cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK" : 6 Documents clear
CITRA PEREMPUAN DALAM PERIBAHASA MINANGKABAU Ronsi, Gusna
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper describes woman image in peribahasa Minangkabau. Data research were obtained from interview and literature observation. The peribahasa forms which contain woman image are gurindam, mamang, pepatah petitih, and seloka. The woman image in this forms are firm, kind, wise, deligent, and polite.
TEKS KABA SABAI NAN ALUIH DAN NASKAH TEATER “SIKLUS DENDAM SABAI” (Tinjauan Resepsi Sastra) Sartika, Yuli
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through active reaction, readers give response in new form of works. “Siklus Dendam Sabai” is one of this new form of kaba Sabai Nan Aluih. This article describes the reader response which brings differences between those two objects. Furthermore, the differences (theme and plot) are manifest of active reader background which shows in the new form of the work.
Simbol Religius pada Rumah Gadang Abai Sangir, Solok Selatan Gusman, Dedy
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research describes religious symbols at rumah gadang Abai Sangir Solok Selatan. The symbols lay on walls, stairs, doors, and windows. Using the descriptive qualitative method and Paul Ricoer theory, the research shows that the society put on their belief on those symbols. How they live as person and society described on the symbols. 
SILEK KUMANGO: KEBERADAAN, PEWARISAN, DAN KEARIFAN LOKAL MINANGKABAU Saputra, Isral
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, the Minangkabau silek is waning interest and users. Technological developments are considered to be the cause. This article describes the research result of the presence of silek Kumango in Kanagarian Rao-Rao Tanah Datar, West Sumatra. Using ethnographic methods and approaches, it’s also obtained the inheritance and local genius in this silek. There are some functions and symbols that show local content in silek Kumango which are manifested in the succession process, control, and motion itself in this silek.
PERILAKU BERBAHASA DI PONDOK PESANTREN ADLANIYAH KABUPATEN PASAMAN BARAT Ihsan, M.
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article shows the langauge behaviors in Pondok Pesantren Adlaniyah Pasaman Barat. The research look into student activities in the class and out of class. The results show that switching and mixing code appear because some factors: mother language, age, motivations, habit, teachers, and environment.
TRADISI MINTA HUJAN ARMAROHIMIN Halid, Ilham
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Minta Hujan Armarohimin adalah sebuah tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Nagari  Taram. Tradisi minta hujan mungkin dimiliki di daerah lain, akan tetapi menurut anggapan penulis Tradisi Minta Hujan Armarohimin hanya ada di Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Keberadaan tradisi ini tidak terlepas dari perkembangan ajaran Islam di Nagari Taram. Tradisi ini langsung dibawa dari Mekah pada waktu salah seorang ulama yang berasal dari Nagari Taram yaitu, Haji Kamin pergi menunaikan ibadah haji. Sehingga masyarakat Taram dalam memohon untuk diturunkannya hujan tidak melakukan shalat sunat Istisqa, akan tetapi melakukan Tradisi Armarohimin.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Armarohimin dan penjelasan tentang kepercayaan masyarakat berkaitan dengan tradisi ini.Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data tentang Armarohimin dan kepercayaan masyarakat yang berkembang di Nagari Taram. Data didapat dengan melakukan wawancara dengan informan yang mengetahui tentang Armarohimin dan masyarakat sekitar. Selain itu, juga dilakukan studi kepustakaan guna mengumpulkan referensi untuk menunjang keilmiahan dari penelitian ini.Penelitian ini dilakukan juga menganalisis tentang fungsi dari tradisi Armarohimin bagi masyarakat Nagari Taram. Analisis tersebut menggunakan teori folklor yang kemukan oleh Bascom, bahwa bahwa folklor memiliki fungsi-fungsi bagi masyarakat pendukungnya.Setelah seluruh data dianalisis, ditemukan bahwa Tradisi Armarohimin ini tidak sepenuhnya bebas dari kepercayaan masyarakat setempat terhadap takhyul. Hal ini disebabkan oleh kepercayaan lama masyarakat sebelum kedatangan Islam yang banyak mengandung takhyul dan magik. Kedatangan agama Islam ternyata tidak mampu menghilangkan kepercayaan lama tersebut, bahkan kepercayaan lama mampu berpadu dengan agama Islam dan menghasilkan sebuah tradisi baru, seperti tradisi balimau.Keadaan tersebut melahirkan kelompok masyarakat yang menerima dan menolak tradisi Armarohimin. Kelompok-kelompok ini membenarkan pendirian mereka dengan pemahaman masing-masing.Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Tradisi Minta Hujan Armarohimin merupakan sebuah ritual agama Islam yang masih dipengaruhi oleh kepercayaan lama sebelum kedatangan agama Islam yang masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Nagari Taram.

Page 1 of 1 | Total Record : 6