cover
Contact Name
Nurcahyo Widyodaru Saputro
Contact Email
nurcahyo.widyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wagionohs4@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agrotek Indonesia
ISSN : 24778494     EISSN : 25802747     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Indonesia Adalah jurnal ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang mennyampaikan hasil-hasil penelitian dan informasi ilmiah di bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Pengaruh Dosis Herbisida Campuran Metil Metsulfuron 0,7% + Chlorimuron Etil 0,7% + 2,4-D Na 75% terhadap Gulma, Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) pada Sistem Tanpa Olah Tanah Widayat, Dedi; Umiyati, Uum; Sumekar, Yayan; W Gultom, Citra Berta
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.133 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1370

Abstract

Zero tillage system and herbicides are widely used to overcome the lost of yield due to the weeds. Herbicides are used in this experiments were herbicides active inggredients mixture ofmethylmetsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2,4-DNa 75%. This experiment aims to determine the effect of mixed herbicide methyl metsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2.4-D Na 75% to the weeds, growth and yield of Ciherang varieties of rice crops on the Landless system. The experiment was held in October 2016 until January 2017 at SPLPP (Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian) Faculty of Agriculture UNPAD Raya Laswi Street Numb. 176 Jelekong Bale Endah Subdistrict, Bandung Regency, West Java. The experiments used a Randomized Block Design with 7 treatments and 4 replications, they are : A. Methylmetsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2,4-DNa 75% 750 g / ha, B. Methylmetsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2,4-DNa 75% 1000 g / ha, C. Methylmetsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2,4-DNa 75% 1250 gr / ha, D. Methylmetsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2,4-DNa 75% 1500 gr / ha, E. Manual weeding + OTS (maximum tillage), F.Maximum tillage (OTS) + without weeding. The result of the research showed that various doses of herbicide mixture of methyl metsulfuron 0,7% + chlorimuron ethyl 0,7% + 2,4-D Na 75% give effect to suppressionthe weight of weeds and not give effect to the growth and yield of rice crops. Key words : Weeds, methylmetsulfuron 0.7% + chlorimuron ethyl 0.7% + 2,4-DNa 75% , Rice Crop, Zero Tillage System
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Pola Tanam Tumpangsari denganUbi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) di Arjasari Kabupaten Bandung Dini, Andhita Zata Dini; Yuwariah, Yuyun; Wicaksono, Fiky Yulianto; Ruswandi, Dedi
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.238 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1375

Abstract

Produktivitas tanaman jagung dan ubi jalar sebagai tanaman pangan di Indonesia dapat ditingkatkan melalui cara tanam tumpangsari. Percobaan ini untuk mengetahui genotip jagung terbaik jika ditumpangsarikan dengan tanaman ubi jalar. Percobaan ini telah dilakukan pada bulan Februari 2017 sampai bulan Juli 2017 di Arjasari, dengan ketinggian 960 mdi atas permukaan laut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan sistim pertanaman sebagai petak utama dan genotip jagung sebagai anak petak.  Petak utama adalah jagung tunggal dan jagung/ ubi jalar; sedangkan anak petak adalah 17 genotip jagung DR. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tumpangsari jagung dengan ubi jalar berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung DR 13 dan DR 17.  Genotipjagung DR 8, DR 13, DR 16, dan DR 17 yang ditumpangsarikan dengan ubi jalar mampu meningkatkan bobot biji pipilan kering per petak sebesar 3,50 kg/m2– 5,01kg/m2 atau 3,89 ton/ha - 4,25 ton/ha. Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) tertinggi adalah jagung DR 15 sebesar 1,43 sehingga sesuai untuk ditumpangsarikan dengan ubi jalar. Kata kunci : Jagung, ubi jalar, tumpangsari
PENGARUH JUMLAH PEMBERIAN AIR TERHADAP PENURUNAN DAYA HANTAR LISTRIK TANAH DI-BERBAGAI KEDALAMAN PADA TANAH TIMBUL DI KABUPATEN KARAWANG Wagiono, Wagiono
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.034 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1714

