cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Barometer
ISSN : 1979889X     EISSN : 25499041     DOI : -
Core Subject : Engineering,
BAROMETER diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang sejak 1998. Kemudian tidak ada penerbitan dan diterbitkan kembali pada Juli 2016 dengan Vol.01 No.01 . BAROMETER dicetak dalam bentuk hardcopy dengan ISSN. 1979-889X dan dalam bentuk softcopy dengan e-ISSN. 2549-9041. BAROMETER menerbitkan artikel ilmiah yang merupakan hasil-hasil penelitian, telaah ilmiah/kajian ilmiah/hasil pemikiran, dan analisis/pemecahan permasalahan di industri yang relevan dengan bidang ilmu teknik, dimana belum pernah dipublikasikan dimanapun. Artikel yang dikirimkan ke BAROMETER harus terbebas dari Plagiarism maupun Autoplagiarsm. BAROMETER bertujuan untuk mendorong penelitian dalam studi keteknikan dan artikel-artikel yang dimuat berhubungan dengan bidang teknik.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
PERANCANGAN ULANG PROSES PENGISIAN CREAM BISKUIT BERDASARKAN KONSEP BIOMEKANIKA DAN ANTROPOMETRI DI PT.CERES MEIJI INDOTAMA Sukanta, Sukanta
Barometer Vol 1, No 1 (2016): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.51 KB)

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja perlu dilakukan disebuah perusahaan karena ada aktivitas di perusahaan yang dilakukan secara manual dan bisa menimbulkan cidera pada pekerja.  Dari pengamatan awal didapatkan bahwa cara pengangkatan yang dilakukan masih belum ergonomis. Dengan menggunakan metode Recommended Weight Limit (RWL), didapatkan bahwa Lifting Index (LI) untuk metode awal >1.83. Hal ini menandakan bahwa resiko cedera yang dihadapi pekerja sangat besar. Oleh karena itu, cara pengangkatan yang dilakukan perlu diubah. Adapun cara kerja yang diusulkan adalah dengan memakai alat bantu berupa menambahkan palet yang disesuaikan ketinggiannya. Selain itu juga dengan memilih operator sesuai keterampilannya sehingga pekerjaan tersebut bisa lebih nyaman. Lifting Index untuk metode usulan adalah sebesar <0.98. Maka diharapkan akan terjadi penurunan resiko cidera yang dihadapi oleh pekerja.
PERANCANGAN ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA TOGAF ADM PADA PT TIMAH Ibrahim, Ibrahim
Barometer Vol 1, No 1 (2016): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.199 KB)

Abstract

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini menjadi sangat penting bagi suatu perusahaan dalam menjalankan bisnis dan mempercepat pencapaian tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan. Pemanfaatan TIK yang tepat merupakan syarat mutlak untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis serta memenangkan kompetisi yang sangat ketat. Disinilah peran TIK tidak hanya sekedar alat bantu (tools) tapi TIK sebagai enabler (alat pemungkin) untuk mengatasi masalah-masalah secara cepat dan mempercepat pencapaian tujuan. Namun dalam pengembangan dan implementasi TIK pada suatu perusahaan kadang manfaat yang diharapkan dengan kenyataan terdapat kesenjangan yang begitu jauh. Kegagalan TIK dalam memberikan manfaat sering terjadi. Hal ini disebabkan karena implementasi TIK yang tidak didasarkan pada perencanaan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Untuk itu diperlukan sebuah perencanaan yang menyeluruh sehingga implementasi TIK selaras dengan dengan strategi bisnis perusahaan serta terkendali. Untuk itu dilakukan sistem perencanaan dengan mengadopsi bestpracice sebagai pendekatan yang disebut enterprise architecture (EA). Beberapa metode dapat digunakan dalam perancangan EA, diantaranya adalah TOGAF-ADM, Zachman Framework, EAP dan lainnya. Pada penelitian ini yang akan digunakan adalah kerangka kerja TOGAF-ADM dalam perancangan arsitektur TIK dengan studi kasus PT Timah Tbk. Dengan penelitian ini diharapkan terbangunnya sebuah arsitektur TIK sebagai dasar atau pedoman dalam setiap implementasi TIK di PT Timah sesuai kebutuhan bisnis.
PENGARUH PEMBANGKITAN DAYA PADA TEMPERATUR PERMUKAAN BAHAN BAKAR DAN FLUIDA TERAS REAKTOR Supriyanto, Adolf Asih
Barometer Vol 2, No 1 (2017): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.581 KB)

