cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015" : 6 Documents clear
PenerapanModel Family-CenteredNursingTerhadap Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga Dalam Pencegahan ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja PuskesmasSimpang Tiga Kabupaten Aceh Besar Erlinda, Vitria
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.687 KB) | DOI: 10.33476/jky.v23i3.231

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena ISPA, terutama pada bayi dan anak usia dibawah lima tahun. Penerapan model pemberdayaan berbasis keluarga : familycentered nursing merupakan intervensi keperawatan yang mendukung pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dalam pencegahan ISPA. Kemampuan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan keluarga sangat diperlukan, agar keluarga dapat mencegah terjadinya ISPA pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh penerapan family-centered nursing terhadap pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dalam pencegahan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan metode pre-eksperimental design dengan rancanganone group pre andposttest design without control group. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki balita yang mengalami ISPA dan berobat ke Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar pada bulan Oktober sampai November 2014 yang berjumlah 33 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan signifikan dalam kemampuan keluarga untuk mengenal masalah ISPA sebelum dan sesudah penerapan family centered nursing dengan nilai (p 0,00); ada perubahan yang signifikan dalam pengambilan keputusan tindakan sebelum dan sesudah penerapan family centered nursing dengan nilai (p 0,00); ada perubahan yang signifikan dalam merawat anggota keluarga yang sakit sebelum dan sesudah penerapan family centered nursing dengan nilai (p0,00), ada perubahan yang signifikan dalam memodifikasi lingkungan sebelum dan sesudah penerapan family centered nursing dengan nilai (p 0,001) dan ada perubahan yang signifikan dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan sebelum dan sesudah penerapan family centered nursing dengan nilai (p0,00). Penerapan family centered nursing dapat mempengaruhi kemandirian keluarga dalam pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dalam pencegahan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar.
Kandungan Total Fenol Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Air Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Riza Marjoni, Mhd; Afrinaldi, Afrinaldi; Devi Novita, Ari
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.399 KB) | DOI: 10.33476/jky.v23i3.232

Abstract

Telah dilakukan penelitian penetapan kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak air daun kersen (Muntingia calabura L). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kandungan fenolik total dan nilai IC 50 dari ekstrak air daun kersen. Ekstrak dibuat menggunakan metoda infusa dengan pelarut air. Hasil pemeriksaan kandungan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu adalah 2,86 mg/50 gram dan uji aktivitas antioksidan yang dilakukan dengan menggunakan metode DPPH didapatkanIC 50 196,80 ug/mL.
Aktivitas Hepatoproteksi Ekstrak Polifenol Buah Delima (Punica granatumL.) Terhadap Tikus Putih Yang Diinduksi Parasetamol Apriliani, Dian; P.Roswiem, Anna; Nurcholis, Waras
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.375 KB) | DOI: 10.33476/jky.v23i3.228

Abstract

Buah delima dilaporkan mengandung senyawa antioksidan yang tinggi dan berfungsi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas ekstrak polifenol buah delima sebagai hepatoprotektor dan mengetahui pengaruhnya terhadap gambaran histopatologi hati tikus yang diinduksi parasetamol. Ekstraksi polifenol dilakukan dengan menggunakan pelarut aseton, air, asam asetat (90:9.5:0.5). Sebanyak 22 ekor tikus dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu kelompok I diberi pakan standar dan akuades, kelompok II diberi pakan standar dan parasetamol 500 mg/BB, kelompok III diberi pakan standar, parasetamol 500 mg/BB, dan Cursil-70 13.3 mg/BB, kelompok IV, V, VI dan VII diberi pakan standar, parasetamol 500 mg/BB, serta ekstrak polifenol buah delima dengan konsentrasi 13.3 mg/BB, 100 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB untuk masing-masing kelompok. Perlakuan dilakukan selama 34 hari, pada hari terakhir dilakukan analisis histopatologi hati dengan mengamati kerusakan hepatosit yang meliputi jumlah sel nekrotik, sel apoptosis, sel kupffer, dan degenerasi lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polifenol buah delima dengan dosis 500 mg/BB dapat menghambat kerusakan hati (p < 0.05) karena pada konsentrasi tersebut jumlah sel nerkotik rendah, tidak ada sel apoptosis, jumlah sel kuffer rendah, dan jumlah degenerasi lemak rendah.
Pemendekan Telomer Pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Mustofa, M Syamsul
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v23i3.233

