cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 21, No 1 (2017)" : 12 Documents clear
ANALISIS KUALITAS SALA TERI Holinesti, Rahmi; Faridah, Anni; Syarif, Wirnelis; Fridayati, Lucy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.33-39.2017

Abstract

Peningkatan kualitas dari sala lauak yang bisa dilakukan adalah dengan cara memvariasikan rasa, salah satunya menggunakan teri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teri sebanyak 0gr, 20gr, 40gr, 60gr dan80gr terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa pada salateri yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis eksperimen murni (trueeksperimen) dengan metode Rancangan Acak Lengkap.Penelitian ini dilakukan di workshop Tata Boga, Jurusan IKK, FPP, UNP. Variabel dalam penelitian terbagi dua yaitu, variabel X (penggunaan teri) dan variabel Y (kualitas sala teri). Data yang digunakan adalah data primer yang didapat langsung dari 30 orang panelis dengan cara mengisi angket. Data yang sudah diperoleh kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dilakukan AnalisaVarian (ANAVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap penggunaan teri dengan kualitas warna kulit, warna isi, aroma teri, dan rasa gurih. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam, aroma harum,tekstur kulit dan tekstur isi tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan karena Fh<Ft. Hasil analisis data diperoleh skor pencapain tertinggi secara keseluruhan yaitu kualitas bentuk (bulat) 3,19 (X3),  kualitas bentuk (seragam) 2,98 (X3), kualitas warna kulit (kuning keemasan) 3,08 (X1), kualitas warna isi (kuning) 3,17 (X1), kualitas aroma (teri) 3,44 (X4), kualitas aroma (harum) 3,07 (X4), kualitas rasa (gurih) 3,22 (X4) kualitas tekstur  kulit (renyah) 2,98 (X3) dan kualitas tekstur isi (berongga) 2,78 (X3). Sala teri memiliki kadar karbohidrat 36,37%; kadar protein 3,11%; kadar lemak 14,05%; kadar air 45,19%; dan kadar abu 1,70%. 
PENGARUH PROSES PENUAAN ARTIFISIAL PADA BERAS TERHADAP SIFAT SIFAT FISIKA-KIMIA Hasan, Ashadi; Rattan Sharma, Sajeev; Chand Mittal, Tarsem
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.63-69.2017

Abstract

Penuaan beras secara alami telah banyak dilakukan orang dengan cara menyimpan beras di tempat penyimpanan beberapa bulan. Untuk mendapatkan nasi dengan citarasa yang baik. Penuaan artifisial dapat meningkatkan mutu dari beras tanak. Penuaan alami akan mengkonsumsi waktu yang lama. Sedangkan penuaan artifisial atau penuaan buatan hanya membutuhkan beberapa menit saja, untuk mendapatkan mutu tanak yang sama dengan penuaan alami. Perubahan sifaf sifat fisika-kimia terjadi selama perlakuan diberikan pada beras. Penelitian ini dilakukan di Punjab Agricultural University dengan menggunakan varietas PR-116 pada bulan Januari sampai Februari 2011. Pada beras dilakukan perlakuan panas dengan menggunakan oven dan dipanaskan dalam waktu tertentu. Perubahan untuk warna beras (L-Value) yang paling rendah adalah 9,92%, Penyerapan air pada saat penanakan meningkat secara signifikan jika diberikan perlakuan panas pada beras. Padatan yang terlarut dalam air tanak menurun seiring dengan meningkatnya temperatur perlakuan. Rasio perpanjangan beras setelah ditanak meningkat setelah diberikan perlakuan panas
ANALISA KUALITAS SALA KEJU Faridah, Anni; Holinesti, Rahmi; Syarif, Wirnelis; Fridayati, Lucy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.8-15.2017