Abstract

Dalam merancang suatu reaktor nuklir terdapat beberapa faktor yang harus diperhitungkan diantaranya sifat neutronik, mekanik, termohidrolika, manajemen bahan bakar dan sifat-sifat yang lainnya. Pada penelitian ini telah dipelajari aspek termohidrolika teras reaktor mengenai temperatur permukaan bahan bakar dan fluida. Telah dilakukan pemodelan susunan teras reaktor dan reflektor berbentuk heksagonal. Berikutnya, diasumsikan bahwa pembangkitan dayanya tetap pada 250 kwatt dan 375 kwatt untuk masing-masing bahan bakar. Data pengamatan diperoleh dari distribusi temperatur pada permukaan bahan bakar dan fluida, khususnya pada sub-buluh tengan, pinggir dan pojok. Pengerjaan model teras reaktor dilakukan dengan paket program Fluent Versi 4.25 yang ada di Laboratorium Termodinamika PAU-IR ITB. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teras reaktor yang dimodelkan memiliki temperatur bahan bakar dan fluida rendah
IDENTIFIKASI CITA RASA SAJIAN TUBRUK KOPI ROBUSTA CIBULAO PADA BERBAGAI SUHU DAN TINGKAT KEHALUSAN PENYEDUHAN Asiah, Nurul; Septiyana, Feny; Saptono, Uji; Cempaka, Laras; Sari, Dessy Agustina
Barometer Vol 2, No 2 (2017): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.084 KB)

Abstract

Kopi robusta Cibulao merupakan salah satu produk unggulan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki kekhasan dalam sajian tubruk. Dalam teknik penyeduhan, suhu dan tingkat kehalusan bubuk menjadi faktor penentu yang mempengaruhi kualitas cita rasa seduhan kopi yang dihasilkan.  Semakin tinggi suhu penyeduhan maka hal tersebut akan meningkatkan laju ekstraksi komponen komponen kimia yang larut dalam air. Kehalusan partikel kopi akan meningkatkan luas permukaan dan laju ekstraksi kopi pada saat penyeduhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi atribut cita rasa kopi pada berbagai suhu penyeduhan (85, 92, 99oC) pada berbagai tingkat kehalusan bubuk (halus, medium dan kasar). Penilaian tiap sampel dilakukan secara skoring dengan 2 (dua) kali pengulangan. Dari keseluruhan penilaian, atribut cita rasa seduhan kopi dilakukan oleh panelis terlatih. Hasil menunjukkan bahwa atribut cita rasa sajian tubruk kopi robusta Cibulao dengan penilaian tertinggi berada pada suhu penyeduhan 92oC dengan tingkat kehalusan medium. 
BAK SAMPAH OTOMATIS BERBASIS ROBOT LINE FOLLOWER SEBAGAI SARANA KEMUDAHAN DALAM MEMBUANG SAMPAH DI RUMAH SAKIT Hidayat, Rahmat
Barometer Vol 2, No 2 (2017): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.611 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (a) menghasilkan desain hardware untuk bak sampah otomatis dengan pemanfaatan Robot Line Follower, (b) menghasilkan software navigasi kontrol gerak bak sampah otomatis dengan pemanfaatan Robot Line Follower, dan (c) mengetahui unjuk kerja bak sampah otomatis dengan pemanfaatan Robot Line Follower berbasis mikrokontroler ATMega 16. Metode pelaksanaannya dibagi menjadi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software). Perancangan hardware dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem rangkaian elektronik yang tergabung dalam satu buah papan rangkaian terpadu (PCB), sehingga sistem dapat bekerja secara bersama. Software dalam alat ini dibuat menggunakan bahasa C dan dikodekan ke dalam bahasa ‘.hex’ dengan software CodeVision AVR (CVAVR). Sensor yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 sensor yang digunakan untuk mengamati dunia luar dari sistem yang dirancang adalah sensor aktif infra merah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Robot Line Follower akan melakukan pendeteksian jalur dengan karakteristik sesuai program yang telah kita isikan ke dalam mikrokontroller, yang merupakan otak dari Robot Line Follower. Karakteristik robot tersebut disesuaikan dengan desain jalur dan posisi kamar rumah sakit. Robot Line Follower ini dapat digunakan untuk mengikuti jalur hitam yang terpasang, di setiap jalur percabangan (perempatan atau pertigaan) robot akan melakukan counter aktif (perhitungan), counter tersebutlah yang akan kita pakai untuk menentukan arah gerak robot yaitu; maju, belok kiri,belok kanan, berputar 1800 atau berputar 1800 kemudian tunda sesaat.
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL MENGGUNAKAN CVL DAN NASA-TLX PADA DIVISI PRODUKSI PT X Hakiim, Azafilmi; Suhendar, Wahidin; Agustina Sari, Dessy
Barometer Vol 3, No 2 (2018): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.037 KB)

