cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jamu Indonesia
ISSN : 24077178     EISSN : 24077763     DOI : -
Jurnal Jamu Indonesia (JJI) didedikasikan untuk pertukaran informasi dan pemahaman keilmuan yang meluas mengenai pengembangan dunia jamu melalui penerbitan makalah-makalah Ilmiah. Tema makalah ilmiah yang menjadi lingkup JJI meliputi tema riset jamu dari hulu kehilir yang tidak terbatas pada riset etnobotani dan pengetahuan lokal, eksplorasi, Konservasi, Domestikasi sumberdaya hayati terkait jamu, pemuliaan varietas, pengembangan Good Agricultural and Collection Practices (GACP) bahan baku jamu, pengembangan standar bahan baku dan produk jamu, pengembangan produk jamu, Identifikasi senyawa aktif serta sintesisnya, Mekanisme kerja bioaktivitas formula jamu, aspek sosial dan ekonomi terkait dengan pengembangan jamu.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia" : 6 Documents clear
Editorialboard dan Kelengkapan Jurnal Aziz, Sandra Arifin
Jurnal Jamu Indonesia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.511 KB)

Abstract

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan hidayahNya, Jurnal Jamu Indonesia Volume 3 No 2 tahun 2018 dapat diterbitkan. Redaksi mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis atas partisipasinya dalam berbagi hasil penelitiannya melalui publikasi di Jurnal Jamu Indonesia. Jurnal ini merupakan media untuk diseminasi hasil penelitian yang berkaitan dengan jamu di Indonesia.   Naskah dalam edisi ini dibahas pemanfaatan mikoriza pada tanaman pegagan, uji fisikokimia dan iritasi sabun antiseptik yang berasal dari tanaman lidah buaya, dan peningkatan produksi temulawak dengan memakai mikroorganisme lokal. Selain itu, juga disampaikan karakterisasi ekstrak etanol dari daun gaharu, dan evaluasi faktor yang mempengaruhi ekstraksi rimpang temu ireng berdasarkan aktivitas penghambatan α-glukosidase.   Kontribusi publikasi peneliti-peneliti dan pejuang Jamu Indonesia terus kami harapkan untuk dapat disampaikan di dalam Jurnal Jamu Indonesia ini. Semua hasil karya tersebut akan diarsipkan sebagai dokumentasi berharga demi terjaganya informasi yang dapat menjadi sumber pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.  Peningkatan kontribusi jumlah dan kualitas tulisan yang telah dan akan dimasukkan akan dapat membantu pengembangan jurnal ini, dan pada saatnya diharapkan juga dapat menjadikan Jurnal Jamu Indonesia menjadi referensi baik secara nasional, maupun internasional.     Agustus 2018 Sandra Aziz Dewan Redaksi
Studi Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Pemupukan Fosfor Alami Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Tanaman Pegagan (Centella asiatica L. Urban) Hartoyo, Budi Hartoyo; Ghulamahdi, Munif; Mansur, Irdika; Aziz, Sandra
Jurnal Jamu Indonesia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.52 KB)

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula (FMA) sebagai agensia hayati pada beberapa jenis tanaman saat ini mulai banyak mendapat perhatian, karena kemampuannya dalam bersimbiosis dengan berbagai jenis tanaman, dan membantu tanaman dalam meningkatkan penyerapan unsur hara, serta memperbaiki kualitas hasil. Dewasa ini, penting artinya mendapatkan bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai sumber fosfor (P) yang harganya murah, aman bagi lingkungan, dan mudah tersedia. Batuan fosfat dan tepung tulang sapi merupakan jenis bahan alami yang dapat digunakan sebagai sumber P alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan biomassa tanaman pegagan. Percobaan rumah kaca dilaksanakan dengan tujuan menguji efektivitas FMA pada jenis dan dosis pupuk P alami terhadap pertumbuhan dan biomassa tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urban). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial. Faktor pertama ialah perlakuan FMA (inokulasi FMA dan tanpa FMA). Faktor kedua ialah dosis pupuk P alami (4 taraf dosis batuan fosfat 150, 300, 450, 600 kg ha-1 dan 4 taraf dosis tepung tulang sapi 125, 250, 375, 500 kg ha-1 serta perlakuan kontrol/tanpa pemupukan), yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan inokulasi FMA nyata meningkatkan jumlah daun, jumlah stolon, luas daun, bobot segar dan bobot kering biomassa tanaman pegagan. Demikian pula Pupuk P alami nyata meningkatkan  jumlah daun, luas daun, bobot segar dan bobot kering biomassa tanaman pegagan. Perlakuan FMA dan pupuk P alami tidak saling berinteraksi terhadap peubah pertumbuhan dan biomassa tanaman pegagan.
Uji Fisikokimia dan Uji Iritasi Sabun Antiseptik Kulit Daun Aloe vera (L.) Burm. f Untari, Eka Kartika; Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Jamu Indonesia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.079 KB)

