cover
Contact Name
Rima Irmayanti
Contact Email
rima16o5@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rima16o5@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
QUANTA
ISSN : 26146223     EISSN : 26142198     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Quanta focus is a medium for dissemination of research results based on philosophical, conceptual, and empirical studies of Counseling and Counseling in Education. The Scope of Quanta publishes research articles in based on philosophical, conceptual, and empirical studies of Counseling and Counseling in Education globally.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
GAMBARAN MOTIVASI INTERNAL PADA ANAK SOCIAL WITHDRAWAL USIA PRASEKOLAH Rosita, Tita
QUANTA Vol 2, No 1 (2018): VOLUME 2 NUMBER 1, JANUARY 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.308 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i1p%p.714

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang motivasi internal anak social withdrawal di lingkungan sekolah dan mengetahui riwayat kehidupan sosial serta emosi anak social withdrawal. Social withdrawal menggambarkan interaksi diri dengan rekan dengan berbagai motivasi yang berbeda. Motivasi social withdrawal muncul dalam berbagai alasan mengapa anak-anak melakukan social withdrawal, yaitu: Alasan pertama anak melakukan social withdrawal menyangkut aspek nonfearful untuk kegiatan soliter, yaitu beberapa anak kurang terlibat dalam interaksi sosial karena mereka tidak ramah dan hanya memilih bermain sendiri (unsociability). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bersifat studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisa kasus berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa kasus I berhubungan dengan dysregulation aspek emosional yang secara khusus berkaitan dengan rasa takut, kecemasan, dan malu. Sedangkan kasus II menyangkut aspek nonfearful untuk kegiatan soliter. Berdasarkan hasil penelitian ini, mengindikasikan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi social withdrawal pada anak usia prasekolah adalah kondisi kesehatan, kepribadian orang tua, dan lingkungan keluarga.Kata Kunci : Social Withdrawal, Anak Prasekolah, Perkembangan Sosial Anak.ABSTRACTThis study aims to obtain a description of internal motivation of social withdrawal children in the school environment and know social life and emotional of social withdrawal children. The method used in this research is qualitative with case study design. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The result of case analysis based on this study shows that case I is associated with emotional aspect dysregulation which is specifically related to fear, anxiety, and embarrassment. While case II concerns nonfearful aspects of solitary activities. The result of this study shows that factors that affect social withdrawal in preschoolers are health conditions, parent's personality, and family environment.Keyword: Social withdrawal, preschool children, children social development
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TERHADAP TEMAN SEBAYA DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA USIA 13-15 TAHUN DI SMP NEGERI 1 CIWIDEY BANDUNG Fatimah, Siti
QUANTA Vol 1, No 1 (2017): VOLUME 1 NUMBER 1, September 2017
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.052 KB) | DOI: 10.22460/q.v1i1p27-42.500

Abstract

The process of education is often hampered by the increased percentage of juvenile delinquency, whether it is committed in the school or at home that occurs because of the influence of peers. The population in this study is the students of class VIII in SMP Negeri 1 Ciwidey Bandung yang as many as 457 people. The sample was taken by using simple random sampling so there are 198 students selected. The data were collected using conformity scale and juvenile delinquency scale. Data analysis technique used is regression analysis and the value of correlation coefficient (R) obtained is of 0.297, the coefficient of determination (R2) = 0.088, F arithmetic = 18.905 and p = 0.000 which means that conformity correlated significantly to juvenile delinquency. While the conformity relationship to juvenile delinquency is determined by the value of R2 (coefficient of determination) of 0.088 that is equal to 8.8 percent of conformity associated with juvenile delinquency. The results showed that 72.2% (143 people) had a moderate conformity rate and 71.2% (141 people) had a moderate juvenile delinquency rate as well.
PENGARUH METODE KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VI SDN TUNAS BAKTI SUBANG TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019 Yuliani, Wiwin
QUANTA Vol 3, No 2 (2019): VOLUME 3 NUMBER 2, MAY 2019
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.191 KB) | DOI: 10.22460/q.v3i2p23-28.1277