Abstract

PT X merupakan produsen spare part berbagai mesin serta peralatan produksi. Produk-produk yang dihasilkan diantaranya: machinery part, automotive part, die making, welding jig, inspection jig, dan perlengkapan lainnya. Penerapan pada perusahaan tersebut merupakan sistem produksi make to order. Sehingga pesanan model baik dari bentuk, jumlah, bahan, waktu disesuaikan berdasarkan permintaan masing-masing konsumen yang berbeda. Perbedaan pekerja pada PT X menjadi tujuan utama untuk menganalisa seberapa besar beban kerja fisik dan mental yang terdapat pada divisi yang berbeda-beda. Pengukuran CVL (Cardivascular Load) dan NASA TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) bertujuan untuk mengindentifikasi pekerja dari PT X yang memiliki beban mental tertinggi, sehingga dalam manfaatnya mampu memahami di setiap divisi pekerja pada bagian-bagian yang spesifik. Hasil pengukuran CVL didapat bahwa posisi pekerjaan untuk operator bubut manual 2 dan operator quality control menunjukkan tingkat performa yang paling tinggi (90 denyut/menit) dan performa terendah (78 denyut/menit) pada operator milling manual 2 dan operator assembling. Persentase CVL (31,72%) yang disarankan adanya perbaikan atau recovery adalah pekerja dengan posisi operator assembling. Pengukuran beban kerja mental NASA Task Load Index (TLX) diperoleh kategori beban kerja tinggi pada operator mesin milling manual 2 sebesar 75,3% . Hal ini menunjukkan faktor frustasi yang menyebabkan pekerja mengalami tekanan dan frustasi yang bisa meningkat tiap waktunya..
PERENCANAAN ALAT PENUKAR KALOR UNTUK PENGERING KAIN DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI PANAS DARI GAS BUANG MESIN DIESEL Sumarjo, Jojo
Barometer Vol 3, No 1 (2018): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.006 KB)

Abstract

Mesin diesel yang ada di di PT. XXX Industri Textil Bandung fungsi utamanya untuk memproduksi daya listrik, selama prosesnya, mesin ini mengeluarkan gas buang yang dibuang ke lingkungan pada temperatur 400oC dengan laju aliran massa sebesar 3,03 kg/s pada tekanan 2 bar, hal ini merupakan potensi energi panas yang cukup tinggi dan jika tidak dimanfaatkan maka akan terbuang sia-sia. Untuk memanfaat energi panas tersebut, telah direncanakan sebuah Heat Exchanger (HE) atau APK (Alat Penukar Kalor) untuk memproduksi uap yang akan ditransfer ke unit  pengering kain, sehingga unit pengering kain tersebut kebutuhan steamnya tidak disupply lagi dari unit boiler. HE/APK yang direncanakan tersebut adalah jenis shell and tube, dengan air pada sisi tube dan gas panas (gas buang dari mesin diesel) pada sisi shell. Pada sisi tube, laju aliran air yang masuk HE/APK adalah 0,02 kg/s pada temperature 28oC dan tekanan 1,5 MPa dengan temperatur keluar direncanakan pada 200oC. Pada sisi shell, laju aliran gas panas (gas buang dari mesin diesel) adalah sebesar 3,03 kg/s pada tekanan 2 bar. Jika HE/APK yang direncanakan ini dipasang dan dioperasikan dengan kapasitas produksi uap atau laju aliran air tersebut diatas, maka konsumsi solar untuk steam generator (boiler) hanya sebesar 1000 liter/hari. Jadi dengan adanya alat ini, kebutuhan bahan bakar solar untuk boiler diharapkan bisa dihemat sebesar 33,33 %, sehingga bisa menurunkan ongkos produksi.
ANALISIS FOULING RESISTANCE INTERCOOLER DAN KUALITAS UDARA KOMPRESOR FU SHENG SA – 4100 WII DI PT XYZ INDONESIA Setiawan, Reza; Nurjen, Tedi; Hidayat, Rahmat
Barometer Vol 3, No 2 (2018): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.977 KB)

