cover
Contact Name
Rinto Hasiholan Hutapea
Contact Email
rintohutapea81@gmail.com
Phone
+6281310083870
Journal Mail Official
jurnaljireh19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Untung Surapati, Gang Kincir, RT/RW: 011/005, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
ISSN : 26851393     EISSN : 26851466     DOI : 10.37364
Jurnal JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian analisis kritis dan aplikasi teori di bidang keberagamaan, kewujudan, dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
ANALISIS PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK AUTIS DI KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Tameon, Sance Mariana; Tlonaen, Talita
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.761 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.23

Abstract

Children who are born with a perfect condition in the sense of healthy and normal are expected by all parents. In reality, not all children are born with this condition, so that not a few parents who are shy, lack of confidence and unable to accept the situation of less normal children. One example is a child who has autism. The purpose of this study was to determine how parents' attitudes toward children with autism. Qualitative methods used in this study with data collection techniques are interviews and observation. The results of the study found that parents can accept children diagnosed with autism with a different time period from one another. This can be seen from how the subject understands the child's condition as it is good, positive, negative, strengths and weaknesses of the child and understands children's habits in their daily life such as realizing what children can and cannot do, understanding the causes of bad and good behavior done by children. Anak yang terlahir dengan keadaan sempurna dalam artian sehat dan normal sangat diharapkan oleh semua orang tua. Kenyataannya, tidak semua anak terlahir dengan kondisi demikian, sehingga tidak sedikit orang tua yang malu, kurang percaya diri dan tidak dapat menerima keadaan anak yang kurang normal. Misalnya anak yang mengidap autisme. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap penerimaan orang tua terhadap anak penyandang autis. Metode kualitatif dipakai dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan datanya adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian didapati bahwa orangtua dapat menerima anak yang didiagnosa menyandang autis dengan jangka waktu yang berbeda satu dengan yang lainnya. Pasangan orang tua yang lengkap (suami istri) berbeda dengan orang tua single parent dalam proses penerimaan anak autis. Hal ini terlihat dari bagaimana subjek memahami kondisi anak apa adanya baik itu tingkah laku positif, negatif, kelemahan dan kelebihan yang anak miliki, serta memahami kebiasaan-kebiasaan anak dalam kesehariannya. Seperti menyadari apa yang telah dapatdan yang belum dilakukan oleh anak dan memahami munculnya perilaku anak yang baik dan buruk.  
PEMAHAMAN PERIODISASI SEJARAH GEREJA UMUM DI SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN NEGERI KUPANG Manuain, Leryani Mince Maria; Nani, Viktor Imanuel
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.672 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.22

Abstract

This Paper is the result of a study of the extent of STAKN Kupang students? understanding of General Church History Periodization. This research uses survey method with samle of 147 people. Data collection techniques using questionnaires and then analyzed in quantitative descriptive. The result showed that the level of  understanding of STAKN Kupang students was in the capable category.The Respondents? denomination is in the category of able to very capable. This show that students, lectures and institutions have synergized well; students have a high  understanding of the periodization  of the history of the general church, lectures teaching with professionals and STAKN Kupang who always maintain and improve the equality of educational institutions. Scientific contributions from this research can be used as a source of study of Christian religious education. Such as hermeneutics, dogmatis, ethics, practica, theology form which can take something to deepen the knowledge and thingking of studet theology.     Tulisan ini merupakan hasil kajian tentang sejauh mana tingkat pemahaman mahasiswa STAKN Kupang terhadap periodisasi Sejarah Gereja Umum. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah sample 147 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan kemudian dianalisa secara deskirptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa STAKN Kupang berada pada kategori mampu.  Denominasi sebaran responden berada pada kategori mampu menuju sangat mampu. Ini menunjukan bahwa mahasiswa, dosen dan lembaga telah bersinergi dengan baik; mahasiswa memiliki pemahaman yang  tinggi terhadap Periodisasi Sejarah Gereja Umum, dosen mengajar dengan profesional dan STAKN Kupang yang selalu menjaga dan memperbaiki kualitas lembaga pendidikan. Sumbangan ilmiah dari penelitian ini dapat dijadikan sumber kajian mata kuliah Pendidikan Agama Kristen seperti hermeneutik, dogmatika, etika, teologi praktika yang daripadanya dapat kita ambil sesuatu untuk memperdalam pengetahuan dan pemikiran teologi mahasiswa. Sumbangan ilmiah dari penelitian ini dapat dijadikan sumber kajian mata kuliah Pendidikan Agama Kristen seperti hermeneutik, dogmatika, etika, teologi praktika yangdari padanya dapat kita ambil sesuatu untuk menperdalam pengetahuan dan pemikiran teologi mahasiswa.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Alexander, Ferdinant; Pono, Fenni Regina
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.81 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.21