Abstract

Hakikat dari pembelajaran adalah memberikan pelayanan bagi siswa agar dapat merubah tingkah laku ke arah perkembangan pribadi yang optimal. Perkembangan pribadi yang optimal ini harus dilakukan secara mandiri oleh sendiri. Strategi pembelajaran seyogyanya harus diarahkan kepada strategi yang merangsang siswa untuk menyadari bahwa ia memiliki potensi dalam dirinya. Sehingga siswa mampu berkembang secara mandiri dalam proses pembelajaran. Namun kenyataan di SDN Tunas Bakti terdapat salah satu masalah yaitu proses pembelajaran belum dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang mendukung terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. metode kooperatif learning tipe jigsaw merupakan salah satu metode belajar yang diasumsikan mempunyai pengaruh terhadap kemandirian belajar siswa.Untuk kepentingan mendapatkan alternatif pemecahan dari masalah tersebut, dilakukan penelitian dengan fokus permasalahan yang dikaji meliputi 1)Gambaran umum kemandirian belajar siswa kelas VI SDN Tunas Bakti; 2)Gambaran kemandirian belajar siswa kelas V SDN Tunas Baktisetelah melakukan pembelajaran dengan metode kooperatif learning tipe jigsaw; 3) metode kooperatif learning tipe jigsaw terhadap kemandirian belajar siswa kelas VI SDN Tunas Bakti. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen bentuk nonequivalen control group design . Teknik pengambilan sampel digunakan dengan cara teknik purposive sample. Populasi penelitian seluruh siswa kelas V SDN Tunas Bakti dengan sampel penelitian siswa kelas VIA dan VIF.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PEER GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Surya, Dewi Melianasari
QUANTA Vol 2, No 3 (2018): VOLUME 2, NUMBER 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.553 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i3p90-98.1209

Abstract

Dari hasil rekap daftar hadir terungkap bahwa siswa tidak ingin pergi ke sekolah karena menghindari tugas presentasi. Setiap siswa akan pergi ke sekolah sangat gejala penolakan seperti sakit perut, keringat dingin dan tangan gemetar. Hal ini disebabkan siswa tidak memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi tugas presentasi. Dan didukung oleh kepribadian siswa yang introvert. Jelas ini akan menyulitkan siswa itu sendiri karena nilai yang rendah akan didapat jika masih tidak mau pergi ke sekolah dan membuat presentasi.Sebelum memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, terutama dalam hal ingin melaksanakan tugas presentasi maka dilakukan analisis terhadap kebutuhan siswa terlepas dari gejala yang terlihat adalah dengan melakukan wawancara dengan orang tua, siswa, dan hasil dari pemeriksaan psikolog. Data yang dikumpulkan adalah referensi dalam penyediaan layanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Layanan yang diberikan dalam penelitian ini adalah perilaku konseling dengan teknik penguatan positif. Model konseling perilaku dengan teknik penguatan positif, adalah model konseling yang dilakukan dengan cara mengkondisikan perilaku baru dengan memberikan penghargaan atau kata-kata segera setelah perilaku yang diharapkan muncul.Penelitian dilakukan melalui dua siklus setiap siklus yang terdiri dari tiga sesi pertemuan konseling. Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas 10 MIA 2 SMA Negeri 24 Bandung. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - Oktober 2016 dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sikap percaya diri siswa seperti Anda untuk datang ke sekolah dan telah bersedia untuk melakukan tugas dalam presentasi kelas. Dari pengamatan dan informasi dari teman, wali kelas dan guru mata pelajaran menyatakan bahwa konseli telah banyak menunjukkan perubahan perilaku dalam arah positif. Ini membuktikan bahwa konseling perilaku dengan teknik penguatan positif yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
MENURUNKAN PROKRASTINASI AKADEMIK MELALUI PENERAPAN TEORI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW Fatimah, Siti
QUANTA Vol 2, No 1 (2018): VOLUME 2 NUMBER 1, JANUARY 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.514 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i1p%p.713

