cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016" : 3 Documents clear
Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Susunan Kota Bandar Lampung Tahun 2012 Adawiyah, Rosbiatul
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v24i1.256

Abstract

Pneumonia merupakan pembunuh utama anak dibawah usia lima tahun (balita) di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, Malaria dan Campak. Namun, belum banyak perhatian terhadap penyakit ini. Di dunia, dari 9 juta kematian balita lebih dari 2 juta balita meninggal setiap tahun akibat pneumonia atau sama dengan 4 balita meninggal setiap menitnya. Dari lima kematian balita, satu diantaranya disebabkan pneumonia. Di Puskesmas Susunan Baru pada bulan Februari 2012 terjadi 1 (satu) kematian balita akibat pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Kejadian Pneumonia pada Balita di Puskesmas Susunan Kota Bandar Lampung Tahun 2012. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengguna-kan desain studi case control, dilakukan pada bulan Oktober-Nopember 2012 pada 130 balita yang tediri 65 kasus dan 65 kontrol di Puskesmas Susunan Baru yang dipilih sebagai sampel. Variabel dependen adalah kejadian Pneumonia pada balita, sedangkan variabel Independen adalah umur balita, status gizi balita, kelengkapan status imunisasi, pemberian Vitamin A, pemberian ASI Eksklusif, pendidikan ibu, dan asap pembakaran keluarga. Analisa data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh kelengkapan status imunisasi, pemberian Vitamin A, pemberian ASI Eksklusif, dan asap pembakaran keluarga dengan kejadian Pneumonia pada balita. Variabel yang merupakan faktor paling dominan berpengaruh terhadap kejadian Pneumonia pada balita adalah asap pembakaran keluarga setelah dikontrol variabel kelengkapan status imunisasi, pemberian Vitamin A, pemberian ASI Eksklusif, dan pendidikan ibu, dengan nilai OR = 13,363 yang berarti balita dengan asap pembakaran keluarga yang tidak baik akan berisiko terkena Pneumonia 13 kali lebih tinggi di-bandingkan balita dengan asap pembakaran keluarga yang baik. Saran yang dapat penulis berikan adalah perlu dilakukan pendekatan secara komprehensif dalam menurunkan kasus Pneumonia balita melalui pendekatan dan advokasi ke legislatif untuk mengalokasikan pembiayaan untuk pembuatan leaflet, poster, tentang bahaya asap pembakaran keluarga dan asap rokok bagi kesehatan balita.
Patentabilitas Antibakteri Dari Tanaman Garcinia Utami, S.Si, M.Si, Sri
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v24i1.127

Abstract

Garcinia merupakan tanaman khas daerah tropis yang memiliki banyak manfaat. Manfaat ini telah diperoleh dari pengalaman empiris masyarakat setempat yang telah menggunakan buahnya sebagai makanan dalam bentuk buah-buahan, bumbu dapur, maupun sebagai obat untuk penyakit-penyakit tertentu. Penelitian terhadap kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut telah banyak dilakukan. Bahkan, beberapa komposisi maupun formulasinya telah menghasilkan paten, dan produknya telah banyak beredar di pasaran. Untuk menghasilkan paten yang dimulai dari penelitian memerlukan waktu yang cukup panjang.
Insidensi panjang jari telunjuk terhadap jari manis (rasio 2D : 4D) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2013-2014 Purwaningsih, MS, PA, Endang
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v24i1.134

Abstract

Panjang jari telunjuk dibandingkan jari manis pada seseorang merupakan suatu karakter yang diwariskan melalui gen yang ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin (sex influence gene). Panjang jari telunjuk (2D) dan jari manis (4D) telah menjadi perhatian beberapa ahli karena terkait perbedaan jenis kelamin. Rasio 2 D terhadap 4 D untuk sebagian besar laki-laki ternyata lebih kecil daripada perempuan. Tujuan penelitian adalah mengetahui insidensi panjang telunjuk dibandingkan jari manis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian dilakukan secara diskriptif terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2013/2014, laki-laki dan perempuan berusia 18-20 tahun sebanyak 347 orang. Pengukuran dilakukan secara tidak langsung dari fotocopi telapak dan jari tangan kanan dan kiri. Hasilnya dibagi dalam tiga kategori, yaitu kategori 1, kategori 2, dan kategori 3. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar mahasiswa laki-laki bertelunjuk pendek (kategori 3) dan sebagian besar mahasiswa perempuan bertelunjuk panjang (kategori 1) dan satu orang mahasiswa laki-laki memiliki telunjuk sama panjang dengan jari manis (kategori 2). Dari setiap kategori diperoleh hasil pada kategori 1 sebesar 81% adalah mahasiswa laki-laki, pada kategori 2 sebesar 100% adalah mahasiswa laki-laki, dan pada kategori 3 sebesar 65% adalah mahasiswa perempuan. Disimpulkan bahwa rasio 2 D : 4 D mahasiswa Fakultas Kedokteran Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2013/2014 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa laki-laki memiliki rasio 2D : 4D lebih kecil sedangkan mahasiswa perempuan ratio 2D : 4 D lebih besar . Insidensi telunjuk pendek mahasiswa laki-laki sebesar 15,27% dan insidensi telunjuk panjang mahasiswa perempuan sebesar 45,82%.The length of the index finger than ring finger at someone is a character that is inherited through the genes whose expression by sex influence gene. The length of the index finger (2D) and the ring finger (4D) has been of concern to some experts because of gender -related differences. The ratio of 2 D to 4 D for most of the male is smaller than the female. The purpose of the study was to determine the incidence of long index finger than ring finger on the students of the Faculty of Medicine, YARSI University. Descriptive study was conducted on the students of the Faculty of Medicine, University YARSI force 2013/2014, men and women aged 18-20 years by 347 people. Measurements were made indirectly copy of the palm and fingers of the right and the left hand. The results are divided into three categories, namely category 1, category 2, and category 3. The result showed that most of the male students have the index finger shorter than the ring finger (category 3) and most of the female students have a longer index finger than ring finger (category 1) and one male student has the same index finger length to ring finger (category 2). Of each category of results obtained in category 1 by 81% are male students, in category 2 at 100% were male students, and the third category is 65% female students. Concluded that ratio 2D : 4D the students of the Faculty of Medicine, YARSI University force 2013/2014 shows that most of the male students had a ratio 2D : 4D is smaller while the female students had ratio 2D : 4D is greater. The incidence of short index finger of male students is equal to 15.27% and the incidence of long fore finger female students amounted to 45.82%.

Page 1 of 1 | Total Record : 3