Abstract

The application of cooperative learning methods types of examples non examples in classroom action research is intended to build students? imagination and critical thinking skills in learning. It is hoped that learning outcomes in the cognitive domain will increase. This research was conducted in two cycles. The subjects of this study were students in 5th grade of SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang totaling 23 students and consisted of 15 male students and 8 female students. Data collection tecniques used was observation, tests, and performance. The data analysis technique used is quantitative and qualitative data analysis. The results of the research showed a significant increase in the average percentage of classical completeness. The researcher concluded that the application of the learning methods succeeded in improving learning outcomes of Christian Religious Education subjects for 5th grade students of SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang. Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe examples non examples dalam penelitian tindakan kelas kali ini dimaksudkan untuk membangun imajinasi dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam belajar dengan harapan hasil belajar pada ranah kognitif akan meningkat. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus kepada siswa kelas V SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang yang berjumlah 23 siswa terdiri dari laki-laki 15 siswa dan perempuan 8 siswa.  Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan unjuk kerja. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian pada siklus pertama dan kedua menunjukkan peningkatan yang berarti pada nilai rata-rata persentasi ketuntasan klasikal. Peneliti menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe examples non examples berhasil meningkatkan hasil belajar kognitif Pendidikan Agama Kristen siswa kelas Vc SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang.
PERSEPSI MAHASISWA STAKN KUPANG TENTANG PERBEDAAN ALIRAN GEREJA Manu, Mieke Yen; Giri, Yanti Secilia
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.188 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.20

Abstract

The issue of different church denominations has been one of the struggles faced by Christian churches for decades. This can be viewed as a form of wealth self-actualization of the church against the context of its existence, but on the other hand it can also be a source of schism in the unity of the body of Christ. The aim of this study was to determine the perceptions of STAKN?s students about the differences in church denominations. The research method used is a quantitative approach through the study of descriptive statistics. Samples were taken by using probability sampling technique, namely a total of 105 respondents. The results of the research obtained the value of tcount smaller than ttable (-97,385 < -1,983), so H0 is accepted and H1 is rejected. The conclusion is the perception of STAKN?s students in Kupang concerning the differences in church denominations is in a quite positive category.  Perbedaan aliran gereja merupakan salah satu pergumulan gereja yang rumit sejak dulu. Perbedaan aliran gereja dapat dipandang sebagai wujud kekayaan aktualisasi diri gereja terhadap konteks keberadaaan, namun di sisi lain dapat juga menjadi sumber perpecahan dalam kesatuan tubuh Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang tentang perbedaan aliran gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui studi deskriptif statistik. Sampel diambil dengan menggunakan teknik dari Probability Sampling yaitu sebanyak 105 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Angket. Hasil penelitian didapatkan nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-97,385 < -1,983) sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang tentang perbedaan aliran gereja berada pada kategori cukup positif.
TARIAN “LANGIT-BUMI” REFLEKSI PELAYANAN BULAN BAHASA DAN BUDAYA DI GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR Nayuf, Henderikus
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.481 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.18

