cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN PADA HULU BENDUNG DAN PENGGUNAAN KOLAM OLAK TIPE SLOTTED ROLLER BUCKET MODIFICATION TERHADAP LONCATAN AIR DAN GERUSAN SETEMPAT Setiawan, Ibnu; Suyanto, Suyanto; Solichin, Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.815 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh debit dan variasi kemiringan pada hulu bendung serta penggunaan kolam olak slotted roller bucket modification terhadap energi spesifik saat loncatan hidrolis dan terjadinya gerusan lokal dihilir bangunan. Penelitian dilakukan di laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS menggunakan open flume yang menjadi model saluran terbuka berukuran 8 x 25 x 500 cm dan variasi tipe pelimpah ogee hulu miring 3:1, 3:2, 3:3 serta kolam olak slotted roller bucket modification. Sedimen yang digunakan adalah pasir berdiameter seragam 1,18 mm atau lolos ayakan no. 16 dan untuk pemodelan bentuk gerusan lokal yang terjadi di hilir setelah kolam olak menggunakan program surfer 8.0. Penelitian ini menunjukkan empat hasil. Pertama, semakin besar kedalaman air saat loncatan hidrolis di hilir pelimpah Ogee, semakin kecil energi spesifik yang terjadi. Titik balik terjadi saat kondisi kritis. Kemudian dengan kedalaman air yang bertambah, semakin besar energi spesifiknya. Kedua, Variasi kemiringan hulu pelimpah Ogee tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bentuk gerusan yang terjadi di hilir. Ketiga, Semakin besar debit yang dialirkan pada saluran maka kedalaman maksimal gerusan lokal di hilir setelah kolam olak juga semakin dalam. Keempat, Semakin panjang gerusan yang terjadi maka kedalaman maksimal gerusan juga semakin besar.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GREEN CAMPUS Rustomo, Oscar Bintang; Handayani, Dewi; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.714 KB)

Abstract

UNS menerapkan program Green Campus dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi di lingkungan kampus. Dalam menerapkan program Green Campus ini UNS menyediakan alternatif moda antara lain berjalan kaki, sepeda dan bis kampus untuk memfasilitasi mahasiswa menuju gedung perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi prioritas mahasiswa dalam memilih moda dan potensi mahasiswa FT UNS dalam memilih moda jalan kaki, sepeda dan bis kampus menuju gedung kuliah. Potensi pemilihan moda berdasarkan empat atribut terpilih yaitu aman, nyaman, biaya dan waktu .Analisis dilakukan berdasarkan respon mahasiswa dengan metode Analytical Hierarchy Process pada Microsoft Excel. Data yang didapatkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner sebanyak 311 responden melalui wawancara secara langsung. Data sekunder diperoleh dari Kantor Pendidikan Fakultas Teknik UNS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor waktu (30,41%) menjadi faktor terpenting menurut responden dalam melakukan perjalanan menuju gedung kuliah dengan moda bis kampus (39,246%), sepeda (38,157) dan dengan berjalan kaki (22,597%).
ANALISIS TIME COST TRADE OFF DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOGOR RING ROAD SEKSI II A) Cahya Ardika, Okyta Putri; Sugiyarto, Sugiyarto; Handayani, Fajar Sri
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.501 KB)

Abstract

Permasalahan konstruksi yang paling sering terjadi adalah keterlambatan dalam pelaksanaan proyek. Keterlambatan pada proyek akan mempengaruhi biaya proyek. Sebagai objek dari penelitian ini dipilih Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi II A. Analisis konsep nilai hasil dilakukan dengan mencari nilai EAC dan EAS untuk mengetahui waktu dan biaya yang dibutuhkan pada akhir proyek. Tinjauan penelitian ini dilakukan pada minggu ke-24 dimana proyek mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dari deviasi sebesar -2,34%. Setelah itu dilakukan analisis time cost trade off dengan penambahan jam kerja selama 4 jam per hari. Dari hasil analisis pada minggu ke-24 diketahui nilai EAS 562,34 hari dari rencana 510 hari dan nilai EAC sebesar Rp 350.147.243.076,54 dari biaya rencana Rp 309.870.356.826,84. Dengan pertukaran waktu-biaya, penambahan jam lembur selama 4 jam perhari diperoleh pengurangan durasi sebesar 5 minggu dari waktu pelaksanaan 73 minggu menjadi 68 minggu atau 476 hari dengan perubahan biaya total proyek yang terjadi akibat penambahan jam kerja yaitu dari biaya normal Rp 309.870.356.826,84 menjadi Rp 311.854.684.527,07 yang menyebabkan kenaikan biaya langsung dari Rp 303.672.949.690,30 menjadi Rp 306.081.209.386,18 dan variable cost mengalami penurunan dari Rp 6.189.407.136,54 menjadi Rp 5.765.475.140,89 karena berkurangnya durasi proyek.
PROFIL PERMUKAAN TANAH KERAS KOTA SURAKARTA SEBAGAI INFORMASI PRADESAIN PONDASI Warman, Reza Satria; Purwana, Yusep Muslih; Djarwati, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.422 KB)