Abstract

Peningkatan jumlah wisatawan dapat dilakukan dengan peningkatan variasi olahan kuliner daerah wisata tersebut, seperti sala lauak di Pariaman Sumatera Barat. Variasi sala lauak dapat dilakukan dengan cara memvariasikan bahan sumber protein, salah satunya adalah keju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan keju sebanyak 0, 40, 55, 70, dan 85 gram, terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, rasa, dan tekstur sala lauak yang dihasilkan, serta kandungan gizinya. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, melibatkan 30 orang panelis. Teknik analisa data yaitu menggunakan ANAVA dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan, hasil sala terbaik dilakukan analisa progsimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh penggunaan keju terhadap kualitas warna bagian luar, aroma keju, tekstur bagian luar, rasa gurih dan rasa keju terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam, warna bagian dalam, aroma harum, dan tekstur bagian dalam tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan. Kualitas sala keju yang terbaik adalah penggunaan keju sebanyak 40 g (X1). Sedangkan analisis terhadap kandungan gizi, penggunaan keju 40 g pada sala menunjukkan bahwa : sala keju memiliki kadar karbohidrat 41,17%; kadar protein 2,20%; kadar lemak 11,31%; kadar air 43,75%; dan kadar abu 1,56%.
KOMPOSISI GIZI DAN PATI TEPUNG BERAS RENDANG DARI BEBERAPA SENTRA PRODUKSI DI KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT Welya Refdi, Cesar; Yaumil Fajri, Prima
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.40-44.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi zat gizi dan pati Tepung Beras Rendang yang berasal dari beberapa sentra produksi di Kota Payakumbuh Sumatera Barat dan dibandingkan dengan Tepung Beras Ketan Putih (TBKP) sebagai bahan baku. Hal yang ingin diteliti adalah pengaruh perendangan tepung beras ketan terhadap komposisi gizi dan pati bahan. Komposisi gizi yang diamati adalah kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, dan kadar karbohidrat, sedangkan komposisi pati yang diamati adalah kadar amilosa dan amilopektin bahan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan Paired T-test (Uji T-berpasangan) menggunakan program SPSS 17. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa proses perendangan TBKP memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) untuk menurunkan kadar air, kadar protein, kadar lemak dan secara nyata (P<0,05) meningkatkan kadar karbohidrat, kadar abu dan kadar amilosa
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITAS KOPI ARABIKA DI KABUPATEN SOLOK Arlius, Feri; Tjandra, Moh. Agita; Yanti, Delvi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.70-78.2017

Abstract

Kopi arabika merupakan jenis kopi dengan cita rasa terbaik dan komoditi unggulan yang memiliki nilai ekonomi relatif tinggi di pasar dunia. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi arabika terbaik dunia, tetapi Indonesia bukanlah negara penghasil terbesar di dunia. Kabupaten Solok memiliki ketinggian tempat atau elevasi antara 329 – 1.458 mdpl yang mana pada ketinggian tersebut tanaman kopi arabika dapat tumbuh dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi lahan untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Solok. Dalam mengidentifikasi lahan untuk kopi arabika dilakukan analisis ketersediaan lahan dan kesesuaian lahan menurut struktur FAO (1976) yang mana hanya lahan kelas S1 (sangat sesuai) dan S2 (cukup sesuai) saja yang direkomendasikan. Luas lahan tersedia yang diperoleh cukup luas yaitu 101.059,79 ha (30,55 %) dari luas Kabupaten Solok. Luas kesesuaian lahan untuk pengembangan kopi arabika berdasarkan lahan tersedia yaitu seluas 84.943,22 ha (84,05 %), dengan asumsi produktifitas kopi arabika 1 ton/ha/tahun Kabupaten Solok bisa menghasilkan kopi arabika sekitar 84.943,22 ton/tahun. Luas kesesuaian lahan akan bertambah 3.447,94 ha (3,41 %) jika diberikan konservasi terasering pada kelerengan, sehingga luas kesesuaian lahan untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Solok menjadi 88.391,16 ha (87,46 %) dari lahan tersedia.
IDENTIFIKASI GEJALA CHILLING INJURY BERDASARKAN PERUBAHAN pH DAN ION LEAKAGE PADA BUAH MANGGA GEDONG GINCU Wulandari Zainal, Putri; Y Purwanto, Aris; Ahmad, Usman
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.16-21.2017

