesar 22,9% dibandingkan dengan penggunaan pipa kapiler 0,042? sebesar 0,91, dan konsumsi daya sistem sebesar 0,935 kW lebih besar 0,3 % dibandingkan menggunakan pipa kapiler diameter 0,042? sebesar 0,932 kW.
USAHA PENCEGAHAN TERJADINYA BATU KETEL AKIBAT DARI AIR PENGISI KETEL PADA KETEL UAP PIPA API DI HOTEL CONRAD BALI Ludra Antara, I Nengah; Wibolo, Achmad
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.275 KB)

Abstract

Ketel uap merupakan satu peralatan yang digunakan untuk menghasilkan uap dalam berbagai keperluan. Air didalam ketel uap dipanaskan oleh panas dari hasil pembakaran bahan bakarsehingga terjadi perpindahan panas dari sumber panas tersebut ke air yang mengakibatkan air tersebut menjadi panas atau berubah menjadi uap.Perawatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam atau untuk memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Perawatan juga ditujukan untuk mengembalikan suatu sistem pada kondisinya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan memperpanjang usia kegunaan mesin. Perawatan terhadap ketel uap bertujuan mencegah terjadinya batu ketel dengan cara perlakuan terhadap air pengisi ketel uap yaitu dengan cara mempertahankan kandungan klorin dan pH dalam air. Selain mempertahankan kandungan klorin dan pH dalam air untuk pencegahan batu ketel juga dilakukan dengan blow down. Batu ketel adalah deposit mineral yang biasa terjadi. Batu ketel adalah padatan terjadi akibat reaksi dari zat pengotor dengan permukaan pipa logam. Batu ketel berperan sebagai isolator memperlambat transfer panas, yang menyebabkan efisiensi menurun dan pemakaian bahan bakar jadi meningkat. Efek yang lebih serius adalah overheating dan penyebab kerusakaan pada pipa-pipa ketel uap. Setelah melakukan pengambilan data di lapangan selama satu bulan didapat nilai rata-rata untuk klorin adalah 3,0 ppm dan pH 7,8 ppm. Jadi,Hotel Conrad Bali sudah melakukan perawatan pencegahan batu ketel dengan baik yaitu menjaga kandungan klorin kisaran 2,5~4,0 ppm dan pH 7,0~9,0 ppm.
MANAJEMEN TRAFO DISTRIBUSI 20KV ANTAR GARDU BL031 DAN BL033 PENYULANG LILIGUNDI DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI PROGRAM ETAP Sudiartha, I Wayan; Sutawinaya, I Putu; TA, I Ketut; Firman, Ardy
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.602 KB)

Abstract

Trafo distribusi berperan penting dalam jaringan distribusi untuk mentransformasikan energi listrik dari tegangan menengah 20 kV ke tegangan rendah 220/380 V. Oleh sebab itu, kondisi pembebanan transformator harus diperhatikan guna menjaga kontinuitas energi listrik. Kapasitas transformator distribusi harus disesuaikan dengan beban yang ditanggungnya. Ketidaksesuaiaan kapasitas transformator dengan beban akan mengakibatkan transformator overload,pembebanan transformator rendah, dan terjadinya drop tegangan disisi pelanggan.  Hal tersebut juga mampu memengaruhi umur trafo, dan penyaluran tenaga listrik yang tidak berkualitas dan andal. Salah satu permasalahan ini terjadi pada gardu BL031 dengan kapasitas 200 kVA dimana pembebanan transformator masih rendah yaitu 16,80% serta drop tegangan 1,13% difasa S jurusan B, dan gardu BL033 dengan kapasitas 100 kVA yang mengalami overload yaitu 96,90% serta drop tegangan 11% difasa S jurusan B. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan manajemen trafo dengan cara mutasi trafo yaitu, dengan cara menukar posisi trafo antargardu BL031 dan BL033 yang disimulasikan menggunakan program ETAP. Setelah dilakukannya mutasi trafo dengan menggunakan simulasi program ETAP prosentase pembebanan pada gardu BL031 menjadi 34,32% dan drop tegangan difasa S jurusan B menjadi 0,88%, sedangkan di gardu BL033 prosentase pembebanannya menjadi 49,02% dan drop tegangannya menjadi 6,97% difasa S jurusan B. Dengan melakukan mutasi trafo, trafo yang tersedia dapat digunakan secara optimal guna mengatasi pembebanan trafo rendah dan trafo overload meskipun persediaan trafo terbatas.
PENGARUH HEAT RECOVERY PADA SISTEM REFRIGERASI PENGKONDISIAN UDARA TERHADAP PERFORMANSI SISTEM Ardita, I Nengah; Sastra Negara, I Putu
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.979 KB)

