cover
Contact Name
Intan Sari
Contact Email
intannadhifa215@gmail.com
Phone
+6281368906624
Journal Mail Official
jurnalkebidananakbm@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.A Abusamah No,2663 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame Palembang Sumatera Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang
ISSN : 20879407     EISSN : 26568403     DOI : https://doi.org/10.35325/kebidanan
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang merupakan jurnal yang mempublikasi artikel penelitian dari para akademisi, penulis, peneliti yang berisi mengenai hasil penelitian yang berkaitan dengan masalah kebidanan dan kesehatan baik pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, kesehatan reproduksi, keluarga berencana maupun masa antara. Semoga dengan adanya Jurnal kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang ini dapat membawa kemaslahatan bagi seluruh akademisi kesehatan serta masyarakat dan sebagai referensi bagi dunia penelitian, perkembangan kemajuan kesehatan terutama di bidang kebidanan.
Articles 167 Documents
HUBUNGAN USIA MELAHIRKAN DAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN USIA MENOPAUSE DI POSYANDU CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2018 Ana Sapitri, Ana Sapitri
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.753 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.138

Abstract

ABSTRAK   Menopause merupakan sebuah kata yang mempunyai banyak arti yang terdiri dari kata men dan pauseis yang berasal dari bahasa Yunani yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan berhentinya haid. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan produksi hormon estrogen yang dihasilkan ovarium (indung telur). Menopause mulai pada umur yang berbeda umumnya adalah sekitar umur 50 tahun, meskipun ada sedikit wanita memulai menopause pada umur 30-an, faktor psikis, jumlah anak, usia melahirkan, pemakaian kontrasepsi hormonal, merokok, sosial ekonomi, perubah pola makan sehat, terlalu diet ketat dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan usia melahirkan dan pemakaian kontrasepsi hormonal dengan usia menopause di Posyandu Cambai Kota Prabumulih. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. populasi diambil dari keseluruhan wanita yang berumur ? 55 tahun anggota Posyandu lanjut usia Cambai Kota Prabumulih berjumlah 70 orang dan sampel adalah total populasi. Hasil yang diperoleh dari hasil uji statistik Chi Square didapatkan (p value = 0,003 < ? 0,05), ada hubungan usia melahirkan dengan usia menopause dan didapatkan (p value = 0,009 < ? 0,05), ada hubungan pemakaian kontrasepsi hormonal dengan usia menopause. Disarankan kepada kader posyandu dapat memberikan penyuluhan kepada semua wanita khususnya yang ada Posyandu Lansia  mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi usia menopause sehingga para wanita khususnya yang memasuki usia 45 tahun dapat lebih nyaman menghadapi usia menopause       ABSTRACT Menopause is a word that has many meanings consisting of the words men and pauseis derived from Greek which was first used to describe the cessation of menstruation. This is the end of the biological process of the menstrual cycle that occurs due to a decrease in the production of the hormone estrogen produced by the ovary (ovary). Menopause starting at different ages is generally around the age of 50, although there are very few women starting menopause at the age of 30, psychological factors, number of children, age at birth, hormonal contraception, smoking, socio-economic, healthy diet changes, over diet tight and diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the relationship between age of childbirth and the use of hormonal contraception with the age of menopause at the Elderly Cambai Prabumulih City . This research is quantitative research using analytical survey method with cross sectional approach. the population was taken from all women aged ? 55 years old members of the elderly Cambai Prabumulih  City numbered 70 people and the sample was the total population. The results obtained from the results of the Chi Square statistic test were obtained (p value = 0.003 <? 0.05), there was a relationship between the age of childbirth and the age of menopause and obtained (p value = 0.009 <? 0.05), there was a correlation between the use of hormonal contraception and age menopause. It is recommended that posyandu cadres be able to provide counseling to all women, especially those with Elderly Posyandu on factors that can affect the age of menopause so that women, especially those entering the age of 45 years, can be more comfortable facing the age of menopaus
HUBUNGAN ANTARA ANTENATAL CARE, HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN, DAN RIWAYAT PENYAKIT IBU DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG TAHUN 2016 Rizki Amalia Yulisa Maulia, Rizki Amalia Yulisa Maulia
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.583 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.137