Abstract

Mangga Gedong Gincu merupakan buah tropika yang disukai oleh masyarakat.Buah tropika dan sub-tropika sensitif dengan paparan suhu rendah. Paparan suhu rendah tersebut dapat mengakibatkan terjadinya chilling injury (CI). Adapun gejala CI  adalah adanya lekukan, bercak coklat pada permukaan, gagal matang, ion leakage. Tujuan penelitian adalah untuk dapat mengidentifikasi gejala CI yang terjadi selama penyimpanan buah mangga gedong gincu berdasarkan perubahan pH dan ion leakage. Berdasarkan hasil penelitian buah mangga yang disimpan pada suhu 8oC, mengalami perubahan pH yang tidak mencapai 4.5 yaitu dari awal penyimpanan 3.02 menjadi 3.37 pada akhir penyimpanan. Sedangkan untuk penyimpanan suhu 13 °C mengalami perubahan pH yang mencapai 4.5 yaitu 3.05 menjadi 4.69, secara normal perubahan pH buah mangga pada tingkat matang yaitu 2.0 ke 5.5 Hal ini terlihat bahwa buah mangga yang disimpan pada suhu 8oC telah mengalami gejala CI yaitu gagal matang. Perubahan ion leakage yang terbesar untuk penyimpanan 8 oC terjadi pada hari penyimpanan ke-4 dan hari ke-6 untuk penyimpanan 13oC. Untuk buah mangga yang disimpan pada suhu 8 oC, ion leakage disebabkan oleh adanya stress suhu dingin sehingga membran sel rusak dan menyebabkan kebocoran ion.
ANALISIS KUALITAS SALA UDANG REBON Syarif, Wirnelis; Holinesti, Rahmi; Faridah, Anni; Fridayati, Lucy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.45-51.2017

Abstract

Peningkatan kualitas dari sala lauak yang bisa dilakukan adalah dengan cara memvariasikan rasa, salah satunya menggunakan udang rebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan udang rebon sebanyak 0 gr, 40 gr, 60 gr, 80 gr dan 100 gr terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa pada sala udang rebon yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis eksperimen murni (true eksperimen) dengan metode Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini dilakukan di workshop Tata Boga Jurusan IKK FPP UNP. Variabel dalam penelitian terbagi dua yaitu, variabel X (penggunaan udang rebon) dan variabel Y (kualitas sala udang rebon). Data yang digunakan adalah data primer yang di dapat langsung dari 30 orang panelis dengan cara mengisi angket. Data yang sudah diperoleh kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dilakukan Analisa Varian (ANAVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap penggunaan udang rebon dengan kualitas warna, aroma, rasa gurih dan rasa udang rebon. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam dan tekstur tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan karena Fh < Ft. Hasil analisis data diperoleh skor pencapain tertinggi secara keseluruhan yaitu kualitas  bentuk (bulat) 4,29 (X0), kualitas bentuk (seragam) 4,08 (X1), kualitas warna (kuning kecoklatan) 4,00 (X4), kualitas aroma (udang rebon) 4,20 (X4), kualitas tekstur (berongga) 4,11 (X0),  kualitas rasa (gurih) 4,20 (X4) dan kualitas rasa (udang rebon) 4,67  (X4). Sala udang rebon memiliki kadar karbohidrat 37,25%, kadar protein 3,42%; kadar lemak  12,74%; kadar air 43,66%; dan kadar abu 2,92%.
ANALISIS KUALITAS SALA TERASI Fridayati, Lucy; Holinesti, Rahmi; Faridah, Anni; Syarif, Wirnelis
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.22-27.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan terasi terhadap kualitas sala lauak yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil uji organoleptik pada kualitas sala terasi bentuk (bulat) bentuk (bulat) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 40gr (X2) dengan kategori berbentuk bulat, kualitas bentuk (seragam) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 0gr (X0) dengan kategori seragam, kualitas warna kulit  (kuning kecoklatan) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori kuning kecoklatan, kualitas warna isi (kuning kecoklatan) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati kuning kecoklatan,  kualitas aroma (terasi) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati sangat beraroma terasi, kualitas tekstur kulit (renyah) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati renyah, kualitas tekstur isi (berongga) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 0gr (X0) dan 40 gr (X2) dengan kategori mendekati berongga, kualitas tekstur rasa (gurih) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 50gr (X3)dengan kategorigurih, kualitas tekstur rasa (terasi) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati sangat beraroma terasi.Sala terasi memiliki kadar karbohidrat 32,16%; kadar protein 2,50%; kadar lemak 16,26%; kadar air 45,94%; dan kadar abu 2,54%.
KAJIAN ADOPSI TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI PANGAN SKALA KECIL DI SUMATERA BARAT Taib, Gunarif; Asmawi, Asmawi; Elian, Novi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.52-57.2017