Abstract

Konservasi energi adalah suatu aktivitas rekayasa untuk penghematan energi, tanpa mengorbankan prinsip teknis, keamanan, kenyamanan. Yang menjadi trend topic saat ini adalah penghematan yang dilakukan pada peralatan refrigerasi dan pengkondisian udara, baik yang ada di industri, perhotelan dan rumah tangga. Salah satu yang dilakukan adalah pemanfaatan panas kondensor untuk memanaskan air keperluan mandi. Peralatan yang digunakan untuk memanfaatkan energi yang terbuang pada kondensor adalah heat recovery unit. Refrigeran yang digunakan pada sistem refrigerasinya beragam sehingga panas yang bisa dimanfaatkan juga bervariasi. Di samping itu, juga untuk mengetahui efek yang ditimbulkan akibat pemasangan HRU terhadap performance sistem. Kegiatan penelitian mencangkup perancangan, pembuatan peralatan heat recovery, pengujian dan analisis. Adapun refrigeran yang digunakan adalah R-134a, R404a. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kaidah-kaidah termodinamika untuk mendapatkan besaran-besaran yang diinginkan seperti efek refrigerasi, heat recovery dan COP. Dari hasil pengujian didapatkan besarnya heat recover pada masing-masing refrigeran berkisar 14ΒΈ20% dari total panas yang dilepas kondensor. Dengan heat recovery dapat meningkatkan COP sistem refrigerasi berkisar 10%.
EVALUASI DATABASE SUMBER DAYA AIR MENGGUNAKAN METODE KAGAN PADA SUNGAI-SUNGAI BESAR KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Erwanto, Zulis; Ulfiyati, Yuni; Dwi P, Dadang; Hadiyati, Siti
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.339 KB)

Abstract

Persebaran stasiun hujan di Kabupaten Banyuwangi tidak merata dan terlalu berhimpit sehingga perlu adanya rasionalisasi untuk merencanakan pola penyebaran dan kerapatan stasiun hujan pada beberapa DAS di Banyuwangi yang paling berpengaruh dalam perkembangan potensi di Kabupaten Banyuwangi. DAS yang di studi antara lain DAS Bomo, Kalibaru, Kalisetail, dan Tambong. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persebaran stasiun hujan melalui rasionalisasi metode Kagan pada daerah aliran sungai-sungai besar Kabupaten Banyuwangi. Evaluasi rasionalisasi metode Kagan dengan data koordinat stasiun hujan dan data curah hujan harian dari beberapa tahun dengan bantuan program ArcView GIS, dan AutoCAD. Selain itu dalam menginput ke dalam sistem informasi geografis diperlukan analisis debit andalan untuk keperluan irigasi dan kebutuhan air bersih pada masing-masing DAS besar di Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan analisis rasionalisasi stasiun hujan dengan Metode Kagan pada masing-masing DAS diambil derajat kepercayaan di bawah 5% sehingga pada DAS Bomo tingkat kesalahan perataan (Z1) = 0,70%, kesalahan interpolasi (Z2) = 0,97% dengan jumlah penakar hujan 8 buah dengan jarak L = 4,46 Km, dengan pergeseran 4 stasiun hujan dan  4 penambahan stasiun hujan baru, serta kesalahan  relatif kala ulang 10 tahun diperoleh 23,152%. DAS Kalibaru Z1 = 0,54%, Z2 = 2,32% dengan jumlah penakar hujan 14 buah dengan L = 7,07 Km, dengan pergeseran 10 stasiun hujan dan 4 penambahan stasiun hujan baru serta kesalahan relatif 0,236%. DAS Kalisetail Z1 = 0.30%, Z2 = 1,99% dengan jumlah penakar hujan 23 buah dengan L = 3,95 Km, dengan pergeseran 8 stasiun hujan dan 15 penambahan stasiun hujan baru serta kesalahan relatif 5,707%. Kemudian DAS Tambong Z1 = 1,28%, Z2 = 4,90% dengan jumlah penakar hujan 10 buah dengan L = 4,60 Km, dengan pergeseran 6 stasiun hujan dan 4 penambahan stasiun hujan baru serta kesalahan relatif 7,446%. Hasil neraca supply dan demand pada masing-masing DAS besar di Kabupaten Banyuwangi terjadi defisit air saat musin kemarau pada masing-masing sungai besar di Kabupaten Banyuwangi. Pada DAS Bomo terjadi defisit air sebesar 2,37 m3/dt, DAS Tambong defisit air sebesar 3,9 m3/dt, DAS Kalibaru defisit air sebesar 1,18 m3/dt, dan DAS Kalisetail defisit air sebesar 22,06 m3/dt. Direkomendasikan perlu adanya penambahan ataupun pergeseran letak stasiun hujan sesuai dengan koordinat simpul pada pola jaring-jaring Kagan dan adanya suatu pengelolaan sumber daya air berupa perencanaan embung atau waduk di masing-masing DAS besar Kabupaten Banyuwangi untuk menanggulangi kekurangan air bersih di Kabupaten Banyuwangi.
SIMULASI PERBAIKAN KINERJA DAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV MELALUI OPTIMASI PADA GARDU HUBUNG Arka, I Gusti Putu
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.344 KB)

