cover
Contact Name
Eduard Fransisco Tethool
Contact Email
e.tethool@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritechnology.unipa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Agritechnology
Published by Universitas Papua
ISSN : 26204738     EISSN : 2615885xX     DOI : -
Agritechnology with registered number ISSN 2620-4738 (print) and ISSN 2615-885X (online) is a scientific journal that publishes research results in the fields of food and agricultural products, agricultural and bio-system engineering, and agro-industrial technology. This journal was published by the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, Manokwari, West Papua.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Evaluasi Teknik-Ekonomi Perontok Pokem (Setaria italica L.) Mekanis Payung, Paulus; Jading, Abadi; Reniana, Reniana
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan pascapanen pokem khususnya pada tahapan perontokan masih dikerjakan secara konvensional/tradisional sehingga cara ini sangat rumit dan kurang efisien serta kapasitas yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evalusi teknik-ekonomi alat perontok pokem mekanis . Hasil pengujian diperoleh rata-rata kapasitas perontokkan 17,60 kg/jam, rata-rata efisiensi perontokan 86,80 % dan rata-rata persentase pemisahan malai 96.40% . Hasil evaluasi finansial diperoleh Net Present Value (NPV ) = Rp. 20,317,066, Nett Benefit-Cost Ratio (B/C) = 2,49, Internal Rate Return (IRR )= 64% dan Pay Back Period (PBP ) = 1,5 tahun. Berdasarkan analisis finansial maka penggunaan alat perontok ini layak.
Pengembangan Alat Pemisah Minyak Kelapa Murni/ Virgin Coconut Oil (VCO) Berpengaduk Reniana, Reniana; Edowai, Desi Natalia
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengadukan/stirring adalah salah satu cara dalam membuat minyak kelapa murni/Virgin Coconut Oil (VCO) tanpa melewati proses pemanasan. Banyaknya VCO yang dihasilkan dari proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya jenis kelapa, kecepatan pengadukan, jumlah baffle dan jenis impeller. Untuk meningkatkan efisiensi kinerjanya maka perlu dilakukan pengembangan dalam hal modifikasi bagian fungsional berupa baffle dan impeller. Dari hasil penelitian, telah dihasilkan alat pemisah VCO berpengaduk dengan kinerja dan kontruksi yang sederhana dimana kinerja terbaik diperoleh pada waktu pengadukan 4 menit dengan kapasitas kerja efektif 72,50 liter santan/jam dan rendemen hasil 17,78 %.
Konstruksi Dan Kinerja Prototipe Alat Pengering Pati Sagu Tipe Rotari Bersumber Panas Biomassa Aman, Wilson Palelingan; Jading, Abadi; Roreng, Mathelda K.
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pengeringan pati sagu menggunakan alat pengering tipe rotari dengan sumber panas pengering berasal dari pembakaran biomassa melalui tungku telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang prototipe alat pengeringan pati tipe rotari (rotary dryer) dengan panas pengering bersumber dari tungku pembakaran biomass, menguji kinerja alat pengering dan untuk mengetahui mengetahui sifat-sifat fisikokimia pati hasil pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan metode perancangan dan eksperimen. Hasil dari penelitian ini adalah berupa prototipe alat pengering pati tipe rotari dengan sumber panas pengering dari biomassa hasil pembakaran. Dimensi prototipe alat pengering yang dihasilkan adalah Diameter 0,5 m, Panjang 4 meter, dengan kapasitas 100-200 kg per proses. Kisaran suhu tungku pembakaran sebesar 219oC - 589oC, suhu pada bagian masukan sebesar 42 oC-52 oC dan suhu pada bagian keluaran alat berkisar 33oC-35 oC. Hasil pengukuran awal kadar air pati yang dihasilkan dalam proses pengeringan selama 2 jam adalah 16-18% basis basah. Kandungan amilosa dan amilopektin bervariasi pada kadar air pati yang berbeda. Kandungan Amilosa pati hasil penelitian berkisar 16,32-18,15%, sedangkan amilopektin berkisar 77,77-84,63%.
Prototipe Mesin Pengekstrak Pati Sagu Tipe Stirrer Rotary Blade Bertenaga Pedal Darma, Darma; Mangallo, Bertha; Rumere, Charles
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstraksi pati sagu secara tradisional tidak efektif dan tidak efisien, dan sebagai konsekuensinya sebagian besar pohon sagu yang telah siap dipanen milik masyarakat terutama di Provinsi Papua dan Papua Barat dibiarkan terbuang begitu saja oleh pemiliknya. Masyarakat di daerah tersebut masih menggunakan pengolahan secara tradisional karena kekurangan peralatan mekanis. Jutaan ton pati yang terkandung pada batang sagu tidak dimanfaatkan dan terbuang sia-sia setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan menguji kinerja prototype mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade bertenaga pedal. Mesin ini terdiri dari 5 komponen utama yaitu (a) Tabung ekstraksi yang dilengkapi dengan saringan, (b) Komponen transmisi daya, (c) Rangka utama,(d) Pipa penyalur suspensi pati dan (e) Pengaduk . Pada penelitian ini digunakan 3 taraf ratio driver pulley:driven pulley yaitu 6:1, 4:1 dan 3:1 yang diuji pada 3 level periode waktu ekstraksi yaitu 5, 10 dan 15 menit. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur variabel (a) Kapasitas ekstraksi, (b) Rendemen pati, (c) Hasil pati dan (d) Persentase pati pada ampas. Hasil pengujian kinerja mesin menunjukkan bahwa semakin lama periode waktu ekstraksi, semakin rendah kinerjanya, sebaliknya semakin besar ratio driver pulley:driven pulley maka semakin tinggi kinerja mesin. Kinerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan ratio 6:1 pada periode waktu ekstraksi 5 menit.   Kinerja mesin pada kondisi tersebut adalah (a) Kapasitas ekstraksi 120 kg ela/jam, (b) Rendemen pati   20,6 %, (c) Hasil pati 24.6 kg/jam dan (d) Persentase pati pada ampas 0.3 %.
