cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2017): July" : 8 Documents clear
REKOMENDASI INTERVENSI ERGONOMI PADA UKM UNGGULAN PROVINSI SUMSEL Setiawan, Heri
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.063 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.541

Abstract

UKM unggulan di Provinsi Sumsel, yaitu; UKM Pempek dan UKM Kerupuk & Kemplang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Sumsel, menopang perekonomian Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Sistem kerja di setiap UKM banyak ditemukan ketidakergonomisan berdampak belum optimalnya produktivitas dan melebihi nilai ambang batas aspek kesehatan manusia.  Kajian intervensi ergonomi dalam konteks ide yang cocok adalah melakukan analisis ergonomi dan Teknologi Tepat Guna/TTG. Hasil penelitian berupafenomena ketidakergonomisan UKM dan kajian intervensi ergonomi, meliputi: sikap kerja dan rancangan alat lama yang tidak memenuhi kaidah ergonomi, bekerja tidak fisiologis, klasifikasi subjektivitas tingkat sistem muskuloskeletal risiko tinggi sebesar 42-62, klasifikasi tingkat kelelahan subjektif sebesar 45-67 (kategori tinggi), beban kerja fisik pada tingkat dan kategori beban kerja berat (125-150 dpm), dan kategori % CVLsebesar 60-80% (agak berat). Hasil kajian intervensi ergonomi ini, menjadi titik awal untuk menunjang riset Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi UKM Unggulan di Provinsi Sumsel dalam Pembangunan berkelanjutan.
KUALITAS AIR SUNGAI BADUNG DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PARIWISATA AIR DITINJAU DARI SIFAT FISIK PERAIRAN Irianto, I Ketut
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.86 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.559

Abstract

Penelitian ini dilakukan disepanjang sungai Badung Propinsi Bali, dimana sungai ini akan dikembangkan menjadi bagian program pariwisata perkotaan (city tour) dengan memanfaatkan perairan sebagai tempat rekreasi memancing dan rafting Permenkes RI No. 616/MENKES/PER/IX/1990 . Hasil uji laboratorium kualitas air ditinjau dari sifat fisik perairan menunjukkan kualitas air sungai Badung termasuk golongan D untuk perikanan.  Data yang di analisis dilaboratorium adalah parameter Suhu , warna , bau, kecerahan,kekeruhan dan padatan tersuspensi. Metode analisis yang digunakan untuk parameter suhu, kecerahan, kekeruhan dan muatan padatan tersuspensi menggunakan metode meteran,piring secchi,Potensiometrik, spektofotometrik, Sedangkan warna ,bau,suhu menggunakan metode Merckoquant,manual, thermometer Hg. Tingkat pencemaran masih ambang batas baku mutu untuk bisa dimanfaatkan untuk wisata air, Akan tetapi bau warna pendangkalan  masih ditemukan pada lokasi B ( 0,7 m) merupakan lokasi paling dangkal.yang diakibatkan oleh endapan sampah organik yang berasal dari pemukiman penduduk dan endapan dari limbah industri. Untuk itu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pemrakarsa. Tingginya nilai kekeruhan antara 4,67-10,36 NTU dengan rataan 7,89 NTU. pada lokasi C di akibatkan oleh menumpuknya bahan organik yang berasal dari aktivitas perumahan dan industri disekitar pinggir sungai. Kecerahan cendrung semakin hilir sungai semakin meningkat, diduga disebabkan berhubungan dengan nilai kekeruhan dan padatan tersuspensi dibarengi dengan bau yang sangat menyengat akibat dari adanya penguraian bahan organik oleh mikroorganisme yang berasal dari limbah domestic dan limbah industri pangan. Tingginya bahan organik menunjukkan adanya jenis mikroorganisme sehingga proses biologi bisa berangsung. Berlangsungnya proses biologi menunjukkan keseimbangan ekosistem masih terjadi.
PERBANDINGAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN PADA PERAMALAN CURAH HUJAN Sutawinaya, I Putu; Astawa, I Nyoman Gede Arya; Hariyanti, Ni Kadek Dessy
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.547 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.542

