cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010" : 7 Documents clear
Pengelompokan Genotip, Serologi dan Supertipe Gene HLA Kelas I pada Suku Jawa, Indonesia Yuliwulandari, Rika; Teguh Rochani, Jekti; Indrawati, Isna
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.48 KB) | DOI: 10.33476/jky.v18i2.182

Abstract

Gen Human Leukocyte Antigen (HLA) berperan penting dalam sistim pertahanan tubuh manusia. Gen ini juga terkenal sebagai gen yang paling polimorfik dalam struktur genom manusia. Oleh karena itu identifikasi gen HLA sangat penting dilakukan pada tiap populasi termasuk populasi suku Jawa. Pada penelitian ini, telah dilakukan identifikasi genotipe HLA pada 237 subyek. Namun demikian, selain genotip, perlu juga dilakukan pengelompokan berdasarkan jenis serologi dan supertipe HLA. Makalah ini menyajikan pengelompokan gen HLA kelas I berdasarkan database yang umum dirujuk oleh peneliti-peneliti lainnya.
Pengaruh Kedelai (Glycine max (L) Merril) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Ekspresi Insulin Sel B Pankreas pada Tikus Diabetik Mustofa, M Samsul; Mukhtar, Diniwati; Susmiarsih Panjiasih, Tri; Royhan, Aan
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.389 KB) | DOI: 10.33476/jky.v18i2.183

Abstract

Kedelai (Glycine max (L) Merril) telah digunakan di negara-negara Asia selama berabad-abad sebagai sumber protein yang utama dari tanaman. Kedelai mengandung isoflavon genistein, dadzein dan glycitein yang mempunyai aktivitas antioksidan. Ada dugaan isoflavone kedelai mempunyai aktivitas hipoglikemik dan dapat meningkatkan ekspresi insulin sel B pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Kedelai (Glycine max (L) Merril) menurunkan kadar glukosa darah, dan meningkatkan ekspresi insulin pulau Langerhans pada tikus yang diinduksi alloxan. Sejumlah 36 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi 6 kelompok (3 kelompok perlakuan dan 3 kelompok kontrol). Alloxan disuntikkan secara intraperitoneal dengan dosis 150 mg/kg BB untuk menginduksi tikus menjadi diabetes pada grup perlakuan dan grup kontrol diabetes. Bubur kedelai (100, 200 dan 500 mg/kg BB/hari) diberikan personde pada grup perlakuan selama 4 minggu. Glukosa darah puasa diperiksa dari sampel darah yang diambil dari vena retroorbita sebelum perlakuan, 2 minggu dan 4 minggu setelah perlakuan, dan diukur dengan metode GOD-PAP. Pada hari ke 29 setelah perlakuan tikus didekapitasi dan jaringan pankreas diambil. Terhadap irisan paraffin pankreas dilakukan pewarnaan imunohistokimia menggunakan antibodi anti-insulin. Penilaian kualitatif ekspresi insulin dilihat dengan adanya warna coklat yang timbul pada pulau Langerhans. Data yang dianalisis dengan uji Anova nilai p < 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa darah puasa pada kelompok perlakuan 500 mg/kgBB/hari mengalami penurunan mencapai kadar normal (100,38 mg/dl). Ekspresi insulin pada pulau Langerhans juga memperlihatkan peningkatan pada kelompok tikus DM dengan perlakuan. Sebagai kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedelai mempunyai aktivitas hipoglikemik dan meningkatkan ekspresi insulin. Peningkatan ekspresi insulin tersebut diduga disebabkan oleh adanya antioksidan yang berfungsi untuk melindungi sel ? pankreas dari apoptosis.
Telomer, Aging dan Karsinogenesis Purwaningsih, Endang
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.458 KB) | DOI: 10.33476/jky.v18i2.189

Abstract

Telomer adalah segmen DNA yang terletak pada ujung kromosom sel eukariot. Fungsi utama telomer adalah melindungi DNA dari kerusakan dan mempertahankan kestabilan kromosom. Adanya perubahan pada telomer berhubungan dengan proses menua (aging) dan karsinogenesis. Telomer ini dipelihara keutuhannya oleh enzim telomerase. Terjadinya proses menua (aging) berhubungan dengan pemendekan telomer. Pada manusia panjang telomer memendek secara proposional sesuai dengan umur. Sel atau jaringan fetus mempunyai telomer yang lebih panjang daripada sel somatik orang dewasa. Enzim telomerase sangat berperan dalam mempertahankan proliferasi sel kanker. Aktivitas enzim telomerase pada sel kanker atau tumor cukup tinggi, sehingga sel kanker menjadi immortal dan mengalami proliferasi terus menerus. Panjang telomernya menunjukkan lebih pendek dibandingkan sel atau jaringan normal
Rekayasa Bakteri untuk Ternak dan Manusia: Pembuatan Mutan Escherichia coli Penghasil Protein Rekombinan Ali, Muhamad; FUKUBA, Takako; NAKANO, Hideo
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.753 KB) | DOI: 10.33476/jky.v18i2.184