Abstract

Tanah timbul yang bersifat salin dapat dimanfaatkan sebagai petakan sawah secara teknis dengan cara meninggikan dasar kolam tanam (pond) dan mengurangi lapisan tanah keras (hardpen) yang terbentuk pada dasar kolam setinggi lebih dari panjang akar tanaman padi. Jika pada kolam tanam/petakan sawah tersebut dilakukan irigasi dengan air tawar (fresh water) maka kandungan garam, terutama NaCl, dalam tanah akan mudah larut dan terperkolasi meninggalkan daerah perakaran. Penelitian dengan judul “Pengaruh Jumlah Pemberian Air Terhadap Penurunan Daya Hantar Listrik Tanah Di-berbagai Kedalaman  Pada Tanah Timbul Di Kabupaten Karawang” bertujuan untuk mendapatkan areal/lahan pertanian baru terutama pencetakan sawah baru disepanjang garis pantai. Penelitian dilakukan antara bulan Januari sampai April 2017 di Rumah Kaca dan Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan desain percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan kombinasi perlakuan kelompok Nilai Daya Hantar Listrik pada  kedalaman dari permukaan tanah timbul 10 cm, 30 cm dan 50 cm dan perlakuan pemberian air irigasi sebanyak 0,8; 0,9 dan 1,0 liter/detik/ha dan tiap kombinasi perlakuan dilakukan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Daya Hantar Listrik yang di ukur dengan Electric Conductivity Meter adalah pemberian air 1,0 liter/detik/ha dan  pada titik pengamatan kedalaman 10 cm dari permukaan tanah merupakan perlakuan yang   mengalami penurunan terbesar yaitu dari 18 mmhos menjadi 7 mmhos. Selain itu, pada perlakuan pemberian jumlah air sebanyak 1,0 liter/detik/ha menunjukkan penurunan DHL tanah timbul pada titik pengamatan kedalaman 30 cm, yaitu dari 18 mmhos menjadi 12 mmhos, dan pada kedalaman 50 cm, yaitu 18,5 mmhos menjadi 13 mmhos. Hal ini menunjukkan telah terjadi pelarutan garam dan terperkoasi secara gravitasi meninggalkan daerah perakaran                       Kata Kunci: Tanah Timbul, Salinitas Tanah, Daya Hantar Listrik Tanah.
INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) MENINGKATKAN POPULASI BAKTERI PELARUT FOSFAT DAN SERAPAN HARA P TANAMAN CABAI (Capsicum Annuum L.) PADA INCEPTISOLS Aldino Rahman, Muhammad; Nurbaity, Anne; Simarmata, Tualar; Haryantini, Baiq Azizah
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.318 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1270

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula (FMA) memegang peranan penting dalam produktivitas cabai melalui peningkatan kualitas tanah. Eksperimen untuk mengetahui pengaruh inokulan FMA populasi bakteri pelarut fosfat dan serapan P tanaman cabai pada Inceptisols dilaksanakan di rumah plastik dengan ketinggian ± 752 MDPL, Jatinangor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas empat perlakuan (kontrol, 100, 200, 300 spora FMA isolat dari tanah hutan alami). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata inokulan FMA terhadap populasi bakteri pelarut fosfat dan serapan P. Pemberian inokulan FMA isolat dengan kepadatan 100 spora/tanaman lebih efisien dalam meningkatkan populasi perlarut fosfat dan serapan P dibandingkan perlakuan lain
Potensi Tongkol Jagung sebagai Media Hidroponik Subtrat Pakchoi dengan Beberapa Sumber Nutrisi Yunindanova, Mercy Bientri; Arniputri, Retna Bandriyati; Ramadhan, Danni
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.578 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1120

