cover
Contact Name
dhona indah kiswari
Contact Email
jurnalmai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
ISSN : 25991701     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur (JSTA) merupakan suatu jurnal ilmiah yang diinisiasi oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia yang mempublikasikan hasil penilitian maupun pemikiran pada semua aspek budidaya (hewan dan tanaman) dalam lingkungan perairan tawar, payau dan asin baik secara alami maupun terkontrol. JSTA diterbitkan 2 kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan satu volume dan 2 nomor.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Efektivitas OmegaSqua dan Klorofil sebagai Feed Additive untuk Menigkatkan Fekuinditas, Daya Tetas dan Kelulushidupan Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.) Azizati, Very Luftia
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.965 KB)

Abstract

Ikan lele sangkuriang (Clarias sp.) merupakan salah satu jenis ikan ekonomis yang dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi air tawar dengan produksi cukup tinggi dan digemari masyarakat. Permasalahan yang ada dalam budidaya ikan lele adalah Induk-induk lele sulit untuk cepat matang gonad, fekunditas, daya tetas, dan kelulushidupan  menjadi  rendah.  Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  penambahan  kombinasi omegasqua dan klorofil terhadap fekunditas, daya tetas, dan kelulushidupan larva ikan lele sangkuriang, serta untuk mengetahui rasio omegasqua dan klorofil yang paling tepat menghasilkan performansi reproduksi induk ikan lele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele sangkuriang yang dipelihara dengan penambahan pakan yang dicampur dengan omegasqua dan klorofil berpengaruh sangat nyata   terhadap   daya   tetas   telur   (P<0,01),   namun   tidak   berpengaruh   nyata   terhadap   fekunditas   dan kelulushidupan. Nilai fekunditas berkisar antara 51.515–59.714 butir/Kg. Nilai tertinggi dari daya tetas telur pada perlakuan B (2,5 mL omegasqua/kg pakan dan 2,5 mL klorofil/kg pakan) dengan nilai rerata 50,00±1,76%. Nilai kelulushidupan berkisar antara 66,33–73,20%.
Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) dengan Penambahan Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) dalam Pakan Nugraha, Bayu Avrislistya; Rachmawati, Diana; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.025 KB)

Abstract

Sargassum cristaefolium merupakan salah satu dari jenis rumput laut yang dapat digunakan sebagai feed suplement dan memiliki zat imunostimulan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan sehingga meningkat pula pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan yang menghasilkan laju pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik untuk ikan nila salin (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2017 di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai (LPWP) Jepara. Ikan yang digunakan dalam penelitian adalah ikan nila salin dengan rerata bobot awal sebesar 6,6±0,23 g/ekor. Pakan uji yang digunakan yaitu pakan dengan penambahan tepung S. cristaefolium yang berbeda (0, 1, 2, dan 3%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Penelitian ini dilakuan selama 42 hari, data yang diperoleh meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Perbedaan tingkat penambahan tepung S. cristaefolium pada pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER dan SGR dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan.  Kualitas air pada media pemeliharaan masih dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. Dosis terbaik penambahan S. Cristaefolium yang menghasilkan nilai tertinggi pada TKP (246,25 g), EPP (53,84%), PER (1,63%) dan SGR (2,01%/hari) adalah 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung S. cristaefolium pada dosis 2% merupakan dosis yang paling efektif menghasilkan nilai laju total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER) dan pertumbuhan spesifik (SGR) terbaik.
Evaluasi Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Kepala Lele dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Prawira, Mohammad Aditya
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.712 KB)

