cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
UJI EFEK ANTIFERTILITAS KOMBINASI EKSTRAK BIJI SAGA (ABRUS PRECATORIUS L.) DAN BIJI PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) PADA MENCIT JANTAN (MUS MUSCULLUS) Lolok, Nikeherpianti; Pasambo, Pebriani Derianty; Bariun, Hasyim
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.615 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.2

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek antifertilitas kombinasi ekstrak biji saga (Abrus precatorius L.) dan biji pare (Momordica charantia L.) pada mencit jantan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan efek optimum kombinasi antara ekstrak biji saga dan biji pare sebagai antifertilitas terhadap mencit jantan. Penelitian ini menggunakan 36 ekor mencit, terdiri dari 18 ekor mencit jantan dan 18 ekor mencit betina yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan Na.CMC 1%, kelompok II sebagai kelompok perlakuan dengan ekstrak biji pare konsentrasi 10 % b/v, kelompok III ekstrak biji saga dengan konsentrasi 10% b/v, dan untuk kelompok IV,V,VI adalah kelompok kombinasi ekstrak biji saga dan biji pare 10% b/v masing-masing dengan perbandingan 75 : 25 bagian, 25 : 75 bagian, dan 50 : 50 bagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji saga dan biji pare dengan konsentrasi 10% b/v dengan beberapa perbandingan kombinasi menunjukkan adanya efek antifertilitas yang ditandai dengan adanya penurunan jumlah fetus. Pemberian kombinasi 50 : 50  menunjukkan efek antifertilitas yang paling optimum.
FORMULASI EMULGEL ANTIJERAWAT MINYAK NILAM (PATCHOULI OIL) MENGGUNAKAN TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI PENGEMULSI DAN HPMC SEBAGAI BASIS GEL Daud, Nur Saadah; Suryanti, Evi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.904 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.3

Abstract

Minyak atsiri termasuk minyak nilam (Patchouli oil) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri penyebab jerawat. Aktivitas ini menyebabkan minyak nilam berpotensi untuk dikembangkan ke dalam berbagai bentuk sediaan antijerawat, salah satunya adalah emulgel. Emulgel merupakan bentuk sediaan yang cocok untuk minyak nilam yang bersifat hidrofobik, dibandingkan bentuk sediaan lainnya. Sediaan emulgel dibuat dengan variasi konsentrasi minyak nilam yaitu 5%, 10% dan 15%. Tween 80 dan Span 80 digunakan sebagai bahan pengemulsi dan HPMC sebagai basis gel. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan yaitu uji organoleptik (warna, bentuk dan aroma), uji pH, uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji daya sebar, uji viskositas, uji iritasi dan uji stabilitas (cycling test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulgel yang dihasilkan berwarna putih-putih tulang, berbentuk semi padat (emulgel), beraroma khas minyak nilam, homogen tipe emulsi minyak dalam air (M/A) dengan pH berkisar 5,78-6,08 yang memenuhi syarat pH kulit normal dan tidak menyebabkan iritasi. Nilai daya sebar sediaan berkisar 3,5 â?? 6,8 cm. Nilai daya sebar ini berbanding terbalik dengan nilai viskositas sediaan yang berkisar 113,3-170,0 dPa.s. Semakin tinggi konsentrasi minyak nilam yang digunakan, nilai viskositas sediaan juga semakin tinggi. Hasil cycling test menunjukkan sediaan emulgel stabil. Formula C dengan konsentrasi minyak nilam 15% adalah formula emulgel terbaik.
UJI DAYA HAMBAT SEDIAAN SABUN TRANSPARAN EKSTRAK JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI UJI PROPIONIBACTERIUM ACNES Juliansyah, Risky; Paotonan, Rismawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.039 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.6

