cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
basri05@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24428884     EISSN : 25414542     DOI : -
Core Subject : Health,
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Gambaran Kadar Klorin (Cl2) Pada Beras Di Pasar Toddopuli Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Sukmawati, Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): J-Kesmas Volume 2, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v2i2.157

Abstract

Beras adalah salah satu kebutuhan makanan pokok dan sebagian besar penduduk Indonesia makanan pokoknya adalah nasi (beras). Beras yang dikonsumsi tiap hari tidak hanya memiliki nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia tetapi juga harus mempunyai kualitas yang baik dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi kesehatan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran residu kadar klorin ada beras berklorin. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan kriteria yaitu beras yang positif berklorin dan diambil dari semua sisi dalam 1 karung sampai memenuhi 1 liter. Temuan dari penelitian ini adalah masih ditemukan kadar klorin pada beras R dan RA baik setelah proses pencucian dan setelah dimasak dan menjadi nasi. Disarankan kepada masyarakat khususnya ibu – ibu rumah sebaiknya berhati-hati dalam membeli beras. Jangan mudah tertarik dengan beras yang berwarna putih bersih.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGUNJUNG TERHADAP KAWASAN TANPA ROKOK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Syamsul Naiem, Syamsul Naiem; Anwar, Muhammad
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2019): J-Kesmas Volume 5, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i1.306

Abstract

Masalah rokok masih menjadi masalah nasional dan masih menjadi prioritas dalam upaya penanggulangannya karena rokok menyangkut berbagai aspek permasalahan dalam kehidupan, yaitu aspek ekonomi, sosial politik dan kesehatan. Tujuan dalam  penelitian ini untuk melihat faktor apa yang mempengaruhi kepatuhan pengunjung terhadap kawasan tanpa rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan metode acak (random sampling) pada 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner dan diolah menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengaruh pengetahuan dengan kepatuhan pengunjung terhadap kawasan tanpa rokok pengunjung di Rumah Sakit Umum dengan nilai p=0.019, ada hubungan sikap dengan kepatuhan pengunjung terhadap kawasan tanpa rokok pengunjung di Rumah Sakit Umum dengan nilai p= 0.019, dan tidak ada hubungan antara media dengan kepatuhan pengunjung terhadap kawasan tanpa rokok dengan nilai p= 0.385. Saran dari peneliti, yaitu dalam upaya meningkatkan kesehatan di lingkungan Rumah Sakit Kabupaten Polewali Mandar terhadap bahaya merokok sebaiknya di buat program penyuluhan melalui pembentukan tim promosi kesehatan mengenai bahaya rokok.
Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Tapalang Kabupaten Mamuju Patmawati, Patmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): J-Kesmas Volume 2, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v2i2.152

Abstract

Misi Indonesia sehat untuk meningkatkan status kesehatan perorangan, dan masyarakat, penanggulangan masalah kesehatan masyarakat, menyelenggarakan program kesehatan yang efektif. Tingginya angka kejadian diare pada balita disebabkan oleh beberapa faktor antara lain bayi tidak mendapat ASI ( Air Susu Ibu), infeksi virus (rota virus) atau bakteri pencernaan anak, status gizi, kebersihan lingkungan dan kebersihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Tapalang Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan menggunakan alat bantu kuisioner. Sampel adalah kepada ibu yang terpilih secara Total Sampling sebanyak 40 orang,variabel dalam penelitian ini adalah Perilaku ibu mencuci dot/botol susu sebelum dan sesudah di pergunakan oleh balita, Perilaku CTPS ibu sebelum dan sesudah memberi makan pada balita, Perilaku CTPS ibu setelah balita buang air besar (BAB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian mengenai Perilaku CTPS Ibu Sebelum Dan Sesudah Memberi Makan Pada Balita Dari hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju menunjukan bahwa dari 40 ibu balita Menujukan bahwa Perilaku Ibu Cuci Tangan Pakai Sabun Sebelum dan Sesudah Makan baik adalah 32 ibu (80%) dan Perilaku Ibu Cuci Tangan Pakai Sabun Sebelum dan Sesudah Makan tidak baik 8 (20%). Hasil penelitian mengenai Perilaku ibu mencuci dot/botol susu sebelum dan sesudah di pergunakan oleh balita. Menujukan bahwa Perilaku ibu mencuci dot/botol susu sebelum di pergunakan oleh balita adalah 13 ibu baik (80%) dan yang Perilaku ibu mencuci dot/botol susu sebelum di pergunakan oleh balita Tidak baik 27 (20%). Hasil penelitian mengenai Menujukan bahwa Jumlah Perilaku Ibu Cuci Tangan Pakai Sabun Setelah Buang Air Besar (BAB) Baik adalah 21 ibu (52,5%) dan Perilaku Ibu Cuci Tangan Pakai Sabun Setelah Buang Air Besar (BAB) Tidak baik 19 (47,5%).
Gambaran Pengetehuan Sikap Dan Dukungan Keluarga Oleh Ibu Hamil Terhadap Pelayanan Kebidanan Di Wilayah Kerja Puskesmas Syarkawi, Andi; Anwar, Muh.
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i2.249

