cover
Contact Name
Muhammad Nadzirin Anshari Nur
Contact Email
nadzirin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.elektroda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25025562     DOI : -
Jurnal Fokus Elektroda (Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) diterbitkan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo mencakup penelitian bidang Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
EVALUASI SISTEM PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TERPUSAT 20 KWP DESA ANAWUA, KECAMATAN TOARI, KABUPATEN KOLAKA SAHARUDDIN, SAM SAHRI
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.437 KB) | DOI: 10.33772/jfe.v3i2.6274

Abstract

Abstrak  —  Sulawesi Tenggara memiliki potensi energi listrik yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan, ini dikarenakan mengingat waktu/lama penyinaran matahari diatas Sulawesi Tenggara cukup panjang (lebih 10 jam perhari).  Salah satu daerah yang telah memilih menggunakan PLTS sebagai alternatif lain dalam hal pemasokan energi listrik adalah Desa Anawua, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka tepatnya dimulai dari awal tahun 2016 tepatnya januari 2016. Tetapi dalam perkembangannya, perencanaan awal PLTS yang tidak sesuai dengan PLTS yang telah terpasang juga menyebabkan kebutuhan daya dari masyarakat kurang terpenuhi, selain itu perawatan PLTS dianggap sangat penting karena penyerapan energi panas dari modul surya yang terpasang sangat tergantung dari cara masyarakat merawat PLTS itu sendiri. Tujuan dari penelian ini adalah melaksanakan evaluasi terhadap perencanaan awal PLTS dan setelah PLTS Terpasang, mengetahui beban energi maksimal serta menyusun alternatif pengelolaan PLTS.Terdapat beberapa point dalam evaluasi sistem pemasangan, kesalahan pemasangan grounding, tidak adanya trafo pada lampu jalan, kondisi area plts yang tidk steril serta pembagian beban yang tidak sesuai dengan daya yang dihasilkan oleh plts. Berdasarkan perhitungan beban masyarakat untuk penggunaan plts terpusat 20 kwp, besarnya energi total terpakai adalah 23.175 Wh, sementara jumlah daya tersimpan pada kapasitas baterai adalah 153.600 Wh. Penambahan daya serta pengelolaan plts akan membuat PLTS terpusat 20 kWp desa anawua akan lebih efisien dalam penggunaannya.Kata Kunci — Evaluasi, Daya Beban, Pengelolaan
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO DENGAN MENGGUNAKAN 2 MACAM SISTEM PENGUKURAN, DENGAN METODE PENGGUNAAN CURRENT METER DAN PELAMPUNG DESA TAMPABULU KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA Ihlas, Ihlas
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i1.6645

Abstract

 ABSTRAK - Bahan bakar minyak sebagai sumber utama energi dunia saat ini mempunyai cadangan yang terbatas dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.Untuk mengatasi krisis energi yang terjadi di negara ini, maka tidak ada pilihan selain meningkatkan pemanfaatan energi alternatif sebagaimana yang dilakukan negara-negara lain, baik itu negara berkembang maupun negara maju, antara lain peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.Maka perlu adanya dukungan mengenai hal tersebut dengan kegiatan penelitian dan perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dapat dimanfaatkan sebagai salah satu kebutuhan untuk ketahanan nasional di bidang energi, dimana masih ada masyarakat Indonesia yang belum dapat menikmati listrik yaitu di daerah terpencil, tepatnya di Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang, KabupatenBombana, Sulawesi Tenggara. Potensi debit air di Sungai Poleang yang terukur adalah1.0143 m3/s dan besar head yang terukur yaitu 15meter. Sedangkan potensi daya listrik yang dapat dibangkitkan PLTMH  adalah 91.787kW. PLTMH akan menggunakan penstock  sepanjang83meter. Pemasangan instalasi listrik diutamakan pada pusat desa dan menjangkau 150KK yang terbagi dalam instalasi listrik rumah warga, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.Kata Kunci :Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara.
PERANCANGAN JARINGAN DISTRIBUSI DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) PUUWATU, KOTA KENDARI Al Asri, L.M. Arison; Tachrir, Tachrir; Djohar, Abdul
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.437 KB) | DOI: 10.33772/jfe.v3i2.6639

