cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia
ISSN : 22525378     EISSN : 25978772     DOI : -
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) is the journal for teachers, researchers and other practitioners at all levels of chemistry education. It is published electronically two times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
ANALISIS KETERAMPILAN METAKOGNITIF MAHASISWA DALAM MENGKAJI IMPLEMENTASI KURIKULUM KIMIA DI SMA MELALUI PROJECT BASED LEARNING Harta, Johnsen
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.06

Abstract

Eksistensi kurikulum bukan hanya sekadar menegaskan pentingnya perhatian terhadap pendidikan, namun juga terkait usaha kita untuk menyelami dan memaknai peran vital kurikulum yang akan membawa pendidikan Indonesia dapat bersaing hingga level internasional. Khususnya dalam pembelajaran kimia, mengedepankan struktur dan implementasi kurikulum yang tepat menjadi bagian esensial untuk memperkenalkan dan menghidupkan peran kebermaknaan pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metakognitif mahasiswa dalam mengkaji implementasi kurikulum SMA di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif dalam project based learning. Penelitian dilaksanakan selama bulan Agustus hingga Desember 2018. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar wawancara, soal tes sesuai indikator level metakognitif, kuesioner berupa Metacognitive Awareness Inventory (MAI), lembar penilaian presentasi-diskusi, dan lembar refleksi.  Teknik pengumpulan data meliputi analisis deskriptif hasil tes level metakognitif, analisis kuesioner MAI menggunakan Rasch Model, analisis lembar wawancara, observasi, dan refleksi secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sudah baik dalam hal menganalisis struktur kurikulum dan mengkaji implementasi kurikulum kimia SMA di Yogyakarta dengan perolehan rata-rata nilai 82,65 untuk pemahaman kurikulum dan  bedah komponen dan konten kimia SMA dalam kurikulum memiliki rata-rata nilai 89,57. Terkait nilai akhir proyek kelompok, rata-rata nilai dari aspek kemampuan dan analisis dalam wawancara guru kimia adalah 87,11; rata-rata nilai untuk desain presentasi adalah 91,51; dan rata-rata nilai keterampilan presentasi dan diskusi adalah 83,14. Dalam tes metakognitif, 87,5% dan 97,14% mahasiswa dapat tuntas dan didukung pula dengan nilai alpha Cronbach sebesar 0,94 untuk hasil analisis kuesioner MAI menggunakan Rasch Model. Kelima level metakognitif sudah tercapai dengan baik.   Kata kunci Project based Learning,  Keterampilan Metakognitif, Implementasi Kurikulum, Kimia SMA
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA PEMBUATAN MODEL MOLEKUL DARI LIMBAH ANORGANIK Apipah, Siti Nurlelah; Farida, Ida; Sari
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas mahasiswa, dan menganalisis kemampuan berpikir kreatif mahasiswa melalui lembar kerja berbasis proyek pada pembuatan model molekul dari limbah. Metode yang digunakan adalah one-shot case study dengan subyek mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang berjumlah 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan  aktivitas mahasiswa mencapai kategori sangat baik dengan persentase rata-rata 100%; tahap mengidentifikasi masalah, membuat desain, melaksanakan penelitian, dan menyusun draf/prototype mencapai kategori sangat baik dengan persentase 87%; tahap mengukur, menilai dan memperbaiki produk mencapai kategori cukup dengan persentase 83%. tahap finalisasi dan publikasi produk mencapai kategori baik dengan persentase 89%; Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan lembar kerja berbasis proyek mencapai nilai rata-rata 85 yang berada dalam level 4 termasuk kedalam kategori sangat kreatif. Kata kunci Model molekul, limbah, berpikir kreatif, lembar kerja berbasis proyek
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODULE) KIMIA BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PENGAYAAN PADA MATERI KIMIA UNSUR Salsabila, Nadia; Nurjayadi, Muktiningsih
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran untuk program pengayaan berupa modul elektronik (e-Module) kimia berbasis pendekatan kontekstual pada materi kimia unsur untuk peserta didik SMA/MA kelas XII MIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall (2003). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Modul yang dikembangkan divalidasi oleh 4 ahli materi dan bahasa serta 3 ahli media. Selanjutnya, modul diuji coba oleh 15 peserta didik kelas 12 SMA, 33 mahasiswa pendidikan kimia, dan 8 orang guru mata pelajaran kimia. Hasil penilaian terhadap modul yang diperoleh dari ahli dan pengguna (guru dan peserta didik) dapat dikategorikan baik hingga baik sekali, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan sudah memiliki kelayakan untuk digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik kelas XII MIPA SMA/MA pada materi kimia unsur. Kata kunci Modul elektronik kimia, pendekatan kontekstual, kimia unsur
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PERMASALAHAN LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING PAD MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Rahmawati, Dian; Purwanto, Agung; Rahman, Arif
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia berupa modul pembelajaran berbasis permasalahan lingkungan dengan pendekatan problem-based learning pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan yang layak guna. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Ada 4 tahapan yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu analisis pendahuluan, perencanaan dan pengembangan produk, uji validasi produk oleh ahli, serta uji coba produk pada peserta didik dan guru. Modul pembelajaran disusun dengan menerapkan pendekatan problem-based learning. Penyajian masalah dan kegiatan belajar dirancang secara sistematis dengan tampilan yang menarik untuk meningkatkan minat peserta didik dalam proses pembelajaran. Hasil validasi ahli materi, ahli bahasa dan ahli media masing-masing menunjukan hasil sangat baik dengan persentase penilaian 93,98%, 86,03% dan 88,39%. Hasil uji coba modul oleh peserta didik mendapatkan penilaian kelayakan sangat baik dengan persentasi 78,89% dan hasi uji coba guru juga mendapatkan penialaian sangat baik dengan persentase 96,83%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran kimia berbasis permasalahan lingkungan dengan pendekatan problem-based learning pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan yang dikembangkan sangat baik dan sudah layak untuk digunakan dalam poses pembelajaran kimia di sekolah. Kata kunci: Modul Pembelajaran, Pendekatan Problem Based Learning, Pembelajaran Kimia Berbasis Lingkungan, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
ANALISIS MINAT BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E MENGGUNAKAN CERITA MISTERI PADA MATERI ASAM BASA Ghufrooni, Rifqi; Darwis, Zulmanelis; Kurniadewi, Fera
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.04

