cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK" : 8 Documents clear
Menelusuri Manusia Super dari Kesusastraan Tradisional Meigalia, Eka
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research describe about the superhero people there are in the traditional literature. In Minangkabau traditional literature such as kaba, there are Cindua Mato, Anggun Nan Tongga, and Rambun Pamenan. But they are not familiar, especially for the young generation. This is happen because there no other type from kaba which is easy to understand by the young generation.
WACANA KEISLAMAN MINANGKABAU DI PERTENGAHAN ABAD KE-19: REFLEKSI SEBUAH NASKAH Putra, Yerri Satria
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada banyak pertanyaan yang muncul sesaat setelah kita membaca judulmakalah ini. Pertama, tentang Islam dan perjuangan rakyat, apa hubungan Islam dengan perjuangan rakyat, baik itu Indonesia pada umumnya maupun Sumatra Barat pada khususnya, dalam perlawanannya mengusir penjajah. Kedua, tentu tentang dinamika pemikiran keislaman di Minangkabau di pertengahan abad XIX, bagaimana dinamika pemikiran keislaman di Minangkabau di abad tersebut? Dan apa pula hubungannya dengan perjuangan merebut kemerdekaan? Untuk itu, sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara keseluruhannya, terlebih dahulu, kita akan coba menguraikan permasalahan satu-persatu, hingga mendapat kejelasan. Namun demikian, yang perlu diperhatikan yaitu, studi ini tidak akanjauh-jauh dari objek yang dipilih, yakni Naskah Inilah Sejarah Ringkas Syekh PasebanAssyattari Rahimahullah Ta’ala Anhu (yang selanjutnya disingkat dengan SP), yangdikarang oleh Haji Imam Maulana Abdul Manaf Amin Al-Khatib.
FONOLOGI BAHASA MINANGKABAU: KAJIAN TRANSFORMASI GENERATIF Almos, Rona
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regional language spoken in the archipelago according to the national language policy serves as one of the elements of national culture and protected by the state. One of the local languages in Indonesia is the language of Minangkabau. The paper focuses on two issues: 1) how the realization of the original segment morphemes Minangkabau language?, 2) how the processes and phonological rules Minangkabau language?             Phonemic, Minangkabau language has five vowels segments, namely / a, i, u, e, o /. However, phonetic, Minangkabau language has nine vowels because vowels / a, i, u, e, and o / experience the relaxation process each has allophones [I, U, ε, ɔ]. In phonemic consonant number of Minangkabau origin amounted to 18 pieces / p, b, t, d, c, j, k, g, r, l, s, h, m, n, ŋ, ñ,, w, y / , but phonetically Minangkabau language has 19 consonants sound, example; p, b, t, d, c, j, k, g, r, l, s, h, m, n, ŋ, ñ, ʔ, w, y /. Thus, the number of segments in the Minangkabau language vowels and consonants both phonemically is 23 pieces, while as many as 28 segments phonetically.             To explain the changes that occur from the realization of phonemic to phonetic, phonology rules would require eight. Eighth phonology rules include: (1) vocal loosening rules, (2) rule "pelesapan" consonant / h /, (3) rules "pelesapan" resonant sounds / p, t, k, s, c /, (4) additional rules semivokal / w / and / y /, (5) the addition rule consonants / l /, (6) the addition rule consonants / r /, (7) changes in the rules of the consonant / h /, and (8) rule changes kosonan / k/
FILOSOFI DIBALIK METAFORA NOMINATIF WACANA DAN SURAT-SURAT POLITIK TAN MALAKA Sawirman, Sawirman
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tan Malaka’s political discourses involve various nominative metaphors as the reflection of pseudo lingual symbols, for instance: the strategic use of the word perdagangan ‘trade’ as the camouflage of the word perjuangan ‘struggle’, the use of the term firm and pabrik to avoid the term partai ‘party’, the use of the term rokok ‘cigarette’ which is meant as the rebellion, the hidden meaning behind the word choklat and cacao ‘chocolate’ was pemogokan ‘strike’, the signified behind the signifier kuda ‘horse’ was tentara ‘army’, and the word tebu ‘sugar cane’ indicates the concealed meaning of uang ‘money’. The nominative metaphors on those Tan Malaka’s political discouses and letters were analyzed by Sawirman-e135 frame.
PANDANGAN SOSIOLINGUISTIK DALAM KONTROVERSI TIGA SURAT SULTAN PONTIANAK: STRATEGI KOMUNIKASI DAN KESANTUNAN Syahrani, Agus
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membincangkan kandungan yang terdapat dalam tiga surat Sultan Pontianak yang dikirimkan kepada T.S. Raffles. Tiga surat yang dikirimkan oleh Sultan Syarif Kasim Alqadrie kepada T.S. Raffles di Malaka bertanggal 14 Februari, 12 Maret, dan 22 Maret 1811. Perbincangan kandungan fokus kepada tiga warkah Sultan Pontianak yang memunculkan kontroversi aktivitas perompak di masyarakat Melayu Kalimantan Barat. Warkah ini mengandung perkara yang “kontroversial” yaitu mengenai aktivitas perompak yang dilakukan oleh Pengiran Anom dari Kesultanan Sambas. Tiga warkah Sultan Pontianak akan diuraikan berdasarkan struktur surat yang berbeda dari surat Melayu pada umumnya.Struktur surat menghasilkan bentuk kandungan yang dilihat dari penyampaian pesan yang terpenting dalam surat. Kandungan tiga warkah diuraikan berdasarkan kaidah komunikasi yang digunakan oleh Sultan untuk menyampaikan pesan tentang perkara yang kontroversial dan memunculkan perdebatan sampai sekarang di Kalimantan Barat. WACANA ETNIK Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora ISSN: 2098-8746.Volume 3 Nomor 2 Oktober 2012. Halaman: 257 – 282.Padang: Pusat Studi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PSIKM)dan Sastra Daerah FIB Universitas Andalas. Teknik genre yang digunakan berkaitan dengan strategi komunikasi dan kesopanan yang ditetapkan oleh budaya masyarakat Melayu pada waktu itu. Surat-surat Melayu mempunyai teknik tersendiri berdasarkan strategi komunikasi dan lakuan bahasa yang melibatkan pemeran dalam peristiwa komunikasi. Teknik genre dalam surat Sultan Pontianak juga memiliki teknik tersendiri berdasarkan strategi komunikasi dan lakuan bahasa yang ditetapkan oleh budaya masyarakat Melayu. Lakuan bahasa memperlihatkan aspek kesopanan dalam warkah Sultan Pontianak. Teknik genre yang digunakan dalam warkah Sultan Pontianak berupa kaidah langsung ataupun kaidah tidak langsung memerikan sebuah model kearifan masyarakat Pontianak pada masa lalu yang sampai saat ini model tersebut masih tetap dipelihara sebagai kearifan lokal masyarakat Melayu Pontianak, Kalimantan Barat.
