cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019" : 6 Documents clear
Prevalensi Gejala Gangguan Gastrointestinal Pada Pasien Penyakit Parkinson Taslim Pinzon, Rizaldy; Al Jody, Abraham; Sugianto, Sugianto
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.135 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i1.647

Abstract

Gejala gastrointestinal merupakan salah satu gejala non-motor yang sering dialami oleh pasien penyakit Parkinson. Di Indonesia, terkhusus Yogyakarta, belum ada penelitian yang mencari angka prevalensi tersebut. Non-motor symptom assessment scale for Parkinson’s disease (NMSS) merupakan salah satu instrumen yang mampu menyaring gejala tersebut.Mencari angka prevalensi gejala gangguan gastrointestinal pasien penyakit Parkinson di Rumah Sakit, Bethesda, Yogyakarta.Penelitian ini adalah penelitian observatif deskriptif dengan disain potong lintang. Tiga puluh satu pasien penyakit Parkinson di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, diambil dengan teknik consecutive sampling, selanjutnya diwawancarai menggunakan kuisioner NMSS. Hasil wawancara dianalisis dengan analisa univariat.Dari 31 sampel, didapatkan gejala gangguan gastrointestinal dialami oleh 17 (54,8%) sampel. Urutan gejala gangguan gastrointestinal yang paling banyak ditemukan adalah konstipasi (41,93%), sialorea (29,03%), dan kesulitan menelan (6,45%).Didapatkan 54,8% sampel mengalami gejala gangguan gastrointestinal, dengan urutan gejala yang paling banyak ditemukan adalah konstipasi, sialorea, dan kesulitan menelan.
Proportion of Diabetes Mellitus in Koja Hospital Ndraha, Suzanna; Dwicahya Putra, Hervico; Dwicahya Putra, Hervico; Derza Polas, Caesaredo; Derza Polas, Caesaredo; Laura Sabrina, Ratih; Laura Sabrina, Ratih; Huda, Khairul; Huda, Khairul
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i1.652

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the most common disease found in clinical practice in Koja General Hospital. According to the previous research, the prevalence of diabetes patients has never been investigated. Aim of this study was to find out the proportion of diabetes subjects hospitalized in Koja General Hospital.This was a descriptive study with a cross sectional approach. Data was taken by consecutive sampling method from diabetes mellitus subjects aged ≥18 years who were hospitalized in the department of internal medicine Koja General Hospital in the period of August 20, until September 30, 2018.The proportion of diabetes subjects in Koja General Hospital was 42% (155 patients) out of a total of 368 subjects. The age of diabetes subjects with the majority of elderly adults (26-65 years) as much as 84% (131 patients) of 155 diabetes subjects. Gender were dominated by woman as 59% (91 patients) out of a total of 155 subjects and the remaining men were 41% (64 patients). The most frequent indication of treatment in diabetes subjects is chronic kidney failure (CKD) as much as 22 patients (14.2%).The proportion of diabetes subjects who were hospitalized was 42% (155 people) of a total of 368 subjects.
Hubungan CXC Chemokine Receptor 4 (CXCR4) dan Matrix Metalloproteinase 9 (MMP 9) dengan Kemampuan Metastasis Adenokarsinoma Prostat Murtiyani, Sri; S. Hernowo, Bethy; Suryanti, Sri
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i1.799

Abstract

Karsinoma prostat merupakan keganasan kedua terbanyak pada laki-laki dan merupakan penyebab kematian kelima diseluruh dunia. Faktor prognosis utama pada adenokarsinoma prostat adalah metastasis yang menyebabkan tingginya angka kematian. Keadaan ini disebabkan karena pada kasus adenokarsinoma prostat yang metastasis pilihan terapi belum mendapatkan hasil yang memuaskan karena terdapat faktor resisten terhadap terapi radiasi dan kemoterapi. CXCR4 dan MMP 9 merupakan petanda imunohistokimia yang berfungsi dalam proses migrasi, chemotaxis dan detachment yang memegang peranan terhadap terjadinya metastasis pada adenokarsinoma prostat. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan imunoekspresi CXCR4 dan MMP 9 dengan metastasis pada adenokarsinoma prostat. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan observasional analitik. Sampel diambil dari blok parafin yang tersedia di Departemen Patologi Anatomi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada periode 2010-2016. Jumlah sampel sebanyak 52 sampel, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok metastasis 26 sampel dan kelompok non metastasis 26 sampel. Keseluruhan sampel dilakukan pulasan imunohistokimia CXCR4 dan MMP 9.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 71% sampel mengekspresikan CXCR4 kuat dengan proporsi terbesar pada kelompok metastasis (nilai p=0,000) dan 56% sampel mengekspresikan MMP 9 lemah pada kelompok metastasis (nilai p=0,55).CXCR4 dapat digunakan sebagai faktor prediksi metastasis pada adenokarsinoma prostat.
Pengaruh Pemberian Air Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Konsentrasi dan Motilitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Setelah Terpapar Asap Rokok Ihsani, Nisa; Hernahadini, Nelis; Permatasari, Linda; Kahfi N.F., Muhammad; Noer Fadhillah, Sara
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i1.779