Abstract

The concensus of May to become the month of language in the service of GMIT reflected as a chance to express the identity of local comonity. The exploration through dance and pray constitue psalm and proverb chant in the format of the liturgy. In this format the value of the traditional as the identity of the local community conforotd with the ecclesiastic consencus and the consencus of the nation and state. The culture encounter of the local community need a dialetic media in order to convey the message of the humanityso it will be wedely accepted by the church community. Ethnographic accentuation are use this qualitative method. Beside the library research are use to analyze the result of the research. Through emancipation dialectic, GMIT within supotive reletion between themselves the local governmentsincerely give the local community the change to expessed themselves without worry persistenly as a impact of the contention betweenthe church doctrine and the value of the local tradition from the local community. Penetapan bulan Mei setiap tahun sebagai Bulan Bahasa dalam lingkup pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dimaknai sebagai wadah yang tepat mengekpresikan identitas masyarakat adat. Eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal melalui tarian dan doa merupakan mazmur dan amsal yang dilantunkan dalam format tata ibadah. Dalam format inilah, nilai-nilai kearifan sebagai identitas masyarakat adat diperhadapkan pada konsensus gerejawi yang tentunya tidak bertentangan dengan konsensus bangsa dan Negara. Perjumpaan identitas masyarakat adat dalam format gerejawi membutuhkan media dialektika agar pesan-pesan kemanusiaan yang menjadi kekuatan masyarakat adat dapat diterima secara luas oleh warga gereja. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan penekanan pada pendekatan etnografi. Di samping itu, pendekatan library research digunakan untuk menganalisa hasil penelitian yang telah dilakukan. Melalui dialektika yang emansipatif, GMIT dalam relasi yang saling menopang bersama pemerintah daerah secara tulus memberi ruang bagi masyarakat adat untuk berekpresi tanpa merasa gundah gulana sebagai dampak dari benturan doktrin gerejawi dan nilai-nilai kearifan masyarakat adat.  
KEPEMIMPINAN NEHEMIA DAN RELEVANSINYA DALAM PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN KRISTEN DI INDONESIA Giawa, Nasokhili
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.745 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.17

Abstract

Leadership is an instrument to achieve the vision, mission, goals, targets, and success of an organization, so we need a good leadership. With good leadership a leader can achieve goals and be able to manage conflicts / obstacles that may occur in the leadership process. From this problem the authors conducted an analysis of the concept of Nehemiah's leadership, because Nehemiah was a leader who was able to rebuild the wall of Jerusalem that had been damaged. The author analyzes the biblical texts and various literatures relevant to the topic. The analysis shows that Nehemiah's leadership is visionary and inspirational leadership. The leadership is relevant to the management of Christian Religious Colleges in Indonesia (PTKKI) because it is built on the foundation of true spirituality, guided by a clear vision, a good management process. Kepemimpinan merupakan instrumen untuk mencapai visi, misi, tujuan, target, dan kesuksesan suatu organisasi, sehingga diperlukan sebuah kepemimpinan yang baik. Dengan kepemimpinan yang baik seorang pemimpin dapat mencapai tujuan serta mampu memanajemeni konflik/rintangan yang mungkin terjadi dalam proses kepemimpinan itu. Dari masalah tersebut penulis melakukan analisis terhadap konsep kepemimpinan Nehemia, karena Nehemia merupakan tokoh pemimpin yang mampu membangun kembali tembok Yerusalem yang telah rusak. Penulis melakukan analisis pustaka terhadap teks Alkitab dan berbagai literatur yang relevan dengan topik tersebut. Dari hasil analisis tampak jika kepemimpinan Nehemia adalah kepemimpinan yang visioner dan inspiratif. Kepemimpinan tersebut relevan dengan pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia (PTKKI) karena dibangun di atas dasar spiritualitas yang benar, dituntun oleh visi yang jelas, dan proses manajemen yang baik.
PERANAN GEREJA DALAM MENGHAMBAT LAJU PERTUMBUHAN PEMAKAI NARKOBA Simon, Simon
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.257 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i2.15

