cover
Contact Name
imroatun
Contact Email
imroatun@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
imroatun@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 25415549     EISSN : -     DOI : -
a?-?iby?n: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, ISSN 2541-5549, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten No. In.10/F.I/HK.00.5/1201/2016, tanggal 04 April 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
PENGEMBANGAN AQIDAH AKHLAK PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE MODELING Nuryati, Nuryati
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 01 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan Akidah Akhlak pada anak usia dini melalui metode modeling di RA Nurul Ikhlas Taktakan Serang. Peran guru dalam mengembangkan Akidah Akhlak pada kegiatan pembelajaran, serta peran orang tua dan masyarakat.   Penelitian ini merupakan penelitian kualaitatif fenomenologi pada kelompok B di RA Nurul Ikhlas Legok Widara Taktakan Serang tahun 2017. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman terdirii dari:  reduksi data, display data, dan verifikasi. Teknik  pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah akhlak anak di RA Nurul Ikhlas sangat baik, dengan metode yang diterapkan disekolah tersebut, yaitu dengan menggunakan metode modeling.  Hal ini dapat terlihat dengan adanya perilaku yang baik yang ditunjukan anak dalam kehidupan sehari-harinya baik disekolah maupun dirumah. Peran guru dalam mengembangkan Akidah Akhlak pada anak usia dini dapat dilakukan melalui metode modeling yang dilakukan setiap hari disekolah oleh gurunya, dan dengan adanya kerjasama dengan orang tua.
METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN RA Noor, Fu`ad Arif
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian, anak 3 tahun memiliki kemampuan untuk mengatur pikirannya. Kemampuan inilah yang disebut metakognitif, yaitu suatu kesadaran tentang kognitif itu sendiri, bagaimana kognitif bekerja serta bagaimana mengaturnya.Metakognisi berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan pikirannya dan merupakan proses kognitif yang paling tinggi dan canggih. Pernyataan“mengetahui apa yang kamu ketahui dan apa yang tidak kamu ketahui” merupakan salah satu contohpernyataan yang menerangkan proses meta kognisi dalam regulasi pembelajaran. Metakognisi mempunyai dua komponen yaitu: 1) Pengetahuan,yang merupakanproses belajar dapat benar atau salah, sedangkan pengetahuan diri seseorang cukup lama bertahan untuk berubah. Misalnya, siswa dapat membuat kekeliruan dalam proses berpikirnya, karena ia merasa meluangkan cukup waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan. 2) Ketrampilan, yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengendalikan keterampilan kognitifnya sendiri, sebagai aktivitas metakognisi dalam memecahkan masalah yang merupakan aktivitas merencanakan, memantau, dan merefleksi, termasuk dalam aktivitas meta kognisi oleh siswa dan guru.Aktivitas metakognisi dalam pembelajarannya oleh siswa dan guru terdiri dari: 1) Proses merencanakan, diperlukan siswa untuk meramal apakah yang akan dipelajari, bagaimana masalah itu dikuasai dan kesan daripada masalah yang dipelajari, dan merencanakan cara tepat untuk memecahkan suatu masalah. 2) Proses memantau, siswa perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri seperti “apa yang saya lakukan?, apa makna dari soal ini?, bagaimana saya harus memecahkannya?, dan mengapa saya tidak memahami soal ini?” 3) Proses menilai/evaluasi, siswa membuat refleksi untuk mengetahui bagaimana suatukemahiran, nilai dan suatu pengetahuan yang dikuasai oleh siswa tersebut. Mengapa siswa tersebut mudah/sulit untuk menguasainya, dan apa tindakan/perbaikan yang harus dilakukan.
MENGOPTIMALKAN OTAK ANAK SEJAK USIA DINI Nadirah, Yahdinil Firda
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa yang paling menentukan dan mempengaruhi pembentukan anak adalah masa sebelum sekolah. Anak diharapkan dapat optimal perkembangan otaknya bila keluarga, sekolah dan lingkungan lainnya dapat memberikan bantuan, mengadakan kegiatan- kegiatan dan latihanlatihan yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Adanya perbedaan individual dalam kemampuan kognitif ini ditentukan oleh unsur biologik (seperti unsur genetik dan proses kematangan) dan pengalaman dengan lingkungan antara lain melalui pendidikan, pelatihan dan belajar insidental secara umum.
MODEL PEMBELAJARAN HIGH (SCOPE) DALAM PELAKSANAAN PAUD Amalia, Lia
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajran High (Scope) anak-anak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran melalui penggunaan berbagai alat permainan yang ada, orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran dan gagasan-gagasan yang muncul diharapkan anak akan memperoleh sejumlah pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan dirinya. Anak-anak prasekolah belajar membuat perencanaan sendiri dan berlatih untuk menerapkannya agar anak dapat memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun landasan yang kuat bagi perkembangan dan pembelajaran mereka pada tahap selanjutnya.
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM MENURUT IMAM AL-GHAZALI (PROSES PENDIDIKAN ISLAM YANG BERKELANJUTAN DAN BERANGSUR-ANGSUR) Hasbullah, Hasbullah
As-Sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan pendidikan Islam adalah suatu institusi atau lembaga di mana pendidikan itu berlangsung. Menurut Abudin Nata, lingkungan pendidikan Islam adalah suatu lingkungan yang di dalamnya terdapat ciri-ciri ke-Islaman yang memungkinkan terselenggaranya pendidikan Islam dengan baik. Lembaga pendidikan ialah badan usaha yang bergerak dan bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan terhadap anak1. Keluarga merupakan bagian dari lembaga pendidikan informal. Selain itu, keluarga juga disebut sebagai satuan pendidikan luar sekolah. Keluarga memiliki peranan penting dalam mendidik setiap anak. Pendidikan Islam merupakan proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan  dan nilai nilai-nilai Islam pada peserta didik melalui penumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya untuk mencapai keseimbangan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya. Pendidikan menurut Al-Ghazali adalah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan untuk mencari kedudukan yang menghasilkan uang. Karena jika tujuan pendidikan diarahkan  bukan  pada  mendekatkan  diri  kepada  Allah,  maka  akan  dapat  menimbulkan kedengkian, kebencian dan permusuhan.