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Status gizi juga dapat diartikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. dampak atau bahaya status gizi ibu hamil yang buruk, baik sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan mempengaruhi kondisi ibu dan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antenatal care, hipertensi dalam kehamilan, dan  riwayat penyakit ibu dengan status gizi ibu hamil di puskesmas  gandus  palembang tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas gandus  Palembang dari bulan Agustus tahun 2016. sample yang diambil berjumlah 62 orang.Data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi responden dan dilakukan analisis univariat dan bivariat secara komputerisasi. hasil uji statistik menunjukkan bahwa hubungan antenatal care dengan status gizi diperoleh hasil uji Chi ? Square diperoleh p value =0,03 (bermakna), hubungan hipertensi dalam kehamilan dengan status gizi diperoleh hasil uji Chi ? Square diperoleh p value =0,068 (tidak bermakna), riwayat penyakit ibu dengan status gizi diperoleh hasil uji Chi ? Square diperoleh p value =0,153(tidak bermakna). Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan baik dalam menyusun rencana strategi serta pelaksanaan dalam memberikan pelayanan langsung pada pasien, sehingga mutu dan kualitas pelayanan lebih ditingkatkan lagi       ABSTRACT Nutritional status assesses the nutrional fulfillment in pregnant women. It can also be defined as the indicator of health which is achieved by balancing between the needs and nutrient intake. Poor nutrional status can give negative impact on pregnancy, not only before but also during the pregnancy and it influences the condition of the mothers and their fetuses. This research aimed to investigate the association between antenatal care, hypertension in pregnancy, mother?s medical history with nutrional status of pregnant woman in the Community  Health Center of gandus, palembang in 2016. This research used analytical survey method with Cross-Sectional study designed. The research?s population was all pregnant women who had antenatal care in the community health center of gandus in Agust 2016. The samples taken were 62 people. The data were presented in the table of distribution of respondents and analyzed using computerized univariate and bivariate techniques. The result of statistics test, using Chi-Square test showed that the association between antenatal care and nutrional status was significant with p-value = 0.03, the association between hypertension in pregnancy and nutrional status was not significant with p-value = 0.068, the association of mothers? medical history with nutrional status was not significant with p-value = 0.153. it is expected that the result of this research gives positive contribution in designing the strategic plan as well as implementing direct patient services in order to improve service quality.
PERBEDAAN LAMANYA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI DITINJAU DARI PERAWATAN DENGAN AIR SUSU IBU DAN PERAWATAN KASA KERING Yuhemy Zurizah, Yuhemy Zurizah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.579 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.136

Abstract

Perawatan tali pusat yang benar dan lepasnya tali pusat dalam minggu pertama secara bermakna mengurangi insiden infeksi pada noenatus. Salah satu cara yang disarankan WHO dalam merawat tali pusat adalah dengan menggunakan pembalut kasa bersih yang sering diganti, selain itu sebagaimana juga disarankan penelitian diarahkan pada penggunaan anti septik dan zat-zat pengering tradisional misalnya ASI atau kolostrum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lamanya pelepasan tali pusat pada bayi ditinjau dari perawatan dengan air susu ibu dan perawatan teknik kasa kering. Ruang lingkup penelitian ini ditujukan kepada lamanya pelepasan tali pusat pada bayi ditinjau dari perawatan dengan air susu ibu dan perawatan teknik kering terbuka dengan desain penelitian analitik comparative. Sampel pada penelitian ini 10 bayi dengan kasa kering dan 10 bayi dengan air susu ibu. Hasil yang diperoleh dari uji Independent Samples t Test p value = 0,018 < 0,05 maka dapat dinyatakan ada perbedaan lamanya pelepasan tali pusat pada bayi ditinjau dari perawatan dengan air susu ibu dan perawatan teknik kasa kering. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat mensosialisasikan perawatan tali pusat dengan air susu ibu yang dapat menyebabkan tali pusat lebih cepat lepas.     ABSTRACT Care of the umbilical cord completely and off the umbilical cord in the first week. One way that is used by WHO in the care of the rope is to use sanitary napkins that are often replaced, in addition to the use of anti-septic and traditional substances such as breast milk or colostrum. The purpose of this study was to find out the parts of treatment with breast milk and treatment of dry gauze techniques. The scope of this study is intended for treatment with milk and treatment techniques with comparative analytics. The sample in this study were 10 babies with dry gauze and 10 babies with breast milk. The results obtained from the Independent Samples t Test p value = 0.018 <0.05, it can be stated that there is a value of the length of the mop Talking the umbilical cord in infants in terms of treatment with breast milk and treatment of dry gauze techniques. So that you can socialize the care of the rope with breast milk which can cause the umbilical cord to loose more quickly.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK BUDI MULIA MEDIKA TAHUN 2018 Tirta Anggraini, Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.975 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.135