Abstract

Jumlah tongkol jagung sangat melimpah seiring dengan peningkatan konsumsi jagung. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tongkol jagung sebagai media hidroponik tanaman Pakchoi. Penelitianini menggunakan beberapa sumber nutrisi untuk memperoleh alternatif sumber nutrisi selain AB Mix yang lazimdipakai pada budidaya hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2016 di Rumah KacaFakultas Pertanian UNS. Rancangan Acak Lengkap diaplikasikan pada penelitian ini dengan 2 faktor perlakuan yaitunutrisi (AB Mix, Gandasil DTM, POC (pupuk organic cair) SupermesTM)dan perbandingan media pasir dan tongkoljagung (100%+0, 75%+25%, 50%+50%, 25%+75%, and 0+100%). Hasil menunjukkan bahwa nutrisi AB Mixmenghasilkan pertumbuhan akar yang lebih baik. Kombinasi nutrisi AB Mix dan pasir 100% menghasilkanpertumbuhan dan hasil Pakchoi terbaik. Tongkol jagung maupun nutrisi lain (Gandasil DTM dan POC) belum mampumenjadi alternatif media dan nutrisi hidroponik Pakchoi.Kata kunci: Tongkol jagung, hidroponic, nutrisi, Pakchoi
Pengaruh Ketersediaan Hara terhadap Pertumbuhan dan Produksi 9 Genotip Padi dalam Kondisi Kekeringan Bayfurqon, Fawzy Muhammad
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.764 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan hara terhadap pertumbuhan dan produksi 9 genotip padi dalam kondisi kekeringan. Penelitian ini merupakan percobaan pertumbuhan dan produksi genotip padi dengan ketersediaan hara yang berbeda dalam kondisi kekeringan menggunakan media tanah dalam pot. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang dicoba adalah: (1) pemupukan NPK dengan 2 taraf pemberian pupuk dan tanpa pemupukan, serta (2) 9 genotip padi yaitu 3.PM.23.11, 1.23, 3.PM.16, SM.37.1, 2.SM.36.3, Situ Bagendit, IR-64, Silugonggo, dan Cisadane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi padi lebih baik dengan perlakuan pemupukan dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemupukan. Genotip 3.PM.23.11 mampu tumbuh baik meskipun dalam kondisi kahat hara dan kekeringan. Genotip Silugonggo memililiki pertumbuhan yang baik dengan perlakuan pemupukan. Produksi 9 genotip padi yang didapatkan yaitu 3.PM.23.11 sebesar 1,69 ton ha-1, 1.23 sebesar 1,90 ton ha-1, 3.PM.16 sebesar 2,05 ton ha-1, SM.37.1 sebesar 1,75 ton ha-1, 2.SM.36.3 sebesar 1,89 ton ha-1, Situ Bagendit sebesar 1,53 ton ha-1, IR-64 sebesar 1,75 ton ha-1, Silugonggo sebesar 1,8 ton ha-1, dan Cisadane sebesar 2,2 ton ha-1.Kata kunci: genotip padi dan ketersediaan hara.
Pengaruh Berbagai Pembenah Tanah Terhadap Pertumbuhan Dan Populasi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa, L) Varietas Dendang Di Tanah Salin Sawah Bukaan Baru Muharam, Muharam; Saefudin, Asep
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.93 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i2.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pembenah tanah yang paling baik yang digunakan pada tanah salin bukaan baru, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa, L.) varietas Dendang. Penelitian dilakukan di lahan sawah bukaan baru bekas tambak garam di Dusun Cemara, Desa Cemara Wetan, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Waktu penelitian mulai bulan Juli 2014 sampai dengan bulan Oktober 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal empat perlakuan dlam enam ulangan.  Faktor perlakuan tersebut meliputi macam-macam pembenah tanah, yaitu ; P0 = Tanpa Pembenah Tanah; P1 = 5 ton/ha Gipsum; P2 = 10 ton/ha SP 50 (Pembenah tanah berbahan baku Biochar);  P3 = 10 ton/ha Volkanorf S532 (Pembenah tanah berbahan baku abu vulkanik dan batu alam Fosfat). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaryh yang nyata pemberian berbagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan tanaman padi varietas Dendang.  Hasil yang lebih tinggi diperoleh oleh perlakuan SP 50 (P2) terhadap rata-rata tinggi tanaman 70 hst (27,66 cm), jumlah anakan 70 hst (9,53 rumpun), dan jumlah populasi tanaman pada 70 hst (113,17 tanaman), walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kata kunci:pembenah tanah, padi sawah, tanah salin, bukaan baru 
Review: Mekanisme Tanaman Padi (Oryza sativa L.) dalam Menghadapi Cekaman Suhu Tinggi Pada Stadia Generatif Rozaq Khamid, Miftakhul Bakhrir
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.346 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i2.345

Abstract

Suhu rata-rata lingkungan merupakan faktor pembatas dalam berbagai proses pembentukan dan perkembangan bulir padi. Stadia generatif atau periode pembungaan adalah salah satu periode yang paling sensitif terhadap cekaman suhu tinggi. Sehingga sangat diperlukan pengetahuan mengenai bagaimana respon dan mekanisme adaptasi tanaman terhadap cekaman suhu tinggi. Peningkatan suhu tinggi mengakibatkan terhambatnya pematangan polen untuk menyerbuki stigma, penurunan fertilitas polen, penurunan hasil produksi, peningkatan suhu daun, penurunan berat kering dan pertumbuhan bulir, meningkatkan bulir berkapur, serta merubah laju fotosintesis dan dehidrasi. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan (peroxidase (POD), catalase (CAT) dan superoxide dismutase (SOD)) merupakan salah satu cara adaptasi tanaman padi untuk mengatasi cekaman suhu tinggi. Peningkatan aktivitas enzim ini berguna untuk menghambat kerusakan sel akibat adanya radikal bebas dari spesies oksigen reaktif (ROS) serta kerusakan membran. Selain itu suhu tinggi menurunkan aktivitas akar seperti oksidasi akar yang diukur dengan oksidasi dari alpha-naphthylamine (?-NA), waktu terbuka bunga (WTB) lebih awal dari waktu normal juga merupakan cara penghindaran terhadap suhu tinggi. Kata kunci: cekaman, mekanisme, padi, suhu tinggi, toleransi. 
Pengaruh Waktu Penyimpanan Benih dan Konsentrasi Larutan Asam Sulfat Terhadap Pertumbuhan Benih Jarak (Jatropha curcas Linn.) di Persemaian Indriana, Kovertina Rakhmi
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.402 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.714

