cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK" : 4 Documents clear
MANUSKRIP ACEH: REVITALISASI KEARIFAN MASYARAKAT ACEH DI ERA GLOBAL Hermansyah, Hermansyah
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2004 menjadi titik balik Aceh berbenah dan bangkit dari keterpurukan.Pasca bencana alam (gempa-tsunami) dan bencana kemanusiaan (kon ik)menuntun adanya proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan olehPemerintah Daerah, Indonesia dan pihak asing (luar negeri) dalam berbagai bidangturut menumbuhkan perekonomian dan sosial masyarakat Aceh dengan pesat.Proses itu tidak hanya fokus di infrastruktur, akan tetapi juga di bidang sosialkeagamaan dan cagar budaya, serta mempengaruhi pola pikir dan cara pandanggenerasi sekarang.Sebagai daerah kaya potensi alam dan mewariskan nilai sejarah dan budayamasa lampau, Aceh bergulir dalam beragam cuaca politik dan kebijakan, mulaidari periode kesultanan, kolonial, hingga kemerdekaan Indonesia. Pergolakan danpeperangan panjang juga menghiasi tiga periode tersebut di Aceh, baik pertikaianinternal, perang saudara, maupun kon ik vertikal dan horizontal. Akibatnya,cagar budaya dan kearifan masyarakat terkubur oleh bencana kemanusia tersebut,terlebih “kekayaan alam dan kearifan” musnah saat bencana alam terbesar terjadidi abad ke-21.
PEMULIHARAAN NASKHAH-NASKHAH NUSANTARA: SATU PENGALAMAN DAN PENGAJARAN Ab.Razak, Ab.Razak Bin Ab.Karim
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskhah-naskhah Melayu merupakan naskhah yang paling banyakbilangannya di dunia dan tidak menghairankan naskhah-naskhah ini bertebaran diseluruh ceruk rantau di mana-mana sahaja terdapat sesebuah masyarakat Islam danMelayu itu menetap. Bilangannya yang cukup banyak dan tidak terdapat angka yangbenar-benar tepat menyebabkan naskhah-naskhah Melayu boleh ditemui di manamanasahaja. Oleh yang demikian, tidak menghairankan Indonesia merupakannegara yang paling ramai masyarakat Islam merupakan tempat naskhah-naskhahMelayu ini bertebaran.
RAISING INTEREST IN MALAY CLASSIC LITERATURE IN YOUNG READERS Ming, Ding Choo
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The interest in reading printed books has tapered off in this digital age as shownby reports of continual loss from many book publishers over the years. What todo to whet reading habits, especially among the young? What are the optionsin store in book publishing? What can publishing experts predict? What can wesay how to whet reading habit? We know that without reader, more publisherswill wind up their business. Thus, new ways and outlets have to search.Though Malay hikayat are considered important, they are not interesting. Tomake them interesting, relevant and acceptable to young readers, publishersmust recognize the twin purposes of instruction and delight that have longbeen accepted as the primary goals of books for children and the fact that theyare important and form a distinctive category of readers with separate needsand interests. Only by making the books interesting, relevant and acceptableto them, Malay hikayat can hope to live on. Though physically weak, they arespiritually, emotionally and imaginatively strong. Stories about animals, fantasyand legends are popular with them. They love the illustrated books, cartoons,comics, movies and others on Pak Pandir, Pak Belalang, Singapura DilanggarTodak, Puteri Gunung Ledang, Hang Tuah dan Hang Jebat. These stories arealso among the  nest examples of moral tales that encourage them to focus onself-improvement like Aesop fables, stories from Grimn’s brothers. This meansthat integration of visual and verbal elements has remained a signi cant featureto attract children. In this paper, we argue that publishers must adapt storiesfrom Malay classical literature to illustrated books, movies, comics, movies,  lmsand e-books. Linking the best visual and verbal elements in these publicationsis the way forward to teach literacy, history and moral to young readers.
ALIH MEDIA MANUSKRIP KUNO SEBAGAI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Azwar, Azwar
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki kearifan lokal dan nilai-nilai luhur bangsasepantasnya diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu cara untuk mewariskannyaadalah dengan mempelajari nilai-nilai yang terkandung di dalam manuskrip kuno.Salah satu manfaat mempelajari manuskrip kuno adalah memetik kearifan danperbandingan antara apa yang telah terjadi di masa lalu dan kenyataan hidup yangdihadapi pada saat ini. Namun sayangnya, karena manuskrip kuno itu adalah artefakbudaya yang langka dan kondisinya yang sudah sangat tua, maka harus ada upaya untukmengalihmediakannya ke dalam bentuk lain, seperti digitalisasi. Karena digitalisasihanya sebatas menyelamatkan kandungan manuskrip kuno itu, juga harus ada usahamengalihmediakanya ke dalam bentuk yang kreatif seperti buku, komik, kartun dan lm agar kandungan manuskrip kuno itu bisa diakses oleh masyarakat banyak.Mengalihmediakan dengan media kreatif kontemporer itu tidak hanya menyelematkannilai-nilai yang dikandungnya, ternyata juga bisa mengembangkan ekonomi kreatif.Namun sayangnya tidak semua orang sepakat dengan mengalihmediakan manuskripkuno sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan ekonomi kreatif. Sebagianpihak berpendapat bahwa menarik kebudayaan tinggi (manuskrip kuno) ke ranahindustri kreatif akan mendegradasi nilai-nilai kebudayaan tinggi itu. Pendapat inisetidaknya didengungkan oleh Theodore W Adorno dan Max Horkheimer denganmenggagas Teori Kritis Mazhab Frankfurt. Pendapat lain menyatakan bahwa menarikkebudayaan tinggi ke ranah industri adalah usaha melanggenggakan kebudayaanitu sendiri. Pendapat ini setidaknya dipegang teguh oleh Herbert J Gans, pengamatindustri kebudayaan dari Amerika. Makalah ini bermaksud untuk memaparkansecara mendalam, persoalan apa sebenarnya yang terjadi terhadap manuskripkuno ketika dijadikan sumber inspirasi untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 4