Abstract

ABSTRAK   Masa nifas (puerpenium) adalah masa sesudah melahirkan.yang berlansung selama kurang lebih 6 minggu,Perdarahan merupakan  salah  satu  sebab  utama  kematian  ibu  dalam  masa nifas`yaitu berkisar 5-15%. Penyebab dari perdarahan tersebut  yaitu  50-60%   tidak  adanya  kontraksi uterus, Data World health organization ((WHO), mencatat bahwa angka ibu nifas meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2010  sebanyak 10% ibu meninggal dunia ketika masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Sementara pada tahun 2011 jumlah ibu nifas meninggal sebanyak  5%  menurun dari tahun sebelumnya, Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan adalah dengan merangsang  kontraksi miometrium maka salah satu upaya yang dilakukan adalah senam nifas, Senam nifas merupakan latihan jasmani yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah kehamilan, terutama pada otot-otot bagian punggung, dasar panggul, dan perut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain post test only desain. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu  nifas yang berkunjung ke Klinik Budi Mulia Medika Palembang tahun 2018 Yang berjumlah 30 orang. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan  bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang melakukaan senam nifas  23 orang (76,7%) dan tidak senam nifas  7 orang (23,3%). Dan responden yang penurunan tinggi fundus baik 19 orang (63,3%) dan penurunan tinggi fundus kurang baik 16 orang (84,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan bermakna antara senam nifas dengan penurunan tinggi fundus ? value=0,032. Diharapkan bidan dapat memberikan informasi lengkap mengenai manfaat senam nifas pada ibu  nifas dimulai sejak obu hamil. Sehingga ibu hamil mengetahui cara melakukan dan keuntungan dari senam nifas terhadap penurunan tinngi fundus uteri pada ibu nifas.       ABSTRACT Postpartum period (puerpenium) is the postpartum period which lasts for approximately 6 weeks, Bleeding is one of the main causes of maternal death in the period of nifas, which ranges from 5-15%. The cause of the bleeding is 50-60% in the absence of uterine contractions, Data World health organization ((WHO), notes that the number of postpartum mothers increases every year. In 2010 as many as 10% of mothers died when the puerperium occurred in the first 24 hours. While in 2011 the number of postpartum mothers died as much as 5% decreased from the previous year. One way that can be done to prevent the occurrence of postpartum hemorrhage is to stimulate myometrial contraction so one of the efforts taken is puerperal gymnastics, puerperal gymnastics is a functional physical exercise to restore health conditions, to accelerate healing, prevent complications, restore and improve strain on the muscles after pregnancy, especially in the muscles of the back, pelvic floor and abdomen.The aim of this study was to determine whether there were effects of puerperal gymnastics to decrease in fundal uterine height in post p mothers artum. This study uses a quantitative research design with a post test only design design approach. The sample in this study was postpartum mothers who visited the Budi mulia Palembang  clinic in 2018 which numbered 30 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results of this study showed that respondents who performed puerperal exercise 23 people (76.7%) and not postpartum gymnastics 7 people (23.3%). And respondents who decreased fundal height were 19 people (63.3%) and fundal height reduction was 16 people (84.2%). Based on the results of the Chi-Square test found a significant relationship between puerperal gymnastics with a decrease in fundal height ? value = 0.032. It is expected that midwives can provide complete information about the benefits of postpartum gymnastics in postpartum mothers starting from a pregnant obu. So that pregnant women know how to do and benefit from puerperal gymnastics to decrease the fundus uterine energy in postpartum mothers.
HUBUNGAN PARTUS LAMA, ANEMIA DAN HIDRAMNION DENGAN KEJADIAN ATONIA UTERI DI RUMAH SAKIT RIVAI ABDULLAH PALEMBANG TAHUN 2017 Putu Lusita Nati Indriani Rahmi Dintia Khoirunisa, Putu Lusita Nati Indriani Rahmi Dintia Khoirunisa
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.323 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.134

