cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018" : 6 Documents clear
Pengaruh Derajat Merokok Aktif Dengan Kejadian Hipertensi Primer Pada Pengemudi Bus Non AC di PT. Mayasari Bakti Periode Mei 2016 Caesario Satria Putra, Alfin; Ayu Aprilia, Citra; Indrawati, Ratna
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v26i3.755

Abstract

Derajat merokok aktif adalah perkalian jumlah rata–rata batang rokok yang dihisap dikalikan dengan berapa lamanya merokok dalam tahun, hal ini digunakan untuk menentukan derajat merokok – ringan, sedang, dan berat. Merokok aktif merupakan faktor risiko yang sulit terkontrol sebagai penyebab hipertensi primer. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  persentase derajat merokok aktif, hipertensi primer, serta besar pengaruh  derajat merokok dengan kejadian hipertensi primer pada pengemudi bus non AC di PT. Mayasari Bakti periode Mei 2016. Desain penelitian  yang digunakan adalah observational analitic dengan metode penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 64 pengemudi bus non AC. Data  primer diambil dengan menghitung tekanan darah dan memberikan kuesioner kepada responden, kemudian dilakukan analisis dalam bentuk univariat, dan bivariat menggunakan uji chi-square. Persentase derajat  merokok ringan, sedang, dan berat berturut–turut sebesar 9,4%,  53,1%, dan 37,5%dari 64 responden, sedangkan persentase hipertensi primer pengemudi yang merokok aktif sebesar 81,3%. Hasil uji chi-square p=0,005 (P<0,05), namun nilai espektasi < 5 dan lebih  dari 20%, maka dilakukan uji alternatif fisher diperoleh p=0,002 (P<0,05). Hasil uji menunjukkan terdapat pengaruh derajat merokok aktif dengan kejadian hipertensi primer pada pengemudi bus non AC.
Hubungan Usia Dengan Kejadian Hipertensi di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang Widjaya, Nita; Anwar, Faishal; Laura Sabrina, Ratih; Rizki Puspadewi, Ranty; Wijayanti, Erlina
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v26i3.756

Abstract

Berdasarkan hasil pengukuran Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi tekanan darah di Indonesia yaitu sebesar 26,5%. Menurut profil kesehatan Dinkes Tangerang tahun 2016 prevalensi hipertensi pada 2016 yaitu sebesar 48.662 (49,7%) orang penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hipertensi di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus Mei 2018. Metode penelitian menggunakan metode analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berusia >17 tahun di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten tahun 2018. Sampel penelitian dilakukan dengan Quota Sampling sebanyak 115 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian yang didapatkan dari 115 responden yaitu rata-rata usia pada  rentang usia 18-40 tahun (61,7%), perempuan sebanyak (50,4%), pendidikan rendah (60 %), mayoritas pekerjaan  yaitu ibu rumah tangga (34,8%) dan mayoritas tempat tinggal di Tegal Angus (53,9%). Analisis univariate hipertensi sebanyak 66 (57,4%) dan tidak hipertensi 49 (42,6%). Analisis bivariate hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi p-value 0,00. Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi di Kecamatan Kresek and Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Banten.
Hubungan Obesitas Sentral Dengan Gambaran Fatty Liver Pada USG Abdomen Di Poliklinik Bank Indonesia Bulan Agustus – September 2017 Medina, Shahnaz; Wibudi, Aris; Sandra, Oktania
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.357 KB) | DOI: 10.33476/jky.v26i3.758

Abstract

Obesitas sentral dikaitkan dengan perkembangan fatty liver dan peradangan hati. Indonesia memiliki prevalensi tertinggi untuk Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) di Asia Tenggara (30%), prevalensi yang sama juga dilaporkan di Provinsi DKI Jakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan obesitas sentral dengan gambaran fatty liver pada USG abdomen di Poliklinik Bank Indonesia pada bulan Agustus–September 2017. Penelitian cross- sectional dilakukan pada bulan Agustus–September 2017. Kriteria inklusi adalah pasien obesitas sentral yang melakukan Ultrasonografi (USG) abdomen dengan fokus kelainan hati. Obesitas sentral dinilai dengan pengukuran antropometri yang terdiri dari indeks massa tubuh dan lingkar pinggang. Fatty Liver dikonfirmasi oleh USG abdomen yang berupa gambaran hiperekoik dan bright liver. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik fixed exposure sampling sehingga menghasilkan 42 subjek. Hubungan antara 2 variabel kategorik dianalisis dengan uji Chi-square menggunakan Statistical Product and Service Solution 21.0 (SPSS 21.0). Dari total 42 subjek, fatty liver ditemukan pada 31 subjek (73,8%). 26 subjek (61,9%) ditemukan memiliki obesitas sentral dan fatty liver. Ada hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan gambaran fatty liver pada USG abdomen (p: 0,003). Prevalence Odds Ratio (POR) menunjukkan peningkatan kemungkinan sebesar 9,1 kali lipat untuk subjek obesitas sentral menderita fatty liver. Terdapat hubungan antara obesitas sentral dengan fatty liver. Prevalence Odds Ratio (POR) yang menunjukkan peningkatan kemungkinan sebesar 9,1 kali lipat pada subjek obesitas sentral untuk menderita fatty liver daripada subjek tanpa obesitas sentral dapat memprediksi fatty liver pada individu dengan obesitas sentral.
Tingkat Depresi Keluarga Dengan Anak Berkebutuhan Khusus (Abk) Di Sekolah Luar Biasa (Slb) Kabupaten Kendal Eky Vikawati, Nura; Linda Destiana, Anggari; Wahyuningsih, Hesty
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.88 KB) | DOI: 10.33476/jky.v26i3.759