Abstract

Indonesia is a country that is fertile ground for drug trafficking carried out by domestic dealers and drug dealers internationally. The rise of drugs today causes victims to die every day. President Jokowi came to state that Indonesia was on the verge of a "drug emergency", because every day 50 people died. If in just one year it could reach 18,000 people die each year. Seeing these facts, of course the government appealed through the National Narcotics Agency (BNN) that this should not be left unnoticed because it would have an increasingly bad impact. This research aims to give an idea to the churches that the spread of drugs and the number of users is alarming in the midst of this nation. The method that the author uses in writing this article uses a qualitative method with a literature study approach. The role that can be demonstrated by the church in drug prevention by preaching the dangers of drugs in the pulpits, partnering with BNN institutions as the frontline in eradicating drugs, conducting visits to rehabilitation sites and optimizing the role of families as supervisors. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lahan subur dalam peredaran narkoba yang dilakukan oleh para bandar dalam negeri maupun bandar narkoba secara internasional. Maraknya narkoba di masa kini menyebabkan adanya korban yang meninggal setiap hari. Presiden Jokowi pun sampai  menyatakan bahwa Indonesia telah berada pada ambang ?darurat narkoba,? dikarenakan setiap harinya meninggal 50 orang. Bila dalam setahun saja  dapat mencapai 18. 000 orang meninggal setiap tahunnya.  Melihat fakta-fakta ini, tentunya pemerintah menghimbau melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) mengemukan hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan semakin berdampak buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada gereja-gereja bahwa penyebaran narkoba serta jumlah pemakainya sudah mengkuatirkan di tengah bangsa ini. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Peranan yang dapat ditunjukkan oleh gereja dalam pencegahan narkoba dengan mengkhotbahkan bahaya narkoba di mimbar-mimbar, bermitra dengan lembaga BNN sebagai garda terdepan pemberantas naskoba, mengadakan kunjungan ketempat rehabilitasi dan mengoptimalkan peran keluarga sebagai pengawas.
MISI DAN KEBANGKITAN ROHANI: IMPLIKASI MISI ALLAH BAGI GEREJA Camerling, Yosua Feliciano; Wijaya, Hengki
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.644 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i1.11

Abstract

The purpose of this writing is to explain the close relationship between mission and spiritual awakening. The method used is qualitative description with library studies seen from the history of spiritual awakening that has happened and Christian mission's understanding of spiritual awakening. In conclusion, spiritual awakening can revive the passion for mission, and mission is one of the concrete steps manifested by missionaries in the event of a spiritual resurrection. For this reason, the signs that arise when spiritual awakening occurs are the heart of the mission involved. The relationship between mission and spiritual awakening is a spiritual awakening to evoke the spirit of mission. This is marked by so many missionaries who are involved in missionary service. Tujuan penulisan ini untuk menjelaskan hubungan yang erat antara misi dan kebangkitan rohani. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan studi kepustakaan dilihat dari sejarah kebangkitan rohani yang pernah terjadi dan pemahaman misi Kristen terhadap kebangkitan rohani. Sebagai kesimpulannya adalah kebangkitan rohani dapat menghidupkan kembali gairah untuk bermisi, dan misi adalah salah satu langkah yang kongkret yang diwujudnyatakan oleh para misionaris ketikaterjadinya kebangkitan rohani. Untuk itu, tanda-tanda yang muncul saat kebangkitan rohani terjadi adalah hati misi ikut di dalamnya. Hubungan antara misi dan kebangkitan rohani ialah kebangkitan rohani membangkitkan semangat bermisi. Hal ini ditandai dengan begitu banyaknya misionaris yang terjun dalam pelayanan misi.  
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA KURIKULUM 2013 Hutapea, Rinto Hasiholan
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.149 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i1.10

