cover
Contact Name
Abd. Haris Nasution
Contact Email
puterihijau@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
puterihijau@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 24605786     EISSN : 26849607     DOI : -
Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, merupakan media publikasi hasil penelitian guru, dosen dan peneliti bidang Pendidikan Sejarah, Ilmu Sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jurnal Puteri Hijau terbit per 6 (enam) bulan, Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , from "2013" , to "2019" : 54 Documents clear
2. Penerapan Peer Teaching Pada Pelajaran IPS Materi Ekonomi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII 1 Smp Negeri 1 Pasar Baru Kabupaten Simalungun Tahun 2017/2018. Simatupang, Baginda Halim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No.1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v2i1.9083

Abstract

Model Peer Teaching merupakan pendekatan pembelajaran di mana siswa mengajarkan sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan model Peer Teaching pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPS siswa kelas VII 1 SMP Negeri 1 Pasar Baru Kabupaten Simalungun Tahun 2017/2018. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil tes, kemampuan berpikir kritis yang diperoleh siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 73,40 dan ketuntasan klasikal 64%, siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 77,20 dan ketuntasan klasikal 80%, dan siklus III dengan nilai rata-rata sebesar 80,60 dan ketuntasan klasikal 88%. Sedangkan hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 73,20 dan ketuntasan klasikal sebesar 68%, siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 76,60 dan ketuntasan klasikal sebesar 76%, siklus III dengan nilai rata-rata sebesar 80,20 dengan pencapaian ketuntasan sebesar 84%. Penerapan model Peer Teaching dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.Kata kunci: model peer teaching, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar siswa.
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO Sari, Ika Purnama
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No.1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v2i1.9082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui      “Perkembangan Museum Karo Lingga di Desa Lingga Kabupaten Karo”. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui latar belakang sejarah berdirinya Yayasan Museum Karo Lingga, untuk mengetahui koleksi Museum Karo Lingga, untuk Mengetahui bagaimana usaha pengelola Museum dalam melestarikan Koleksi Museum Karo Lingga, dan untuk mengetahui aktivitas masyarakat di desa Lingga. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan data mengenai pembangunan museum, bangunan di disiberikan kepada Bapak G.H. Mantik pada tahun 1979 dan disahkan sebagai museun pada tahun 1989. Bangunan Museum Karo Lingga secara keseluruhannya menggambarkan bangunan yang memadukan gaya arsitektur rumah adat tradisional Karo. Semua koleksi yang ada di museum ini merupakan peninggalan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat Karo, sebagai bentuk melestarikan budaya Karo agar dapat mengingatkan masyarakat tentang kebudayaan asli suku Karo sebagai jejak peninggalan nenek moyang mereka.Kata kunci: Museum Karo, Lingga
Pengaruh Model Problem Based Instruction Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MAN I Stabat Kelas XI MAN I Stabat T.A 2018/2019 Diansyah, Arfan; Sari, Tusita
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): Puteri Hijau Vol. 3 No.2
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v3i2.11806

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction terhadap hasil belajar sejarah siswa di kelas XI IPS MAN I Stabat T.P. 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah  quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS MAN I Stabat, yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI-IPS 1 dan kelas XI IPS-2. kelas XI -IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol, yang masing-masing berjumlah 31 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling. Instrumen yang diggunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda. Setelah diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran Problem Based Instruction dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional, Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 45,48 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 42,58. Setelah pembelajaran selesai diberikan postes dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 87,90 dan kelas kontrol 75,45, diperoleh data kedua kelas berdistribusi normal dengan nilai Lhitung<Ltabel (0,1302<0,1497) dan dikatakan homogen dengan jumlah variansi terbesar adalah 73,29 dan variansi terkecil adalah 73,12 sehingga diperoleh hasil 1,38, berdasarkan nilai variansi tersebut data pretes kedua kelas dikatakan homogen yakni nilai Fhitung<Ftabel (1,38<1,84) sedangkan data posttest kedua kelas dikatakan homogen dengan jumlah variansi terbesar adalah 47,26 dan jumlah variansi terkecil adalah 27,96 berdasarkan nilai variansi tersebut kedua data kelas dikatakan homogen yakni nilai Fhitung<Ftabel (1,69<1,84). Hasil uji t nilai  postes diperoleh  thitung > ttabel (10,95 >1,671) Dengan demikian, diperoleh bahwa hasil belajar  siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Instruction memiliki pengaruh yang lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model Problem Based Instruction, Hasil Belajar Sejarah
PERKEMBANGAN PEKAN RAYA SUMATERA UTARA Lubis, Hafnita Sari Dewi; Sukaesa, Joan Ari
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Puteri Hijau Vol.3 No. 1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v3i1.11735