Abstract

ABSTRAK   Atonia uteri adalah uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri (plasenta telah lahir). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan partus lama, anemia dan hidramnion dengan kejadian atonia uteri di Rumah Sakit Rivai Abdullah Palembang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Data dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan instrumen lembar checklist sehingga didapatkan jumlah sebanyak  91 responden. Hasil penelitian dari analisis univariat didapatkan responden yang mengalami Atonia Uteri 29 orang (31,9%) dan yang tidak mengalami Atonia Uteri 62 orang (68,1%). Responden yang mengalami Partus Lama sebanyak 20 orang (22,0%) sedangkan yang tidak mengalami Partus Lama sebanyak 71 orang (78,0%). Responden yang mengalami Anemia sebanyak 25 orang (27,5%) sedangkan yang tidak mengalami Anemia sebanyak 66 orang (72,5%). Responden yang mengalami Hidramnion sebanyak 18 orang (19,8%) sedangkan yang tidak mengalami Hidramnion sebanyak 73 orang (80,2%). Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan ada hubungan partus lama, anemia dan hidramnion dengan kejadian atonia uteri. Pada variabel partus lama (? value= 0,000), anemia (? value= 0,005), dan hidramnion (? value= 0,034). Diharapkan agar Direktur Rumah Sakit Rivai Abdullah Palembang khususnya kepada bidan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat terutama pada ibu bersalin dengan atonia uteri dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI).       ABSTRACT The uterine atony refers the absence of contraction of the uterus in 15 seconds after, massaging the uterine hindus (the placenta was born). This study aimed to find out the relationship among prolonged parturition, anemia, and hyndramnios and the genesis of uterine antony at Rivai Abdullah Hospital of Palembang in 2017. This study used analytical survey research method with a cross sectional approach, namely research to study the correlation dynamics between risk factors and effects by means of approach, observation or data collection at the same time (point time approach). The data used in this study were the secondary data with the checklist instrument to obtain 91 respondents. The results of univariate analysis showed that respondents who suffered uterine antony were 29 people (31.9%) and those who did not suffer from it were 62 people (68.1%). There were 20 people (22%) suffering from prolonged partutition, while 71. people (78%) did not have it. Twenty-five respondents (27.5%) suffered from anemia and 66 people (72.5%) did not suffer from it. There were 18 people (19.8%) suffering from hydramnios and 73 people (80.2%) did not suffer from it. The results of bivariate analysis using the chi-square test showed that there was a relationship among prolonged parturition, anemia, and hyndramnios and the genesis of uterine antony. Parturition variable had a p value of 0.000, anemia variable had a p value of 0.005, and hyndramnios variable had a p value of 0.034)?. It is expected that the Director of Rivai Abdullali Flospital of Palembang, especially the midwives, would improve their community services, especially maternity mothers suffering from uterine antony in order to reduce the maternal mortality rate (MMR).
HUBUNGAN UMUR DAN PENGETAHUAN MAHASISWI SEMESTER III DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG TAHUN 2018. Bina Aquari, Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.617 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.133