Abstract

Jerawat  merupakan  penyakit  peradangan  yang  terjadi  akibat  penyumbatan  pada pilosebasea  yang  ditandai  dengan  adanya  komedo,  papul,  pastul,  dan  bopeng (scar) pada daerah  wajah,  leher,  lengan  atas,  dada,  dan  punggung.  Peradangan  dipicu  oleh Propionibacterium  acne,  Staphylococcus  epidermidis, dan Staphylococcus  aureus. Kandungan fitokimia dalam daun Jarak pagar yaitu tanin, steroid dan triterpenoid, flavanoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid. Dalam formulasi sabun transparan penambahan bahan aktif tanaman dapat membantu peningkatan aktivitas antibakteri.                Dari hasil penelitian uji daya hambat sabun transparan ekstrak  jarak pagar  ( Jatropha curcas) terhadap pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes menghasilkan zona hambatan pertumbuhan pada bakteri dengan konsentrasi hambatan minimum  yaitu 5 %. Untuk kontrol positif sendiri digunakan ekstrak jarak pagar  memberikan diameter  hambat sebesar 11,02 mm serta pada kontrol negatif digunakan sabun transparan tanpa penambahan ekstrak jarak pagar  memberikan diameter hambatan sebesar 5,32 mm. Sehingga konsentrasi minimum pada penghambatan pertumbuhan bakteri uji pada sediaan sabun transparan pada  konsentrasi  5%  dengan diameter hambatan 9,07 mm.  
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KUCAI (ALLIUM SCHOENOPRASUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS Ervianingsih, Ervianingsih; Razak, Abdul
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.703 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.7

Abstract

Salah satu tanaman di Indonesia yang sering digunakan sebagai bahan pengobatan alami yaitu Daun Kucai (Allium schoenoprasum L.). Daun dari tanaman kucai telah diteliti dan diketahui memiliki kandungan yang diduga dapat bersifat sebagai antibakteri yakni allicin, saponin, tannin, flavonoid, dan triterpenoid.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun Kucai terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 3 konsentrasi yaitu, 2%, 4%, dan 8%. Control positif Ciprofloxacin dan control negatif Na CMC. Pengujian antibakteri ini menggunakan metode difusi dengan kertas cakram.Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar paper disk dengan menggunakan mistar.Analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat untuk Streptococcus mutans pada konsentrasi ekstrak daun Kucai 2% b/v  9,33 mm, 4% b/v 10,66 mm, dan 8% b/v 12,66 mm, sedangkan pada control negatif tidak memperlihatkan adanya zona hambatan dan pada control positif adalah 22 mm. Pada hasil analisa statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang berbeda nyata antara berbagai konsentrasi ekstrak daun Kucai dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans. Ini berarti, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Kucai maka semakin luas diameter zona hambat.Ekstrak daun Kucai dapat menghambat pertumbuhan bakteri S.mutans.Namun, masih belum efektif dibandingkan dengan kontrol positif (Ciprofloxacin).
FORMULASI SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN (FEMINIME HYGIENE) DARI EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURRAY) Rahmi, Ikka Wahidatul; Nurhikma, Eny; Badia, Esti; Ifaya, Mus
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.761 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.8

Abstract

Sabun pembersih kewanitaan (feminine hygiene) adalah suatu sediaan pembersih daerah kewanitaan berbentuk cair yang dibuat dari bahan dasar dan digunakan untuk membersihkan daerah kewanitaan tanpa menimbulkan iritasi pada kulit. Kulit buah durian mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat digunakan sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sabun pembersih kwanitaan dari ekstrak kulit buah durian.  Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dilakukan ekstraksi kulit buah durian secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %, dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Formula sabun pembersih kewanitaan dibuat pada konsentrasi 25 % diantaranya formula A, B, dan C dengan konsentrasi asam stearat 7,5%, 8%, dan 8,5%, dan diuji evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun pembersih kewanitaan (feminine   hygiene) dari ekstrak kulit buah durian (Durio zibethinus Murray) telah memenuhi syarat uji evaluasi fisik yang stabil yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan uji iritasi.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MARAWOLA PERIODE JANUARI - MARET 2017 Alaydrus, Syafika
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.507 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.9