Abstract

Simulasi ini dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan keandalan system distribusi dalam hal ini pada suatu penyulang gardu hubung dengan cara optimasi dengan memanfaatkan aplikasi ETAP (Electrical Transient Analisys Program). Daya listrik merupakan kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan. Di Indonesia listrik sebagian dilayani oleh Perusahaan Milik Negara (PLN). Dengan semakin banyaknya kebutuhan listrik tersebut mengakibatkan pentingnya pengembangan kapasitas pembangkit dan saluran transmisi/distribusi. Jarak  antara  pembangkit  dengan  konsumen  sangat  jauh  maka  penyaluran  daya  listrik dilakukan melalui suatu saluran transmisi yang panjang umumnya berupa saluran udara terbuka. Gangguan-gangguan sering terjadi jika dibiarkan akan menyebabkan terjadinya arus gangguan yang cukup besar dan bisa mengganggu pendistribusian daya listrik ke konsumen. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini untuk memperbaiki kinerja dan keandalan sistem distribusi dengan melakukan optimasi penentuan pemasangan optimum kapasitor PT. PLN  (Persero) Gardu Hubung diperoleh sebesar  3 x 600 kVAr menggunakan program ETAP sehingga diperoleh tegangan terima dapat diperbaiki sebesar 17,6 kV dan penghematan rugi-rugi daya sebesar 553 kW dan 817 kVAr. Dengan SAIDI dan SAIFI diperoleh tingkat keandalan sebesar 0,7638 (nilai indeks 76%).
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING BEBAN LEBIH SECARA OTOMATIS DENGAN SMS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 328P Darminta, I Ketut; Mastawan Eka Putra, I Gusti Putu; Herdiana Yusa, I Nyoman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.425 KB)

Abstract

Pembuatan alat berbasis mikrokontroler ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pencurian listrik. Alat ini dapat memberikan peringatan apabila terjadinya arus lebih yang terindikasi terjadi pencurian listrik. Alat ini terdiri atas beberapa bagian yaitu rangkaian power supply yang menghasilkan tegangan 5 volt, sensor arus sct013, dan sistem minimum ATMega 328P. Fungsi dari rangkaian sistem minimum ini untuk memproses masukan dari sensor arus sct013, apabila terjadi arus lebih maka akan menghidupkan buzzer. Fitur yang lain dari alat ini, jika sistem mendeteksi terjadinya arus lebih, akan dapat mengirim informasi terjadinya arus lebih berupa SMS. Pengukuran sensor arus sct013 jika dibandingkan dengan alat ukur tang ampere sudah cukup baik. Proses pengiriman inforamasi pada operator axis memelurkan waktu 9 detik, tetapi pada pengujian pertama untuk melakukan pengiriman informasi berupa SMS memerlukan waktu 8 detik. Hasil dari pembuatan alat ini mampu bekerja dengan baik dan dapat diterapkan pada kehidupan nyata.
ANALISIS PERFORMANSI INTEGRASI HEAT RECOVERY PADA SISTEM PENGKONDISIAN DENGAN PENGATURAN DEBIT AIR MASUK Ike Midiani, Luh Putu
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.339 KB)

Abstract

Telah banyak riset yang dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan panas buang dari sistem pengkondisian udara (AC) untuk pemanasan air. Pemanfaatan panas buang sistem AC dilakukan tanpa mengganggu fungsi dari sistem AC tersebut. Sistem AC dijaga agar tetap dapat  bekerja secara simultan sehingga performansi sistem dapat meningkat. Dalam penelitian ini sebuah unit heat recovery diintegrasikan  untuk memanfaatkan uap superheat dari kerja kompresi pada sistem AC. Unit heat recovery diuji performansi energi berdasarkan pengaturan debit air masuk heat recovery. Debit air masuk ke heat recovery akan mempengaruhi laju aliran massa dan laju aliran massa akan mempengaruhi jumlah panas yang dapat direcovery. Pengaturan debit air masuk heat recovery diperlukan untuk menjaga agar panas yang ditransfer ke air dan panas yang akan digunakan untuk kerja kondensor tetap seimbang, sehingga performansi dari sistem AC tetap dapat terjaga. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengaturan debit air masuk ke heat recovery akan mempengaruhi jumlah panas yang direcovery. Panas yang dapat direcovery meningkat sebanding dengan meningkatnya debit air masuk heat recovery. Peningkatan ini dapat berbanding lurus disebabkan hanya laju alir massa yang berpengaruh terhadap panas yang dapat direcovery, sedangkan cp dan ?THE adalah  tetap.Selanjutnya pengaturan debit air masuk heat recovery melalui perhitungan ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan jumlah panas yang akan direcovery sehingga didapatkan COP yang terbaik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12