Abstract

Surakarta merupakan kota dengan pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya pekerjaan konstruksi bangunan komersil seperti hotel di kota Surakarta. Ketersediaan data desain yang baik tentunya menjadi suatu keharusan dalam proses perencanaan untuk memperoleh suatu desain dengan tingkat keamanan yang akurat. Salah satu aspek penting dalam proses perencanaan konstruksi adalah penyelidikan geoteknik untuk tahapan pradesain pondasi. Salah satu penyelidikan geoteknik yang sering dilakukan dalam tahapan pradesain pondasi adalah pengujian bor dalam beserta Standard Penetration Test (SPT) untuk mengetahui bagaimana profil lapisan tanah serta nilai tahanan uji standar pada suatu wilayah tinjauan. Jenis serta dimensi pondasi yang akan digunakan pada suatu pekerjaan konstruksi bangunan sangat ditentukan oleh bagaimana kondisi profil lapisan tanah serta dimana kedalaman lapisan tanah keras berada pada lokasi konstruksi bangunan tersebut. Ketersediaan data pendukung tentunya akan sangat membantu apabila tersedia untuk proses tahapan pradesain pondasi. Oleh karena itu perlu adanya informasi mengenai bagaimana profil kedalaman tanah keras yang ada di kota Surakarta untuk menunjang proses pradesain pondasi.
Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Campuran Gypsum Sintetis (CaSO4. 2H2O) dan Garam Dapur (NaCl) Ditinjau dari Pengujian Triaksial UU. Freddy, Zefania Iqnes; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.988 KB)

Abstract

Tanah gambut dikategorikan tanah lunak yang berarti tanah dalam keadaan kurang baik dan bermasalah apabila akan dibangun suatu konstruksi perkerasan jalan raya diatasnya. Perlu adanya upaya peningkatan daya dukung tanah gambut salah satunya yaitu stabilisasi tanah secara kimiawi, dengan cara menambahkan zat aditif (bahan tambah) yang dapat bereaksi dengan tanah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gypsum sintetis (CaSO4. 2H2O) dan garam dapur (NaCl). Reaksi yang terjadi disini diamati dan dianalisis pada perubahan nilai parameter Triaksial UU Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Besar persentase gypsum sintetis yaitu 10%, 15%, 20% dan garam dapur sebesar 2%, 4%, 6%. Variasi campuran dibuat empat varian yaitu tanah gambut asli, tanah gambut ditambah gypsum sintetis, tanah gambut ditambah garam dapur dan tanah gambut ditambah gypsum sintetis dan garam dapur. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kapasitas ultimit yang terbesar berada pada campuran, tanah gambut + 15% gypsum + 4% NaCl sebesar 8.42 gr/cm2
KAJIAN PENGARUH VARIASI KOMPOSISI HIGH VOLUME FLY ASH TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Utami, Shabina Aulia; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.39 KB)