PEMBELAJARAN BAHASA PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN BERBICARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI Humaeroh, Humaeroh
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa manusia adalah suatu sistem persetujuan bunyi vocal yang acak sebagai alat bagi manusia untuk saling bercakap-cakap dan berhubungan antar sesamanya. Bahasa baru memiliki nilai dan arti jika diterima oleh masyarakat. Bahasa pada anak usia dini belumlah sesempurna bahasa manusia dewasa. Demikian juga dengan bahasa manusia remaja yang tak bisa disamakan dengan bahasa balita. Bahasa manusia dewasa tentu saja sudah seharusnya jauh lebih baik daripada bahasa balita maupun remaja normal. Namun, pada kenyataannya, bahasa remaja terpelajar terkadang lebih baik daripada bahasa orang dewasa yang tidak terpelajar. Bahasa merupakan sejenis ilmu yang memerlukan pikiran dan pendidikan. Jika Balita dibiarkan belajar sendiri, hasilnya pastilah sangat minim belum lagi bila balita berpendengaran tidak normal. Hasil belajar sendiri itu belum bisa dimengerti oleh masyarakat Orang tua yang bertanggung jawab akan menyadari betapa perlunya mengajar balita untuk berbicara. Karena orang tua akan mengetahui secara dini apakah anaknya dalam keadaan normal atau sebaliknya. Apabila kemampuan berbicara balita terbatas, berarti terbatas pula kemampuan berpikirnya. Jika sampai usia ketiga dan keempat anak belum dapat berbicara, lebih baik untuk memeriksakan kemampuan mendengar anak sebagai langkah pertama, baru kemudian melakukan pembenahan. Pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang diberikan untuk anak usia 4 sampai 6 tahun. Pada fase ini tidak semua anak mempunyai keterampilan yang baik dalam berbicara. Tidak jarang ada saja anak yang mengalami keterlambatan berbicara. Dalam memberikan pembelajaran berbicara diperlukan sebuah pengajaransehingga dapat memberikan rangsangan kepada anak untuk dapat berbicara secara normal. Pembelajaran bahasa merupakan salah satu kompetensi ajar yang harus diberikan kepada anak usia dini secara formal pada satuan pendidikan formal atau non-formal. Hal itu bisa diterapkan dengan metode bermain dan bercakap-cakap secara bertahap dan terarah. Karena apabila terdapat anak yang mengalami keterlambatan berbicara dapat dibenahi dan diatasidengan melakukan evaluasi tepat waktu.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI RA DAARUL MUQIMIEN BUARAN JATI SUKADIRI TANGERANG) Muhaemah, Muhaemah
As-Sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di RA Daarul Muqimien, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Daarul Muqimien menyelenggarakan proses pembelajaran pendidikan karakter melalui: Pertama, pembelajaran berbasis kasih sayang; Kedua, pembelajaran berbasis ketauhidan, Ketiga pembelajaran berbasis kreativitas; Keempat, Pembelajaran berbasis kemandirian. Adapun metode yang digunakan dalam rangka pendidikan karakter adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode bercerita, dan metode karyawisata.
PENDIDIKAN PRA SEKOLAH (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) DALAM ISLAM Hayati, Nur Rohmah
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia.proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki yang dimiliki setiap tahap perkembangan anak. Pendidikan anak menurut ajaran Islam itu dapat dibagi dua yaitu pertama, masa persiapan mendidik yang di mulai sejak pemilihan jodoh. Kedua, masa aktif mendidik yaitu dimulai sejak lahir dan terus menerus berlangsung sepanjang hidupnya (sampai mati). Selain itu Pendidikan PAUD dibutuhkan karena banyak factor diantaranya yaitu pertama, fakta tentang otak anak yang 90% tumbuh di usia dini. Kedua, antisipsi dini anak putus sekolah. Ketiga, Pendidikan investasi peeradaban. Keempat, tuntutan masyarakat.
PERILAKU KETIDAKMATANGAN SOSIAL-EMOSIONAL PADA ANAK USIA DINI Nadhirah, Yahdinil Firda
a?-?iby?n : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial dan emosi pada anak merupakan kondisi emosi dan kemampuan anak merespon lingkungannya di usia sebelumnya. Para ahli juga sepakat bahwa perkembangan sosial-emosional anak bertujuan untuk mengetahui bagaimana dirinya. Bagaimana cara berhubungan dengan orang lain yaitu teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya. Bertanggung jawab akan diri sendiri maupun orang lain dan berprilaku sesuai dengan pro sosial.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN SENTRA Ngaisah, Siti
As-Sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 01 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra merupakan bagian utama pembelajaran BCTT (Beyond Centers and Circle Times) yang direkomendasikan dalam pembelajaran anak usia dini di Indonesia. Kelebihannya pada kemampuan memfasilitasi dan memotivasi anak dengan alat bermain, cara bermain dan komunikasi yang tepat dapat mengembangkan semua aspek perkembangan sebagai potensi yang diberikan Allah. Salah satunya adalah sentra iman dan taqwa yang bermanfaat bagi pembelajaran agama Islam anak usia dini.