Abstract

Tanaman lidah buaya  merupakan tanaman khas Kalimantan Barat yang memiliki sifat antibakteri, sehingga pada penelitian ini menjadi bahan baku utama pada sediaan sabun cair. Pada penelitian sebelumnya sediaan sabun cair antiseptik lidah buaya ini berpotensi sebagai antiseptik pada penderita ulkus diabetik, oleh karena itu diperlukan uji iritasi sebelum diberikan kepada penderita. Tujuan penelitian adalah untuk menguji sifat fisikokimia dan menentukan ada atau tidaknya efek iritasi akibat pemberian sabun cair lidah buaya pada partisipan sehat. Desain penelitian untuk uji iritasi adalah penelitian eksperimental one group pre-test and post test design yang melibatkan 12 orang partisipan. Formulasi sabun cair terdiri dari infus kulit daun lidah buaya, minyak jarak, KOH, HPMC, asam stearat, gliserin, BHT, dan akuades. Sabun cair diujikan sifat fisikokimia sebelum dilakukan uji iritasi. Uji iritasi menggunakan metode open patch test dengan mengoleskan satu kali sehari sebanyak 2 mL sabun cair ke daerah tengkuk selama 3 hari berturut-turut. Pengamatan efek iritasi pada 30 menit, 1 hari dan 3 hari setelah pengolesan. Hasil uji iritasi yang diperoleh bahwa tidak terdapat gejala iritasi berupa rasa gatal, kemerahan, kulit bengkak, dan rasa perih pada semua partisipan. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa sabun cair lidah buaya tidak memiliki efek iritasi pada kulit partisipan sehat.
Effect of Local Microorganism Utilization to Increase Productivity of Javanese Turmeric (Curcuma xanthorriza Roxb.) Faiza, Lucky Lia; Arifin, Poppy F.; Nurcholis, Waras; Ridwan, Taufik; Darusman, Latifah K; Susilowidodo, Raphael Aswin; Wisastra, Rosalina
Jurnal Jamu Indonesia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.036 KB)

Abstract

The quality of javanese turmeric as one of the most widely use herb in Indonesian traditional medicine, is often ignored and unoptimized. Therefore, research on Javanese turmeric cultivation become critical to be performed.One of crucial aspect is sufficiency of water and nutrients to increase rhizome productivity during vegetative period. Therefore, fertilization plays an important role in increasing soil macronutrients content and ultimately enhance Javanese turmeric’s quality.The aim of this research is to determine the potential  of addition  local microorganism (LMO) solution as an  organic fertilizer on rhizome production and bioactive content of Javanese Turmeric . The research on LMO application for Javanese turmeric plantation was conducted at Soho Center of Excellence in Herbal Research (SCEHR). LMO was made by utilizing local waste of snail and fruits collected from around plantation area. Three different groups of treatment were applied, one group as a control and  two groups were treated by additional LMO along vegetative period. The measured parameters were weight of rhizome, curcuminoid and xanthorrhizol levels. The results showed that LMO addition to the regular fertilization able to increase Javanese turmeric productivity and shorten both vegetative and generative period of time while maintain its quality. It can be  concluded that LMO application is also good approach for both field, Javanese turmeric agriculture and natural medicine.
Characterization of Ethanol Extract from Agarwood (Aquilaria microcarpa Baill.) Leaf Rahmanto, Beny; Halwany, Wawan; Lestari, Fajar; Anwar, Khoerul; Triyasmono, Liling; Rizki, Muhammad Ikhwan; Turjaman, Maman
Jurnal Jamu Indonesia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.222 KB)

Abstract

The aim of this research is to determine the specific and non-specific parameter from ethanolic extract of A. microcarpa. Specific parameters such as the organoleptic properties, content of water and ethanol soluble compound, and chhromatogram profile of the extract. In contrast, the non-specific parameter includes drying losses, ash levels, microbiological contamination levels, and heavy metal contamination levels. The results showed that the organoleptic properties of ethanolic extract of A. microcarpa was thick, blackish brown color, bitter taste and have distinctive odor. The average content of water-soluble compounds of 66.93%, ethanol-soluble of 47.97%, and chromatogram profile with Rf 0.636. The non-specific parameters results were drying losses of 5.50%, total ash content of 3.73%, acid-insoluble ash of 2.13%, microbial contamination testing results of 1.2x102-5.5x103 colonies/g, and total mold/ yeast contaminants of 10-100 colonies/g. Heavy metal contamination Pb levels and Cd levels were 5.47 mg/kg and 0.19 mg/kg respectively. These studies suggested that the observed specific and non-specific parameters may be helpful for establishing pharmacopoeia standards of A. microcarpa and to ensure uniformity of extract effect.
Evaluasi Faktor Yang Mempengaruhi Ekstraksi Rimpang Temu Ireng Berdasarkan Aktivitas Penghambatan α-Glukosidase Artika, I Made; Ambarsari, Laksmi; Nurcholis, Waras
Jurnal Jamu Indonesia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.754 KB)

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang dapat digunakan dalam ekstraksi rimpang temu ireng yang memiliki aktivitas farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pH, konsentrasi etanol, suhu, waktu, dan rasio cairan-padatan dalam proses ekstraksi rimpang yang memberikan kontribusi signifikan sebagai inhibitor enzim a-glukosidase. Rancangan optimasi dilakukan dengan menggunakan faktoral fraksional 2(5-1).  Urutan hasil dari ekstrak yang paling berkontribusi sebagai inhibitor enzim a-glukosidase: konsentrasi etanol > rasio cairan terhadap padatan > suhu > waktu > pH. Diantara faktor yang dianalisis menunjukkan bahwa konsentrasi etanol dan interaksi antara pH dan konsentrasi etanol merupakan faktor yang signifikan sebagai inhibitor enzim a-glukosidase. Dengan demikian, rimpang temu ireng memiliki potensi sebagai anti-hiperglikemia alami.

Page 1 of 1 | Total Record : 6