Abstract

Teknologi beton telah berkembang dengan pesat menyusul tantangan yang berkembang di bidang konstruksi. Banyak sekali inovasi-inovasi baru yang dihasilkan, baik dengan menambahkan suatu bahan kimia atau pozzolanic material maupun dengan mengubah komposisi dari campuran beton itu sendiri. Beton mutu tinggi yang memadat sendiri atau high strength self compacting concrete (HSSCC) merupakan salah satu hasil dari inovasi yang telah dilakukan. Fly ash merupakan salah satu filler atau pozzolan yang dapat digunakan pada campuran beton dan berfungsi sebagai bahan pengganti semen. Fly ash adalah hasil dari pembakaran batu bara yang pada umumnya terdapat pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Karena ukuran butiran fly ash sangat kecil (45 m) dan lebih kecil dibandingkan ukuran butiran semen (75 m), fly ash bisa meminimalkan pori pada beton sehingga membuat beton memiliki nilai kuat tekan yang tinggi. Penggunaan fly ash dalam kadar yang besar (50% atau lebih) atau biasa disebut dengan high volume fly ash pada campuran beton dapat menjadi solusi dalam meminimalkan dampak lingkungan pada industri konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi komposisi high volume fly ash terhadap parameter beton memadat mandiri dan kuat tekan beton mutu tinggi. Untuk tipe fly ash yang digunakan yaitu fly ash tipe C dengan variasi kadar 0%, 55%, 60%, 65% dan 70% dari berat semen. Pengujian beton segar untuk mengetahui sifat SCC pada beton berupa fillingability, passingability, dan segregation resistance meliputi flow table test, l-box test, dan v-funnel test. Sementara itu, pada beton keras pengujian yang dilakukan berupa uji kuat tekan dengan menggunakan Compression Testing Machine (CTM). Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Berdasarkan hasil pengujian, penambahan kadar fly ash sebesar 70% merupakan kadar terbaik yang memenuhi semua persyaratan pengujian beton segar, yaitu memenuhi semua sifat dari beton SCC. Sementara itu, kuat tekan maksimum terdapat pada beton dengan kadar fly ash sebesar 60%, yaitu 22,82 MPa untuk beton umur 14 hari dan 29,43 MPa untuk beton umur 28 hari.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN HARTONO LIFESTYLE MALL DI SOLO BARU Safitri, Revy; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hartono Lifestyle Mall merupakan mall yang dibangun di kawasan Solo Baru dimana memiliki luas + 90.425 m2. Sesuai dengan Pedoman Teknis Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pusat Kegiatan pada Ruas Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (2009) bahwa pusat pertokoan dengan luas minimal 500 m2 wajib dilakukan andalalin. Hartono Lifestyle Mall memiliki luas + 90.425 m2 sehingga wajib dilakukan andalalin. Analisis dampak lalu lintas (Andalalin) adalah kajian yang menilai efek efek yang ditimbulkan akibat pengembangan tata guna lahan terhadap sistem pergerakan lalu lintas pada suatu ruas jalan terhadap jaringan transportasi di sekitarnya. Analisis perhitungan kinerja ruas dan persimpangan didasarkan pada MKJI 1997 dan nilai VCR atau DS sebagai parameter kinerja lalu lintas. Dalam analisis perhitungan pemodelan bangkitan dan tarikan diperoleh estimasi bangkitan dan tarikan sebesar 318 smp/jam yang terdiri dari 183 kendarangan ringan/jam dan 270 sepeda motor/jam. Berdasarkan analisis perhitungan kondisi eksisting dan kondisi setelah pembangunan Hartono Lifestyle Mall maka diperlukan beberapa tindakan penanganan pada simpang bersinyal Carrefour Solo Baru dan simpang tak bersinyal Solo Baki. Selain itu, perlu dilakukan redesign daya tampung parkir dan penataan eksternal Hartono Lifestyle Mall untuk memberikan kenyamaan bagi para pengunjung yang datang ke Hartono Lifestyle Mall.
RANCANGAN PROGRAM APLIKASI SHOP DRAWING PENULANGAN STRUKTUR KOLOM PENAMPANG SEGI EMPAT DAN PONDASI FOOT PLATE DENGAN VISUAL BASIC 6.0 Hartono, Widi; Wardani, Paula Karisma; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.36 KB)

Abstract

Shop drawing penulangan merupakan komponen penting dari proses konstruksi beton bertulang. Kegiatan shop drawing penulangan saat ini masih dilakukan secara manual oleh sumber daya manusia yang sebagian besar kurang memahami masalah detail penulangan, sehingga akan memerlukan waktu yang cukup lama, kurang efektif, dan kurang efisien. Perlu adanya inovasi baru atau continuous improvement guna mengatasi setiap permasalahan yang ada. Jika pada umumnya perencanaan pekerjaan pemotongan baja tulangan dilakukan dengan cara manual, baik dari segi proses maupun hasilnya kurang efektif dan efisien, maka sebagai salah satu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut dapat direncanakan suatu aplikasi yang dapat melakukan pengerjaan shop drawing penulanganyang berbasis komputer. Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan seseorang untuk melakukan pembelajaran berbasis komputer.Penelitian ini mencoba menerapkan perkembangan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran bagi pekerja konstruksi mengenai shop drawing penulangan dan juga membuat program bantu bar bending otomatis yang dapat mempermudah pembuatan bar bending schedule dengan menerapkan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Rancangan aplikasi program bantu ini memuat beberapa hal yaitu : identifikasi kebutuhan lapangan sebagai input, proses perhitungan kebutuhan penulangan sesuai dengan input, dan output dalam bentuk gambar template pola penulangan beserta dengan ukuran, jumlah untuk tiap pola penulangan dan kebutuhan penulangan dalam satuan kilogram. Rancangan aplikasi program bantu ini diharapkan mampu mengoptimalkan waktu untuk pengerjaan bar bending schedule. Hasil evaluasi program aplikasi shop drawing penulangan dengan menggunakan Visual Basic 6.0 ini memperlihatkan bahwa teknologi ini sangat efektif karena memudahkan para pekerja konstruksi belajar mengenai pendetailan tulangan struktur gedung, dan dilengkapi dengan fasilitas untuk memasukkan dan mencari data, sehingga menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Hasil validasi dari program aplikasi ini adalah 100%.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TUGU BARON KOTA SURAKARTA DENGAN PENERAPAN LAMPU LALU LINTAS (TRAFFIC LIGHT) Alfiyana, Muhammad; Yulianto, Budi; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.801 KB)