Abstract

Protein rekombinan seperti vaksin, antibodi, hormon, dan obat-obatan, semakin dibutuhkan oleh ternak dan manusia. Hambatan utama untuk menghasilkan protein rekombinan pada Escherichia coli sebagai inang yang digunakan paling luas adalah degradasi oleh enzim proteolitik. Hal ini disebabkan karena E. coli memiliki sejumlah enzim proteolitik yang tersebar di dalam sitoplasmanya. Untuk itu, lebih dari 90% degradasi protein terjadi di dalam sitoplasmanya. Pada penelitian ini, peneliti telah menghasilkan mutant E. coli BW25113 yang tidak memiliki gen penyandi enzim protease dengan menggunakan kombinasi metode pengerusakan kromosom dan metode transduksi phage P1. Pembuatan mutan tersebut dimulai dengan pengerusakan gen penyandi enzim protease pada kromosom bakteri dengan produk PCR yang memiliki bagian yang homolog dengan gen target. Mutan-mutan yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menghasilkan mutan ganda dengan metode Transduksi phage P1. Analisis fenotif dan genotif menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode tersebut sangat efektif untuk membuat lebih dari satu mutasi pada E. coli. Untuk itu, mutan E. coli yang telah diperoleh akan sangat bermanfaat untuk menghasilkan aneka protein rekombinan untuk ternak dan manusia.
Imunobiologi Sel Sertoli: Prospek Pemanfaatan Sel Sertoli bagi Alternatif Penanganan Cangkok Jaringan N Depamede, Sulaiman
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.261 KB) | DOI: 10.33476/jky.v18i2.190

Abstract

Peran utama sel Sertoli adalah merawat dan mengatur perkembangan spermatozoa di dalam testis. Peran ini dilakukan secara anatomis fisiologis dengan membentuk blood testis barrier dan dengan mensekresikan beberapa faktor seperti Fas ligand dan transforming growth factors. Faktor-faktor tersebut berperan bagi terciptanya kondisi imunologis khusus di testis sehingga spermatozoa terlindung dari serangan sistem autoimun tubuh. Beberapa dekade terakhir, penelitian difokuskan pada upaya pemanfaatan sel Sertoli di luar habitat aslinya, sebagai imunosupresan alami dalam penanganan cangkok jaringan. Dalam tulisan ini dibahas beberapa upaya tersebut, dengan beberapa contoh kombinasi cangkok pankreas dan sel Sertoli dalam upaya menangani masalah diabetes melitus. Hasil-hasil penelitian menunjukkan ko-transplantasi sel Sertoli dan sel pankreas berdampak positif bagi perpanjangan usia cangkokan hingga 100 hari dibanding kontrol dengan efek positif bagi proses normoglycemic hewan coba. Di Indonesia penelitian tentang upaya pemanfaatan sel Sertoli sebagai salah satu upaya penanganan masalah cangkok jaringan masih terbatas, dengan demikian studi ini perlu dikaji lebih mendalam lagi.
Korelasi antara Kadar Glukosa Darah dengan Kadar Kalsium Tulang pada Model Tikus (Rattus norvegicus) Hiperglikemia Olivia Sari, Devi; Suhartono, Eko; Zoelkarnain Akbar, Izaak
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v18i2.185

Abstract

Hiperglikemia merupakan suatu keadaan meningkatnya kadar glukosa darah melebihi normal. Keadaan hiperglikemia ini memiliki peran terhadap komplikasi diabetes mellitus. Meskipun secara umum osteoporosis tidak digolongkan sebagai komplikasi diabetes, pada pasien diabetes tipe 1 dan 2 terjadi peningkatan resiko terjadinya osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar glukosa darah terhadap kadar kalsium tulang pada tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan posttes-only with control group design, menggunakan Rancangan Acak Sederhana, terdiri atas 10 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri atas 5 ekor tikus putih (Rattus norvegicus), yaitu 1 kelompok kontrol dan 9 kelompok perlakuan yang diinduksi streptozotocin dengan dosis 50 mg/kgBB, yang setiap kelompok dilakukan pengukuran kadar glukosa dan kalsium setiap 3 hari sekali. Kadar kalsium tulang diukur dengan metode permanganometri. Data yang diperoleh diuji korelasi Pearson dengan tingkat kepercayaan 99%. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keadaan peningkatan kadar glukosa darah dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium tulang.
Hubungan antara Kadar Anti Streptolisin-O dan Gejala Klinis pada Penderita Tonsilitis Kronis Mindarti, Fadhilah; Pratiwi Rahardjo, Sutji; Kodrat, Linda; Sulaiman, A. Baso
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v18i2.187

Abstract

Anti streptolisin O merupakan antibody terhadap antigen streptolisin O yang dihasilkan oleh bakteri streptokokus ? hemolitikus grup A. Kuman ini sering didapatkan pada tonsillitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kadar anti streptolisin O (ASO) dengan gejala klinis menurut keriteria Centor modifikasi Mc Isaac. Penelitian dilakukan di rumah sakit pendidikan Bagian Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang merupakan penelitian analitik cross sectional. Sampel penelitian diperoleh dari semua penderita tonsillitis kronik yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Oktober 2009 sampai Februari 2010. Data dianalisa dengan Chi Square test dengan nilai signifikan 2.

Page 1 of 1 | Total Record : 7