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui; Latar belakang berdirinya Pekan Raya Sumatera Utara di Kota Medan; Sejarah dan perkembangan Pekan Raya Sumatera Utara; Peran Pekan Raya Sumatera Utara dalam meningkatkan ekonomi dan pariwisata Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di Jalan Gatot Subroto No. 238 Tapian Daya Untuk memperoleh data tersebut penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Medan Fair berdiri pada tahun 1971 yang akhirnya dapat terwujud pada tahun 1972 dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharno. Pada 22 April 1980 Medan Fair Pekan Raya Sumatera Utara yang dikelolah oleh Yayasan. Pada tahun 2002 Pekan Raya Sumatera Utara berpindah tempat ke Jalan. Gatot Subroto No. 238 Tapian Daya. Awalnya Pekan Raya Sumatera Utara hanya memiliki 13 Peserta Kabupaten/Kota namun sekarang sudah memiliki 33 Peserta Kabupaten/Kota dan diikuti oleh Peserta Luar Negeri Yaitu Pulau Pinang. pekan Raya Sumatera Utara memiliki peran terhadap peningkatan ekonomi dan pariwisata Sumatera Utara khususnya untuk masyarakatnya karena Pekan Raya Sumatera Utara adalah tempat informasi dan promosi  dibidang pemerintah, industri, bisnis, kerajinan rakyat, kesenian, pariwisata dan berbagai produk lainnya. Kata Kunci : Pekan Raya Sumatera Utara
IDENTIFIKASI BANGUNAN-BANGUNAN BERSEJARAH DI DESA TANDEM KECAMATAN HAMPARAN PERAK Lubis, Hafnita Sari Sewi; Zahara, Rehan
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No. 2
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v2i2.9087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah berdirinya bangunan – bangunan bersejarah di Desa Tandem Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, mengidentifikasi bangunan – bangunan bersejarah di Desa Tandem Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, bagaimana pelestarian yang dilakukan pihak pemerintah dan masyarakat setempat terhadap bangunan – bangunan bersejarah di Desa Tandem Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli serdang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Lapangan (field research) yaitu, peneliti langsung terjun kelapangan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen dan Studi Pustaka (library researh) yaitu dengan membandingkan buku dan dokumen yang relevan. Dalam hal ini keadaan bangunan – banguan bersejarah yang ada di Desa Tandem Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Sedang yang didirikan sekitar tahun 1889 di mulai dari proses dibukanya perkebunan tembakau deli untuk mempermudah pengelolaan tembakau maka dibangunlah kantor administrasi, rumah menager, gudang pupuk, gudang barang, rumah staf, gudang pemeraman tembakau, kantor afdeeling, rumah karyawan, poliklinik, sekolah dan mesjid. Dari kedua wilayah tersebut bangunan yang terdapat di Desa Tandem Hulu terlihat lebih terawat jika di bandingkan dengan bangunan di Desa Tandem Hilir.Kata Kunci : Peninggalan Bersejarah, Desa Tandem
CERITA RAKYAT “BATAK 27” TENTANG MIGRASI ORANG BATAK KE TANAH GAYO DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Mubin, Said
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Putri Hijau
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v1i1.576