Abstract

Industri pengolahan ikan lele dapat menghasilkan produk hasil samping   (kepala lele) yang dapat dibuat tepung  sebagai  pengganti bahan  baku  protein  utama  dalam pakan. Tepung kepala  lele  digunakan untuk menggantikan tepungikan dalam pembuatan pakan buatan untuk juvenil udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung kepala lele dalam pakan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan juvenil udang vaname dalam skala laboratorium. Perlakuan yang diujikan adalah penggantian tepung ikan dengan tepung kepala lele sebesar 0% (A), 25% (B), 50% (C), 75% (D) dan 100% (E). Juvenil udang vaname  (2,47±0,07g) dipelihara dengan kep adatan 10 ekor perwadah (10 L) dan diberi pakan buatan tiga kali sehari pada pagi (07.00), siang (12.00) dan sore hari (17.00) secara ad libitum mengikuti kebutuhan jumlah pakannya. Juvenil udang vaname dipelihara selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kepala lele mampu menggantikan tepung ikan hingga 50% dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (25,59-29,64), protein efisiensi rasio (0,89-0,98) dan laju pertumbuhan spesifik (1,69-1,85%bobot/hari) juvenil udang vaname. Penggantian tepung ikan hingga 100% dengan tepung kepala lele tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kelulushidupan juvenil udang vaname. Penelitian ini membuktikan bahwa tepung kepala lele dapat menggantikan tepung ikan dalam ransum pakan buatan, sampai dengan penggantian 50% tanpa mempengaruhi efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan juvenil udang vaname.
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Mangrove (Sonneratia alba) pada Bakteri Vibrio harveyi secara In Vitro Kurniaji, Ardana; Idris, Muhammad; muliani, muliani
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack In production effort of tiger shrimp (Pennaeus monodon) it had been found several problems that often faced of shrimp farmers in shrimp culture. One of them is the presence of vibriosis disease caused by Vibrio harveyi infection. This study aimed to examine the use of mangrove (S. alba) leaf extract by in vitro to prevent the population growth of bacteria V. harveyi. This research was conducted in the Laboratory of Pathology at Maros Research Institute for Brackish Water Aquaculture. Testing the inhibition of mangrove leaf extract to against bacterial has done in two phases namely qualitative test (inhibition zone) that used concentration were 2.000, 4.000, 6.000, 8.000, 10.000 ppm, control (without extract) and 25 ppm of antibiotic rifampicin as negative control. It the same time that quantitative test (bacterial population) that used concentration were 2.000, 4.000, 6.000, 8.000 ppm, control without extract and DMSO 10%. The results had showed mangrove leaf extract could inhibit the population growth of bacteria V. harveyi. In quality, extract categorized medium at concentration of 8,000-10,000 ppm with inhibition zone from 16.18 to 18.20 mm, and categorized low at 2000-6000 ppm concentration with inhibition zone 9.83 to 12.30 mm. While the quantity of best concentration of mangrove leaf extract in inhibiting the growth of bacteria were 8,000 ppm with total of bacteria was 0 CFU/mL after 8 hours, 6,000 ppm with total of bacteria was 0 CFU/mL after 12 hours, 4.000 ppm with total of bacteria was 4.80 x104 CFU/mL after 24 hours and 2.000 ppm with total of bacteria was 5.17 x107 CFU/mL after 24 hours.                                                                     