Abstract

Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Sikap dan Dukungan Keluarga Terhadap Pelayanan Kebidanan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan  Mehalaan  Kabupaten  Mamasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan desain penelitian dimana  waktu pengukuran variabel independen dan dependen hanya satukali disaat di lakukan penelitian dengan cara membagikan  kusionar. Dari hasil penelitian diperoleh lebidari (59,2%) yang memiliki tingkat pengetahuan kurang terhadap pelayanan Kebidanan. Sedangkan Sikap diperoleh lebih dari (55,1%) yang memiliki sikap kurang terhadap pelayanan Kebidanan. Dan Dukungan keluarga diperole kurang dari ( 24,5%) yang memiliki dukungan Keluarga kurang terhadap pelayanan Kebidanan. Melihat dari hasil tersebut maka dapat di tarik kesimpulan bahwa pelayanan kebidanan di Kecamatan Mehalaan belum sesuai yang diharapkan ibu hamil yang di tentukan maka disarankan sebaiknya ibu hamil untuk lebih memanfaatkan pelayanan kebidanan untuk menghindari tejadinya gejala pada janin yang dikandung oleh ibu hamil.
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Kader Posyandu di Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar Hariani, Hariani; Ramlah, Ramlah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i2.289

Abstract

Posyandu akan meningkatkan kinerja kader Posyandu. Namun permasalahan yang terjadi adalah masih banyak kader yang kurang termotivasi dalam kegiatan Posyandu. Persentase kader aktif secara nasional adalah 69,2% dan angka drop out kader sekitar 30,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja kader Posyandu di Kecamatan Bulo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional (cross sectional). Populasi adalah seluruh kader Posyandu di Kecamatan Bulo sebanyak 53 kader dan sampel adalah total sampling sebanyak 53 kader. Variabel dalam penelitian ini adalah tanggung jawab, insentif, hubungan kerja dan prosedur kerja kader Posyandu. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-square dengan dengan α = 0,05. Dari hasil analisis bivariat ada variabel berhubungan dan tidak berhubungan dengan kinerja kader Posyandu. Berdasarkan tanggung jawab diperoleh p value = 1,000 > α = 0,05, insentif diperoleh p value = 0,005 < α = 0,05, hubungan kerja diperoleh p value= 0.005 < α = 0,05 dan prosedur kerja diperoleh p value = 0,031 < α = 0,05. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan tanggung jawab dengan kinerja kader Posyandu dan terdapat hubungan insentif, hubungan kerja  dan prosedur kerja dengan kinerja kader Posyandu. Posyandu yang ada didaerahnya karena Posyandu merupakan pelayanan dasar yang dapat mendeteksi penyakit balita serta ibu hamil secara cepat.
Analisis Keberlangsung Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pasca PAMSIMAS) Di Desa Lilli Kecamatan Matangnga Kabupaten Polewali Mandar Nengsi, Sri
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i1.233