Abstract

Minat siswa belajar kimia menjadi salah satu faktor memaksimalkan proses pembelajaran yang dapat ditingkatkan melalui pembelajaran Learning cycle 5e dan penggunaan topik misteri dalam pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis minat siswa belajar kimia melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E menggunakan cerita misteri pada materi asam basa.  Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 61 Jakarta pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 dengan subyek penelitian terdiri dari 32  orang siswa kelas XI MIPA 3. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, reflektif jurnal, wawancara siswa dan lembar kuesioner minat.  Pembelajaran Learning Cycle 5E terdiri dari 5 tahap yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration dan evaluation. Skenario Misteri digunakan pada tahap elaboration untuk meluaskan kepemahaman siswa dan membuat siswa tertarik dalam pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan  bahwa minat situasional, kesenangan dalam belajar dan kepercayaan diri dalam kimia terbentuk selama pembelajaran. Aspek keyakinan terhadap kimia dan konsep diri muncul sedikit pada beberapa siswa saja. Sedangkan tahap Learning Cycle 5E yang paling dominan memunculkan minat siswa adalah Elaboration. Kata kunci Minat belajar kimia,  Learning Cycle 5E,  skenario misteri,  asam basa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Darwis, Darsef; Permatasari, Nur Azmi; Nurjayadi, Muktiningsih
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pengaruh model pembelajaran guided discovery learning terhadap literasi kimia peserta didik pada materi larutan penyangga. Penelitian ini dilakukan di SMAN 53 Jakarta pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment. Sampel pada penelitian ini dipilih melalui teknik sampling purposive random sampling dan didapatkan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol dan  Kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen. Kelas kontrol mendapat pembelajaran dengan metode diskusi dan kelas eksperimen mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran guided discovery learning. Berdasarkan hasil analisis data, nilai thitung sebesar 5,568 dan nilai ttabel sebesar 2,001 dengan df= 59 dan taraf signifikansi  = 0,05. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai  thitung  lebih besar dari ttabel (5,568 > 2,001), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pada penerapan model pembelajaran guided discovery learning terhadap literasi kimia peserta didik pada materi larutan penyangga. Kata kunci Model Pembelajaran Guided Discovery Learning, Literasi Kimia, Larutan Penyangga
PENGARUH LABORATORIUM VIRTUAL DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM TERHADAP KETERAMPILAN LABORATORIUM SISWA PADA MATERI TITRASI ASAM BASA Iftitah Hauriyah; Muhab, Sukro; Hadinugrahaningsih, Tritiyatma
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif laboratorium virtual terhadap keterampilan laboratorium siswa pada materi titrasi asam basa di SMA Negeri 26 Jakarta. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPA 1 (kelas kontrol) dan XI IPA 3 (kelas eksperimen), dilaksanakan pada semester genap. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Posttest Only Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive Sampling. Penelitian ini terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 36 siswa. Kelas eksperimen menggunakan laboratorium virtual dalam kegiatan praktikum, sedangkan kelas kontrol menerapkan asistensi dalam kegiatan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 80,53 dan kelas kontrol sebesar 67,14. Hasil pengujian terhadap hipotesis diperoleh dengan nilai thitung sebesar 5,821 > ttabel sebesar 1,67 dengan nilai taraf signifikan 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif laboratorium virtual dalam kegiatan praktikum terhadap terhadap keterampilan laboratorium siswa pada materi titrasi asam basa.  Kata kunci Laboratorium virtual, Keterampilan Laboratorium, Titrasi asam basa
ANALISIS MISKONSEPSI PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA MENGGUNAKAN TWO-TIER DIAGNOSTIC TEST Gultom, Mian; Fitriyani, Dewi; Paristiowati, Maria; Moersilah; Yusmaniar; Rahmawati, Yuli
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.092.01

