cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 1 (2015)" : 9 Documents clear
APLIKASI SIG UNTUK PEMETAAN DAN PENYUSUNAN BASISDATA RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PERKOTAAN (STUDI KASUS: KOTA BANDA ACEH) Jayanti, Dewi Sri; Mechram, Siti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.27-23.2015

Abstract

Kota Banda Aceh memiliki jumlah penduduk besar dan pertambahan penduduk yang tinggi dan terus meningkat akan memberikan implikasi pada tingginya tekanan terhadap pemanfaatan ruang kota. Beberapa tahun terakhir, kualitas ruang terbuka hijau (RTH) Kota Banda Aceh mengalami penurunan akibat menurunnya kualitas lingkungan perkotaan seperti terjadi banjir, tingginya polusi udara, menurunnya keserasian lingkungan perkotaan serta terbatasnya ruang yang tersedia untuk interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan RTH Kota Banda Aceh; membuat aplikasi program basisdata RTH serta menyediakan informasi persebaran RTH Kota Banda Aceh. Proporsi Kota Banda Aceh yang harus dijadikan kawasan RTH minimal seluas 1.799,37 ha. Total RTH Kota Banda Aceh eksisting yang tersedia 2.136,79 ha (35,63%) dari luas kota. RTH publik eksisting yang tersedia 651,53 ha dari luas wilayah sehingga mengalami kekurangan 548,05 ha. RTH privat yang tersedia 1.485,26 ha sehingga kondisi RTH privat memenuhi standar kecukupan yang ditetapkan. Aplikasi program berjalan dan terkoneksi dengan baik sehingga dapat memberikan informasi Ruang Terbuka Hijau di Kota Banda Aceh kepada pengguna informasi.Kata kunci: Basisdata, Kota Banda Aceh, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Sistem Informasi Geografis, Visual Basic.Net 2008
ANALISA SOSIOEKONOMI PENERAPAN PENGUMPANAN TEBU DALAM PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA MERAH TEBU DI LAWANG Melly, Sandra; Nofialdi, Nofialdi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.59-64.2015

Abstract

Pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah usahatani terus digalakkan. Sejalan dengan itu, peran inovasi teknologi makin strategis dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem produksi. Pengembangan agroindustri tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi mekanisasi, baik di dalam maupun luar usahatani. Begitu juga halnya dengan agroindustri gula merah tebu (GMT) yang merupakan agroindustri skala kecil yang menghadapi berbagai kendala dalam pengembangannya. Salah satunya adalah rendemen dan produkstivitas agroindustri GMT yang rendah di Lawang yang disebabkan diantaranya kurang optimalnya proses penggilingan. Berbagai alternatif teknologi dapat diterapkan untuk mengatasinya, salah satunya melalui cara pengumpanan tebu. Namun perlu dilakukan pemilihan teknologi yang tepat baik secara teknis, ekonomi dan sosial. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah  menentukan dan menganalisis kelayakan sosioekonomi cara pengumpanan tebu yang diterapkan dalam pengembangan agroindustri gula merah tebu. Metode MPE digunakan untuk memilih pengumpanan tebu yang akan diterapkan, sedangkan analisa sosioekonomi dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif. Dari penelitian ini diketahui bahwa (1) Perbaikan cara pengumpanan tebu dengan melakukan pengumpanan tebu 4 batang sekaligus dipilih sebagai alternatif dalam pengembangan agroindustri GMT di Lawang (berdasarkan metode penilaian MPE) dengan nilai 749, dengan mengacu pada kriteria laju pengumpanan, ketersediaan tenaga kerja ,ketersediaan bahan baku, kemampuan operator dan kemampuan modal, (2) Cara pengumpanan tebu 4 batang sekaligus ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial layak untuk diterapkan dalam pengembangan agroindustri GMT di Lawang.Kata Kunci: Gula merah tebu, pengembangan agroindustri, pengumpanan tebu
KAJIAN SIFAT-SIFAT FISIK BUAH DAN BIJI KAKAO ( Theobroma cocoa L.) Andasuryani, Andasuryani; Putra, Nurluthfi; Sutan, Sandra Malin
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.1-9.2015

Abstract

Sifat-sifat fisik dari buah dan biji-bijian sangat diperlukan untuk desain peralatan penanganan, transportasi, proses dan penyimpanan.  Rata-rata dimensi mayor, intermediat dan minor dari biji kakao dari 100 biji kakao adalah 22,38 mm, 13,18 mm dan 7,14 mm. Diameter ekivalen dan sphericity dari biji kakao dengan menggunakan diameter aritmetika, geometri, dan kuadrat berturut-turut adalah 13,50 ± 0,93 dan 0,57 ± 0,04.  Volume, luas permukaan, bulk density, true density, porosistas, angle of friction dan angle of repose dari biji kakao berturut-turut 168,63 mm3, 63,48 mm2, 0,42 g/cm3, 1,0014 g/cm3, 350, dan 56,26,%.  Variasi kadar air bahan berpengaruh terhadap dimensi aksial, luas permukaan dan volume biji kakao.  Diameter ekivalen, sphericity, volume dan luas permukaan buah kakao berturut-turut 10,63 cm, 0,64, 394,43 cm3 dan 285,34 cm2.  Nilai sphericity yang kecil dari 1 menunjukkan bahwa buah kakao berbentuk oblong dengan ukuran dimensi minor 49,75 % dari dimensi mayor.
APLIKASI DAN UJI KINERJA DISKSAW CHOPPER UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Hasman, Elvin; Jamaluddin, Jamaluddin; Herdian, Fithra; Laksmana, Indra; Mulyadi, Rodesri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.34-38.2015