Abstract

Pelaksanaan program Pamsimas di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan selama 3 tahun di mulai pada tahun 2014-2016 yang telah mengajukan rencana kerja masyarakat namun sampai April 2017 ini belum ada penetapan desa dari pusat. Banyaknya permasalahan yang timbul dalam rentang waktu tiga tahun seperti kepedulian masyarakat terhadap fasilitas termasuk pembayaran iuran setiap bulannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlangsungan program pengelolaan air bersih dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat di Desa Lilli Kecamatan Matangnga Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan analisis isi melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Populasi penelitian ini adalah satker kabupaten, Pakem, DC Pamsimas, Fasilitator Desa, Ketua Badan Pengelola Sarana Air, Pemerintah desa lilli, kepala dusun, bidang desa dan masyarakat pengguna air yang ada diwilayah Desa Lilli Kecamatan Matangnga. dengan jumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode kuesioner. Proses perencanaan, pengiplementasian dan pemeliharaan program Pamsimas dilakukan oleh masyarakat melalui musyawarah didesa. Keberlangsungan program PAMSIMAS di Desa Lilli dapat dilihat dengan Terpeliharanya manfaat sarana air bersih dan sanitasi sejak dibangun Tahun 2014 sampai dengan penelitian ini berlangsung. Selain itu  terlihat dari terpeliharanya sumber air baku dan masyarakat melalui perubahan perilaku hidup bersih dan sehat; Terbentuknya Badan Pengelola Sarana Air Minum dan Sanitasi (BPSPAM) sebagai Institusi lokal dalam mengelola sarana air bersih. BPSPAM menjadi organisasi yang telah di SK kan oleh Pemerintah Desa, hanya saja BPSPAM ini tidak berbadan hukum sesuai akta notaris dikarenakan prosedur yang belum begitu dipahami oleh pengurus BPSPAM. Dukungan dari pemerintah Desa, toko masyarakat  yang penuh dalam bentuk dukungan moral untuk terus maju dan memberikan pendapat dan pandangan untuk solusi-solusi pemecahan masalah. Peranan masyarakat dalam hal pembayaran iuran rutin bulanan untuk dimanfaatkan sebagai biaya pemeliharaan dan operasional SAB setelah berakhirnya Program PAMSIMAS.
Hubungan Motivasi Dengan Kinerja Kader Posyandu Di Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar Soerachmad, Yuliani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): J-Kesmas Volume 2, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v2i2.158

Abstract

Keberhasilan Posyandu salah satunya dipengaruhi oleh kinerja kader, dengan motivasi yang tinggi dalam kegiatan Posyandu akan meningkatkan kinerja kader Posyandu. Namun permasalahan yang terjadi adalah masih banyak kader yang kurang termotivasi dalam kegiatan Posyandu. Persentase kader aktif secara nasional adalah 69,2% dan angka drop out kader sekitar 30,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja kader Posyandu di Kecamatan Bulo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional (cross sectional). Populasi adalah seluruh kader Posyandu di Kecamatan Bulo sebanyak 53 kader dan sampel adalah total sampling sebanyak 53 kader. Variabel dalam penelitian ini adalah tanggung jawab, insentif, hubungan kerja dan prosedur kerja kader Posyandu. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-square dengan dengan α = 0,05. Dari hasil analisis bivariat ada variabel berhubungan dan tidak berhubungan dengan kinerja kader Posyandu. Berdasarkan tanggung jawab diperoleh p value = 1,000 > α = 0,05, insentif diperoleh p value = 0,005 < α = 0,05, hubungan kerja diperoleh p value= 0.005 < α = 0,05 dan prosedur kerja diperoleh p value = 0,031 < α = 0,05. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan tanggung jawab dengan kinerja kader Posyandu dan terdapat hubungan insentif, hubungan kerja dan prosedur kerja dengan kinerja kader Posyandu. Disarankan kepada kader serta instansi agar tetap memperhatikan Posyandu yang ada didaerahnya karena Posyandu merupakan pelayanan dasar yang dapat mendeteksi penyakit balita serta ibu hamil secara cepat.
Analisis Optimalisasi Intensitas Pencahayaan Buatan Terhadap Efisiensi Kerja Pada Penjahit Di Pasar Wonomulyo Dahlan, Maarifah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): J-Kesmas Volume 2, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v2i2.153