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui migrasi orang Batak ke tanah Gayo berdasarkan literatur, untuk mengetahui folklor “Batak 27” tentang migrasi orang Batak ke tanah Gayo, untuk mengetahui fakta-fakta yang terdapat pada Folklor “Batak 27” tentang migrasi orang Batak ke tanah Gayo.Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode Sejarah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dan penelitian studi pustaka dengan menggunakan buku-buku yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara, observasi lapangan, dokumentasi foto, dan studi kepustakaan. Untuk menganalisis data dilakukan beberapa tahapan yaitu pengumpulkan sumber, melakukan verifikasi data, menginterpretasi data, dan menarik kesimpulan.Dari hasil penelitian dilapangan diperoleh data bahwa migrasi orang Batak ke tanah Gayo terjadi pada masa Sultan Alaudin Riyatsyah “Alkahar memerintah pada abad ke XVI Masehi, pada masa itu Batak Karo (Batak 27) menang dalam peperangan melawan kerajaan Bukit, sehingga Batak Karo membentuk suatu kerajaan yang disebut dengan kerajaan Cik Bebesen. Selain itu, orang Batak datang ke tanah Gayo sebagai budak belian (temulok).Folklor “Batak 27” mengambarkan aktivitas orang Batak di tanah Gayo yang menggambarkan tentang migrasi orang Batak ke tanah Gayo menurut tradisi lisan orang Gayo. Di dalam Folklor “Batak 27” tersebut menceritakan tentang kedatangan orang Batak ke tanah Gayo sebanyak 27 orang Batak Karo yang diawali dari pembunuhan beberapa orang Batak di tanah Gayo sehingga terjadinya peperangan antara orang Gayo dengan orang Batak karo yang diakhiri atas kemenangan orang Batak karo (Batak 27) sehingga orang Batak Karo (Batak 27) membentuk suatu kerajaan yang disebut dengan kerajaan Cik Bebesen.Fakta-fakta yang ada dalam folklor “Batak 27” adalah keberadaan Klen (belah) kelompok masyarakat yang terdapat di tanah Gayo, terutama di daerah Bebesen adanya nama lima buah klen utama (belah) yaitu belah Linge, Munthe, Cebero, Tebe, dan Melala. Belah ini sama seperti marga yang terdapat di dalam marga-marga Batak Karo. Kata kunci : Folklor “Batak 27”
PENGARUH MODEL GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER (GQGA) TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 37 MEDAN T.A 2017/2018 Diansyah, Arfan
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Puteri Hijau Vol.3 No. 1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v3i1.11745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran giving question and getting answer terhadap hasil belajar sejarah pada mata pelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan penelitian two group randomized subject posttest only. Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling pada kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen tes yang digunakan yaitu tes hasil belajar sejarah pada pokok bahasan perubahan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan berbentuk pilihan berganda sebanyak 25 soal.Secara empiris terlihat bahwa hasil belajar sejarah yang diajar dengan model pembelajaran Giving Question And Getting Answer lebih tinggi daripada hasil belajar sejarah yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, dimana pada kelas eksperimen diperoleh nilai terendah adalah 40 dan nilai tertinggi adalah 92. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata sebesar 65,75, modus sebesar 72,5, median sebesar 67,5. Pada kelas kontrol diperoleh nilai terendah adalah 36 dan nilai tertinggi adalah 88. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata sebesar 58,8,  modus sebesar 57, median sebesar 57,8.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Giving Question And Getting Answer terhadap hasil belajar sejarah pada mata pelajaran IPS, yang dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji “t”, dan di peroleh bahwa standar deviasi gabungan sebesar 13,56, t hitung sebesar 2,16, t tabel sebesar 1,99. Dengan demikian terlihat bahwa  lebih besar dari  (2,16 > 1,99), maka  ditolak. Kata Kunci : Model Giving Question and Getting Answer, hasil belajar.
PEMUKIMAN ELITE KESULTANAN DELI KOTA MAKSUM Tanjung, Yushar
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Puteri Hijau Vol.3 No. 1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v3i1.11744

Abstract

Telaah ini bertujuan untuk mengetahui terbentuknya Kota Matsum di Kesultanan Deli,menelisik aktivitas masyarakat di bidang sosial,politik. Telaah ini adalah  kajian historik dengan menggunakan model deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi lapangan(Field Research)dengan metode observasi dan wawancara dengan narasumber yang dikonfirmasi dengan studi pustaka (Library research), Hasil telaah diketahui bahwa Kota Maksum merupakan kawasan pemukiman bagi rakyat Kesultan terutama kalangan bangsawan serta pejabat Kerajaan Deli.Sebagian besar masyarakat Kota Maksum terdiri dari orang-orang kelas sosial menengah ke atas dengan status sosial ekonomi tinggi.Aktivitas budaya di Kota Maksum dapat dilihat dari upacara-upacara adat di Istana Maimoon. Dalam acara-acara besar biasanya diadakan pula pesta rakyat berupa  kesenian dan pasar malam. Masyarakat Kota Maksum tunduk kepada undang-undang sultan dengan penegak hukumnya berupa lembaga peradilan dan polisi swapraja.Kehidupan bangsawan di Kota Maksum berakhir dengan peristiwa revolusi sosial 1946 berikut  dihapuskannya sistem kerajaan dengan cara di luar batas perikemanusiaan dalam ujud penjarahan dan pembakaran rumah-rumah bangsawan. Kata Kunci :  Kota Maksum, kehidupan masyarakat,revolusi
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN SOEHARTO (1968-1998) Nasution, Muhammad Ihsan Syahaf
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Putri Hijau
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v1i1.573