Abstract

ABSTRAKMahasiswa memiliki berbagai tugas yang berhubungan dengan akademik dan non-akademik. Sehingga mahasiswa harus mampu mengelola keduanya dengan baik. Tugas akademik yang banyak, dirasakan berat oleh mahasiswa sehingga berpengaruh pada pencapaian prestasinya. Menurunnya hasil prestasi mahasiswa tersebut diakibatkan oleh penundaan penyelesaian tugas atau prokrastinasi akademik. Untuk menurunkan tingkat prokrastinasi akademik harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya sehingga bisa diketahui tingkat kebutuhan mana yang belum terpenuhi. Perbedaaan kebutuhan tersebut harus dipahami oleh dosen dalam upaya mengurangi tingkat prokrastinasi akademik pada mata kuliah yang diampunya. Teori hierarki kebutuhan ini apabila diaplikasikan dalam pendidikan, diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui metode eksperimen kuasi dengan pola Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh karena seluruh mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2016 dijadikan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan wawancara. Secara umum, sebanyak 12,5% mahasiswa berada pada kategori prokrastinasi akademik tinggi, 83,4% kategori sedang, dan 4,1% berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t-paired diperoleh Nilai 0,017 < 0.05 sehingga dapat diartikan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teori hierarki kebutuhan Maslow bisa diterapkan untuk menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa.Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Teori Hierarki KebutuhanABSTRACTStudents have various academic and non-academic tasks. So the student must be able to manage both well. Many academic duties, perceived to be heavy by students so as to affect the achievement of his achievements. The decline in student achievement results from delays in the completion of tasks or academic procrastination. To reduce the level of academic procrastination must be known in advance the cause so it can be known which level of needs that have not been met. Differences of these needs must be understood by the lecturer in an effort to reduce the level of academic procrastination in the course that he was. This hierarchy of needs theory when applied in education, is expected to optimize the learning process. The approach used is quantitative approach through the quasi-experiment method with Pretest-Posttest Design pattern. Population in this research use saturated sampling technique because all student guidance and counseling class of 2016 serve as the research subject. Data collection techniques used questionnaires and interviews. In general, as many as 12.5% of students are in the category of high academic procrastination, 83.4% in the medium category and 4.1% are in a low category. Based on the results of data analysis using the t-test, shows 0.017 <0.05 so that it can be interpreted there is a difference between before and after treatment. The conclusion of this research is that Maslow's hierarchy of needs theory can be applied to decrease student academic procrastination.Keyword: Academic procrastination, Hierarchy of need theory
STRATEGI MNEMONIC UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VI SDN Sinarjati Tahun Pelajaran 2015/2016) Wasmana, Wasmana
QUANTA Vol 1, No 1 (2017): VOLUME 1 NUMBER 1, September 2017
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.19 KB) | DOI: 10.22460/q.v1i1p43-52.501

Abstract

Learning achievement in this research is the acquisition value of evaluations of students in social studies. The main problem in this research whether mnemonic strategies can improve student learning achievement in social studies class VI SDN Sinarjati. The main objective of this research is to improve learning achievement IPS using mnemonic strategies. The method used to solve the problems of this research using an experimental method. Researchers designed this study into two stages: a preliminary study and application of mnemonic strategies. The instrument used to collect data increase learning achievement IPS that the questionnaires and evaluation sheets. Data were netted from the researcher's analysis instrument by measuring symptoms roman center with average and variance analysis with a standard deviation formula. These results indicate that the achievement of social studies in experimental class is higher than the control class indicated by the average value of the evaluation. Acquisition of the average value of the material in the Indonesian archipelago with the first letter on the method of experimental classes 66.9 85.5 while the control class, foreign ministers of ASEAN countries by using keywords in the experimental class 61.9 to 92.7 while the control class, materials continent in the world with locations in class experimental method 95.5 64.3 while the control class, the material wonders of the world with a method to connect at 96.2 whereas the experimental class control class 66.9, material capital of the ASEAN countries with pegs on the class experimental method 95, 5 whereas 69.3 and material control class currency ASEAN countries with a story to the class experimental method 95.0 68.6 while the control class. Besides the standard deviation of the experimental class is higher than the control class, it shows that the values obtained in the experimental class are more varied than the control class. Based on these results the researchers recommend for teachers to apply mnemonic strategies in the hope students can improve academic achievement.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PEER GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Suherman, Maya Masyita
QUANTA Vol 2, No 3 (2018): VOLUME 2, NUMBER 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.553 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i3p83-89.1192

Abstract

Penelitian ini menelaah Penerapan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk meningkatkan kemampuan komunikasiSiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan bimbingan kelompok dengan teknik peer groupmampu meningkatkan kemampuan komunikasisiswakelas XI IPS di SMA Negeri 3 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif  dengan model Pre-Eksperimental Design. Desain Experimen yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design.Subyek penelitian ini adalah 18 orang siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan instrumenobservasi dan angket.Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis non parametrik, yaitu uji wilcoxon.dilaksanakan melalui lima tahap yaitu tahap awal (peer group), tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan teknik  peer group mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK GROUP EXERCISES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SANTRI Jauhari, Diwan Ramadhan
QUANTA Vol 2, No 1 (2018): VOLUME 2 NUMBER 1, JANUARY 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.221 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i1p%p.699