Abstract

Fouling resistance akibat material deposit pada Intercooler sangat mempengaruhi kualitas udara hasil kompresi sebuah kompresor. Laju penambahan dari material deposit menjadi penting untuk menjaga kualitas udara hasil kompresi sebuah kompresor. Metode yang digunakan untuk mengetahui lajupenambahan material deposit dilakukan dengan cara pengamatan, pengukuran, perhitungan dan analisis secara langsung pada kompresor tipe sekrup FU SHENG SA – 4100 WII yang ada di PT XYZ Indonesia. Hasil dari perhitungan dan analisis diperoleh penambahan fouling resistance rata –rata sebesar 3 x 10-9 (m2K)/W per minggu selama pengamatan. Laju kondensasi uap air yang terjadi pada kompresor FU SHENG SA – 4100 WII di PT. XYZ Indonesia rata – rata sebesar 9,837 x 10-3 (kg air/s) per minggu. Perlu perhatian khusus dalam penggunaan fluida pada Intercooler yang terbebas dari kontaminasi kotoran dari lingkungan sekitar area kompresor untuk mengurangi laju penambahan material deposit dan adanya sistem perawatan berkala pada Intercooler tersebut. Penekanan jumlah laju pertumbuhan material deposit akan meningkatkan kualitas udara hasil kompresi.
SIMULASI PERANCANGAN COOLING BOX KAPASITAS 12 LITER MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK bekti, subekti
Barometer Vol 4, No 1 (2019): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.201 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada cooling box termoelektrik (TE). Teknologi termoelektrik cooling (TEC) dimana ketika arus listrik DC dialirkan ke elemen semikonduktor tipe P dan n dimana akan mengakibatkan salah satu elemen termoelektrik menjadi dingin dan sisi lainya menjadi panas. Proses perancangan cooling box ini menggukan satu termoelektrik dengan tipe TEC1-12706, heat sink, fan dan box minuman berkapasitas 12 liter. Penelitian bertujuan untuk merancang bangun sistem pendingin menggunakan termoelektrik yang ditempatkan pada kendaraan mobil jenis keluarga dengan temperatur pencapaian sekitar -10 sampai 6 oC. simulasi dilakukan untuk mendapatkan temperature yang konstan pada cooling box, dengan cara simulasi Coefficient Of Performance (COP) sebesar 0,120473. Dengan hasil temperatur -12 sampai 0 oC. hasil simulasi menunjukan arus listrik yang didapat sebesar 2 sampai 3 A. dimana waktu yang dibutuhkan untuk bisa mencapai -12 oC selama 38 detik.
RE-DESIGN ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP PADA PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA – MINAS PEKANBARU Sari, Dessy Agustina; Soepryanto, Aries; Burhanuddin, Sufriadi
Barometer Vol 1, No 1 (2016): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.006 KB)

Abstract

Lapangan minyak Minas menghasilkan minyak ringan (light oil) dengan 3 jenis sumur yaitu  sumur minyak, injeksi air dan sumur yang telah mati. Pengangkatan minyak dari dalam bumi ke permukaan ada yang bersifat alami dan bantuan alat (artificial lift). Seiringnya waktu, tekanan yang mendorong fluida (minyak dan air) tidak memadai, penggunaan alat (pompa) diterapkan. Fluida di setiap sumur minyak bersifat fluktuatif dan dimonitor oleh tim Well Tester. Adanya perubahan data  mengakibatkan kerugian kinerja pompa ESP (electric submersible pump, pompa yang umumnya digunakan di PT Chevron Pacific Indonesia). Hasil monitoring untuk sumur A menunjukkan adanya kenaikan fluida dari 532 menjadi 2339,41 barrel per hari. Lalu, pompa ESP yang terpasang adalah D-475N/106. Dengan merujuk hasil monitoring tersebut maka pompa tersebut harus didesain ulang (re-design). Hasil perhitungan menujukkan bahwa pompa D-475N dengan 106 stages digantikan oleh pompa DN2150 dengan 81 stages. Perbedaan pompa sebelum dan setelah didesain ulang terletak pada diameter impelernya agar pompa mampu mengangkat fluida yang 20-30 kali (gain) dari sebelumnya. Pergantian pompa terbilang ekonomis dilihat dari gain-nya karena mampu menutupi biaya pergantian pompa dan produksi sumur A memberikan keuntungan bagi perusahaan Chevron. Lalu, nilai water cut sumur A tergolong produktif karena batasan water cut suatu sumur pada perforasi tertentu di lapangan minyak Minas yaitu 97,00%