Sifat Fisik, Kandungan Vitamin C dan Total Padatan Buah Pandan Tikar (Pandanus tectorius Park.) pada Tiga Tingkat Kematangan Maker, Devila; Sarungallo, Zita Letviany; Santoso, Budi; Latumahina, Rossa Martha Marlen; Susanti, Cicilia Maria Erna; Sinaga, Nurhaidah Iriyani; Irbayanti, Diana Nurini
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandan tikar (Pandanus tectorius Park.) fruit has the potential to be processed into various food products nevertheless the information on the right maturity level to be processed is limited. This study aims to determine the performance of pandan tikar fruit based on physical properties, vitamin C and total soluble solids (TSS) content at three levels of maturity. The fruits were collected from tress that grown at Mansinam Island and costal area of Northern Manokwari. Observations were made to changes in fruit performance, including the shape, color, weight and size of the fruit drupa, the content of vitamin C as well as TSS in three maturity levels (semi-ripe, ripe and over-ripe). The results of this study indicate that the fruit shape of pandan tikar was oval and continue to develop in weight, width and length of whole fruit and part of fruit (drupa and pith) during maturity development. The color of semi-ripe phase was light yellow then change to yellow in ripe phase and dark yellow in over-ripe phase. The highest vitamin C content was obtained on pandan tikar fruit from costal area of Northern Manokwari, and the maximum of Vitamin C content found in the mature phase (138.3 mg/100 g), and then decreased in over-ripe phase (49.5 mg/100 g). The TSS were obtained on pandan tikar fruit from Mansinam Island, and will increase from 5.2 to 12.5 ┬░Brix with increasing fruit maturity level. The maximum Vitamin C and TSS of pandan tikar fruit found in the ripe and over-ripe phase; therefore the fruit in the phase is good for producting jam, dodol and syrup.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TAPIOKA TEROKSIDASI DENGAN OKSIDATOR HIDROGEN PEROKSIDA DAN KATALISIS IRRADIASI UV-C Dewi, Angela Myrra Puspita
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji reaksi oksidasi tapioka menggunakan hydrogen peroksida dan dikatalisis irradiasi UV-C. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap reaksi oksidasi dikaji dalam penelitian ini yang meliputi kadar karbonil, karboksil, amilosa, sifat pasta, daya pengembangan dan kelarutan pati. Perlakuan konsentrasi hidrogen peroksida dan waktu irradiasi UV berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia tapioka teroksidasi. Makin tingginya konsentrasi hidrogen peroksida, kadar karbonil, amilosa, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah. Sedangkan makin lama waktu irradiasi UV C, kadar karbonil, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah, namun kadar karboksil yang dihasilkan meningkat kemudian menurun dengan makin lamanya irradiasi. Kadar karbonil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 3%, waktu irradiasi 5 menit sebesar 0,56%, kadar karboksil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 1%, waktu irradiasi 10 menit sebesar 0,33%.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN INDUSTRI SKALA KECIL FILLET IKAN TUNA (TUNNUS SP) DI KABUPATEN MANOKWARI ., Ngaliman; Pakiding, Fitryanti; Silamba, Isak
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walaupun teknologi pengolahan produk perikanan sudah sangat berkembang, akan tetapi, sampai saat ini industri pengolahan ikan di Kabupaten Manokwari, belum berkembang. Salah satu penyebab kurang berkembangnya industri perikanan adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengelola usaha termasuk pendirian usaha pengolahan produk perikanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pendirian industri fillet ikan tuna di Kabupaten Manokwari. Secara khusus kajian kelayakan ini meliputi aspek: teknis dan teknologi, pasar dan pemasaran, dan finansial. Aspek kelayakan teknis dan teknologi serta pasar dan pemasaran dikaji menggunakan metode deskriptif, sedangkan aspek finansial dikaji menggunakan indikator finansial seperti IRR, NPV, dan Rasio B/C. Hasil analisa menunjukkan bahwa industri kecil fillet ikan tuna layak didirikan di Kabupaten Manokwari dengan memperhatikan aspek teknis dan teknologi yang mengefisienkan proses produksi dengan sasaran pasar adalah pasar ekspor melalui kota-kota besar di Indonesia. Secara finansial, industri ini layak beroperasi dalam masa waktu investasi 3 tahun; nilai payback 2 tahun 7 bulan; nilai IRR yang lebih besar dari suku bunga investasi; dan NPV lebih besar dari nol; dan B/C ratio sebesar 1,15. Analisis sensitivitas yang dilakukan menunjukkan bahwa industri ini akan tetap layak secara finansial untuk didirikan apabila terjadi perubahan harga bahan baku sebesar 20% dan penurunan harga produk sebesar 10%.