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh: (1) fenomena santri di Pondok Pesantren Banuraja yang belum mencapai kemampuan penyesuaian diri yang optimal; (2) bimbingan terhadap santri belum dilaksanakan secara terencana dan sistematis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan program bimbingan kelompok menggunakan teknik group exercise untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri santri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi-experiment dengan non-equivalent control group design. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemampuan penyesuaian diri santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan skor kelompok eksperimen setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok, lebih besar dari kelompok kontrol yang tidak mendapatkan layanan bimbingan kelompok. Dengan demikian, program bimbingan kelompok menggunakan teknik group exercises terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri santri. Hasil penelitian direkomendasikan kepada pihak Pesantren Banuraja agar mempertimbangkan manfaat layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik group exercises ini dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri para santrinya.Kata kunci: program bimbingan kelompok, teknik latihan kelompok (group exercises), penyesuaian diri santri.  ABSTRACTThe background of this study is the lack of santri adjustment and the absence of well-planed and systematic guidance program in Pesantren Banuraja. The purpose of this study is to produce group guidance program using group exercises technique to improve santri adjustment. The study was conducted in Pesantren Banuraja Batujajar, West Bandung. Quasi-Experiment with non-equivalent control group design was utilized. Data collection included adjustment questionnaire which was completed by the participants during pretest and posttest in the last session of group guidance. The results showed an increase in adjustment scores in both experimental and control group. Data showed that the improvement in experimental group was higher than control group. Thus, group guidance program using group exercises technique proved to be effective to improve santri adjustment. The results suggested to the leaders of Pesantren Banuraja to consider the benefits of group guidance services.Keyword: group guidance program, group exercises, santri adjustment.  
MASALAH-MASALAH SISWA DI SEKOLAH SERTA PENDEKATAN-PENDEKATAN UMUM DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DITINJAU DARI “KACA MATA KONSELOR” ruhansih, dea siti
QUANTA Vol 2, No 1 (2018): VOLUME 2 NUMBER 1, JANUARY 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.369 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i1p%p.698

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi permasalahan yang ada di sekolah ditinjau dari “kaca mata” konselor. Tujuan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana para konselor yang ada di sekolah mengetahui masalah-masalah yang terjadi di sekolah serta pendekatan umum dalam bimbingan konseling. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Partisipan penelitian adalah guru Bimbingan Konseling yang ada di SMP Nugraha dengan jumlah 3 orang. Hasil penelitian bahwa masalah siswa  yang ada di SMP Nugraha adalah masalah belajar yang dialami oleh siswa. Kata Kunci: Masalah, “kaca mata” konselor ABSTRACTThis study is intended to determine the condition of problems that exist in school from counselor perspective. The purpose of this study is to know counselor knowledge about the problems that occur in schools and the general approach in guidance and counseling. The research was done by the descriptive approach. Data obtained through interviews and observation. The study participants were Guidance and Counseling teachers in SMP Nugraha with a total of 3 teachers. The result of this study shows that student has learning problem.Keyword: Student problem, Counselor Perspective
EFEKTIVITAS STRATEGI BIMBINGAN TEISTIK UNTUK PENGEMBANGAN RELIGIUSITAS REMAJA (Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Peserta Didik Kelas X SMA Nugraha Bandung Tahun Ajaran 2014/2015) Ruhansih, Dea Siti
QUANTA Vol 1, No 1 (2017): VOLUME 1 NUMBER 1, September 2017
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.603 KB) | DOI: 10.22460/q.v1i1p1-10.497

Abstract

This research based on the low level of commitment in religion, who adhere to the religion but life has not been a truth values recommended in religion, or simply follow family tradition and friends without rationally as a principle. This study aimed to obtain the effectiveness theistic guidance strategy for developmental of teenagers religiosity in grade X of SMA Nugraha Bandung Academic Year 2014/2015. (1) describe the effectiveness of guidance theistic strategies for the development of religiosity (2) explain the dynamics of religiosity through  intervention theistic guidance strategies students of Grade X SMA Nugraha Bandung academic year 2014/2015. This research used a quantitative approach with quasi-experimental research with non-equivalent pretest-posttest control group design. Data was collected by religiosity questionnaires. Study participants were 18 people  in each of the experimental and control groups by using purposive sampling technique. The results showed is program interventions of theistic guidance strategies for the development of specific adolescent religiosity was effective to develop students  religiosity  on dimension religious believe, religious practice, religious experience and religious dimensions consequences. Theistic guidance strategies were not effective for the development of religious dimension of knowledge. The dynamics in religiosity through intervention theistic guidance strategies showed understanding in concept form at beliefe religious dimension, religious practices, and religious knowledge. The dynamics of behavior change interventions religiosity on theistic guidance strategies showed understanding of concepts and applications in everyday life on the religious dimension of religious experiences and consequences. The counselor suggested to understand scientific theistic.

Page 1 of 4 | Total Record : 33