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan mesin disksaw chopper (pencacah pisau piringan) untuk mencacah sampah organik. Mesin ini menghasilkan bahan cacahan yang akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Keberadaan mesin ini dapat memanfaatkan limbah sampah organik yang menumpuk di sekitar areal pertanian  menjadi pupuk organik  agar  masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani dapat teratasi. Pembuatan pupuk organik merupakan pekerjaan yang berat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproduksinya  sampai pupuk siap untuk digunakan jika dikerjakan secara manual. Untuk itu diupayakan membuat   mesin pencacah bahan baku  pupuk organik dengan pisau tipe piringan. Diharapkan mesin ini  berkapasitas tinggi, efisien dan  sesuai kebutuhan. Kegiatan  ini menggunakan pendekatan fungsional dan struktural untuk menentukan penggunaan komponen mesin yang tepat. Hasil evaluasi kinerja mesin didapat bahwa kapasitas mesin  sebesar 626,4 kg/jam pada Rpm mesin 198,2. Hasil analisa ekonomis didapat biaya pokok (BP)  Rp. 35,34/kg, BEP  4013,067 kg dan  BC ratio 1,414 dan  NPV 28.474.600. Untuk bahan dekomposer digunakan mikro organisme lokal produk dari kelompok tani  yang menjadi mitra kegiatan  ini. Keberhasilan kegiatan  ini juga akan memacu perkembangan industri pupuk organik dan industri alsitan di Sumbar serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat seperti tumbuhnya bengkel alsitan baru dan  jadi pengusaha pupuk organik.Kata Kunci : Pencacah, pisau piringan, pupuk, sampah organik.
ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI DENGAN APLIKASI SWAT Irsyad, Fadli; Ekaputra, Eri Gas
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.39-45.2015

Abstract

Degradasi lahan merupakan penyebab utama tingginya runoff dibandingkan dengan faktor lainnya. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada suatu kawasan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi catchment area dan dapat menyebabkan perubahan aliran permukaan (runoff).  Jika limpasan yang terjadi saat hujan kecil dan infiltrasi air ke dalam tanah besar, maka air terlebih dahulu disimpan di dalam tanah sehingga akan meningkatkan ketersediaan air tanah. DAS Kuanji merupakan salah satu DAS di Kota Padang yang memiliki luas 202,7 km2 dan terdiri dari 5 sub-DAS. Penelitian ini dilakukan pada kawasan DAS Kuranji yang secara geografis terletak pada 100o20’31,20” – 100o33’50.40” BT dan 00o55’59.88” - 00o47’24” LS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2013. Penelitian ini menggunakan aplikasi open sources software MapWindows GIS 4.8 RC1 (4.8.1) dari www.mapwindow.org.  Tahapan awal dalam penelitian ini yakni pengumpuan data, analisis SWAT di DAS Kuranji, dan penentuan wilayah konservasi DAS Kuranji. Hasil peneltian yang menggunakan MWSWAT untuk DAS Kuranji didapatkan HRU DAS sebanyak 2.034 HRU. Limpasan terbesar yang terjadi yakni 84 mm dengan luasan 75,195 ha, dan tersebar di empat kecamatan (Pauh, Padang Utara, Nanggalo, dan Kototengah). Wilayah konservasi yang direkomendasikan yakni  Limau Manih (81,56 ha), Lambung Bukit (42,27 ha), Gunung Sarik (86,32 ha), Kuranji (60,20 ha), dan Lubuk Minturun (64,45 ha).Kata kunci: Alih Fungsi Lahan,  DAS Kuranji, Konservasi, Limpasan, MWSWAT. 
KANDUNGAN ZAT GIZI DAN BAKTERI PROTEOLITIK PADA PRODUK OLAHAN IKAN BILIH Permata, Deivy Andhika; Murtius, Wenny Surya
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.10-14.2015

