cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
HILANGNYA WATAK DEMOKRASI PASKA KHULAFA URASIDUN (KEKHALIFAHAN BANI UMAYAH) Suryana, Aan
Jurnal Artefak Vol 3, No 2 (2015): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.114 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i2.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya kekhalifahan Bani Umayah, proses pergantian kursi kekhalifahan masa kekhalifahan bani Umayah, dampak pergantian kursi kekhalifahan secara turun temurun. Metode yang digunakan adalah metode historis yang meliputi, heuristik (pengumpulan sumber), kritik (pengujian), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan karya ilmiah). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Studi ini dilakukan melalui kegiatan pengumpulan data dengan mempelajari sumber-sumber pustaka yang dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membahas, memahami, dan menunjang terhadap penelitian. Kekhalifahan Bani Umayah merupakan kekhalifahan yang didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 41H/661M. Muawiyah merupakan khalifah pertama kekhalifahan Bani Umayah, dan ia juga orang pertama yang mengangkat anaknya, Yazid sebagai khalifah penggantinya ketika ia masih hidup, dan pengangkatan secara turun temurun ini terus berlangsung sampai kekhalifahan Bani Umayah berakhir, bahkan ketika kekhalifahan Bani Umayah berdiri di Spanyol oleh Abdurrahman Addakhil cara ini masih tetap digunakan. Hal ini merupakan peristiwa baru dalam sejarah Islam, yang hasilnya menimbulkan masalah bagi kehidupan sosial dan politik masyarakat Arab. Muawiyah telah dianggap mengkhianati prinsip-prinsip demokrasi yang diajarkan oleh Islam, dan legalitas kekuasaan yang ia peroleh melalui tahkim dalam Perang Shifin adalah melalui cara yang tidak sehat, namun dapat dilupakan oleh masyarakat Arab karena keberhasilan yang diperolehnya. Pengangkatan khalifah secara turun temurun menimbulkan perpecahan dikalangan masyarakat Arab, menimbulkan pemberontakan-pemberontakan yang melemahkan kepemimpinan khalifah, serta perselisihan diantara keluarga Bani Umayah sendiri. Kata Kunci: Khulafaurrasyidun, Demokrasi, Monarchi. ABSTRACT This study aims to determine the background of the establishment of the Caliphate of the Umayyads, the turn of the caliphate caliphate seat Omayyed, the impact of the change seat of the caliphate hereditary. The method used is the historical method that includes, heuristics (collection of sources), criticism (testing), interpretation (interpretation), and historiography (writing scientific papers). Data collection techniques used in this research is the study of literature. The study was conducted through data collection activities by studying the sources of libraries that can be used as a base material to discuss, understand, and support the research. Caliphate Umayyad Caliphate was founded by Muawiyah bin Abi Sufyan in 41H / 661M. Muawiyah was the first caliph of the Caliphate of the Umayyads, and he was also the first to set up his son, Yazid as caliph successor while he is still alive, and the removal of hereditary This continues until the caliphate of the Umayyads ends, even when the Caliphate of the Umayyads established in Spain by Abdurrahman Addakhil this method is still in use. This is a new event in the history of Islam, the results of which poses a problem for social and political life of Arab society. Muawiyah had considered betraying democratic principles taught by Islam, and the legality of the powers he acquired through war Shifin is tahkim in ways that are not healthy, but it can be forgotten by the Arab community because of the success obtained. Appointment caliphate hereditary cause divisions among Arab communities, causing uprisings that undermine the leadership of the caliph, as well as the dispute between the Umayyad family itself. Keywords: Khulafaurrasyidun, democracy, monarchy
PEMANFAATAN METODE RESOURCE BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Pajriah, Sri
Jurnal Artefak Vol 3, No 2 (2015): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.734 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i2.333