Abstract

Intensitas curah hujan dikatakan besar apabila  hujan lebat dan kondisi ini sangat berbahaya karena  dapat menimbulkan banjir dan longsor, untuk itu perlu dilakukan peramalan untuk memperkirakan seberapa besar curah hujan yang akan datang. Metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) adalah paradigma pengolahan informasi yang terinspirasi oleh sistem saraf secara biologis, seperti proses informasi pada otak manusia. Metode JST yang digunakan dalam meramal curah hujan pada penelitian ini adalah metode Backpropagation dan Adaline. Hasil peramalan dengan tingkat kesalahan yang lebih kecil dari kedua metode JST tersebut akan menunjukkan bahwa metode tersebut baik digunakan untuk peramalan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada iterasi 1000 dihasilkan Root Mean Square Error (RMSE) dengan metode Backpropagation  sebesar 0.0435, sedangkan Adaline sebesar 0.0674. Berdasarkan perbandingan nilai RMSE metode Backpropagation lebih baik  dibandingkan dengan metode Adaline
PENGEMBANGAN BLUEPRINT ARSITEKTUR JARINGAN POLITEKNIK NEGERI BALI DENGAN MEDIUM ENTERPRISE STANDART Suja, I Ketut; Mataram, I Gst Agung Bagus; Sentana, I Wayan Budi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.965 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.560

Abstract

Arsitektur jaringan komputer adalah wahana bagi semua sistem yang ada di suatu organisasi, karena menjadi tulang punggung atas semua sistem informasi dan berbagai macam pertukaran data yang terjadi. Hal inilah yang membuat jaringan infrastruktur komputer sebagai salah satu komponen investasi yang sangat penting bagi semua organisasi, sehingga harus ada rencana dalam proses pengembangannya. Model pengembangan infrastruktur jaringan komputer di Politeknik Negeri Bali menggunakan pendekatan trial dan error. Tidak ada model atau Blue Print yang bisa dijadikan acuan dalam mengembangkan infrastruktur jaringannya. Tentu saja hal ini akan mengandung resiko biaya tinggi, menginat investasi infrastruktur bukanlah peralatan dengan harga yang murah. Selain dari sisi biaya, secara teknis, proses untuk melakukan maintenance dan penambahan peralatan yang terhubung ke jaringan komputer akan memiliki banyak kendala. Proses monitoring dan tracking kesalahan juga akan memerlukan waktu yang banyak. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan dilakukan pengembangan Blue Print arsitektur jaringan komputer di Politeknik Negeri Bali. Standart yang dipergunakan adalah model arsitektur jaringan komputer untuk Medium Enterprise. Hal ini mengingat jumlah pengguna dan peralatan yang terhubung ke jaringan komputer, memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam kelompok medium enterprise  standart seperti halnya yang ditetapkan oleh Juniper maupun Cisco. Adapun hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah cetak biru yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan infrastruktur jaringan komputer di Politeknik Negeri Bali
ANALISIS PERUBAHAN KEKUATAN TARIK BAJA (St. 42) DENGAN PERLAKUAN PANAS 800â—¦C Rimpung, I Ketut; Pujihadi, I Gede Oka
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.128 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.543

