cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24778370     EISSN : 24775916     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia is an-Opened Access journal and published twice a year every Maret and August. It publishes the research (no longer than 5 years after the draft proposed) in term of school counselling, career counselling, higher educational counselling. all finding in the scientific paper can be published in this journal.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI SISWA: SEBUAH STUDI PUSTAKA Hermawan, Heru; Komalasari, Gantina; Hanim, Wirda
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Hasil penelitian ini adalah terelaborasinya landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri secara utuh meliputi: 1) pengertian harga diri, 2) komponen layanan bimbingan dan konseling, 3) faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri rendah, 4) upaya meningkatkan harga diri, 5) strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMKN 5 SINGKAWANG Sentana, Bayu; Fitriyadi, Slamat; Mayasari, Dian
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v0i0.582

Abstract

Perilaku agresif merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang dimaksudkan untuk menyakiti, melukai, dan merugikan orang lain baik individu maupun kelompok dengan niat atau kesengajaan baik secara verbal maupun nonverbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan faktor penyebab siswa berperilaku agresif di SMKN 5 Singkawang, (2) mendeskripsikan peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMKN 5 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini mengenai peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMK N 5 Singkawang dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor penyebab siswa berperilaku agresif verbal adalah karena konflik antar siswa, konflik antar kelas, perbedaan pendapat, dan bosan di kelas, serta cara mengajar guru yang unik dan faktor penyebab siswa berperilaku agresif nonverbal adalah karena Frustasi, masalah dalam keluarga, nilai yang tidak tuntas, stres karena beban pelajaran dan peringkat yang turun. (2) Peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif verbal adalah dengan menyelidiki permasalahan siswa tersebut, melakukan pemanggilan, menjadi mediator antar siswa dan memberikan pengarahan tentang dampak negatif dan kerugian akibat perilaku agresifnya tersebut dan peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif nonverbal adalah dengan melakukan pemanggilan terhadap siswa, mencari tau permasalahannya, bekerja sama dengan Wali Kelas, melakukan pemanggilan terhadap orang tua atau wali, dan melakukan kunjungan ke rumah siswa (home visit) untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.
MODEL EMPATHY TRAINING BERBANTUAN TEKNIK BIBLIOTERAPI UNTUK CALON KONSELOR Rahayu, Dwi Sri; Susilaningsih, Chaterina Yeni
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.1218

Abstract

Pentingnya empati untuk konselor tidak diragukan lagi. Sehingga calon konselor perlu dibekali keterampilan empati. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana profil empati calon konselor?, (2) bagaimana pelaksanaan empathy training untuk calon konselor?, (3) bagaimana keefektifan model empathy training berbantuan teknik bibliotherapy untuk calon konselor?. Tujuan dilaksanakannya penelitian in iadalah (1) mendeskripsikan profil calon konselor dalam aspek empati, (2) mendeskripsikan pelaksanaan empathy training yang diberikan kepada calon konselor, (3) mendeskripsikan keefetktifan model empathy training berbantuan teknik bibliotherapy untuk calon konselor. Metode  dalam penelitian ini adalah R&D yang dimodifikasi hanya sampai 6 langkah. Sampel terdiri dari 27 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) profil empati calon konselor sebelum diberi treatment adalah 5 mahasiswa berada pada kategori sedang, 19 mahasiswa dengan kategori rendah, dan 3 mahasiswa lainnya berada pada kategori sangat rendah, (2) pelaksanaan empathy training berbantuan teknik biblioterapi dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu identifikasi, pemilihan referensi, presentasi dan tindak lanjut, (3) model empathy training berbantuan teknik biblioterapi efektif untuk meningkatkan empati calon konselor. Hal ini diketahui dari hasil uji statistik paired sample t test yang memperoleh hasil taraf siginifikansi = 0 <  maka H0 ditolak. Jadi rata-rata nilai posttest lebih baik dari pada pretest. Data pre  tes menunjukan 19% mahasiswa dengan kategori sedang, 70% dengan kategori rendah, dan 11% nya menempati kategori sangat rendah. Sementara data hasil posttest menunjukan bahwa terdapat 98% mahasiswa berada pada kategori tinggi dan 2% berada pada kategori sedang.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Patriana, Patriana
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah, memperoleh gambaran kondisi kepercayaan diri siswa, menghasilkan model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dan mengetahui efektifitas pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan subjek penelitian berjumlah 8 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah masih belum optimal karena masih belum menggunakan pendekatan atau teknik-teknik yang khusus membahas peningkatan kepercayaan diri. Gambaran kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang, oleh sebab itu perlu ditingkatkan. Dalam penelitian ini juga menghasilkan sebuah model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, yang terdiri dari 6 komponen, yakni rasional, visi dan misi, konsep kunci, isi model, kualifikasi konselor dan tahapan bimbingan kelompok. Selain itu, hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa terbukti efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini ditunjukkan denganhasil uji wilcoxon dari perhitungan skala kepercayaan diri pada skor total siswa sebelum diberi perlakuan (pre test) dan setelah diberi perlakuan (post test) diperoleh nilai probabilitas dibawah 0,05 (0,006<0,05). Disarankan kepada guru bimbingan dan konseling untuk selalu meningkatkan kompetensi sebagai praktisi BK, dan model bimbingan kelompok dengan teknik modeling dapat dijadikan salah satu model layanan dalam membantu siswa meningkatkan kepercayaan dirinya.
EFEKTIVITAS TEKNIK SOSIODRAMA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA Ulfa, Maria; Husniah, Wa Ode
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.1155