Abstract

ABSTRAKFokus dalam tulisan ini adalah apakah yang dimaksud dengan metode Resource Based Learning dalam pembelajaran sejarah, apa saja kelebihan dan kelemahannya, bagaimana proses pembelajaran dan pemanfaatannnya dalam pembelajaran sejarah? Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui metode Resource Based Learning dalam pembelajaran sejarah, kelebihan dan kelemahan, proses pembelajaran dan pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan lokasi penelitian ini di Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Universitas Galuh. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan studi pustaka, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode tersebut dapat memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik. Salah satu manfaat metode Resource Based Learning bagi guru yaitu dapat menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif untuk mengembangkan metode pembelajaran sejarah serta dapat mengakomodir heterogenitas peserta didik. Sementara manfaatnya bagi peserta didik, bahwa metode Resource Based Learning dapat menumbuhkan motivasi, minat, berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini merekomendasikan kepada guru untuk menjadikan metode ini sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran sejarah. Untuk kepala sekolah diharapkan mengadakan pelatihan metode Resource Based Learning kepada para guru sejarah disertai dengan melengkapi fasilitas dan sumber-sumber belajar.Kata Kunci: Model Pembelajaran dan Resource Based LearningABSTRACTThe focus in this article is what is the Resource Based Learning method of teaching history, what are the advantages and disadvantages, how the process of learning and pemanfaatannnya in history? The purpose of this paper is to determine the Resource Based Learning method of teaching history, strengths and weaknesses, learning and utilization in the teaching of history. This study used qualitative research methods. While this research sites in History Education Studies Program Faculty of Teacher Training and Education Program of the University Galuh. Data collection techniques using literature study, observation and interviews. The results of this study indicate that the method can provide benefits for teachers and learners. One of the benefits of the methods Resource Based Learning for teachers that can foster creative and innovative attitude to develop methods of teaching history and can accommodate heterogeneity of learners. While the benefits to learners, that the Resource Based Learning method can foster motivation, interest, critical and creative thinking in the teaching of history. The study recommends to teachers to make this method as an alternative in the teaching of history. For principals are expected to hold a Resource Based Learning training methods for teachers of history along with complementary facilities and learning resources.Keywords: Learning Model and Resource Based Learning
PERANAN BILAL BIN RABBAH DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI JAZIRAH ARAB TAHUN 611 M – 641 M Pajriah, Sri; Mulyadi, Andi
Jurnal Artefak Vol 2, No 1 (2014): Maret (Media Cetak)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.038 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i1.330

Abstract

ABSTRAKHasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kehidupan Agama dan sosial budaya masyarakat Arab sebelum Islam masuk masih menganut paham Jahilliyah yang diantaranya, menyembah berhala, perbudakan serta seni arsitektur dan syair. Setelah Islam masuk di Jazirah Arab yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam paham-paham Jahiliyah mulai ditinggalkan, didalam perkembangan Islam di Jazirah Arab munculah beberapa tokoh penyebar Agama Islam salah satunya adalah Bilal bin Rabbah. Peranan Bilal bin rabah yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam yaitu sebagai kepercayaan Rasull untuk mengumandangkan Adzan sekaligus menjadi Muadzin Pertama dalam Islam di seluruh dunia hal itu berdampak bagi kehidupan sekarang khususnya bagi kaum Muslim. selain itu juga Bilal berperan dalam Perang badar dia berhasil membunuh bekas majikannya semasa masih menjadi Budak yaitu Umayah bin Khalaf sekaligus menandai kemenangan kaum Muslim dalam perang tersebut.Kata Kunci: Bilal, Jazirah Arab ABSTRACTThe results showed that the condition of religious and socio-cultural life of Arab society before Islam arrived, still adopts Jahilliyah. there are a few characteristics of Jahilliyah, such as: dolatry, bondage and architectural art and poetry. After the Islamic religion which is brought by Prophet Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam entered in Jazirah Arab, the notion of Ignorance Jahilliyah becoming obsolete. in the development of Islam in Jazirah Arab emerged several prominent propagator Islam, one of them is Bilal bin Rabbah. The role of Bilal bin Rabah highly influential in the development of Islam that as a person who is trusted by the prophet to peal Adzan and become the first Muezzin of Islam around the world. nowadays, it has implications for life, especially for Muslims. Besides that, Bilal bin Rabbah have an important role in the War of Badr. he succeeded to kill a former master “Umayyah bin Khalaf” when he was still a slave. it shows that the victory of Muslims in the war.Keyword: Bilal, Jazirah Arab
PERANAN SJAM KAMARUZZAMAN DALAM GERAKAN 30 SEPTEMBER TAHUN 1965 Soedarmo, Uung Runalan; Muslimin, Rini Sri; Muslimin, Rini Sri
Jurnal Artefak Vol 2, No 1 (2014): Maret (Media Cetak)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.501 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i1.1054

