cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018" : 5 Documents clear
The Effect of Oxytocin Massage on Postpartum Mother Breast Milk Production at Pejeruk Public Health in the Year of 2017 Pilaria, Ema
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v26i1.414

Abstract

Background: Basic Health Research (2013) data shows that the scope of exclusive Breastfeeding in Indonesia is only 42%. In Mataram City (2015) the percentage of exclusive breastfeeding is only 62.35%. Meanwhile, the target of exklusive breastfeeding in Indonesia has to reach 80%. One of the low exclusive breastfeeding causes is less amount of breast milk production in the first day after giving a birth which is caused by less oxcytocin and prolactin hormones stimulation in which they have a role to smoothen breast milk production that causes breast milk couldn’t immediately out after giving a birth. The nonfarmakologis effort, oxytocin massage is required to make the breast milk out.Objective: To know Effect of Oxytocin Massage on  Postpartum Mother Breast Milk Production at Pejeruk Public Health in the Year of 2017.Method: This research used quasi experiment method with one group pre and post test design (measurement of research before and after intervention). The Measurement used observation sheet (breast milk production) thereafter intervention (oxytocin massage) was given which followed by the 3rd  day evaluation using the observation sheet (breast milk production). The intervention result was compared with the result of measurement before the intervention given.Result: Characteristics of thee majority oxytocin massagen respondents based on the age 20-35 is 22 respondens (73,3%), paritas multipara 21 respondents (70%) and normal lila 23,5-26,5 cm is 15 respondents (50%). The production of breast milk before oxytocin massage 15 mostly not enough 24 respondents (80%), after given oxytocin massage the production of breast milk is enough from 27 respondents (90%). Statistical test result using Mcnemar Test obtained p value = 0.000 or p <α = 0,05.Conclusion: There is an effect of oxytocin massage on postpartum mother breast milk production at Pejeruk Public Healt in the Year of 2017.
Antioxidant Activity of Methanol Extract from Several Indonesian Green Teas simamora, adelina; Steven, Michael; Santoso, Adit Widodo; Rumiati, Flora; Timotius, Kris Herawan
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.654 KB) | DOI: 10.33476/jky.v26i1.460

Abstract

As a common beverage, green tea is supposed to have beneficial health effect, such as antioxidant. At present, there are many green teas available in the market in Jakarta. Their quality, in their antioxidant activity, should be proved. This study aimed to investigate the antioxidant activity of extracts of green tea products commercially available in Jakarta. Four green tea samples from different factories (coded as A, B, C, and D) were selected and macerated using methanol. DPPH radical scavenging activity, reducing power ability and total antioxidant capacity were used to measure the antioxidant activity. The total phenolic content (TPC) was also determined. The studied green teas had varied TPC from 23.80  to  84.03 mG GAE/g extract, ranked as B > D > A > C. All samples exhibited various but strong antioxidant activity by DPPH assay, even better than standards ascorbic acid and butylated hydroxytoluene (BHT). However, all extracts showed similar activities in their reducing power ability and total antioxidant capacity, with activities less than standards. These findings confirm that the quality of the Indonesian commercial green teas were heterogeneous both in TPC or DPPH scavenging capacity. But, there is an indication that they are good as an antioxidant containing beverage. 
Gambaran Perilaku Berisiko Penyakit Kanker di Desa Pangkalan dan Desa Rancailat, Provinsi Banten Wijayanti, Erlina
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v26i1.361

Abstract

Faktor gaya hidup termasuk diet dan aktivitas fisik dikenal sebagai faktor utama penyebab kanker. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku berisiko kanker. Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi penelitian adalah warga di desa pangkalan dan desa rancailat. Teknik sampling yang digunakan berupa quota sampling. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Desa Pangkalan dan Desa Rancailat didapatkan hasil bahwa dari 85 responden, perilaku berisiko rendah 62 orang (72,9%) dan perilaku berisiko tinggi 23 orang (27,1%). Berdasarkan National Cancer Institute  penggunaan tembakau atau merokok merupakan penyebab utama kanker dan kematian akibat kanker sedangkan konsumsi penyedap meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker. Disarankan kepada masyarakat untuk memperbaiki pola makan sehat agar terhindar dari penyakit terutama kanker.
Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Dalam Dan Luar Rumah Dengan Kejadian Filariasis Di Jatisampurna Bekasi Ferlianti, Rika
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v26i1.569

Abstract

Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit nematoda yang tersebar di Indonesia. Walaupun penyakit ini jarang menyebabkan kematian, tetapi dapat menurunkan produktivitas penderitanya karena timbulnya gangguan fisik. Salah satu provinsi yang juga mengalami peningkatan kasus, yaitu Jawa Barat khususnya kota Bekasi yang merupakan daerah endemis filariasis tertinggi kedua. Kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Jatisampurna, yaitu 217 kasus dimana Kelurahan Jatisampurna, satu dari lima kelurahan yang ada, sebagai penyumbang kasus terbanyak dari tahun 1999-2008. Dari beberapa faktor risiko, lingkungan sangat berpengaruh terhadap distribusi kasus filariasis dan mata rantai penularannya baik secara langsung maupun tidak langsung, karena faktor lingkungan dapat menunjang kelangsungan hidup hospes, hospes reservoir dan vektor, sehingga sangat penting untuk mengetahui epidemiologis filariasis.Mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik dalam dan luar rumah dengan kejadian filariasis. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (one point time approach). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah yang ada di RW 02 Kelurahan Jatisampurna Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi dengan sampel lingkungan fisik dalam dan luar rumah yang ada setelah mendapat persetujuan dari pemilik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian  menunjukkan angka kejadian filariasis di Jatisampurna sebanyak 10 responden ( 33,3%) dari 30 responden terdiagnosis filariasis. Pada penelitian ini komponen lingkungan di dalam rumah yang paling berpengaruh adalah ventilasi ditutup dengan kawat kassa p-value = 0.045 dan atap rumah ditutup menggunakan plafon dengan p-value = 0.030. Sedangkan hubungan faktor lingkungan fisik luar rumah dengan kejadian filariasis adalah kolam dengan p-value 0,020.Terdapat hubungan antara faktor lingkungan fisik dalam dan luar rumah dengan kejadian filariasis di RW 02, Kelurahan Jatisampurna Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi.
Kardiomiopati Dilatasi pada Pasien HIV-AIDS Purwowiyoto, Sidhi Laksono
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.336 KB) | DOI: 10.33476/jky.v26i1.363

Abstract

The heart and great vessels are not the sites most frequently affected by opportunistic infections and neoplastic processes in patients with acquired immune deficiency syndrome (AIDS). HIV-related disease is now recognized as an important cause of dilated cardiomyopathy, with a prevalence of 8%–30%. Patients with HIV-infection and dilated cardiomyopathy have a much worse prognosis than those with idiopathic dilated cardiomyopathy. Cardiac involvement in HIV represents a pathophysiologic, diagnostic and therapeutic challenge for cardiologists. This review describes pathophysiology, diagnosis, treatment and prognosis of HIV- dilated cardiomyopathy.

Page 1 of 1 | Total Record : 5