cover
Contact Name
Fariq Azhar
Contact Email
jurnalperikanan@unram.ac.id
Phone
+6282327567802
Journal Mail Official
jurnalperikanan@unram.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Perikanan Universitas Mataram Program Studi Budidaya Perairan Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23026049     EISSN : 26221934     DOI : https://doi.org/10.29303/jp.v10i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini adalah merupakan versi online dari Jurnal Perikanan versi cetak yang telah terbit sejak tahun 2012. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian terapan budidaya perikanan yang meliputi teknologi penyediaan pakan buatan, rekayasa akuakultur, teknologi pembenihan dan pembesaran ikan, rekayasa genetik, teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan dan teknologi budidaya pakan alami. Semua artikel yang diajukan ke Tim Redaksi akan melalui proses review sebelum akhirnya diterbitkan.
Articles 103 Documents
COVER DEPAN, SUSUNAN REDAKSI, DAFTAR ISI Jurnal Perikanan
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.014 KB)

Abstract

Jurnal Perikanan Volume 10 Nomer 1, Mei 2020
PENINGKATAN NISBAH IKAN NILA JANTAN MENGGUNAKAN 17α-METILTESTOSTERON MELALUI PAKAN Barades, Epro; Hartono, Dwi Puji; Witoko, Pindo; Aziz, Rahmadi
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.106 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.200

Abstract

Keberhasilan maskulinisasi pada ikan nila menunjukkan bahwa penggunaan hormon 17?-metiltestosteron (MT) lebih efektif dibandingkan suhu. Akan tetapi penggunaan hormon dengan cara pemberian melalui pakan belum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perendaman larva. Padahal secara aplikasi melalui pemberian pakan lebih mudah dilakukan. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini akan dilakukan pemberian hormon melalui pakan dengan waktu percobaan pemberian pakan melebihi waktu kritis tertinggi, yaitu selama 30 dan 50 hari. D'Cotta et al. (2007) dan Ijiri et al. (2008) menyatakan bahwa waktu kritis untuk dilakukannya perubahan jenis kelamin pada ikan tilapia adalah 9-15 hari setelah pembuahan / day post fertilization / dpf. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan periode waktu pemberian hormon 17? Metiltestosteron yang optimal melalui pakan untuk menghasilkan ikan nila monosex  jantan.Perlakuan menggunakan hormon 17?-metiltestoteron dengan dosis 60 mg /kg dengan perlakuan lama pemberian pakan 0, 30 dan 50 hari. Pengaruh lama waktu pemberian pakan mengandung hormon di uji menggunakan uji anova pada selang kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan 17?-metiltestoteron dalam sex reversal dengan dosis 60 mg/kg pakan dengan lamawaktu pemberian 0, 30 dan 50 hari menunjukkan adanya perbedaan jumlah kelamin ikan nila jantan yang dihasilkan. Akan tetapi tidak terlihat adanya perbedaan nyata pada nisbah kelamin jantan pada perlakukan 30 dan 50 hari pemebrian pakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan hormon 17?-metiltestoteron melalui pakan selama 30- 50 hari setelah penetasan dapat meningkatkan nisbah kelamin jantan pada ikan nila lebih dari 80%.
PEMANFAATAN LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) SEBAGAI MEDIA KULTUR CHAETOCEROS AMAMI Febrinawati, Nanda; Putri, Berta; Hudaidah, Siti
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.739 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.199

Abstract

Mikroalga Chaetoceros amami merupakan mikroalga yang digunakan sebagai pakan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Kultur mikroalga membutuhkan faktor-faktor pendukung untuk membantu proses pertumbuhannya. Faktor-faktor tersebut antara lain suhu, intensitas cahaya, CO2 dan nutrien. Permasalahan yang sering timbul pada kultur mikroalga diantaranya adalah populasi alga yang pertumbuhannya tidak stabil bahkan cenderung mengalami kematian. Hal ini disebabkan faktor-faktor pendukung kurang optimal seperti kurangnya nutrien pada media pertumbuhannya. Limbah terlarut budidaya udang vaname mengandung 77% nitrogen dan 85% fosfor yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan mikroalga Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) sebagai media kultur Chaetoceros amami. Penelitian ini dilakukan di Mikroalga PT. Central Proteinaprima Lampung Selatan Kalianda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan, Perlakuan A (kontol) menggunakan pupul walne, Perlakuan B menggunakan 25 % limbah udang vaname dan Perlakuan C menggunakan 50% limbah udang vaname. Hasil uji Duncan (p > 0,05) menunjukkan bahwa fase puncak selama kultur Chaetoceros amami pada media air budidaya udang vaname tidak berbeda nyata. Kesimpulan penelitian ini yaitu Limbah budidaya udang vaname sebanyak (50/50) dapat menggantikan pupuk sintetik (Walne) sebagai media kultur Chaetoceros amami.  
IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) BERDASARKAN PARAMETER KIMIA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN LOMBOK BARAT Marsoedi, Marsoedi; Guntur, Guntur; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.681 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.198