Abstract

Tegangan tarik baja terjadi karena adanya beban tarik pada luas permukaannya dan kekuatan baja ditentukan oleh tegangan tarik maksimal yang dapat diterimanya. Baja (St.42) adalah baja yang mempunyai kekuatan atau tegangan tarik maksimum lebih kurang 42 N/mm2.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perubahan kekuatan baja (St.42) yang dipanaskan sampai temperatur 8000C dengan pedinginan cepat menggunakan air tawar dan dengan metode pendinginan lambat, dibandingkan dengan baja (St.42) standar.Hasil penelitian menunjukan: kekuatan baja St.42Standar = 41,41 N/mm2, kekuatan St.42 Hardening = 21,86  N/mm2,  dan kekuatan St.42 Anaeling =16,89 N/mm2. Baja yang dikeraskan melalui pemanasan 800?C dan didinginkan cepat menggunakan air tawar, ternyata menjadi lebih lunak dibandingkan dengan baja (St.42standar). Jadi, ada ketidak sesuaian antara teori dibandingkan fakta hasil pengujian kekuatan baja dengan pendinginan cepat, yaitu terjadi penurunan kekuatan baja sebesar 47,21%. Sedangkan, kekuatan baja yang dilunakkan terjadi penurunan kekuatan sebesar 59,213% ini sesuai dengan teori.
STUDI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJA RADIATOR SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS PADA RANCANG BANGUN SIMULASI ALAT PENGERING Wiryanta, I Kadek Ervan Hadi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.749 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja temperatur dari radiator bekas type tube and fins. Penelitian dilakukan secara eksperimental pada sebuah rancangan simulasi alat pengering. Skema ini terdiri dari sebuah tangki reservoir penampung air, heater sebagai pemanas air, pompa untuk mensirkulasikan air panas menuju radiator dan sebuah kipas pendingin untuk membuang panas. Laju alir massa air panas adalah 0,486 kg/s, dan kecepatan udara pendingin dari kipas sebesar 1 m/s. Unjuk kerja yang diamati adalah potensi panas buang yang dihasilkan oleh radiator dan efektivitas dari radiator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar panas buang yang dihasilkan oleh radiator cenderung meningkat terhadap waktu dengan besar laju perpindahan panas rata-rata 3974.3 Watt, dan besar laju perpindahan panas maksimum 4680 Watt pada waktu 6 menit. Efektivitas radiator (?)  terhadap waktu cenderung meningkat dengan rata-rata ? = 0.3 dan nilai efektivitas maksimum diperoleh pada waktu 12 menit yaitu sebesar 0.35     
OPTIMALISASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI SENGEMPEL, KABUPATEN BADUNG Triadi, I Nyoman Sedana; Winaya, I Nyoman Anom P; Sudiasa, I Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.932 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.570

Abstract

Bendung Sengempel terletak di desa Bongkasa, kecamatan Abiansemal, kabupaten Badung.  Bendung Sengempel memanfaatkan aliran Tukad Ayung memiliki panjang sungai utama 42,64 km dan luas DAS 225,30 km2.  Daerah Irigasi sengempel  memiliki luas persawahan 75 ha dengan  sistem irigasi yang memanfaatkan Bendung sengempel, selama ini terus mengalami kekurangan pasokan air sehingga pola tanam yang dilaksanakan belum optimal. Perlu adanya penelitian tetang analisis pola tata tanam di daerah Irigasi Sengempel, terkait dengan optimalisasi kebutuhan air irigasi di wilayah ini. Kebutuhan air irigasi di sawah ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: penyiapan lahan; penggunaan konsumtif; perkolasi dan rembesan; penggantian lapisan air;curah hujan efektif dan pola tanam. Optimalisasi pola tanam di suatu daerah  irigasi terkait dengan kebutuhan air irigasi yang paling efisien.Pola tanam yang paling optimal dan efisien dari 4 (empat) alternatif yang diusulkan di Daerah Irigasi Sengempel adalah alternatif pertama dengan mulai tanam padi pertama pada tanggal 1 Oktober, padi kedua pada tanggal 1 Februari dan mulai tanam palawija tanggal 1 Mei, dan total kebutuhan air irigasi untuk luas persawahan 952,925 lt/dt atau 0.952 m3/dt.
APLIKASI RANDOMIZE PARITY BIT CODING STEGANOGRAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN PENYEMBUNYIAN PESAN RAHASIA PADA FILE DIGITAL Winetra, I Wayan Candra; Wisswani, Ni Wayan; Suja, I Ketut
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.649 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.545

Abstract

Steganografi adalah seni penyembunyian pesan rahasia ke dalam sebuah media cover yang telah dimulai sejak jaman Yunani kuno dan masih digunakan dalam perang dunia kedua dimana pesan rahasia ditulis dengan tinta tak terlihat. Di era digital, steganografi berevolusi dimana pesan rahasia disembunyikan di media digital, dengan hampir semua bentuk file digital bisa dijadikan media cover selama bisa dimanipulasi. Berbagai metode telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan steganografi seperti LSB atau parity bit coding. Penelitian ini akan menggunakan metode parity bit yang dilakukan secara acak pada byte data yang dikelompokkan dengan MSB. Penyisipan secara acak akan meningkatkan kerahasiaan pesan tersembunyi karena tidak akan terpola, sedangkan pengelompokkan dengan metode MSB akan memberikan keuntungan dimana modifikasi tidak mengubah file cover secara signifikan, sehingga akan sulit dibedakan dari file aslinya..

Page 1 of 1 | Total Record : 8