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan terjadinya kemunduran mutu benih baik yang diakibatkan oleh faktorpenyimpanan maupun diakibatkan oleh faktor kesalahan dalam penanganan benih, dapat dilakukan denganmelakukan teknik ”invigorasi”. Invigorasi adalah suatu perlakuan fisik atau kimia, dalam hal ini zat kimia yangdigunakan adalah larutan asam sulfat dengan berbagai konsentrasi untuk meningkatkan atau memperbaiki vigorbenih yang telah mengalami kemunduran mutu (Basu dan Rudrapal, 1982). Perlakuan invigorasi berpengaruh sangatnyata terhadap peningkatan performansi benih seperti daya kecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh danlaju pertumbuhan kecambah (Agus Ruliyansyah, 2011). Tujuan penelitian mempelajari pertumbuhan benih tanamanjarak di persemaian dan mencari konsentrasi optimum larutan H2SO4 pada tiap lamanya waktu penyimpanan yangmemberikan bobot kering tanaman benih jarak yang tertinggi di persemaian. Percobaan dilaksanakan dilaboratorium benih dan di Kebun Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsarimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, Faktor I waktu dan konsentrasi larutan asam sulfat :Perendaman 6 menit dalam H2SO4 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1.0%. Faktor II adalah lama penyimpanan benih :tanpa disimpan, 1, 2, 3 bulan. Analisis data menggunakan metode regresi linier kuadratik. Hasil percobaanmenunjukkan terjadi interaksi antara waktu penyimpanan benih dan konsentrasi larutan asam sulfat terhadap luasdaun dan bobot kering tanaman. Waktu tanpa penyimpanan dan konsentrasi larutan asam sulfat 0.75% memberikanpengaruh terbaik dibanding perlakuan lainnya. Pada waktu tanpa penyimpanan yang diikuti dengan konsentrasilarutan asam sulfat optimum sebanyak 0.67% memberikan bobot kering tanaman tertinggi sebesar 28.193 gram. Kata Kunci : Benih jarak, asam sulfat, invigorasi, penyimpanan benih
Pengaruh Mulsa Serutan Kayu Dan Polyacrylamide Dalam Campuran Hydroseeding Terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol Sunandar, Asep; Mulyani, Sri Yeni
Jurnal Agrotek Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.011 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1121

Abstract

Erosi pada lereng jalan merupakan awal dari terjadinya longsor yang dapat membuat kerusakan yang sangatbesar. Oleh karenanya penanganan erosi pada lereng atau tebing jalan perlu ditanggapi dengan serius. Salah satuteknologi yang dapat diterapkan untuk menangani masalah erosi yang terjadi pada lereng yang curam dan dalam arealyang luas adalah hydroseeding. Hydroseeding merupakan teknologi alternatif penaburan benih secara tradisionaldengan mencampurkan bahan lainnya seperti tackifier (bahan perekat), pupuk, mulsa, air, atau bahan lainnya yangdisemprotkan menggunakan pompa hidrolik (Siswomartono, 1989).Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosisterbaik daripada campuran mulsa serutan kayu dan polyacrylamide sebagai bahan hydroseeding untuk memperbaikikimia. Metode Penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal antara mulsa serutankayu dengan Polyacrrylamide dengan 16 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan mulsa serutan kayudan polyacrylamide yang digunakan sebagai bahan campuran hydroseeding dapat memperbaiki sifat kimia tanah Corganik,N-total, C/N rasio dan KTK (kemampuan Tukar Kation). Perlakuan P (mulsa serutan kayu 28,30 gram/pot danpolyacrylamide 0,19 gram/pot) mampu memberikan hasil terbaik terhadap C-organik dengan persentase 2,65 %, Ntotaldengan persentase 0,35 %, C/N rasio dengan persentase 7,66 dan KTK tanah dengan persentase 21,23 cmol/kg.Kata Kunci: Hydroseeding, Mulsa serutan kayu, Polyacrylamide, C-organik, N-total, KTK, dan C/N rasio