Abstract

Kesehatan adalah hak asasi yang patut didapatkan oleh semua warga Negara Indonesia.  Hal ini tentunya sangat berhubungan erat dengan sistem pelayanan kesehatan khususnya dibidang farmasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola peenggunaan obat pada penyakit hipertensi di puskesmas Marawola.  Penelitian ini menggunakan desain  penelitian deskriptif  yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan dan variabel yang terjadi selama penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Hasil peneitian ini menunjukan bahwa penderita penyakit Hipertensi berdasarkan jenis kelamin         Laki â?? laki (45,74%) dan perempuan (54,26%). Berdasarkan usia <40 tahun 7,45%, usia 40 â?? 49 tahun 25,53%, usia 50 â?? 59 tahun 30,85%, usia 60 â?? 69 tahun 19,15%, usia 70 â?? 79 tahun 13,83% dan usia >80 tahun 3,19%. Berdasarkan penggunaan obat Paracetamol 13,32%, Asam mefinamat 2,35%, Ibuprofen 0,26%, Isosorbid dinitrat 17,23%, Nifedipin 1,83%, Dopamin 0,26%, Diltiazen 0,52%, Captopril 19,06%, Propanolol 18,54%, Bisoprolol 1,57%, Amlodipine 13,84%, Nimodipine 5,48%, Amdixal 0,26%, Ceremax 0,26%, HCT 1,05%, Bunazosin 0,26%, Dobutamine 0,78%, Digoksin 2,87%, Pentoksifilin 0,26%.  Berdasarkan tepat dan ketidak tepatan penggunaan obat diperoleh tepat 100% tidak tepat 0%. Standar yang digunakan yaitu Depkes RI. Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Direktorat Bina Farmasi dan Klinik, pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi.2005.
UJI AKTIVITAS ANTIRADIKAL BEBAS EKSTRAK DAUN PALIASA (KLEINHOVIA HOSPITA LINN.) Hasanuddin, Silviana; Andini, Citra
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 3 No 02 (2017): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.103 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v3i02.10

Abstract

Telah dilakukan identifikasi senyawa antiradical bebas pada ekstrak daun paliasa (K. hospita).Penelitian ini  bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa antiradical bebas berdasarkan aktivitas pengikat radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl Hydrasil) ekstrak daun paliasa. Daun paliasa diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelaru n-heksan kemudian ampas dari maserasi dengan n-heksan dimaserasi lagi dengan etanol 96%. Ekstrak etanol kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat. Ekstrak n-heksan, etanol dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas radikal bebas dengan nilai IC50 berturut-turut adalah untuk ekstrak N-heksan sebesar 28,713 mg/ml, nilai IC 50 untuk ekstrak etano Sebesar 3,113 mg/ml dan nilai IC 50 untuk fraksi etil  asetat sebesar 4,556 mg/ml. Sedang nilai IC 50 dari sampel pembanding yaitu vitamin C 0,106 mg/ml dan BHT 0,067 mg/ml. Identifikasi KLT-autografi menunjukkan  bahwa ekstrak daun paliasa aktif sebagai antiradical bebas dimana bercak menunjukkan perubahan warna dari ungu menjadi kuning. Sedangkan pada penyemprotan dengan menggunakan reagen antimmon (III) klorida memperlihatkan bercak berpendar kuning pada UV 366 yang menandakan bahwa daun paliasa mengandung golongan senyawa flavanoid.                 Identifikasi KLT-Bioautografi menunjukkan bahwa ekstrak daun paliasa aktif sebagai antiradical bebas dimana bercak menunjukkan perubahan warna dari ungu menjadi kuning. Sedangkan pada penyemprotan dengan menggunakan reagen antimmon (III) klorida memperlihatkan bercak berpendar kuning pada UV 366 yang menandakan bahwa daun paliasa mengandung golongan senyawa flavanoid
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN TERJADINYA ADVERSE DRUG REACTION (ADR) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Isnani, Nazhipah; Muliyani, Muliyani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.783 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.16