Abstrak Dalam usaha produksi budidaya udang windu (Pennaeus monodon) ditemukan berbagai permasalahan yang sering menghambat petani dalam melaksanakan kegiatan budidaya di tambak. Salah satu diantaranya adalah adanya serangan penyakit vibriosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan ekstrak daun mangrove (S. alba) secara   In Vitro untuk mencegah pertumbuhan bakteri V. harveyi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros. Pengujian daya hambat ekstrak daun mangrove terhadap bakteri dilakukan dengan dua tahapan yakni secara kualitatif (zona hambatan) yang menggunakan konsentrasi 2.000, 4.000, 6.000, 8.000, 10.000 ppm, kontrol (tanpa pemberian ekstrak) dan antibiotik rifampisin 25 ppm serta pengujian secara kuantitatif (kepadatan bakteri) yang menggunakan konsentrasi 2.000, 4.000, 6.000, 8.000 ppm, kontrol dengan tanpa ekstrak dan DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mangrove dapat menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi. Secara kualitas, ekstrak terkategori sedang pada konsentrasi 8.000-10.000 ppm dengan zona hambatan 16,18-18,20 mm,  dan terkategori lemah pada konsentrasi 2.000- 6.000 ppm  dengan zona hambatan 9,83-12,30 mm. Sedangkan secara kuantitas konsentrasi terbaik ekstrak daun mangrove berturut-turut dalam menghambat pertumbuhan bakteri adalah 8.000 ppm dengan total bakteri 0 CFU/mL setelah 8 jam, 6.000 ppm dengan total bakteri 0 CFU/mL setelah 12 jam, 4.000 ppm dengan total bakteri 4,80x104 CFU/mL setelah 24 jam dan 2.000 ppm dengan total bakteri 5,17x107 CFU/mL  setelah 24 jam. 
Pemanfaatan Lemna sp. dalam Pakan Buatan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Arofah, Nur; Herawati, Vivi Endar Herawati Endar Herawati; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemna sp. is a potential aquatic plant as alternative feed for fish, especially herbivore fish such us gourami (Osphronemus gouramy) and are plenty found in fresh water rich in nutrients. This study aimed to examine the effects of dietary different Lemna sp. meal inclusion levels on daily growth, feed efficiency and survival rate of gourami fingerlings. The study was carried out in March-June 2017 at Hatchery Fish Center, Siwarak, Ungaran. The fish used in this study was gourami fingerlings with the initial average body weight of 1.24 ± 0.20 g/fish. The test diets used were dietary different Lemna sp. meal inclusion levels (0, 5, 10 and 15%). The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. The study was carried out for 56 days, the data obtained were weight gain, total feed consumption (TFC), feed efficiency utilization (FEU), daily growth rate (DGR), protein efficiency ratio (PER), and survival rate (SR). The different inclusion levels of Lemna sp. in diets had significantly affected (P<0,05) on total feed consumption (TFC), feed efficiency utilization (FEU), daily growth rate (DGR), protein efficiency ratio (PER), and survival rate (SR) of gourami fingerlings. In conclusion, gourami fingerlings showed best performance in TFC (73.92 g), FEU (82.85%), DGR (1.09 g/day), PER (2.12%), and SR (91.11%) when the fish were feed with the diets containing 10% Lemna sp. meal.
KAJIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS NON SPESIFIK UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei) Pratama, Arbi Fadjri; Tarsim, Tarsim; Susanti, Oktora
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.311 KB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam program industrialisasi perikanan budidaya dan merupakan komoditas unggulan untuk ekspor produk perikanan budidaya. Dampak dari peningkatan budidaya tersebut yaitu kualitas lingkungan yang menurun sehingga menyebabkan timbul beberapa penyakit pada udang. Pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik dan bahan kimia lainya, namun dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan resistensi terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak daun kelor terhadap imunitas non spesifik udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-februari dengan menggunakan empat perlakuan yang diterapkan yaitu perlakuan A (0 mg/L ekstrak daun kelor), B (20 mg/L ekstrak daun kelor), C (30 mg/L ekstrak daun kelor), dan D (40 mg/L ekstrak daun kelor). Parameter yang diuji yaitu total hemocyte count, aktivitas fagositosis, indeks fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor sebagai imunostimulan dapat meningkatkan respon imun udang vaname.
Efektivitas Penambahan Cacing Tanah sebagai Kombinasi Pakan Buatan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Trisnawati, Yeni
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.755 KB)