Abstract

Pencahayaan merupakan bagian penting dari bangunan dalam menunjang kenyamanan fisik dan fisiologi tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya menjadi lebih efisien. Intensitas pencahayaan buatan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan.Tujuan penelitian untuk menggambarkan dan menganalisis optimalisasi intensitas pencahayaan buatan terhadap efisiensi kerja pada penjahit di pasar Wonomulyo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian sebanyak 3 informan yang hanya menggunakan pencahayaan buatan dalam melakukan pekerjaannya dengan menggunakan teknik purposive sampling. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan triangulasi yang bertujuan untuk mendapatkan data yang valid dan reliable. Triangulasi sumber yaitu penelitian mewawancarai secara semiterstruktur dengan menggali informasi mendetail subjek penelitian dan dokumentasi.Teknik analisis menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menyatakan rata-rata pengukuran intensitas pencahayaan pada ruang kerja tidak ada memenuhi syarat dengan pengukuran pagi pukul 08.30 bernilai 51,5 lux, siang pukul 13.00 bernilai 103,6 lux, sore pukul 16.40 bernilai 63 lux dengan standar 200 lux. Sedangkan untuk pencahayaan terhadap meja jahit (bidang kerja) rata-rata pada meja jahit 1, meja jahit 2 dan meja jahit 3 yang diukur pada pagi, siang, sore hari ternyata hanya meja jahit 1 pada waktu siang pukul 13.00 yang optimal pencahayaannya dengan nilai 301 lux.Meja jahit 1 dihuni oleh (P1) yang hasil kerjanya lebih efisien karena dipengaruhi juga dengan umur pekerja.
Studi Tentang Motivasi Kunjungan Ibu Hamil Ke Posyandu Desa Batupanga Daala Kec. Luyo Kabupaten Polewali Mandar Sam, Rina Sam; Soerachmad, Yuliani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i2.248

Abstract

Kunjungan ke Posyandu bagi ibu hamil sangat diperlukan mengingat pemeriksaan dan pemberian tablet Fe juga yang dilaksanakan di Posyandu oleh bidan. Banyak kendala yang dihadapi petugas untuk meningkatkan kunjungan ke Posyandu antara lain, pengetahuan ibu, jarak Posyandu yang relative jauh, persepsi masyarakat/ibu tentang Posyandu itu sendiri. Masyarakat masih perlu dibina dan di ajak utuk selalu berkunjung ke Posyandu, agar kesehatan bayi, balita dan ibu hamil lebih terjaga sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lebih terjamin untuk generasi berikutnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan subjek penelitiannya adalah informan biasa sebanyak tujuh orang, informan kunci sebanyak dua orang penentuan sampel dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian dari 9 informan menunjukkan bahwa kunjungan ibu hamil ke Posyandu Desa Batupanga Daala, sebagian besar keluarga mendukung untuk melakukan pemeriksaan kehamilan namun ibu hamil yang bermasa bodoh dan kurang bersosialisasi. Selain itu ada juga ibu hamil yang merasa nyaman melakukan pemeriksaan di dukun. Hal ini disebabkan petugas kesehatan kadang-kadang tidak hadir akibat akses jalan yang sulit dijangkau dan fasilitas yang ada di Posyandu memiliki fasilitas yang lengkap kecuali di Posyandu Salujerre. Disimpulkan bahwa keluarga mendukung untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Dan kehadiran petugas kesehatan yang kadang-kadang tidak hadir di karenakan akses jalan yang tidak terjangkau, walaupun fasilitas di Posyandu sebagian besar lengkap. Disarankan kepada ibu hamil rutin dalam memeriksakan kandungannya agar setiap masalah kehamilan yang dialalmi terdeteksi secara cepat oleh petugas kesehatan serta sering mensosialisasikan fungsi program pelayanan Antenatal Care yang ada dan melakukan pendekatan terhadap keluarga yang masih sulit melakukan kunjungan ANC.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Di Desa Bonne-Bonne Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Patmawati, Patmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i1.164

Abstract

Penyakit Diare adalah penyakit endemis di indonesia dan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa penyakit Diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan pada balita (25,2%), sedangkan pada golongan semua umur merupakan penyebab kematian yang keempat (13,2%) (Ditjen P2PL, 1012). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fakto-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di Desa Bonne-bonne Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Variabel yang diteliti adalah kualitas fisik air bersih dan kepemilikan jamban. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Kuesioner, Observasi dan Pengukuran. Pupolasi dalam penelitian ini adalah 256 dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan yaitu sebesar 70 responden. Berdasarkan hasil penelitian dari 70 responden. Analisis data menggunakan uji Square dengan derajat kemaknaan (α=0,05). Kesimpulan menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas fisik air bersih dan kepemilikan jamban dengan kejadian diare (P