Abstract

Energi listrik pada umumnya dibangkitkan oleh pusat pembangkit tenaga listrik yang letaknya jauh dari tempat para pelanggan listrik. Untuk menyalurkan tanaga listik tersebut secara ekonomis pada jarak yang cukup   jauh, perlu dibuat perencanaan yang baik dan matang. Salah satu bagian dari proses penyediaan tenaga listrik bagi konsumen pelanggan listrik adalah operasi jaringan distribusi. Saluran Udata Tegangan Menengah adalah system penyaluran tegangan listrik 20KV melalui kawat hantar udara direntang diatas tiang kontruksi dipasang diatas isolator, secara ekonomis jaringan saluran udara tegangan menengah lebih murah dibanding saluran kabel tegangan menengah bawah tanah dan saluran kabel tegangan menengah bawah laut. Sistem konstruksi saluran udara tegangan menengah 20 KV dan komponen – komponen utamanya mengacu pada standarisasi dari PT. PLN (Persero) Tahun 2010, meliputi konstruksi tiang beton 13 meter dan 500 daN, Kawat AAAC-S 150 mm2 , andongan 0,63 meter Jarak gawang rata – rata 50 meter. Selanjutnya uraian kebutuhan material tercantum pada daftar terlampir.                                                                                                                               Kata Kunci : Perancangan, Jaringan Distribusi, SUTM, PLTSa
SISTEM KONTROL PENGERINGAN GABAH BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN SENSOR HUJAN DAN SENSOR BERAT Nugraha, Ahmad
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Elektroda Vol 4 No 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v4i1.6574

Abstract

Untuk membangun suatu perangkat sistem pengeringan gabah menggunakan sensor hujan dansensor berat dan memanfaatkan teknologi mikrokontroler arduinouno, yang mempunyai banyak kelebihan dan arduino uno selainmurah dan bentuknya yang cukup mini, kualitas kerja alat tersebut tidakkalah saing dengan mikrokontroler lainnya. Untuk membuat suatu sistemkontrol yang dapat menghubungkan antara sensor berat dan sensor hujan menggunakan mikrokontroler dengan tujuan untuk melakukan pengontrolan jarak jauh melalui sensor hujan, dibutuhkan Arduino Uno untuk melakukan pengontrolan pada sensor. Metode penelitian menggunakan beberapa komponen elektronika yaitu arduino uno, sensor hujan, sensorberat dan driver motor.Untuk mengetahui kinerja sensor hujanhanya menggunakan percikan air ke lempengan sensor hujan jika hujanmotor berputar ke arah kiri jika tidak hujan motor berputar ke arah kanandan untuk sensor berat jika tidak di beri beban nilainya 0,00 gram jikaberi beban 100 gr nilainya 100,00 gram.Kata Kunci : PLC Omron CPM1A, GSM SIM 800L, Arduino nano, sistem kontrol, AutomaticMain Failure (AMF)
PERANCANGAN JARINGAN DISTRIBUSI 220/380 VOLT PADA KANTOR WALIKOTA DARI FEEDER PLTSA KOTA KENDARI Kasim, Muh Hutri Lipultah
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i4.6584

Abstract

Telah dilakukan perencanaan jaringan distribusi tegangan rendah pada kantor walikota kota kendari dari Feeder PLTSA Kota Kendari. System distribusi jaringan tegangan rendah adalah bagian dari system tenaga listrik yang berada di antara sumber daya listrik dan pemakai tenaga listrik(konsumen).Dengan bertambahnya kebutuhan daya listrik memaksakan jaringan tegangan rendah yang semakin handal guna menyediakan sumber listrik yang optimal. Salah satu bagian dari proses penyediaan tenaga listrik bagi konsumen pelanggan listrik adalah operasi jaringan distribusi.Saluran Udata Tegangan Rendah adalah system penyaluran tegangan listrik 380-400 Volt melalui kawat hantar udara direntang diatas tiang kontruksi, secara ekonomis jaringan saluran udara tegangan rendah lebih murah dibanding saluran kabel tegangan rendah bawah tanah.Untuk konstruksi jaringan SUTR yang berdiri sendiri dipakai tiang beton atau tiang besi dengan panjang 9-13 meter. Tiang beton yang dipakai dari berbagai jenis yang memiliki kekuatan beban kerja (working load) 200daN, 350daN dan 500daN (dengan angka faktor keamanan tiang=2 ) Pada titik yang memerlukan pembumian dipakai tiang beton yang dilengkapi dengan terminal pembumian. Untuk langkah selanjutnya bias dilanjutkan dengan perancangan kabel bawah tanah. Kata Kunci : Jaringan Distribusi, Perancangan, SUTR.
PERENCANAAN PENAMBAHAN BASE TRANCIEVER STATION (BTS) JARINGAN GSM PT. TELKOMSEL PADA WILAYAH KONAWE UTARA Hamzah, Afiat Rizki
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i2.7893