Abstract

Keterlibatan Sjam Kamaruzzaman dalam Gerakan 30 september 1965, adalah dari latar belakang pendidikannya yang berpindah-pindah tempat hingga akhirnya ia ke Yogyakarta. Disanalah terlihat Keterlibatan Sjam diadalam politik berhaluan kiri (komunis) dimulaai sejak ia ikut kelompok Pathuk dan aktif dalam organisasi buruh dan petani. Kemudian pada tahun 1947 ia bertemu dengan Aidit dan menjadi asisten pribadinya hingga akhirnya resmi menjadi anggota dari partai PKI. Kepercayaan Aidit pada Sjam sangat besar dan kemudian dijadikannya Sjam sebagai ketua Biro Chusus suatu organisasi ilegal dibawah pimpinan Aidit langsung. Adanya Biro Chusus adalah untuk melakukan Infiltrasi terhadap ABRI sebagai usaha strategi untuk melakukan kudeta dengan kekuatan militer. Meletusnya Gerakan 30 September tahun 1965 telah membuat peranan Sjam terlihat semakin jelas dengan ditunjuknya ia sebaga pimpinan pelaksana Gerakan, alasannya karena ia tidak begitu dikenal dikalangan luas dan merupakan ketua Biro Chusus yang mengetahui informasi mengenai perwira-perwira tinggi ABRI. Akhir perjalanan Sjam dalam kariernya setelah kegagalan Gerakan 30 September berakhir di Mahmilub dan memberikan kesaksian-kesaksian mengenai kudeta terseut. Hingga dari kesaksiannya menimbulkan pendapat bahwa ia seorang Agen Ganda. Manfaat penelitian ini adalah dapat dipergunakan sebagai bahan pembelajaran sejarah disekolah serta pengembangan nilai-nilai perjuangan bagsa dan implikasinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pribadi peneliti, khusunya bagi kepentingan pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: Sjam Kamaruzzaman dan G.30. SABSTRACTSjam Kamaruzzaman involvement in the thirtieth of September movement 1965 was in education background. He move from one place to another place till found Yogyakarta. The involvement of Sjam Kamaruzzaman in Communist Party started when he joined Pathuk group and he took part actively in farmer and lakor organization. In 1947 h7 he met Aidit and met Aidit and became Aidit’s assistant. Then, he became Aidit’s assistant. Then, he became communist party member, Aidit b became communist party member, Aidit belliveived sja sja sjam vem verry much. Then, Aidit took Sjam out as trry much. Then, Aidit took Sjam out as the leader of Chusus Bureau (an illegal organization directed by Aidit) Chusus Bureau did some infiltration to ward Indonesian Army (ABRI) as strategic coup attempt by means of milirattempt by means of military force. Becaming the leader of the thirtieth of september movement 1965 made the role of Sjam appeared. The reason are Sjam was unknow people before. Beside, Sjam knew more information about the leader of millitary officer. Sjam career ender after the failure of the thirtieth of september movement in Mahmilub movement, Sjam told some avidence about the coup attempt. The benefits of this research is expected to be able to be used as the literature source for studying history subject. Besides, it expected to be able to give contribution to arrise students awreness toward the nation fighter. The last, this research is expected to be able to improve the writer’s knowledge. Aspecially, in teaching and learning process.Kata Kunci: Sjam Kamaruzzaman dan G.30. S
PRAAKSARA, HINDU-BUDHA, DAN ISLAM PADA MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DUAL CODING Gusdiatin, Dede
Jurnal Artefak Vol 3, No 1 (2015): Maret (Media Cetak)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.493 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i1.1108