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasarwajo. Pendekatan penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif pre-experimental dengan one group pretest posttest design. Penentuan sampel melalui teknik sampling purpossive dengan jumlah sampel 8 siswa. Berdasarkan hasil uji penelitian, tingkat penyesuaian sosial siswa setelah diberikan teknik sosiodrama melalui layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat pada perubahan peningkatan skor penyesuaian sosial siswa sebelum diberikan treatment/perlakuan pretest dan posttest sebesar 237 atau 11.8%. Diperkuat dengan hasil analisis uji test statistik uji wilcoxon dengan masing-masing pretest posttest yang menunjukkan nilai hitung sebesar 0.012, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan penyesuaian sosial pada siswa.
PENGEMBANGAN APLIKASI EVALUASI PROSES LAYANAN DASAR (APPRODA) BERBASIS WEBSITE Firmansyah, Firmansyah; Kusuma, RA Murti; Badrudjaman, Aip
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.892

Abstract

Upaya meningkatkan profesialisme guru, konselor perlu melaksanakan evaluasi untuk memperoleh penyelenggaraan layanan dasar sesuai dengan harapan siswa serta berkualitas. Pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling melalui kegiatan layanan dasar dijadikan konselor sebagai pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Namun dalam upaya tersebut, pelaksanaan evaluasi belum dilaksanakan dengan baik dengan angka kesuksesannya sebesar 18,75% dan hanya 49,62% yang melaksanakan evaluasi proses. Melihat dari kecilnya angka kesuksesan dan pelaksanaan evaluasi proses, maka perlu diketahui masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar. Berdasarkan observasi dan studi kebutuhan yang melibatkan guru BK SMA Negeri 43 Jakarta sebanyak 14 guru diketahui bahwa guru BK belum sepenuhnya melakukan karena keterbatasan waktu, rasio guru BK dengan siswa yang tidak ideal serta kekurang pahaman dalam mengevaluasi proses layanan dasar bimbingan dan konseling. Dengan ditemukannya permasalahan tersebut, perancangan sebuah alat bantu dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh guru BK. Perancangan alat bantu dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar menggunakan aplikasi berbasis website dengan jaringan aktif (online) bernama Aplikasi Evaluasi Proses Layanan Dasar (APPRODA). Berdasarkan hasil validasi ahli media dan materi, APPRODA masuk dalam kategori sangat layak dan layak dengan didapat nilai presentase sebesar 92,94%  dan 71,42% sehingga APPRODA telah memiliki kesesuaian dengan materi dan media yang baik dan dapat diuji coba pada pengguna. Dalam uji coba, APPRODA melibatkan tenaga pendidik (guru BK) dengan hasil presentase sebesar 97,25% sehingga APPRODA dikategorikan sangat membantu dalam evaluasi proses layanan dasar.
PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID PENGENALAN RAGAM PROFESI BERDASARKAN RUMPUN ILMU TERAPAN Noor, Khilda Wulidatin; Hidayat, Dede Rahmat; Hanim, Wirda
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v5i1.925

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan aplikasi android pengenalan ragam profesi yang dapat dikenalkan dengan mengelompokkan profesi berdasarkan rumpun ilmu terapan yang ada di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Pasal 10 ayat (2) yang berbunyi: ?....(a) rumpun ilmu agama; (b) rumpun ilmu humaniora; (c) rumpun ilmu sosial; (d) rumpun ilmu alam; (e) rumpun ilmu formal; dan (f) rumpun ilmu terapan, dengan aplikasi android. Ragam profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluargannya dimana profesi tersebut diatur oleh etika profesi dimana etika profesi tersebut hanya berlaku sesama profesi tersebut. Selain itu pengenalan ragam profesi sejak usia Sekolah Dasar merupakan pilihan strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan, ragam profesi sangat dibutuhkan oleh siswa sejak usia Sekolah Dasar, sebagai referensi cita-cita. Mengikuti perkembangan zaman, pengenalan ragam profesi dapat diterapkan dalam teknologi. Metode yang digunakan adalah Research and Development, yang mengembangkan aplikasi android berdasarkan rumpun ilmu terapan.  Hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini berupa produk-produk yaitu berupa permainan si-onet ragam profesi, dalam bidang karir. Jenis permainan arcade puzzle berbentuk 3 dimensi yang mempunyai konsep sederhana namun tetap menarik untuk dimainkan. Diharapkan agar siswa dapat mengenal dan memilih gambaran terkait kehidupan yang akan datang.
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BRAINSTORMING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERILAKU ASERTIF SISWA Lianasari, Dewi; Japar, Muhammad; Purwati, Purwati
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Number 1 March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.375 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v3i1.509