Abstract

gejala metabolik yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat rusaknya sekresi insulin atau resistensi terhadap insulin atau keduanya. Di Indonesia, jumlah penyandang DM semakin tahun juga semakin menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Pada tahun 2000, jumlah penderita DM di Indonesia sebanyak 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan mencapai angka 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 nanti. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 pada pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dan untuk mengetahui karakteristik pasien yang mempengaruhi kejadian ADR pada pasien rawat inap yang menggunakan obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 18 orang ( 90%) sedangkan usia ?55 tahun paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 11 orang (55%). Berdasarkan analisis karakteristik pasien terhadap terjadinya ADR terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada jenis kelamin yaitu sebesar 0,008. Hal ini berarti bahwa jenis kelamin mempengaruhi terjadinya ADR.
PENETAPAN KADAR NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN RINGAN KEMASAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV Ramadhani, Nurfijrin; Herlina, Herlina; Utama, Adi Jaza Fajar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.696 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.17

Abstract

Natrium Siklamat merupakan salah satu jenis pemanis yang diizinkan, meskipun diizinkan penggunaan natrium siklamat yang berlebihan dapat memicu terbentuknya kanker. Konsumsi natrium siklamat dalam jangka panjang dapat menyebabkan metabolisme natrium siklamat menjadi senyawa cyclohexilamine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar natrium siklamat yang digunakan, apakah melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan atau tidak. Sampel yang digunakan yaitu sampel yang telah tertulis di kemasan mengandung natrium siklamat, selanjutnya diperiksa di Laboratorium Kimia Farmasi Akademi Farmasi Al-Fathah Bengkulu. Metode analisa yang digunakan yaitu analisa kualitatif dengan menggunakan metode pengendapan dan analisa kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri Uv untuk mengetahui kadar natrium siklamat. Hasil penelitian menunjukkan 3 sampel yang digunakan positif mengandung natrium siklamat dengan analisa kualitatif terdapat endapan putih, setelah dihitung kadar natrium siklamat yang terdapat di minuman ringan yaitu : Sampel A (0,4585 g/kg); Sampel B (0,8065 g/kg); dan Sampel C (0,3136 g/kg). Dari 3 sampel yang diperiksa kadar natrium siklamat yang diperiksa masih dibawah batas maksimum penggunaan yang telah ditetapkan yaitu 3 g/kg menurut Permenkes No 722 tahun 1988
EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK TERPURIFIKASI BATANG GALING (CAYRATIA TRIFOLIA L.DOMIN) PADA TIKUS PUTIH WISTAR JANTAN (RATTUS NOERVEGICUS) Yusuf, Muhammad Ilyas; Tee, Selfyana Austin; Karmila, Karmila; Jabbar, Asriullah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.602 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.18

Abstract

Hepatoprotektor adalah suatu senyawa yang dapat memberikan perlindungan pada hati dari kerusakan hati. Salah satu cara untuk mengetahui fungsi hati dengan mengukur aktivitas enzim Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). Salah satu bahan alam yang berpotensi memiliki efek hepatoprotektor adalah tumbuhan Galing dan telah dilakukan penelitian bahwa tumbuhan galing mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek hepatoprotektor dari ekstrak terpurifikasi batang galing dosis 400 mg/ kgBB pada tikus wistar jantan setelah diinduksi Paracetamol dosis toksik. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium, dengan desain pre  and  post  test  control  group  design  dan menggunakan 12 ekor tikus putih yang dibagi dalam  3 kelompok perlakuan dengan empat kali pengulangan yang diinduksi dengan paracetamol dosis toksik setelah pemberian ekstrak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak terpurifikasi batang galing dengan dosis 400 mg/kgBB, memberikan efek hepatoprotektor yang efektif terhadap peningkatan kadar SGPT setelah diinduksi paracetamol dosis toksik

Page 1 of 4 | Total Record : 35