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk: mengetahui bagaimanakah implementasi model pembelajaran dual coding pada pembahasan kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada masa praaksara, Hindu-Budha, dan Islam dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas VII SMP N I Baregbeg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) berupa perlakuan (treatment) dengan menggunakan model pembelajaran dual coding dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP N I Baregbeg Ciamis. Data penelitian diperoleh dari pengamatan kegiatan pembelajaran, informan (siswa, guru, dan kepala sekolah), dokumen, dan foto kegiatan. Melalui tahapan palnning, action, observing, dan reflecting yang dilaksanakan dalam dua siklus. Untuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPS kelas VII E SMP N I Baregbeg Ciamis adalah 76 dengan persentase ketuntasan klasikal minimal yang ditentukan 76%. Sedangkan persentase Ketuntasan Klasikal Minimal untuk skala sikap motivasi belajar adalah 76%. Setelah pemberian perlakuan (treatment) selama dua siklus hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang dicapai siswa adalah pada siklus I untuk sikap motivasi belajar memperoleh rata-rata 54,96, siklus II meningkat menjadi 65,03, dan siklus III menperoleh rata-rata 76,07. Selanjutnya peningkatan prestasi atau hasil belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil post test siswa yakni pada pra siklus hanya mencapai rata-rata 49,21, siklus I: 61,25, kemudian siklus II meningkat menjadi 76,96, dan siklus III menjadi 81,10.Kata Kunci: Model Pembelajaran Dual Coding, Pembelajaran IPS, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar
KEBUDAYAAN NGABUNGBANG DARI TAHUN 1915-2009 DI KOTA BANJAR Sondarika, Wulan
Jurnal Artefak Vol 2, No 2 (2014): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.551 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i2.336

Abstract

Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) pelaksanaan ritual Ngabungbang dari tahun 1915-1968 yang banyak dipengaruhi oleh hal-hal mistik. Dan hal itu pula yang menyebabkan ritual Ngabungbang sempat padam selama 35 tahun. 2) pelaksanakan ritual Ngabungbang dari tahun 2004-2009 mengalami perubahan-pembahan mendasar. Waktu, tahapan ritual, sampai tujuan dan makna simbol yang digunakannya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh tokoh-tokoh adat yang memimpin ritual memiliki keragaman berfikir. Serta terdapat makna-makna simbol ritual setelah perubahan dan, 3) sebagai wujud peran serta masyarakat dan pemerintahan Kota Banjar dalam upaya pelestarian ritual Ngabungbang sejak tahun 2005 pemerintah Pemkot Banjar telah mendeklarasikan ritual Ngabungbang sebagai jati diri Kota Banjar dalam bidang kebudayaan dan pariwisata dan menyarankan supaya tradisi ini dikemas dengan hal-hal yang lebih menarik yang akan menghasilkan aset pariwisata budaya Kota Banjar.Kata Kunci: Ngabungbang, tradisi, dan pelestarianABSTRACTThe result of research obtained: l) execution of Ngabungbang ritual of year 1915-1968 which influenced many by mystique things. And that thing also causing Ngabungbang ritual have time to extinguish during 35 year; 2) executor of Ngabungbang ritual of year 2004-2009 experiencing of elementary changes. Time, steps of ritual until the target of and used symbol meaning. Because of influence of costum figures matter leading ritual think have variation. And also there are symbol meanings of ritual atier and change; 3) As role form and also society and municipal administration of Banjar in the effort continuation of Ngabungbang ritual since year 2005 government of Banjar have Ngabungbang ritual as spirit of kota Banjar in the field of tourism and culture and suggest so that this tidy tradition with more interesting things to yield cultural tourism asset town of Banjar.
KEBERADAAN STASIUN KERETA API JALUPANG (JALUR SAKETI-BAYAH) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA CIDAHU KABUPATEN LEBAK, BANTEN TAHUN 1942-1950 Bastaman, Weny Widyawati; Resiana, Neng
Jurnal Artefak Vol 5, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.979 KB) | DOI: 10.25157/ja.v5i2.1945