TINJAUAN ORGANOLOGIS TALEMPONG BATUANG (MUSIK BAMBU MINANGKABAU) DI DUSUN SUNGAI COCANG - SILUNGKANG OSO KOTA SAWAH LUNTO Jufri, Jufri
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik tradisional Talempong Batuang merupakan salah satu manifestasi budaya dari masyarakat dusun Sungai Cocang, Silungkang Oso, Kota Sawah Lunto. Permainan talempong ini dilakukan secara tunggal dan ensambel. Alat musiknya hanya terdiri dari  satu ruas bambu betung yang dicongkel kulit sembilunya sebagai tali (snar) yang pangkal ruas dan ujung ruasnya diberi kuda-kuda sehingga berdengung ketika dipukul. Karakter bunyi alat musik Talempong Batuang yang lembut dan melodinya yang sederhana telah memberi sugesti kedamaian terhadap perasaan penikmatnya.Repertoar lagu yang dimainkan berasal dari melodi dendang-dendang khas dusun Sungai Cocang, Silungkang Oso yang dimelodikan menurut karakter khas Talempong Batuang, sehingga melodi-melodi yang dimainkan selalu mendapat sambutan dari masyarakatnya, dan dibutuhkan sebagai hiburan pada berbagai konteks upacara yang dimiliki masyarakatnya, seperti memeriahkan upacara helat perkawinan, kegiatan sosial masyarakat, hiburan bakongsi (kelompok kerja) ke ladang atau sawah, serta hiburan keluarga (pribadi) di rumah masing-masing.Kespesifikan yang dikandung musik Talempong Batuang ini telah mengundang daya tarik tersendiri, baik dari segi organologis, maupun sistem permainan. Di samping itu, masalah pengembangan-pengembangan konsep komposisi musiknya, dan masalah sosial antropologis masyarakat pendukungnya juga mendapat porsi yang selayaknya untuk mampu menyongsong suasana kehidupan masyarakat kampung di masa kini.
MAMANGAN MINANGKABAU (Sebuah Kajian Semiotik) Lindawati, Lindawati
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article exposes meanings, functions, and contexts of Minangkabau mamangans. Nature that inspirited the forms and social relationships on this mamangan are also described. With antropolinguistics approach, this analysis aims culture and language systems mapping to see the social system relevancies.There are anomalous and deviations on the mamangan. Several anomalous mamangans are formed from physical phenomenon and the deviations can be seen on diversion of form and meaning. So, mamangan functions and meanings can be explained from the context.
KABA: Sebuah Penelusuran Bibliografi dan Pemetaan Kajian Gozali, Imam
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaba adalah salah satu genre sastra yang cukup populer di Minangkabau.  Genre sastra ini sejak zaman kolonial hingga sekarang masih menjadi objek kajian yang menarik dari para peneliti di bidang kesusasteraan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang menyajikan informasi tentang apa saja hasil kajian-kajian yang telah dilakukan peneliti terdahulu terhadap kaba. Hal ini memungkinkan terjadinya tumpang tindih kajian terhadap satu objek. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terhadap hasil penelitian yang pernah dilakukan terhadap kaba.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelusuran kepustakaan. Teknik penelitiannya dengan cara mengumpulkan bibliografi kaba sebanyak-banyaknya dari pelbagai perpustakaan dan sumber-sumber penelitian terdahulu yang terkait dengan objek. Selanjutnya, data tersebut dipetakan menurut kajian kritik teks, kajian kritik sastra, penelitian kaba terkait bidang linguistik dan penelitian kaba sebagai sastra lisan.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa, kaba sudah ditulis oleh orang Minangkabau sejak tahun 1831 dan penelitian terhadap jenis sastra ini sudah dilakukan oleh sarjana Belanda sejak tahun 1881. Pada pemetaan kajian yang  dilakukan, penelitian kaba dengan kajian kritik teks masih jarang dilakukan oleh para peneliti karena naskah kaba banyak berada diluar negeri, sehingga membutuhkan waktu dan dana yang besar untuk melakukan penelitian. Pada kajian kritik sastra penelitian kaba masih bersifat struktural dan belum ada kajian yang mendalam. Selanjutnya pada bidang linguistik,penelitian kaba masih sedikit sekali dilakukan oleh para peneliti. Dan pada pemetaan penelitian kaba sebagai sastra lisan yang perkembangannya sudah sampai kepada perekaman, arah penelitian kaba bisa dikembangkan kepada objek kaba rekaman dalam bentuk kaset maupun video compact disk (VCD).

Page 1 of 1 | Total Record : 8