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat kota medan terhadapperekonomian di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, yang mana setelahpemerintahan Soeharto telah banyak Presiden yang telah memimpin Indonesia, sehingga penelitiingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap perekonomian pada saat Soehartosetelah mereka merasakan perekonomian sesudah Zaman Soeharto.Dalan penelitian ini peneliti menggunakan penelitian lapangan (Field Research) denganmelakukan pendekatan kualitatif, dimana sebagian sumber data diperoleh dari lapangan yangberhubungan dengan masalah penelitian.Dalam hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat kota Medan ialah: 1.Pemerinthan Soeharto berawal dari terjadinya peristiwa Gerakan 30 September, yang seringdikaitkan dengan pemberontakan PKI dimana telah membuat kondisi Politik Indonesia pada saatitu dalam keadaan kacaw, ditambah dengan permasalah ekonomi yang kacaw pada saat itu,ditandai dengan banyaknya demonstrasi yang menuntut Tritura (tiga tuntutan rakyat), dimanasalah satunya adalh bubarkan PKI, hingga dikeluarkan surat perintah 11 Maret dengan tujuanagar Soeharto dapat mengambil kebijakan yang dirasa perlu dalam mengembalikan situasikemanan dan politik pada saat itu, kemudian terjadilah dualism kepemimpinan di Indonesia padasaat itu hingga dilantiknya Soeharto oleh MPRS dengang ketetapan MPRS No.XLIV/MPRS/1968 setelah ditolaknya pidato laporan pertanggung jawaban Soekarno(nawaksara). 2. Keadaan perekonomian pada masa Soeharto mengalami pasang dan surut,terutama pada awal pemerintahannya Indonesia mengalami krisis yang diakibatkan besarnyahutang luar negeri Indonesia, perlahan-lahan perekonomian Indonesia pada saat itu dibenahi,sehingga tercapainya swasembada beras pada tahun 1984, hingga akhir pemerintahannya terjadiKrisis berkepanjangan yang melanda Indonesia. Selain itu perekonomian pada masa Soehartolebih dikuasai pejabat-pejabat Politik, Militer, dan juga keluarga-keluarga Presiden. 3. Persepsimasyarakat kota medan terhadap perkonomian pada masa pemerintahan Soeharto, kebanyakanmereka dari hasil wawancara yang dilakukan memberikan persepsi yang positif terhadapperekonomian pada saat itu.
BURUH DI SENEMBAH MAATCHAPPIJ 1889-1939 Simangunsong, Lister Eva; Suharseno, Tegar Giri
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No.1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v2i1.9086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kehidupan buruh di Senembah Maatschappij pada tahun 1889 sampai dengan tahun 1939. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Sejarah dengan Liblary Research untuk mengumpulkan data berupa litelatur, arsip dan dokumentasi. Metode Sejarah menguji dan menganalisa secara kritis data rekaman dan peninggalan sejarah melalui empat tahapan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi kemudian penyajian hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan. Keadaan kehidupan buruh yang sulit dikarenakan diberlakukannya Koeli Ordonnantie yang menerapkan Poenale Sanctie bagi para buruh (kuli). Kehidupan buruh tampaknya semakin membaik, karena direktur utama Senembah Maatchappij masa itu C.W. Janssen menaruh perhatian dengan nasib buruh dengan memberikan buruh tempat tinggal, pesangon bagi pensiunan buruh, pendidikan bagi anak-anak buruh yang menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar, dan fasilitas kesehatan bagi para buruh. Tan Malaka pernah bekerja sebagai guru serta bertugas mengawasi kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh Senembah Maatschappij menulis adanya “Kampung Potekim” yaitu kampung yang sengaja dibuat untuk menunjukkan tingginya kesejahteraan buruh di Senembah Maatschappij. Merupakan fakta yang sangat menarik jika kesejahteraan buruh ternyata hanyalah sebuah pencitraan belaka.