Abstract

Merokok telah dikenal sebagai salah satu penyebab masalah kesehatan paru-paru, jantung, gastrointestinal, dan kesuburan. Efek asap rokok terhadap kesuburan dapat dilihat dari penurunan kualitas dan kuantitas spermatozoa. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C diketahui dapat menekan penurunan kuantitas dan kualitas spermatozoa perokok aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jeruk nipis terhadap konsentrasi spermatozoa dan persentase motilitas spermatozoa abnormal Mus musculus.  Pada penelitian ini dilakukan pemberian jeruk nipis sebagai sumber vitamin C pada mencit (Mus musculus) untuk menentukan pengaruh pemberian jeruk nipis terhadap konsentrasi dan motilitas spermatozoa mencit (Mus musculus) yang telah terpapar asap rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jeruk nipis sebanyak 1 mL/ 100 gram BB mencit dapat meningkatkan konsentrasi spermatozoa dan menurunkan persentase motilitas spermatozoa abnormal mencit setelah paparan asap rokok selama 10 menit.
Efektivitas Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos (L) Corr) sebagai Larvasida Aedes aegypti Puspa Sari, Monica; Priastini Susilowati, Rina
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i1.797

Abstract

Tanaman maja (Aegle marmelos), dikenal dengan ”Bael atau Maja” dapat ditemukan disekitar kita, dapat dimanfaatkan sebagai larvasida alami karena ramah lingkungan dan relatif lebih  aman bila dibandingkan dengan pestisida kimiawi yang mulai menimbulkan resistensi bagi hewan targetnya. Kandungan beberapa senyawa kimia seperti alkaloid, terpenoid dan tannin  kemungkinan bersifat larvasida maka diperlukan untuk mengetahui apakah ekstrak daun maja menggunakan pelarut etil asetat dan etanol efektif dapat membunuh larva Aedes aegypti  dengan berbagai konsentrasi yaitu 1%; 2%; 4%, 8%; dan 16%, dengan satu kelompok kontrol  positif berupa temephos 1% dan kontrol negatif (tanpa paparan). Rancangan yang digunakan  adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak empat kali. Penelitian ini dilakukan di laboratorium penelitian fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) dengan populasi larva sebanyak 25 larva  per ulangan. Kematian larva Aedes aegypti diamati 24 jam setelah terpapar. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji one way Anova dan dilanjutkan dengan uji beda  nyata terkecil (uji BNT) untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang bermakna antara temephos 1% dengan ekstrak daun maja dosis bertingkat yang menggunakan pelarut etil  asetat maupun etanol dalam berbagai konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50  dan LC90 dari pelarut etil asetat sebesar 2,03% dan 3,04%. Sedangkan nilai LC50 dan LC90  menggunakan pelarut etanol sebesar 4,12% dan 10,82%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak  daun maja menggunakan pelarut etil asetat mempunyai aktivitas larvasida yang lebih tinggi  dibandingkan menggunakan pelarut etanol.
Korelasi Peningkatan Berat Badan Dengan Respon Terapi Pada Pasien Skizofrenia Yang Menggunakan Antipsikotik Atipikal Syamsuddin, Saidah; Mahardika, Agustine
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i1.800

Abstract

Skizofrenia merupakan kondisi kronik dimana seseorang yang hidup dengan kondisi ini memerlukan terapi jangka panjang dengan obat antipsikotik. Antipsikotik konvensional (Tipik) berhubungan dengan efek samping sindrom ekstrapiramidalsedangkan antipsikotik atipikal menunjukkan potensi yang lebih rendah dalam menimbulkan efek samping ekstrapiramidal dan diskinesia tardif. Terdapat efek samping lain yang menjadi perhatian klinisi pada penggunaan antipsikotik atipik yaitu efek samping metabolik yaitu peningkatan berat badan dan dislipidemia. Mekanisme terjadinya peningkatan berat badan akibat antipsikotik atipik adalah melalui stimulasi nafsu makan, penurunan aktifitas fisik dan secara langsung mempengaruhi regulasi metabolik. Keseimbangan harian antara konsumsi kalori dan penggunaannya mempengaruhi berat badan individu, ketidakseimbangan kecil sekalipun dapat menyebabkan perubahan berat badan yang signifikan. Sebagian besar penelitian fokus terhadap terjadinya peningkatan berat badan sebagai efek samping, namun terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara peningkatan berat badan dan respon terapi. mengetahui korelasi antara peningkatan berat badan dengan respon terapi pada pasien Skizofrenia yang mendapatkan pengobatan Antipsikotik atipikal.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cohort prospekif. Sampel pada penelitian adalah pasien Skizofrenia yang berjumlah 30. Pengukuran berat badan dengan timbangan berat badan digital dan penilaian respon terapi menggunakan skor PANNS.Pada minggu ke 2 dan minggu ke 4 setelah terapi menggunakan antipsikotik atipikal korelasi antara peningkatan berat badan dan penurunan PANSS bermakna dengan kekuatan korelasi sedang (minggu 2, r=0,595, p<0,001, minggu 4, r=0,569, p<0,001). Pada minggu ke 6 setelah menggunakan antipsikotik atipikal terdapat korelasi yang bermakna dengan kekuatan korelasi yang kuat antara peningkatan berat badan dan penurunan PANSS pada pasien skizofrenia (r=0,692 dan <0,001).Terdapat korelasi antara peningkatan berat badan dan respon terapi pada pasien skizofrenia yang menggunakan antipsikotik atipikal.

Page 1 of 1 | Total Record : 6