Abstract

Secara umum jalur kreta api yang tidak aktif telah ditempati menjadi hunian masyarakat, keberadaanya telah di aktifkan kembali oleh pemerintah sehingga ini menjadi persoalan sosial di Desa Cidahu Kabupaten Lebak Banten. Metode yang digunakan oleh penulis dalam karya ilmiah ini adalah metode historis atau metode sejarah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberadaan stasiun Jalupang merupakan awal dimana kehidupan masyarakat Desa Cidahu berubah secara drastis, yang awalnya Desa Cidahu merupakan daerah yang sepi, belum adanya alat transportasi apapun sehingga kegiatan berpergian sangatlah sulit dan kegiatannya sebagian besar bertani dan berpendidikan pondok pesantren dan ketika stasiun Jalupang beroperasi kehidupan mereka membaik, seperti adanya penunjang transportasi sehingga tidak sulit lagi untuk berpergian ke suatu tempat dan adanya peluang atau tempat untuk berjualan. Maka, ketika perkeretaapian jalur Saketi-Bayah beroperasi dan adanya stasiun Jalupang di Desa Cidahu, daerah tersebut ramai oleh penumpang kereta yang berasal dari dalam daerah maupun luar daerah yang akan berpergian entah ke tempat saudara, tempat bekerja ataupun pondok pesantren atau penumpang kereta api yang hanya transit di stasiun Jalupang tersebut.AbstractIn general, the inactive fire route has been occupied as a community residence, its existence has been reactivated by the government so that this has become a social problem in the Cidahu Village of Lebak Regency, Banten. The method used by the author in this scientific work is the historical method or historical method. The results of this study indicate that the existence of the Jalupang station is the beginning where the lives of the people of Cidahu Village changed drastically, initially Cidahu Village was a quiet area, there was no means of transportation so travel activities were very difficult and activities were mostly farmed and educated by Islamic boarding schools Jalupang operates their lives improved, such as the existence of transportation support so it is no longer difficult to travel to a place and there are opportunities or places to sell. So, when the Saketi-Bayah railway line operates and there is a Jalupang station in Cidahu Village, the area is crowded with train passengers who come from within the region and outside the area who will travel either to your place, work or boarding school or train passengers who only transit at the Jalupang station.
PROBLEMATIKA DALAM PELESTARIAN TRADISI ANGKLUNG BADUD DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN CIJULANG Sujaya, Krisna
Jurnal Artefak Vol 5, No 1 (2018): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.499 KB) | DOI: 10.25157/ja.v5i1.1912

Abstract

Tradisi angklung badud merupakan salah satu bentuk kesenian berjenis angklung buhun yang berasal dari Dusun Margajaya Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Tradisi angklung badud tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Dusun Margajaya, Kecamatan Cijulang. Hal ini diindikasikan dari penggunaan tradisi angklung badud sebagai media dalam ritual pertanian padi, yang merupakan mayoritas profesi masyarakat Dusun Margajaya, Kecamatan Cijulang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai keadaan atau gejala yang terjadi tanpa melepaskan objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang semakin maju, perkembangan dan pelestarian tradisi angklung badud semakin memprihatinkan. Banyak faktor yang yang menjadikan eksistensi tradisi angklung badud berada di posisi yang mengkhawatirkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terhambatnya perkembangan angklung badud diantaranya: 1). Perubahan sistem pertanian masyarakat sebagai akar tradisi angklung badud, 2). Sistem pewarisan yang kurang optimal, 3). Akulturasi budaya yang menggerus pelestarian angklung badud. 4). Mind set masyarakat yang lebih menyukai hal-hal yang bersifat modern, 5). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal, 6). Kepedulian pemerintah daerah yang kurang optimal terhadap pelestarian angklung badud.AbstractThe tradition of Badud angklung is one of the art forms of angklung buhun originating from Margajaya Hamlet, Cijulang District, Pangandaran Regency. The Badud angklung tradition grows and develops in the people of Margajaya Hamlet, Cijulang District. This is indicated by the use of the angklung badud tradition as a medium in rice farming rituals, which constitutes the majority of the profession of the people of the Margajaya Hamlet, Cijulang District. This research is included in descriptive qualitative research, namely research that provides an overview of the situation or symptoms that occur without releasing the object under study. Data collection techniques in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of this study that along with the development of the times and increasingly advanced technological advances, the development and preservation of the Badud angklung tradition is increasingly alarming. Many factors that make the existence of the Angud Angklung tradition in a worrying position. Several factors that influence the development of badud angklung include: 1). Changes in the community farming system as the root of the Badud angklung tradition, 2). Less optimal inheritance system, 3). Cultural acculturation which undermines the preservation of badud angklung. 4). The mind set of people who prefer things that are modern, 5). Lack of public awareness in preserving local traditions, 6). The sub-optimal government's concern for the preservation of badud angklung.
PERANAN BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) 1945 DALAM PROSES MENUJU KEMERDEKAAN INDONESIA Setialaksana, Nana
Jurnal Artefak Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.955 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i2.904