Abstract

ABSTRAK   Penyakit kanker payudara merupakan masalah kesehatan dunia dilihat dari terjadinya peningkatan insiden, prevalensi dan tingkat morbiditasnya.  Perlunya dilakukan upaya untuk pencegahan ksnker payudara melalui deteksi dini yang dikenal dengan metode SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan umur dan pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Tahun 2018. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara umur dan pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Akbid Budi Mulia Palembang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan kuesioner. Uji Statistic yang dipakai adalah Uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dan seluruh Populasi dijadikan sampel. Dari hasil analisa univariat responden yang melakukan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI)  yaitu sebanyak 23 orang (57,5%), dan 17 orang (42,5%) yang tidak melakukan pemeriksaan sendiri ( SADARI). Responden yang berumur tua sebanyak 33 orang (82,2%), sedangkan responden yang berumur muda  sebanyak 7 orang (17,5%). Responden yang pengetahuan baik sebanyak 16 orang (40,0%) dan pengetahuan kurang 24 (60,0%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan df = 1 ada hubungan yang bermakna umur dengan pemeriksaan payudara diperoleh p value (0.029) lebih kecil dari (0,05) dan ada hubungan yang bermakna pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)  diperoleh p value (0,005) lebih kecil dari (0,05). Saran untuk mahasiswi Akbid Budi Mulia Palembang hendaknya mahasiswi dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan untuk dirinya sendiri karena mendeteksi kanker payudara secara dini adalah upaya untuk menjaga kesehatan untuk dirinya sendiri.   .   ABSTRACT Breast cancer is the disease of the health problems of the world as seen from the onset of increased incidence, prevalence and levels of morbiditasnya.  The need for prevention efforts ksnker the breasts through the early detection of known methods of AWARE (breast examination alone). The purpose of this research was to determine whether there is a relationship of age and knowledge with breast self examination (REALIZE) the Academy of Midwifery Budi Mulia Palembang Year 2018. The outline of this research issue is whether there is a relationship between age and knowledge with breast self examination (REALIZE) in Akbid Budi Mulia Palembang Year 2018. This research use analytic survey with cross sectional approach is done with a questionnaire. The test Statistic used is the Chi-Square Test. The population in this study amounted to 40 people and the whole Population be used as samples. From the results of the univariate analysis respondents who do breast self examination (REALIZE) that as many as 23 people (57.5%), and 17 (42.5%) who did not do its own examination (AWARE). Respondents aged parents as many as 33 people (82.2%), while respondents aged young as much as 7 people (17.5%). A good knowledge of the respondent as much as 16 people (40.0%) and less knowledge 24 (60.0%). The results of the statistical analysis using Chi-Square Test with df = 1 there is a meaningful relationship age with breast examination obtained p value (0.029) smaller than (0.05) and there is a meaningful relationship with the knowledge examination (breast self- REALIZE) obtained p value (0.005) smaller than (0.05). Advice for student Akbid Budi Mulia Palembang Sorority should be able to raise awareness about health for herself for detecting breast cancer early is an effort to maintain health for himself.
HUBUNGAN PARITAS DAN PENDIDIKAN IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KETIDAKYAMANAN PADA MASA KEHAMILAN DI BPM SAGITA PALEMBANG TAHUN 2017 Sri Wahyuningsih, Sri Wahyuningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.511 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.132

Abstract

ABSTRAK   Antenatal Care  adalah pemeriksaan yang dilakukan ibu hamil pada tenaga kesehatan untuk mendeteksi kehamilan, sehingga ibu lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinannya nanti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas, pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan ketidaknyamanan pada masa kehamilan di BPM Sagita berjumlah 30 responden. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu dari pengisian kuesioner. Kemudian analisa data menggunakan dengan univariat dan bivariat. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan paritas ibu ?-value = 0,000 ? 0,05. Ada hubungan pendidikan ibu ?-value = 0,000 ? 0,05. Disarankan kepada ibu hamil untuk lebih sering melakukan antenatal care karena membuat ibu lebih tahu mengenai kehamilan, menghadapi persalinan dan komplikasi yang mungkin terjadi sehingga dapat lebih diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinan lebih cepat dan tepat lebih diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinan lebih cepat dan tepat dalam pemilihan maupun penolong dalam persalinan.         ABSTRACT Antenatal care is an examination performed by pregnant women on health workers to detect preganancy. So that, the mother is well prepared to face preganancy later. The purpose of this study was to find out the relationship of parity, education and knowledge of pregnant women with discomfort during pregnancy in BPM Sagita Palembang. Quantitative research design was analytic with Cross-sectional. The population of the study was all pregnant women who were in BPM Sagita amounted to 30 respondents. The sample used in this research was saturated sample. This research used primary data that was from filling questioner. Then the data analyzed using univariate and bivariate. Chi-square test results showed there was a parity relationship ?-value = 0,000 ? 0,05. There was a relationship of mother education ?-value = 0,000 ? 0,05. There was a relationship of knowledge of pregnant women ?-value = 0,000 ? 0,05. It is suggested to pregnant women to do antenatal care more often because it makes mothers know more about pregnancy, to face labor and complication that may occur so that more can be calculated and prepared steps in delivery aid faster and more accurately taken into account and prepared steps in delivery help is faster and more accurate in selection in labor.
HUBUNGAN ANTARA MENYUSUI DENGAN INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM Intan Sari, Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.731 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.131