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi dan bakteri proteolitik pada olahan ikan bilih (asap dan goreng) serta dibandingkan dengan ikan bilih segar. Ikan bilih segar dan olahanya di peroleh dari daerah Danau Singkarak. Pengamatan yang dilakukan meliputi analisis kandungan kimia yang terdiri dari analisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat serta uji aktivitas bakteri proteolitik. Data dianalisis secara statistik dengan uji t berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein ikan bilih segar berbeda nyata dengan ikan bilih goreng dan ikan bilih asap, sedangkan kadar karbohidrat ikan bilih segar tidak berbeda nyata dengan ikan bilih goreng dan ikan bilih asap, Pada ikan bilih segar, ikan bilih goreng dan ikan bilih asap menunjukan adanya aktivitas bakteri proteolitik.Kata kunci: Ikan bilih, nilai gizi, pengolahan, proteolitik
PEMBUATAN DAN UJI KINERJA MESIN PENGADUK ADONAN GELAMAI UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI GELAMAI A, Irwan; Syafri, Edi; Evawati, Evawati; Putera, Perdana
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.46-50.2015

Abstract

Gelamai, a traditional well-known food in Indonesia, was produced through hands of high-skill workers. Since its production needs about 5 to 6 hours it is need a reliable machine to assist the mixing process, to reduce the dependence on labor and also to maintain the homogeneity of production. This research was conducted to implement gelamai kneading machine since the lack appropriate technologies in this industry to overcome this problem is by applying the gelamai mixing machine. The performance test has been done at “NITA” as industrial partner. Specification of the machine is 120x20x130 cm in dimensions. Gelamai kneading machine gelamai uses one HP electric motor power source. Capacity of the machine is 7.26 Kg per hour. With the interest rate of 18% per year it is found that the basic cost is Rp. 2,001 per kilogram.. The success of this research also spur the development of small industries especially Gelamai industry in Payakumbuh that can create new jobs for the community such as the growth of new machine and equipment workshop and Gelamai home industry.Keywords: mixing machine, gelamai, and traditional food industry.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN DI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Yanti, Delvi; Arlius, Feri; Nurmansyah, Waldi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.15-26.2015

Abstract

Pemanfaatan lahan tertinggal merupakan salah satu upaya untuk mengatasi penurunan produktifitas lahan. Lahan tertinggal memiliki peluang yang besar untuk dapat dimanfaatkan, terutama dalam kegiatan perkebunan.  Salah satu daerah di Kota Padang yang sudah banyak mengalami perubahan lahan dan berpotensi menjadi lahan tertinggal adalah di Kecamatan Bungus Teluk Tabung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk dikembangkan menjadi lahan perkebunan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh lahan yang tersedia di Kecamatan Bungus Teluk Kabung memiliki luas 3.004,81 ha atau 31,35% dari total luas Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Lahan tersedia ini merupakan lahan yang berpotensi untuk ditanami durian, kakao, dan karet, yaitu perkebunan campuran, lahan terbuka, dan semak/belukar. Setelah dilakukan analisis kesesuaian lahan, Kelurahan Bungus Barat, Bungus Timur, Bungus Selatan, dan Teluk Kabung Utara sangat sesuai (S1) ditanami durian, kakao, dan karet, karena keempat daerah ini rata–rata memiliki kategori sangat sesuai pada lahan yang tersedia lebih dari 56%. Sementara itu, di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Teluk Kabung Selatan, tanaman kakao tidak direkomendasikan karena curah hujan yang tinggi dan kurang sesuai di daerah ini. Tanaman yang direkomendasikan di daerah ini adalah durian dan karet karena lebih dari 77% dari luas lahan yang tersedia di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Teluk Kabung Selatan sesuai (S2) untuk tanaman durian dan karet.Kata kunci: Bungus Teluk Kabung, Kesesuaian Lahan, Tanaman Perkebunan
PENGARUH JENIS GULA YANG BERBEDA TERHADAP MUTU PERMEN JELLY RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) Putri, R. Marwita Sari Putri Sari; Ninsix, Retty; Sari, Aulia Gustina
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.51-58.2015

Abstract

Bahan pemanis yang sering digunakan dalam pembuatan permen jelly adalah jenis gula sukrosa. Sukrosa sebagai bahan pemanis memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi yaitu sebesar 400 kalori dalam 100 gram bahan. Jenis bahan pemanis alami yang dapat menimbulkan efek kesehatan sangat dibutuhkan dalam industri pengolahan. Adapun jenis pemanis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sukrosa, gula merah, gula jagung dan gula aren. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gula yang terbaik terhadap mutu permen jelly rumput laut (Eucheuma cittonii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yakni mengadakan  pengamatan   langsung terhadap objek penelitian. Rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan (sukrosa, gula aren, gula merah dan gula jagung). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis gula yang terbaik dalam pembuatan permen jelly rumput laut (Eucheuma cottonii) jenis gula sukrosa (J0) dengan rasa manis dan sedikit keasaman, serta warna merah muda bening dan tekstur yang kenyal dan elastis dengan kadar air dan kadar gula reduksi yang tinggi serta jumlah mikroba selama penyimpanan suhu kamar tidak melebihi yang ditetapkan SNI (2008) maksimum 5×104sel / gram.Kata kunci: Eucheuma cottonii, gula aren, gula jagung, gula merah, permen jelly 

Page 1 of 1 | Total Record : 9