PENENTUAN BEBERAPA KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK BUAH MERAH (PANDANUS CONOIDEUS L.) SEBAGAI DASAR PERANCANGAN PERALATAN PENGOLAHAN MINYAK BUAH MERAH Aman, Wilson Palelingan; Tethool, Eduard F.; Sarungallo, Zita L.; Hutabalian, O?mega
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data fisik dan mekanik yang diperlukan dalam merancang peralatan-peralatan pengolahan minyak buah merah. Parameter fisik dan mekanik yang diukur adalah panjang, diameter, massa, volume dan densitas buah. Karakterisasi fisik dilakukan terhadap bagian buah yang meliputi buah utuh (cepallum), empulur buah (pedicel) dan bulir buah (drupa). Karakteristik fisik dan mekanik hasil pengukuran cepallum adalah panjang rata-rata 71,50 cm, massa rata-rata 4,72 kg, volume rata-rata 5,66 x 10-3 m3 dan densitas rata-rata sebesar 835,09 kg/m3. Hasil pengukuran karakteristik fisik dan mekanik pedicel adalah panjang rata-rata 69,25 cm, massa rata-rata 2,50 kg, volume rata-rata 3,27 x 10-3 m3 dan densitas rata-rata sebesar 770,70 kg/m3. Untuk bagian drupa yaitu massa rata-rata 2,2 kg, volume rata-rata 2,39 x 10-3 m3 dan densitas rata-rata sebesar 927,11 kg/m3. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persentase volume terbesar buah merah adalah pedicel buah yaitu rata-rata 57,72%.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TAPIOKA TEROKSIDASI DENGAN OKSIDATOR HIDROGEN PEROKSIDA DAN KATALISIS IRRADIASI UV-C Puspita Dewi, Angela Myrra; Haryadi, Haryadi; Sardjono, Sardjono; Tethool, Eduard F.
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modifikasi pati dapat dilakukan melaluireaksi oksidasi menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan dikatalisis irradiasi UV-C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2O2  dan waktu irradiasi UV-C terhadap sifat fisikokimia tapioka teroksidasi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap faktorial yaitu konsentrasi H2O2 (1%, 2%, dan 3%) dan waktu irradiasi (5, 10, dan 15 menit).  Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap reaksi oksidasi dikaji dalam penelitian ini meliputi kadar karbonil, karboksil, amilosa, sifat pasta, daya pengembangan dan kelarutan pati. Perlakuan konsentrasi hidrogen peroksida dan waktu irradiasi UV berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia tapioka teroksidasi. Makin tinggi konsentrasi hidrogen peroksida, maka kadar karbonil, amilosa, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah. Sedangkan makin lama waktu irradiasi UV C, kadar karbonil, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah, namun kadar karboksil yang dihasilkan meningkat kemudian menurun dengan makin lamanya irradiasi. Kadar karbonil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 3%, waktu irradiasi 5 menit sebesar 0,56% dengan viskositas puncak 2800 cp, viskositas akhir 1500 cp, kadar amilosa 23,67% (bk), swelling power 37,23%, kelarutan 28,89%. Sedangkan kadar karboksil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 1%, waktu irradiasi 10 menit sebesar 0,33% dengan viskositas puncak 4250 cp, viskositas akhir 3005 cp, kadar amilosa 24,73% (bk), swelling power 31,92%, dan kelarutan 21,55%.
POTENSI ANTIOKSIDAN BERAS ANALOG DARI SAGU BARUK (ARENGA MICROCARPA) DAN UBI JALAR UNGU (IPOMEA BATATAS L. POIRET) Wehantouw, Frenly; Kaemba, Almawaty; Suryanto, Edi; Mamuaja, Christine F.
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras analog merupakan tiruan dari beras yang terbuat dari bahan-bahan seperti umbi-umbian dan serealia yang bentuk maupun komposisi gizinya mirip seperti beras. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis senyawa dan aktivitas antioksidan dari beras analog sagu baruk dan ubi jalar ungu. Senyawa antioksidan yang diuji yaitu total fenolik, sedangkan aktivitas antioksidan yaitu aktivitas penangkal radikal bebas yang diuji secara spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog mengandung total fenolik tertinggi pada F1 (Tepung sagu baruk dan tepung ubi jalar ungu dengan konsentrasi 50%) yaitu sebesar 43,16 mg/mL sampel dan memiliki aktivitas penangkal radikal bebas sebesar 93,92%. Kandungan total fenolik berkorelasi dengan aktivitas penangkal radikal bebas dengan nilai koefisien korelasi r = 0,983. Beras analog dari sagu baruk dan ubi jalar ungu berpotensi sebagai antioksidan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16