Abstract

Teripang merupakan kelompok hewan invertebrata dari filum Echinodermata kelas Holothurioidea. Teripang termasuk komponen penting dalam rantai makanan karena peranannya sebagai pemakan endapan (deposit feeder) dan pemakan materi tersuspensi (suspension feeder). Oleh karena itu diperlukan informasi yang memadai yang bisa dipakai untuk pengelolaan teripang secara berkelanjutan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Metode ini dapat digunakan untuk memudahkan dalam mengetahui lokasi penyebarannya, sehingga pengembangan dalam kegiatan budidaya teripang pasir (Holothuria scabra) dapat tercapai dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kawasan budidaya teripang menggunakan Aplikasi SIG yang disajikan dalam bentuk peta kesesuaian kawasan budidaya teripang pasir (H. scabra) di Perairan Lombok Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2016 ? 27 November 2016 di Gili Asahan, Gili Layar dan Gili Gede Kecamatan Sekotong Barat Kabupaten Sekotong Barat Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei, berupa data primer dan sekunder yang berkaitan langsung dengan hidup teripang. Berdasarkan parameter kimia hasil penelitian di Perairan Lombok Barat adalah: pH 6,82 ? 7,50, salinitas 32 ? 34 ppt dan DO 6,19 ? 6,52 mg/L, lokasi kesesuaian lahan untuk kategori sangat sesuai terdapat di Gili Gede, kategori sesuai di Gili Asahan dan kategori tidak sesuai di Gili Layar.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN SINGKONG (MANIHOT UTILISIMA) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN RHIZOPUS SP. PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) Rahmadani, Sri; Setyowati, Dewi Nur?aeni; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.232 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang diberi pakan tepung daun singkong fermentasi menggunakan Rhizopus sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan an 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan, yakni P0 (tanpa penambahan tepung daun singkong fermentasi), P1 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 10%), P2 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 15%), P3 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 20%), P4 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak,  laju pertumbuhan harian, Rasio Konversi Pakan (FCR), dan Kelangsungan Hidup ikan mas. Diketahui bahwa P1 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 10%) merupakan perlakuan terbaik pada semua parameter uji. Sedangkan untuk kelangsungan hidup P3 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 20%) dan P4 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 25%) merupakan perlakuan terbaik untuk kelangsungan hidup yaitu 100%.
PENGARUH TINGKAT KETINGGIAN AIR MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) Nursihan, Muhammad; Damayanti, Ayu Adhita; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.333 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian air media pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yakniP1 (Ketinggian air 3 cm), P2 (Ketinggian air 5 cm), P3 (Ketinggian air 7 cm), P4 (Ketinggian air 9 cm), P5 (Ketinggian air 11 cm) dan setiap perlakuan memiliki 3 ulangan sehingga total percobaan sebanyak 15 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (p < 0,05) terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan spesifik, sehingga dilakukan uji lanjut untuk mengetahui perlakuan terbaik dalam menghasilkan kelangsungan hidup, pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan spesifik benih ikan gabus, diketahui bahwa P1 (Ketinggian air 3 cm) merupakan perlakuan dengan kelangsungan hidup terbaik sebesar 91,7% bagi benih ikan gabus. Sedangkan P2 (Ketinggian 5 cm) merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan pertumbuhan mutlak dan spesifik.
GIVING SPIRULINA PLATENSIS MEAL IN FEED TO THE BRIGHTNESS OF CLOWN FISH (AMPHIPRIONOCELLARIS) Hadijah; Junaidi, Muhammad; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.012 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.187