Abstract

The discussion in this paper aims to dissect the problems related to the theoretical and practical aspects of learning evaluation in the 2013 Curriculum. In the theoretical aspects the teachers of Christian Religious Education are expected to understand the essence of the evaluation of learning and the nature of the 2013 curriculum. This understanding is important, because of good understanding and right the nature of the evaluation of learning and Curriculum 2013 will help and facilitate Christian Religious Education teachers in designing evaluation instruments for learning in the classroom. On the contrary, if the Christian Education teacher does not understand well the nature of the evaluation of learning and the nature of 2013 Curriculum, it can be ascertained that the Christian Religious Education teacher will have difficulty in designing and implementing classroom learning evaluations. Pembahasan dalam tulisan ini bertujuan untuk membedah problematika terkait aspek teoritis dan praktis evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013. Dalam aspek teoritis guru-guru PAK diharapkan memahami dengan baik hakikat dari evaluasi pembelajaran dan hakikat Kurikulum 2013. Pemahaman ini penting, karena pemahaman yang baik dan tepat akan hakikat evaluasi pembelajaran dan Kurikulum 2013 akan menolong dan memudahkan guru PAK dalam merancang instrumen evaluasi pembelajaran di kelas. Namun sebaliknya, jika guru PAK tidak memahami dengan baik hakikat evaluasi pembelajaran dan hakikat Kurikulum 2013 dapat dipastikan guru PAK akan mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran di kelas.   Kata-kata kunci: evaluasi, pembelajaran, kurikulum 2013
MAKNA TANAH LELUHUR BAGI NAOMI BERDASARKAN TEKS RUT 1:1-22 Ndolu, Nelci Nafalia; Rantesalu, Marsi Bombongan
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.329 KB) | DOI: 10.37364/jireh.v1i1.9

Abstract

The Meaning of Ancestral Land For Naomi Based on Ruth 1: 1-22. The story of Naomi in Ruth 1: 1-22 is closely related to her ancestral land in Bethlehem-Judah. In Ruth 1: 1-3, Naomi is told to make a choice to leave her ancestral land. But Ruth 1: 6 explains that Naomi finally chose to return to her ancestral lands in Bethlehem-Judah after experiencing various suffering and tragedies in the land of Moab. Naomi's choice implied Naomi's perception of the economic, cultural, political and religious meaning of her ancestral land. Based on Ruth 1: 6-19-22, Naomi continues to acknowledge her ancestral land as the "mother" who gave birth to her, always faithfully welcomes her return, treats all the pain of her life; and even guarantee the prosperity of his life, the place that guarantees the rights of life and the social as a widow, and a safe place to worship faithfully to Allah the giver and the owner of his ancestral land. Makna Tanah Leluhur Bagi Naomi Berdasarkan Rut 1:1-22.  Kisah Naomi dalam Rut 1:1-22 berkaitan erat dengan tanah leluhurnya di Betlehem-Yehuda. Dalam Rut 1:1-3, Naomi dikisahkan  membuat pilihan untuk meninggalkan tanah leluhurnya. Namun Rut 1:6 menjelaskan bahwa Naomi akhirnya memilih untuk kembali ke tanah leluhurnya di Betlehem-Yehuda setelah mengalami berbagai penderitan dan tragedi di Moab tanah rantau. Pilihan Naomi tersebut tersirat persepsi Naomi tentang makna ekonomis, budaya, politis dan religious dari tanah leluhurnya. Berdasarkan Rut 1:6-19-22, Naomi tetap mengakui tanah leluhur nya sebaga ?ibu? yang telah melahirkannya, selalu setia menyambut kepulangannya, mengobati semua kepedihan hidupnya; dan bahkan menjamin kesejahtraan hidupnya, tempat paling menjamin hak-hak hidup dan sosial sebagai seorang janda, dan tempat yang aman untuk beribadah dengan setia kepada Allah sang pemberi dan pemilik tanah leluhurnya.  

Page 1 of 3 | Total Record : 22