Abstract

ABSTRAK     Laktasi merupakan keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI. Proses menyusui mempengaruhi penurunan tinggi fundus uteri. Ibu yang mengalami gangguan laktasi akan menghambat proses involusi uterus yang akan berdampak pada terjadinya perdarahan. salah satu cara untuk mencegah perdarahan masa nifas adalah dengan memberikan ASI sedini mungkin kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menyusui dengan involusi uteri pada ibu post partum  Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih pada bulan september sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan non probability sampling yaitu accidental sampling. Jumlah sampel adalah 30 orang ibu post partum hari ke 10 yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara menyusui dengan involusi uteri ( p-value = 0,001 < ? (0,05) ). Adapun saran peneliti bagi ibu post partum, diharapkan untuk lebih meningkatkan kesadarannya untuk menyusui bayinya.     ABSTRACT Lactation is the whole process of breastfeeding starting from the milk produced until the baby's process sucks and swallows milk. The breastfeeding process affects the decrease in uterine fundus height. Mothers who experience lactation disorders will inhibit the process of uterine involution which will result in bleeding. one way to prevent postpartum bleeding is to give breast milk as early as possible to the baby. This study aims to determine the relationship between breastfeeding and uterine involution in the post partum mother of the Prabumulih Regional General Hospital. This study is an analytical survey research with a cross sectional approach. The population in this study were all post partum mothers who gave birth at the Prabumulih Regional General Hospital in September as many as 60 people. Sampling is done by non probability sampling, namely accidental sampling. The number of samples is 30 post partum mothers on the 10th day who will then be analyzed using the chi square test. The results showed that there was a relationship between breastfeeding and uterine involution (p-value = 0.001 <? (0.05)). As for researchers' suggestions for post partum mothers, it is expected to further increase their awareness to breastfeed their babies.  
DISTRIBUSI FREKUENSI FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RS. FADHILLAH KOTA PRABUMULIH TAHUN 2017 Maria Septiana, Maria Septiana
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.851 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.130

Abstract

Komplikasi yang menjadi penyebab kematian bayi baru lahir yang terbanyak yaitu asfiksia. penyebab terjadinya asfiksia ada 3 yaitu, faktor ibu (preeklamsi dan eklamsia, perdarahan abnormal yang disebabkan karena plasenta previa atau solusio plasenta, partus lama, demam selama persalinan, infeksi berat, kehamilan post matur, usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun), faktor bayi (bayi prematur, persalinan sulit, kelainan konginetal, air ketuban bercampur mekonium), faktor tali pusat (lilitan tali pusat, tali pusat pendek, simpul tali pusat dan prolapsus tali pusat) Metode penelitian : Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan retrospektif. Hasil Penelitian : Faktor penyebab kejadian asfiksia pada bayi baru lahir berdasarkan faktor ibu yaitu mayoritas terjadi pada usia ibu 20-35 tahun sebanyak 16 (51,6%), , paritas10 (32,3%), umur kehamilan 18 (58,1%) dan berdasarkan faktor dari bayi yaitu mayoritas terjadi pada berat lahir bayi >2500 gram sebanyak 12 (38,7%), dan jenis persalinan yang mengalami asfiksia pada persalinan normal sebanyak 10 (32,3%). Kesimpulan : Faktor penyebab kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Fadhilah Kota Prabumulih yaitu dari faktor ibu yaitu mayoritas terjadi pada usia ibu 20-35 tahun, paritas multipara, umur kehamilan 37-42 minggu dan dari faktor bayi yaitu bayi dengan berat lahir >2500 gram dan jenis persalinan normal.     ABSTRACT Asphyxia is one of the complications that become the largest cause of death. Therevare three cause of asphyxia, namely, maternal factors (preeclampsia and eclampsia, abnormal bleeding caused by placenta previa or placental abruption, prolonged labor, fever during labor, severe infections, pregnancy post mature, maternal age less than 20 years old or over 35 years ), factor infants (premature babies, difficult delivery, konginetal disorders, meconium-stained amniotic fluid mixes), factor umbilical cord (umbilical cord loops, short umbilical cord, knot the cord and umbilical cord prolapse). Athere are 31 cose of asphyxia in Fadhilah Hospital. Objective : Knowing the factors that cause asphyxia in newborns at RS Fadhilah Prabumulih City. Methods : Collecting data in this study using secondary data with retrospective approach Result: Factors that cause asphyxia in newborns by maternal factors that occur in the majority of maternal age 20-35 years as many as 16 (51.6%), parity 10 (32.3%), gestational age 18 (58.1%) and by factors of which the majority occur in infants birth weight> 2500 g were 12 (38.7%), and the type of delivery that asphyxiated the normal labor as much as 10 (32.3%). Conclusion : Factors that cause asphyxia in newborns at PKU Muhammadiyah Hospital in Bantul 2016 ie from the maternal factors that occur in the majority of maternal age 20-35 years, multiparas parity, gestational age of 37-42 weeks and infant factors that infants with birth weight> 2500 gram and type of normal deliveries.
HUBUNGAN ANTARA USIA, PARITAS DAN PENDIDIKAN IBU TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI YAYASAN KANKER INDONESIA TAHUN 2017 Vivi Oktari, Vivi Oktari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : Akbid Budi Mulia Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.342 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.129