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan perhatian lebih di segala bidang, tak jarang mereka mendatangkan masalah tersendiri bagi keluarganya. Beberapa penelitian menunjukan hubungan positif antara orang tua ABK dengan gejala psikopatologi termasuk depresi. SLB Negeri Kendal merupakan SLB terbesar di Kabupaten Kendal yang memiliki kurang lebih 183 siswa dengan ABK baik tuna grahita, tuna netra, tuna rungu, dan tuna daksa. Penelitian tentang pengukuran tingkat depresi pada keluarga dengan ABK di SLB Negeri Kendal belum pernah dilakukan sebelumnya. Tingkat depresi diukur menggunakan Beck depression inventory (BDI). Sampling dilakukan dengan metode purposive random sampling dari wali murid (ayah, ibu, nenek, tante) Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Data demografi berupa hubungan responden dengan ABK, tingkat pendidikan dan pekerjaan, serta tingkat depresi ditampilkan dalam bentuk tabel dan pie chart. Penelitian ini melibatkan 54 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 54 responden didapatkan 46.3% (25/54) memiliki skor BDI normal, 29.6% (16/54) dengan gangguan mood ringan, 9.3% (5/54) dengan depresi borderline, 11.1% (6/54) dengan depresi moderat, dan 3.7% (2/54) dengan depresi berat. Mayoritas responden merupakan first degree relative (66.7% ibu dan 24.1% ayah). Kebanyakan dari responden merupakan lulusan SD (33.3%) dan mayoritas bekerja sebagai IRT (55.6%).Mayoritas keluarga ABK di SDLB Kabupaten Kendal pada penelitian ini tidak mengalami gejala depresi.
Identifikasi Formaldehida Dalam Tahu Dan Mie Basah Pada Produk Pedagang Jajanan Di Sekitar Kampus Universitas YARSI Jakarta Priangani Roswiem, Anna; Septiani, Triayu
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v26i3.754

Abstract

Formalin (larutan Formaldehida 37% dalam air) sering disalahgunakan fungsinya untuk mengawetkan  makanan / bahan makanan seperti tahu dan mie basah. Di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta, banyak pedagang jajanan yang menggunakan bahan baku tahu dan mie basah, seperti gorengan tahu, tahu krispi, tahu goreng untuk ketoprak, baso tahu dan mie ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan formaldehida pada tahu dan mie basah pada produk pedagang jajanan di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta. Analisis kualitatif adanya formaldehida dalam sampel, dilakukan dengan metode asam kromotropat yang dimodifikasi, dan analisis kuantitatif dengan metode spetrofotometri dengan pereaksi Nash pada λ 413 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua produk berbahan baku tahu dan mie basah pada pedagang jajanan di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta menggunakan bahan baku tahu dan mie basah yang ditambah bahan pengawet formalin dengan kadar formaldehida dalam tahu berkisar antara (13,9–183,3) ppm dan dalam mie basah berkisar antara (13,9–408,3) ppm. 
Peningkatan Antioksidan Endogen yang Dipicu Latihan Fisik Anggiane Putri, Mustika
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.501 KB) | DOI: 10.33476/jky.v26i3.760

Abstract

Sudah tidak diragukan lagi bahwa latihan fisik memiliki manfaat yang begitu besar bagi kesehatan dan kebugaran tubuh manusia. Latihan fisik yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan resiko penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, obesitas dan penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa radikal bebas dan reaktive oxygen species (ROS) yang dihasilkan selama kontraksi otot memiliki peran fisiologis dalam adaptasi terhadap latihan fisik. Reactive Oxygen Species (ROS) yang terbentuk dalam jumlah ringan-sedang saat seseorang melakukan latihan fisik dapat meningkatkan produksi antikoksidan endogen dalam tubuh. Melalui beberapa jalur transduksi sinyal, radikal bebas dalam jumlah ringan-sedang dapat mengaktifkan faktor transkripsi yang berperan dalam ekpresi gen antioksidan endogen. Peningkatan produksi antioksidan endogen selama latihan fisik dapat mencegah terjadinya stress oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan komponennya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6