Abstract

Pemanfaatan cacing tanah (L. rubellus) sebagai pakan lele dumbo (C. gariepinus) dalam budidaya lele dumbo diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi pakan buatan dan cacing tanah (L. rubellus) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan lele dumbo (C. gariepinus). Variabel yang diamati meliputi  nilai  efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan  5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan itu adalah kombinasi pakan buatan 0% dan cacing tanah 100% (A), kombinasi pakan buatan 25% dan cacing tanah 75% (B), kombinasi pakan buatan 50% dan cacing tanah 50% (C), kombinasi pakan buatan 75% dan cacing tanah 25% (D) dan kombinasi pakan buatan 100% dan cacing tanah 0% (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan buatan 25% dan cacing tanah 75% memberikan nilai EPP yaitu sebesar 89,5±0,5% dan pertumbuhan terbaik (P<0,05) sebesar 2,04±0,2%BW/hari tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) pada SR lele dumbo. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi 25% pakan buatan dan 75% cacing tanah mampu meningkatkan nilai EPP dan SGR dalam budidaya lele dumbo.
Pengaruh Media Pemeliharaan yang Berbeda dengan Pemberian Pakan Mengandung Enzim Papain terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Pranandhira, GP Mahara; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.103 KB)

Abstract

Teknologi bioflok merupakan teknologi penggunaan bakteri, baik heterotrof maupun autotrof yang dapat mengonversi limbah organik secara intensif menjadi kumpulan mikroorganisme yang berbentuk sebuah flok yang dapat dimanfaatkan oleh ikan sebagai sumber makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pertumbuhan spesifik dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan patin (Pangasius hypopthalmus) yang dipelihara dalam media yang berbeda dengan pemberian pakan yang mengandung 0,25% enzim papain. Ikan yang digunakan dalam penelitian adalah benih ikan patin dengan bobot rata-rata sebesar 3,63±1,9 g/ekor. Ikan uji dipelihara dengan padat penebaran sebesar 1 ekor/L selama 42 hari.  Pakan uji yang digunakan yaitu pakan dengan pemberian enzim papain 0,25%dan diberikan secara at satiation. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan,yaitu A (media pemeliharaan air tawar), B (media pemeliharaan bioflok C/N 18) dan C (media pemeliharaan probiotik 1 mL/L). Parameter yang diamati meliputi efisiensi pemanfatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), jumlah konsumsi pakan (TKP), laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan kelulushidupan (SR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan dengan media bioflok dan media probiotik memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap EPP danPER, namun tidak berpengaruh nyata terhadap TKP, SGR, dan SR benih ikan patin. Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan bahwa pada pemeliharaan dengan media bioflok memberikan hasil terbaik pada  TKP (109,86 g), EPP (75,94%), SGR (1,81%/hari), PER (2,50%), dan tingkat kelulushidupan (96,67%) sehingga dapat disimpulkan bahwa media bioflok dapat meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin (P. Hypopthalmus).
Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) pada Media Bioflok dengan C/N Ratio Berbeda Hidayat, Riyan
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.699 KB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas yang di andalkan dalam peningkatan devisa negara dari sektor non migas. Udang mampu berkembang dengan pesat bila dibudidayakan secara baik, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dan tidak ada gangguan lingkungan. Pakan merupakan komponen budidaya yang menyerap biaya paling besar  sampai 80%. Teknologi bioflok  merupakan salah  satu  alternatif penyediaan pakan  tambahan berprotein untuk kultivan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem bioflok dengan sumber C/N yang berbeda terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan udang windu dan mengetahui ratio C/N yang menghasilkan efisiensi pakan dan pertumbuhan udang windu yang terbaik. Parameter variable bebas yang dikaji meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), tingkat konsumsi pakan (TKP), efesiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan kelulushidupan (SR). Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A (C/N ratio 12), perlakuan B (C/N ratio 18), dan perlakuan C (C/N ratio 24). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbon yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pertumbuhan harian dan efesiensi pemanfaatan pakan dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan (SR). Ratio C/N yang memberikan efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan terbaik adalah 24,  dengan nilai SGR 1,08±0,079%; EPP 72,32±6,17g; T KP  39,27±1,58; SR 90,00±10,00 dan kualitas air masih dalam kisaran layak untuk kehidupan udang windu (Penaeus monodon).
Scalling Up Bibit Rumput Laut, Kappaphycus alvarezii dengan Kultur Jaringan A, Wiwien Mukti; k, ujang k.a; k, ujang k.a
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seaweed is economically important because it contains carrageenan and agar, and alginate. Its high potential encourage massive of seaweed cultivation in various Indonesian sea areas. But currently the productivity of seaweed is not optimal because the seeds come from nature are not sustainable and depend on the season, instead of a decrease in genetic quality, environmental quality and disease. Seaweed tissue culture support the development of cultivation by providing quality seeds continuously without being affected by the season. Research aims to multiply Kappaphycus alvarezii seeds using tissue culture techniques. Research parameters include methods for adaptation of broodstock for explant candidate, formulation of growth regulators (ZPT), induction of callus and somatic embryo , and micropropagul. The results of research showed that adaptation of seaweed was conducted with the addition of 5ml / L PES fertilizer, the average rate of callus induction occurred on the 14th day with the best combination of ZPT at Indole Acetic Acid (IAA) 2.5mg / L; Benzyl Adenin (BA) 1 mg / L with a percentage of callus formation > 80% while the proliferation of somatic embryos increased in the combination of IAA 0 mg / L; BAP 0 mg / L, then micropropagul was produced on a combination of IAA 0 mg / L; BAP 1mg / L with a percentage of 31.64%. Thus it was concluded that tissue culture can be used to increase mass production of Kappaphycus alvarezii seedsAbstrakRumput  laut secara ekonomis menjadi penting karena mengandung karagenan dan agar, serta alginat. Potensinya yang tinggi menggerakkan usaha budidaya rumput laut secara masif diberbagai wilayah laut Indonesia. Namun saat ini produktifitas rumput laut belum optimal karena bibit berasal dari alam  tidak berkesinambungan dan bergantung pada musim, disamping adanya penurunan kualitas genetik, kualitas lingkungan dan penyakit. Kultur jaringan rumput laut menunjang pengembangan usaha budidaya dengan penyediaan bibit berkualitas secara kontinyu tanpa dipengaruhi oleh musim. Perekayasaan bertujuan melakukan perbanyakan bibit Kappaphycus alvarezii dengan teknik kultur jaringan. Parameter kerekayasaan meliputi metode pengadaptasian indukan kandidat eksplan, formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) induksi kalus dan embrio somatik, serta mikropropagul. Hasil kerekayasaan menunjukkan pengadaptasian indukan rumput laut dilakukan dengan penambahan pupuk PES 5ml/L, kecepatan induksi  kalus bereksplan rata-rata terjadi pada hari ke 14 dengan kombinasi ZPT terbaik pada Indole Acetic Acid (IAA) 2,5mg/L; Benzyl Adenin (BA) 1mg/L dengan presentase pembentukan kalus >80% sedangkan poliferasi embrio somatik meningkat pada kombinasi IAA 0mg/L; BAP 0mg/L, selanjutnya mikropropagul dihasilkan pada kombinasi IAA 0mg/L; BAP 1mg/L dengan presentase 31,64%. Dengan demikian disimpulkan bahwa kultur jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi massal bibit Kappaphycus alvarezii.