Abstract

ABSTRAK   Pap Smear adalah merupakan pemeriksaan sitologi untuk mendeteksi secara dini kanker leher rahim, bahkan dapat mendeteksi pada stadium pra kanker, selain itu pap smear juga dapat mendeteksi adanya infeksi pada jalan lahir.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas dan pendidikan ibu dengan pemeriksaan pap smear di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sumatera Selatan tahun 2017.Desain penelitian ini menggunakan survei analitik melalui pendekatan Cross Sectional dimana data ini menyangkut variabel Independen (usia, paritas dan pendidikan) dan variabel Dependen (pemeriksaan pap smear). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berkunjung di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sumatera Selatan, dengan teknik total sampling diperoleh besar 368 orang. Berdasarkan Univariat didapatkan ibu yang melakukan pemeriksaan pap smear lebih banyak berjumlah 266 orang (72,3%) dibandingkan yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear berjumlah 102 orang  (27,7%). Ibu yang memiliki usia resiko tinggi lebih banyak berjumlah 259 responden (70,4) dibandingkan ibu yang memiliki usia resiko rendah berjumlah 109 responden (29,6). Ibu yang memiliki paritas rendah lebih banyak berjumlah 300 responden (81%) dibandingkan ibu yang memiliki paritas tinggi berjumlah 68 responden (18,5). dan ibu yang berpendidikan tinggi lebih banyak berjumlah 212 responden (57,6) dibandingkan ibu yang berpendidikan rendah berjumlah 156 responden (42,4). Hasil uji Chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia (? value 0,001), paritas (? value 0,022) dan pendidikan (? value 0,000) ibu dengan pemeriksaan pap smear di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sumatera Selatan. Diharapkan pada tenaga kesehatan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sumatera Selatan agar lebih meningkatkan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi terutama bahaya kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan pap smear sehingga dapat turut membantu menurunkan angka kejadian kanker serviks dan meningkatkan derajat kesehatan kaum wanita.     ABSTRACT Pap smear  is a  cytology examination for detect early cervix cancer, even eble to detect on stadium pra cancer, basides pap smear can detect there is infection on the birth canal too. This research aims to find out the correlation between age, parity and women education with Pap Smear Examination In The Indonesia Cancer Foncation Branch South Sumatra year 2017. Design of this research used analytic survey through Cross Sectional approach where this data concerned Independen Variable(age, parity and education) and Dependen variable (pap smear examination). Populasion in this research is all of mothers visit to Indonesia Cancer Foundation Branch South Sumtra, with total sampling technique obtained 368 people. According to Univariate obtained mother who examined pap smear more than 266 people (72,3%) compared with who doesn?t examine it numbered 102 people (27,7%). High  risk- aged mother is more 259 respondents (70,4%).Than low risk-aged mother is 109 respondents (29,6%). Mother who has low parity is more 300 respondents (81%) than mother who has high parity numbered 68 respondents (18,5%). And high-educated mother is more 212 respondents (57,6%) than low-educated mother numbered 156 respondents (42,4%). Result of chi-square test showed that there is a significant correlation between age (? value 0,001), parity ( ? value 0,022) and education ( ? value 0,000) mother with Pap Smear Examination In Indonesia Cancer Foundation Branch South Sumatra. Expected to the healt worker of Indonesia Cancer Foundation Branch South Sumatera in order to more increase couseling about reproduction health mainly the danger of sevix cancer and the infortance of pap smear examination so that can help to decrease servix cancer rate incidence and increasing women health rate.

Page 1 of 17 | Total Record : 167


Filter by Year

2012 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb More Issue