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit multisistem dengan ciri hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, resistensi seluler terhadap insulin, atau kedua-duanya. Kelainan tersebut menyebabkan abnormalitas dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Kelainan metabolisme dapat mengakibatkan kerusakan DNA telomer. Tulisan ini membahas tentang pemendekan telomer pada penderita Diabetes Melitus. Penderita diabetes melitus mengalami peningkatan stres oksidatif, yang secara simultan diikuti oleh penurunan sistem pertahanan antioksidan, ketidakseimbangan antara stres oksidatif dan mekanisme pertahanan antioksidan. Stres oksidatif yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organel sel, enzim dan peningkatan peroksidasi lipid dan timbulnya komplikasi penyakit diabetes. Telomer adalah struktur DNA non-coding yang terdapat di ujung kromosom. Telomer merupakan untai tunggal kaya G, dengan urutan nukleotida (5'-TTAGGG-3'). DNA telomer sangat rentan terhadap kerusakan oksidatif pada urutan GGG. Stres oksidatif yang tinggi mengakibatkan pemendekan telomer dan proses penuaan lebih cepat. Pemendekan telomer pada penderita DM tipe 2 lebih cepat dibandingkan dengan bukan penderita DM.
Cytotoxicity of Physic Nut (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae)Latex by Agar-Overlay Siregar, Fazwishni
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.833 KB) | DOI: 10.33476/jky.v23i3.229

Abstract

Jatropha curcas L. latex has been used as traditional medicine to cure various infections among others are to cure toothache, apthae, as a mouth rinse to treat bleeding gums, as a hemostatic, and a wound dressing. To be used as herbal medicine, scientific investigation including toxicological studies must be conducted. The aim of these studies was to evaluate the cytotoxicity of J. curcas latex by agar overlay technique as part of toxicological study. Fibroblasts L929 were cultured in Petri dishes to confluence, and a layer of agar was then added. After staining the cells with neutral red, diluted latex (0.4-15% w/v) imbibed in filter paper were applied to the agarsurface and incubated for 24 hours. Evaluation was based on the zone of decoloration and lysis indices. Result showed that there was zone of decoloration from 2-5 mm in diameter that was all in the index 2 (less than 5 mm) from 5 index decoloration classification. Lyses cells were not observed in the decoloration zone, which could be interpreted as a coagulative necrosis. It may be concluded thatJ. curcaslatex has a moderate cytotoxic activity and necrotic coagulation in an agar-overlay technique usingfibroblast L929.
Aplikasi Model PRECEDE-PROCEED Pada Perencanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Berbasis Penilaian Kebutuhan Kesehatan Masyarakat Sutisna Sulaeman, Endang; Murti, Bhisma; Waryana, Waryana
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v23i3.230

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan. Model PRECEDE-PROCEED Green danKreuterdigunakansebagai model perencanaan program kesehatan berbasis penilaian kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengaplikasikan model PRECEDE-PROCEED pada perencanaan program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan berbasis penilaian kebutuhan. Sasaran penelitian adalah para pengambil kebijakan serta pelaksana program Desa Siaga di Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas, dan Desa. Metode penelitianyangdiggunakanadalahmetode kualitatif berupa studi kasus. Lokasi penelitianberadadi Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah dengan mengambil dua Desa Siaga. Hasil: Prioritas masalah kesehatan adalah Tuberkulosis (TB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Faktorpredisposisi meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, keyakinan, sertakepercayaan pada takhayul dan dukun. Faktor pendukung meliputi penyuluhan dan pelatihan, ketersediaan sarana kesehatan, jaminan kesehatan, dukungan dana, sumberdaya lokal, dan sumberdaya alam. Faktor penguat meliputi kepemimpinan, dukungan sosial, modal sosial, norma sosial, gotong royong, penghargaan, akses informasi kesehatan dan keteladanan. Kesimpulan: Model perencanaan PRECEDE-PROCEED dapat diaplikasikan pada perencanaan program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan berbasis penilaian kebutuhan. Penyakit TB dan DBDdiidentifikasi oleh masyarakat sebagai prioritas masalah kesehatan. Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan diarahkan pada upaya perubahan perilaku dengan mempertimbangkan faktor predisposisi, penguat dan pendukung.

Page 1 of 1 | Total Record : 6