Abstract

Kemampuan berperilaku asertif sangat penting bagi kelangsungan hidup individu di lingkungan sosial. Kemampuan siswa berperilaku asertif baik di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial menjadi sebuah proses pendewasaan diri dalam menghadapi tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, sehingga melalui cara berperilaku asertif akan menjadi karakter positif dalam menyampaikan keinginan demi memenuhi kebutuhan hidup sepanjang masa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dan mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik brainstorming untuk meningkatkan perilaku asertif.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen, dengan rancangan pretest-posttest. Para siswa diukur kemampuan perilaku asertif dengan menggunakan skala perilaku asertif. Seluruh subjek penelitian dimasukkan ke dalam satu kelompok yaitu kelompok eksperimen (One Group Pretest-Posttest Design). Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di SMP Muhammadiyah Alternatif Kota Magelang sudah sesuai dengan tahapan dalam pelaksanaan namun watu pelaksanaan bimbingan kelompok bersifat insidental, hasil uji statistik dengan perhitungan Paired Samples test menunjukkan t-hitung = - 4.640 ≤ t-tabel= - 2.262, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik brainstorming terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan perilaku asertif siswa.
PELAKSANAAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 7 SINGKAWANG Marice, Marice; Istirahayu, Iip; Fitriyadi, Slamat
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.722 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v2i1.249

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 7 Singkawang menunjukkan masih rendahnya empati siswa. Melalui bimbingan kelompok diharapkan empati siswa dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan kelompok untuk meningkatkan empati siswa kelas VII C di SMP Negeri 7 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Singkawang. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 8 siswa di kelas VII C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok pada pertemuan pertama siswa kebanyakkan tidak menanggapi teman yang sedang menyampaikan pendapat. Hanya ada satu siswa yang mampu menunjukkan empatinya seperti menghargai teman yang sedang berbicara dengan cara merespon dan memberi tanggapan, siswa ini digolongkan dengan indikator empati. Pertemuan kedua ada enam siswa sudah mencakup indikator empati memikirkan, memahami, merasakan dan mengkomunikasikan seperti siswa aktif bertanya, berani mengemukakan pendapatnya dan mampu merespon tanggapan temannya. Pertemuan ketiga kali ini semua siswa sudah aktif berargumen dan bertanya tanpa ditunjuk oleh pemimpin kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa indikator empati telah diwujudkan oleh setiap siswa. 
COGNITIVE-BEHAVIORAL THERAPY UNTUK MENANGANI KEMARAHAN PELAKU BULLYING DI SEKOLAH Ahmad, Erna Hervina
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1, March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.664 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v4i1.860

Abstract

Maraknya tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan. Salah satu dampak yang ditimbulkan menyasar pada pelaku, yaitu adanya indikasi yang menggambarkan perilaku agresif yang lebih besar/meningkat dikemudian hari yang dilakukan oleh pelaku. Pemberian intervensi yang efektif bagi pelaku bullying harus didasarkan pada bagaimana kondisi emosinya. Emosi yang melatarbelakangi remaja melakukan tindakan bullying adalah emosi marah. Sedangkan rasa marah yang dimiliki remaja pelaku bullying ialah karena adanya distorsi pada cara berpikirnya. Pelaku bullying akan beranggapan negatif pada setiap situasi yang dirasa mengancam dirinya kemudian jalan keluar yang dapat ia lakukan dalam mengatasi ancaman itu ialah dengan melakukan tindak kekerasan. Dengan adanya distorsi kognitif pada diri pelaku bullying maka pendekatan yang dianggap sesuai adalah cognitive-behavioral therapy (CBT). Asumsi dasar pendekatan CBT adalah bahwa tingkah laku yang ditampilkan dipengaruhi oleh proses kognitif. Jadi dengan CBT, intervensi tidak hanya berfokus pada perubahan tingkah laku (tindakan bullying) akan tetapi mengintervensi pula proses kognitif yang mempengaruhi emosi dan tingkah laku.