Abstract

Industri pangan skala kecil sangat berperan dalam peningkatan ekonomi kerakyatan. Karena itu pengembangannya harus diupayakan semaksimal mungkin. Salah satu upaya yang harus dilaksanakan adalah meningkatkan teknologinya. Upaya ini dilakukan dengan melakukan pelatihan, akan tetapi hasilnya belum optimal. Hal ini disebabkan karena adopsi teknologi hasil pelatihan tidak terlaksana dengan baik. Untuk itu perlu dikaji sampai seberapa jauh pemilik industri pangan skala kecil mampu melakukan adopsi teknologi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan adopsi teknologi tersebut. Data primer diperoleh melalui wawancara secara mendalam dengan pemilik industri pangan skala kecil di beberapa sentra industri pangan skala kecil di Sumatera Barat. Dari penelitian ini diketahui bahwa adopsi teknologi membutuhkan pendampingan usaha pasca pelatihan dan materi pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan industri pangan lokal. Pemilik industri membutuhkan materi pelatihan yang mampu meningkatkan mutu produk sehingga bisa meningkatkan penjualan. Dampak teknologi ditentukan oleh mutu produk yang dihasilkan, jumlah produksi, peningkatan keuntungan dan peningkatan pemasaran.
OPTIMASI PRODUKSI MALTODEKSTRIN BERBASIS PATI SAGU MENGGUNAKAN α-AMILASE DAN METODE SPRAY DRYING Derosya, Vioni; Kasim, Anwar
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.28-32.2017

Abstract

Sagu (Metroxylon sagu Rottb) merupakan sumber pati melimpah di Indonesia namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di satu sisi, Indonesia masih mengimpor pati termodifikasi termasuk maltodekstrin yang berbahan dasar pati untuk memenuhi kebutuhan industri terutama obat-obatan dan pangan. Produksi maltodekstrin dari pati sagu diharapkan dapat mendukung pengembangan produk turunan pati berbasis tanaman lokal. Pada penelitian ini, maltodekstrin berbasis pati sagu diproduksi menggunakan spray dryer dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% sedangkan enzim alfa amilase yang digunakan adalah 0,05 ml dan 0,1 ml.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi konsentrasi substrat pati sagu dan konsentrasi enzim yang menghasilkan maltodekstrin dengan kadar air, rendemen, viskositas, dan gula reduksi terbaik. Kadar air dari maltodekstrin berbasis pati sagu berkisar dari 3,46-5,68% dengan rendemen berkisar 17,84 - 41,36 %, viskositas 0-32 BU, dan gula pereduksi berkisar antara 0,73-1,47 %.

Page 1 of 2 | Total Record : 12