Abstract

Simpang Tugu Baron Kota Surakarta merupakan jalan alternatif untuk keluar-masuk kendaraan tujuan Kartasura, Surakarta, dan Sukoharjo. Kesemrawutan lalu lintas sering terjadi pada jam-jam sibuk sehingga mengakibatkan kenyamanan para pengemudi atau pengguna jalan yang lewat terganggu, dimana tundaan dan antrian kendaraan yang relatif besar dan panjang pada pendekat Tugu Baron Kota Surakarta. Sehubungan dengan fenomena di atas maka perlu dilakukan penelitan Analisis Kinerja Simpang Tugu Baron Kota Surakarta kondisi eksisting dan bila diterapkan Lampu Lalu Lintas (Traffic Light). Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapatkan data geometri simpang, arus lalu lintas, waktu tempuh kendaraan, dan mengumpulkan data jumlah penduduk, peta wilayah dari beberapa instansi. Kinerja Simpang Tak Bersinyal dan Simpang Bersinyal diolah dengan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan program Microsoft Excel 2007. Analisis tundaan simpang tak bersinyal Tugu Baron Surakarta kondisi eksisting dengan metode lapangan untuk jam puncak pagi sebesar 19,16 det/kend dan untuk jam puncak siang sebesar 18,36 det/kend. Analisis simpang tak bersinyal Tugu Baron Surakarta kondisi eksisiting dengan metode MKJI 1997 berdasarkan nilai tundaan simpang untuk periode pagi sebesar 27,01 det/smp dan periode siang sebesar 25,12 det/smp. Dari hasil analisis penanganan simpang dengan penerapan lampu lalu lintas bersinyal metode MKJI 1997 diatas menunjukan bahwa Simpang Tugu Baron Surakarta Berdasarkan nilai tundaan simpang rata-rata jam puncak pagi adalah 17,82 det/smp masuk kategori tingkat pelayanan C. Sedangkan untuk jam puncak siang, tundaan simpang rata-rata adalah 23,97 det/smp masuk kategori tingkat pelayanan D.
KAPASITAS LENTUR PLAT BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG DENGAN TAKIKAN TIDAK SEJAJAR Tri Pranoto, Ferry; Setiya Budi, Agus; Basuki, Achmad
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.581 KB)

Abstract

Bamboo was chosen as an alternative to concrete reinforcement because besides the price is cheaper ,bamboo also has a relatively high tensile strengthwhich is equal to the tensile strength of mild steel. the purpose of the study was to determine Flexural Capacity of slabs concrete with Wulungbamboo non parallel notches reinforcement. The method used in this study is an experimental method with a concrete slab specimen measuring 60cm x 40 cm x 10 cm with a load that is placed amid landscape and evenly distributed as a two point load on the specimen length L / 3. Flexuralcapacity of concrete slab testing done at the time the specimen was 28 days. Value of the reduction factor for the determination of tensile force on theyield of bamboo with a regression method that is equal to 0.525. Yield strength for bamboo wulung plan calculated at 0,525 times the yieldstrength of bamboo tensile test results. The test results of reinforced steel plate bending capacity by an average of 0.5236 ton.m and results of theanalysis of 0.4018 ton.m while bending capacity test results bertulangan bamboo plate wulung average of 0.1759 ton.m and the results of theanalysis of 0,1126 ton-m.

Page 1 of 90 | Total Record : 899


Filter by Year

2013 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2020): MARET Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER Vol 7, No 2 (2019): JUNI Vol 7, No 1 (2019): Maret Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018 Vol 6, No 3 (2018): September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018 Vol 6, No 3 (2018): September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 3, No 3 (2015): September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 3, No 3 (2015): September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 2, No 3 (2014): September 2014 Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 2, No 3 (2014): September 2014 Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 3 (2013): September 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 3 (2013): September 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013 More Issue