Abstract

Global System for mobile Communication (GSM) merupakan sistem telekomunikasi seluler digital yang diimplementasikan PT. Telkomsel di Kendari. Dalam sistem jaringan GSM, terdapat dua band frekuensi yaitu untuk arah uplink yang menggunakan frekuensi 890-915 MHz dan arah downlink yang menggunakan frekuensi 935-960 MHz. Dengan melihat peta topografi dari kecamatan Langgikima dan daerah sekitarnya, maka direncanakan BTS akan dipasang di daerah Langgikima, dengan mencari lokasi dengan dataran yang paling tinggi yaitu 55 meter di atas permukaan laut, tinggi dari BTS yang direncanakan yaitu 42 meter. Dengan melihat kondisi sosial geografis kecamatan Langgikima sebagai pusat pemerintahan dari Kabupaten Konawe Utara, maka BTS ini menggunakan antena sectorized dengan dua sektor. Alokasi frekuensi kerja untuk sektor 1 adalah : Uplink =900.80    MHz dan Downlink = 945.80 MHz, sektor 2 adalah : Uplink = 901.80 MHz dan Downlink = 946.80 MHz. Adapun cakupan wilayah BTS, diharapkan akan menjangkau kecamatan Langgikima dan sekitarnya. Radius untuk masing-masing sektor adalah 10,7 Km. Kata Kunci — BTS, downlink,Global System for mobile Communication (GSM), sectorized, uplink
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TRAFO TERHADAP FAKTOR DAYA SISTEM DISTRIBUSI PADA FEEDER PLTD POASIA Rahman, Rahman
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i3.6273

Abstract

ABSTRAKBesarnya energi listrik atau beban listrik yang terpakai ditentukan oleh reaktansi(R), induksi (L) dan capasitansi (C).Besarnya pemakaian energi atau beban listrik disebabkan banyak peralatan beban listrik yang digunakan oleh masyarakat. Sedangkan beban listrik pada umumnya bersifat induktif dan kapasitif dimana beban induktif membutuhkan daya reaktif seperti  motor induksi dan lampu TL dan peralatan listik lainnya yang mana beban-beban tersebut mengandung gulungan-gulungan kawat (induktor).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembebanan trafo  pada faktor daya .Setelah melakukan simulasi besarnya kompensasi daya reaktif pada sistem pembangkit poasia dengan pembebanan yang harus diberikan 10 % sebesar 1414 kVar, serta pada waktu  pembebanan 100 % 13480 kVar.Semakin besar faktor daya sistem pembangkit poasia maka nilai kompensasi daya reaktif semakin kecil, serta semakin besar nilai kompenasi daya reaktif maka faktor dayanya semakin kecil. Pada nilai kompensasi daya reaktif 1414 kVar dengan beban operasi 10 % maka nilai faktor daya sebesar 0.8452 cos φ.Kata Kunci :Faktor Daya (cos φ) dan Daya Reaktif ( Mvar)
PERANCANGAN ALAT PEMILAH BERDASARKAN MASSA BENDA BERBASIS ARDUINO UNO Sabuktiono, Supriadi; Pagiling, Luther; Siti Nur Alam, Wa Ode
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Elektroda Vol 4 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.187 KB) | DOI: 10.33772/jfe.v4i2.6532