Abstract

This study aims to find out the misconceptions that occur in buffer solution materials using two-tier diagnostic tests instrument. The instrument was developed based on the buffer solution material competency indicators into 10 questions and was declared valid for use. The research was conducted on level I and III college students and students totaling 159. The results showed that there was a misconception on the concept of buffer solution properties of 24.6%, the concept of buffer solution composition was 24.1%, the working principle of buffer solution was 29.3 %, and the concept of pH solution is 25.4%. he cause of the misconception is because the initial concept of the respondent is weak, the teacher's explanation often simplifies the concept, the habit of the respondent to memorize, understanding the language and weak mathematical concepts, and learning models that have not provided the opportunity for respondents to understand the components and principles of working buffer solutions microscopically. Knowledge of misconceptions is needed as an evaluation of teachers and lecturers to be more motivated to implement learning models that are able to overcome misconceptions to prevent wider misconceptions in learning chemistry that make chemistry difficult.  Keywords Misconception, Two-Tier Diagnostic Test, Buffer Solution
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SMA IPA KELAS XI Stephanie, Mian Maria; Slamet, Riskiono; Purwanto, Agung
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 1 No 1 (2011): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 1 Nomor 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.011.01

Abstract

Mian Maria Stephanie, Riskiono Slamet, Agung Purwanto.Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual pada Materi Larutan Penyangga sebagai Media Pembelajaran SMA IPA Kelas XI. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Desember 2010. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku kontekstual untuk SMA IPA Kelas XI. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Maret 2010 sampai dengan Januari 2011 di Universitas Negeri Jakarta dan SMA Negeri 99 Jakarta. Subjek penelitian ini adalah tim ahli materi, tim ahli media, guru dan siswa kelas XII IPA. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap analisis kebutuhan, tahap pengembangan buku kontekstual dan tahap uji coba buku kontekstual. Materi yang menjadi fokus penelitian ini adalah materi larutan penyangga kelas XI. Adapun indikator yang diukur pada penelitian ini adalah kesesuaian dengan kurikulum, isi buku sebagai pendukung pembelajaran, penyajian pembelajaran, aspek bahasa, kelengkapan penyajian, kualitas instruksional dan kualitas teknis. Analisis validasi buku kontekstual oleh tim ahli materi memperoleh presentasi rata-rata 82,26%, tim ahli media sebanyak 84,22% serta uji coba buku konteksual kepada guru dan siswa baik kelompok kecil maupun kelompok besar masing-masing sebesar 78,67%, 77,71% dan 77,72%, 74,5%. Dari keseluruhan hasil uji coba diperoleh nilai presentasi lebih dari 70% dengan interpretasi yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual pada materi larutan penyangga sebagai media pembelajaran mendapat penilaian yang baik dan dapat digunakan sebagai bahan ajar SMA IPA Kelas XI.
PENDEKATAN GREEN CHEMISTRY SUATU INOVASI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA BERWAWASAN LINGKUNGAN Nurbaity, Nurbaity
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 1 No 1 (2011): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 1 Nomor 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.011.02

Abstract

Green chemistry merupakan kajian di bidang kimia yang relatif baru yang memfokuskan kajiannya pada penerapan sejumlah prinsip kimia dalam merancang menggunakan atau memproduksi bahan kimia untuk mengurangi pemakaian atau produksi bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan mahluk hidup dan pelestarian lingkungan. Kajian green chemistry ini mencakup konsep dan pendekatan yang efektif untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk bahan kimia beracun dan berbahaya, karena penerapan metode pemacahan masalah secara inovatif terhadap masalah lingkungan. Mengingat pentingnya green chemistry sebagai pendekatan untuk pencegahan pencemaran akibat bahan-bahan kimia  yang dapat merusak lingkungan, maka konsep green chemistry perlu  diaplikasikan dalam pembelajaran kimia di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi,  khususnya dalam kegiatan praktikum di laboratorium. Kegiatan praktikum di laboratorium yang berorientasi pada prinsip green chemistry dilakukan dalam bentuk aktifitas dalam upaya untuk mengurangi, menghilangkan  dan mengganti penggunaan bahan-bahan  kimia  beracun dan berbahaya  yang digunakan dalam percobaan untuk mengurangi kadar pencemar dan volume limbah. Guru atau dosen kimia sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran kimia berwawasan lingkungan, perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam  mengaplikasikan prinsip-prinsip  green chemistry . Kata kunci : Green chemistry, pembelajaran kimia berwawasan lingkungan