Abstract

This study aims to determine the exact dosage of S. platensis flour in feed to improve the color quality of clown fish. The method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (S. platensis meal 1%), P2 (S. platensis meal 3%), P3 (S. platensis meal 5%), and P4 (S. platensis meal 7%). The results showed that there was no significant effect on the level of color brightness and survival rate, but had a significant effect on the growth of absolute weight, absolute length growth, specific weight growth rate, and specific length growth rate. It is known that P2 (S. platensis meal 3%) is the highest treatment at the level of color brightness (181.6%), absolute weight growth with 0.26 g and the best treatment at a specific weight growth rate with 1.44 g. Whereas P4 (S. platensis meal 7%) is the best treatment at absolute length growth with 0.62 cm and the best treatment at the specific length growth rate with 0.73 cm. Based on the results of the study, it was concluded that the addition of Spirulina platensis meal to feed at a dose of 3% (Treatment 2) is the doses to increase the brightness of the clown fish.
PENGARUH KONSENTRASI NIRA AREN (ARENGA PINNATA) TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS FORSKAL) Gusmi, Diaz Asa; Diniarti, Nanda; Mukhlis, Alis
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.994 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nira aren (Arenga pinnata)  terhadap sintasan dan pertumbuhan larva ikan bandeng (Chanos chanos Forskal) dan mendapatkan konsentrasi nira terbaik untuk sintasan dan pertumbuhan larva ikan bandeng. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas empat perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu penambahan nira ke dalam media pemeliharaan larva dengan konsentrasi 2,4 ml/l, konsentrasi 4,8 ml/l, konsentrasi 7,2 ml/l dan tanpa penambahan nira (0 ml/l) sebagai kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Budidaya Laut Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat selama 30 hari mulai dari tanggal 31 Agustus 2019 ? 24 September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nira ke dalam media pemeliharaan larva ikan bandeng memberikan pengaruh yang nyata pada sintasan dan pertumbuhan larva ikan bandeng (Fhit> Ftab 5%). Sintasan larva, laju pertumbuhan spesifik harian bobot tubuh dan pertumbuhan mutlak panjang total larva tertinggi diperoleh pada perlakuan konsentrasi nira 7,2 ml/l dengan nilai masing-masing parameter yaitu 67,85%, 15,25% per hari dan 9,05 mm selama 18 hari pemeliharaan. Ketiga parameter pada perlakuan konsentrasi ini tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan perlakuan konsentrasi nira 4,8 ml/l dan 2,4 ml/l namun berbeda nyata dengan perlakuan kontrol (0 ml/l). Disarankan untuk menerapkan penambahan nira dalam media pemeliharaan larva ikan bandeng dengan konsentrasi maksimum 7,2 ml/l. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peningkatan konsentrasi nira di atas 7,2 ml/l pada media pemeliharaan larva ikan bandeng untuk mendapatkan konsentrasi yang optimum bagi sintasan dan pertumbuhan larva ikan bandeng.
SUSUNAN REDAKSI JURNAL JURNAL PERIKANAN VOLUME 9 NOMOR 2 NOVEMBER 2019 Perikanan, Jurnal
Jurnal Perikanan Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.807 KB)

Abstract

SUSUNAN REDAKSI JURNAL JURNAL PERIKANAN VOLUME 9 NOMOR 2 NOVEMBER 2019
PROFIL DARAH IKAN KAKAP PUTIH YANG DIINFEKSI BAKTERI VIBRIO SP. DENGAN PEMBERIAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) novita; Setyowati, Dewi Nur?aeni; Astriana, Baiq Hilda
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.759 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.175

Abstract

   Ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang cukup populer di Indonesia.. Salah satu kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya ikan kakap putih yaitu adanya serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang ikan air laut adalah bakteri Vibrio harveyi. Lidah buaya mengandung beberapa bahan therapeutic penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dalam pakan terhadap penambahan total sel darah merah, sel darah putih, kadar hemoglobin, diferensial leukosit dan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih dan untuk mengetahui dosis ekstak lidah buaya (Aloe vera) yang paling baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 18 unit percobaan. Perlakuan P0: 0  ml ekstrak /500 g  pakan,  P1: 10 ml ekstrak /500 g pakan, P2: 20 ml ekstrak /500 g pakan, P3: 40 ml ekstrak /500 g pakan, P4: 60 ml ekstrak /500 g pakan, P5: 100 ml ekstrak /500 g pakan.Data hasil pengamatan sel darah putih, sel darah merah, diferensial leukosit serta tingkat kelangsungan hidup diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p<0.05) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, leukosit, sel limfosit, sel neutrofil, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap jumlah leukosit, jumlah monosit dan tingkat kealngsungan hidup ikan kakap putih.

Page 1 of 11 | Total Record : 103