Abstract

Pada alat ini akan dibuat sebuah prototipe perancangan alat pemilah berdasarkan massa benda berbasis arduino uno menggunakan sensor berat (load cell). Perancangan alat pemilah berdasarkan massa benda ini terdiri dari tempat menimbang atau mengukur massa benda yang terdapat sensor load cell di bawahnya, pendorong benda dengan servo sebagai penggerak, sebuah konveyor dengan motor DC sebagai pengerak lantai konveyor, corong jatuhnya benda dengan servo sebagai pengerak dan tiga buah wadah penampung benda. Pengukuran atau pemilahan berdasarkan massa benda ini memanfaatkan teknologi arduino uno sebagai mikrokontroler, sensor load cell, LCD, servo dan motor DC. Ketika benda diletakkan diatas tempat penimbangan maka sensor load cell akan melakukan pengambilan data berdasarkan massa benda yang terukur oleh load cell. Data yang diambil akan dikirim ke HX711 yang kemudian dikirim ke arduino uno dan ditampilkan ke LCD. Adapun perangkat atau komponen tambahan berupa HX711, I2C dan breadboard. Seluruh komponen ini dapat bekerja secara otomatis karena dikendalikan oleh arduino uno sebagai pusat pengontrolan. Secara keseluruhan sistem ini terdiri dari perancangan sensor load cell, pendorong benda, konveyor, corong jatuhnya benda, wadah penampung dan catu daya. Tahapan uji coba alat ini meliputi uji rangkaian sensor load cell dengan HX711, uji coba rangkaian servo, uji coba rangakaian motor DC dan uji coba proses pemilahan berdasarkan massa benda secara otomatis. Hasil pengujian menunjukan rancang bangun alat sudah dapat bekerja dengan baik dalam melakukan proses pengukuran dan pemilahan berdasarkan massa benda. Kata Kunci : Arduino Uno, Load Cell, HX711, I2C, LCD, Breadboard, Servo, Motor DC, Konveyor. 
ANALISIS SISTEM SENSOR INFRA MERAH PADA OIL MIST DETECTOR (OMD) DI PLTD WUA-WUA Saputra, Hertito Triadi
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i1.6644

Abstract

OMD merupakan alat pendeteksi kabut minyak, bekerja menggunakan sistem sensor infra merah yang akan mendeteksi tingkat ketebalan asap yang ditimbukan dari percikan api, mengirimkan sinyal ke ruang panel untuk mengaktifkan sistem emergency shut down untuk mematikan mesin secara otomatis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode literatur, metode Observasi, Metode Konsultasi dengan Pengujian Sensitivitas OMD. Hasil penelitian ketika suhu mulai 50  sensor infra merah OMD telah mendeteksi gangguan berupa gesekan antar bagian internal mesin yang menimbulkan asap dengan ketebalan meningkat. Saat ketebalan asap mencapai 4.4 %, sensor infra merah OMD mengaktifkan system Emergency Shut Down untuk mematikan mesin.Kata Kunci — Oil Mist Detector (OMD), Sensor Infra Merah, system Emergency Shut Down, mesin diesel
ANALISIS PENGARUH SAMBARAN PETIR TERHADAP PERALATAN LISTRIK DAN TELEKOMUNIKASI DI TVRI SULTRA Dicaprio, Jovi Jus; Hay, Sahabuddin; Mustamin, Mustamin
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Elektroda Vol 4 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v4i2.6531

Abstract

Pada penelitian kali ini adalah di angkat dari sebuah kondisi di mana, sambaran petir sebesar 54,29 kA yang mengenai menara Telekomunikasi TVRI Sultra dan merusak system proteksi pada peralatan di gedung. Dalam penelitian ini menggunakan software ATP Draw untuk mensimulasi sambaran petir sampai dapat menimbulkan kebocoran pada system proteksi alat telekomunikasi. Dari hasil simulasi tegangan yang sampai di gedung sebesar 25 kV jika tidak menggunakan arrester,  di mana arrester adalah perangkat  proteksi alat telekominikasi. Pada tegangan 25 kV masih sangat membahayakan peralatan yang ada, kemudian dalam simulasi di pasangkan arrester pada panel utama dan panel peralatan dan hasilnya yaitu membuat tegangan turun menjadi 12 V. jadi system proteksi sangat perlu di butuhkan dalam melindungi peralatan dan jaringan listrik.Kata Kunci: Sistem proteksi, Arrester, Atp Draw.