Abstract

Tujuan pembentukan BPUPKI oleh pemerintah Jepang, yaitu hanya menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan namun kenyataan sebenarnya ialah “Merancang Undang Undang Dasar Indonesia yang merdeka dan berdaulat”. Kiranya dapat dipahami bahwa BPUPKI yang mewakili seluruh bangsa Indonesia benar-benar mengambil nasibnya ditangan sendiri untuk menentukan persiapan kemerdekaannya, artinya tidak menurut saja kepada ketentuan Juridis formil dan keinginan kolonialis Jepang. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah suatu penelitian yang bersifat mejelajah. Karena yang diteliti adalah suatu masalah yang terjadi di masa lampau, penulis mempergunakan metode penelitian historis.. Metode penelitian historis adalah suatu metode untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektifitas, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan, mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.
DAMPAK PEMEKARAN KABUPATEN PANGANDARAN TERHADAP POTENSI BUDAYA DAN PARIWISATA ALAM KABUPATEN CIAMIS Sondarika, Wulan; Ratih, Dewi; Suryana, Aan
Jurnal Artefak Vol 4, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.085 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i1.733

Abstract

ABSTRAKPemekaran suatu daerah tentu akan berdampak pada segala aspek, aspek budaya dan pariwisata bagi Kabupaten Ciamis. Tujuan utama dari penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk menganalisis pemekaran Daerah Pangandaran; aspek budaya dan aspek pariwisata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian potensi budaya kabupaten Ciamis sebelum terjadinya pemekaran kabupaten Pangandaran yaitu, ronggeng gunung, Bebegig Sukamantri, ronggeng amen, debus Panjalu, wayang landung, dan sebagainya. Sedangkan untuk pariwisata alam yang memberikan pemasukan paling besar bagi PAD kabupaten Ciamis yaitu wisata alam pantai Pangandaran. Potensi budaya dan pariwisata alam kabupaten Ciamis setelah terjadinya pemekaran kabupaten Pangandaran mengalami perubahan, yaitu belum jelasnya kesenian ronggeng gunung dalam hal kepemilikan, Sedangkan untuk pariwisata alam, kabupaten Ciamis kehilangan wisata alam pantai Pangandaran yang memberikan pemasukan paling besarbagi PAD kabupaten Ciamis. Sedangkan, dampak pemekaran kabupaten Pangandaran yang sangat besar dirasakan adalah dalam hal pariwisata alam, karena dengan terlepasnya Pangandaran, kabupaten Ciamis kehilangan PAD sampai 85% dan apabila diuangkan mencapai 6 miliar.Kata Kunci: Pemekaran, Budaya, dan PariwisataABSTRACTExpansion of a region will certainly impact on all aspects, cultural and tourism aspects for the District of Ciamis. The main purpose of the writing of this scientific paper is to analyze the expansion of Pangandaran Region; cultural aspects and aspects of tourism. The method used hearts singer research is using qualitative approach. The results of the research potential of cultural Ciamis district before the onset of Pangandaran regencies, namely, Ronggeng Mountains, Bebegig Sukamantri, Ronggeng Amin, Debus Panjalu, Landung Puppet, and so forth. As for the nature tourism review that brings in big fence Revenue Share (PAD) Ciamis District Pangandaran Beach is a natural attraction. The potential of cultural and natural tourism Ciamis District taxable income of the province was split Pangandaran Regency unchanged, ie unclear arts ronggeng mountain hearts ownership, while for a review of natural tourism, Ciamis district Loss of natural attractions Pangandaran That gives entry fence big Revenue Share PAD (PAD) Ciamis District. Meanwhile, the impact of the expansion Pangandaran Regency most big hearts felt is eco-tourism thing, because with the release of Pangandaran, Ciamis Regency Lost Revenue (PAD) to 85% and when cashed reached 6 billion.Keywords: Redistricting, Culture, and Tourism

Page 1 of 10 | Total Record : 92