cover
Contact Name
Very Sukma Firmansyah
Contact Email
demangfedia@lkp3i.my.id
Phone
+628111211132
Journal Mail Official
verynuni@lkp3i.my.id
Editorial Address
Jl. Kolam Renang No. 42 Kab. Purwakarta Kode Pos 41119 Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 20897731     EISSN : 26848929     DOI : https://doi.org/10.47601/pedagogiana
Core Subject : Education,
Pedagogiana Jurnal Pendidikan Dasar is published twice a year in April and Mei online writing conceptual notions studies and application of theories practitioners writing and research results and teaching in the field of knowledge elementary education. The Jurnal Pedagogiana is published by the Institute for the Study and Professional Development of Indonesian Educators Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI MGMP SMPN SATU ATAP CIBITUNG KABUPATEN BEKASI NAQIAH, YAYAH DZAROTUN
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan MGMP sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru BK dalam menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan kelompok. Penelitian dilakukan terhadap guru BK SMPN Satu Atap Cibitung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah . Populasi yang digunakan adalah guru BK SMPN Satu Atap Cibitung berjumlah 10 orang guru . Sampel guru yang digunakan sebanyak 3 orang guru BK yang bukan berlatar belakang BK. Instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes yakni observasi, wawancara, studi dokumenter dan studi pustaka. Indikator keberhasilan guru BK adalah apabila berhasil memperoleh nilai dengan predikat baik. Nilai rata – rata yang diperoleh guru dalam menyusun RPL bimbingan kelompok pada siklus 1 sebesar 61,83 % dan siklus 2 sebesar 82,61 %. Berdasarkan hasil análisis disimpulkan bahwa MGMP Sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru BK dalam menyusun RPL Bimbingan kelompok. Hasil Penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan kemampuan profesional guru . Pelaksanaan MGMP Sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru BK dapat terus dikembangkan.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DENGAN METODA SIMULASI PADA MATERI KURS MATA UANG DI SMPN 3 CIKARANG SELATAN KAB.BEKASI KELAS IX.1 TAHUN PELAJARAN 2018-2019 SETYOWATI, ARI
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.36

Abstract

Metode simulasi dipakai untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi kurs mata uang di kelas IX.1 SMPN 3 Cikarang Selatan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Penerapan metode simulasi pada materi kurs mata uang; (2) Meningkatkan pemahaman materi kurs mata uang; (3) Mengetahui dampak dari penggunaan metode simulasi pada materi kurs mata uang pada kelas IX.1 SMPN 3 Cikarang Selatan tahun Pelajaran 2018-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Yang menjadi Populasi siswa SMPN 3 Cikarang Selatan. Sampel yang digunakan sebanyak 40 siswa. Instrumen yang digunakan instrumen lembar observasi, angket dan lembar evaluasi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober sampai 29 Oktober 2018, dilaksanakan dalam 2 siklus masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Tiap siklus terdiri dari 3 x pertemuan, Data aktivitas peserta didik dapat dilihat pada lembar observasi yang diisi oleh 2 orang kolaborator, sedangkan data hasil belajar dapat dilihat pada tabel nilai peserta didik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 51,3% sedangkan rata-rata ulangan harian pada siklus I 63 sedangkan pada siklus II 76 Jumlah peserta didik yang tuntas pada siklus I 21 orang dan pada siklus II 35 orang prosentase ketuntasan klasikal meningkat 35%. Pada akhir pelaksanaan penelitian diadakan angket dengan hasil yang menunjukkan bahwa peserta didik senang dengan penggunaan metode simulasi ini sehingga berdampak pada peningkatan keaktifan, konsentrasi dan semangat belajar peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan metode simluasi dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi kurs mata uang di kelas IX.1 SMPN 3 Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI SINDANGSARI 03 PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI KENAMPAKAN ALAM DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW SURYATI, SURYATI
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan pembelajaran ini dilakukan di kelas IV tentang kenampakan alam di Indonesia. Masih rendahnya hasil belajar siswa dalam materi kenampakan alam di Indonesia, yaitu tingkat ketuntasan 33,33%. Perbaikan pembelajaran bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa kelas IV dalam pembelajaran IPS tentang kenampakan alam di Indonesia dapat ditingkatkan melalui metode Cooperative Learning teknik jigsaw di SDN Sindangsari 03. metode Jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Hasil yang diperoleh dari pra siklus nilai rata-rata siswa 52,33 menjadi 66.66 pada siklus I dan menjadi 81.66 pada siklus II. Berdasarkan ketuntasan KKM, pada pra siklus dari 30 siswa sebanyak 10 siswa (33.33%) yang mendapat nilai di atas KKM. Pada siklus I siswa yang mencapai KKM 16 siswa (53.33%), pada siklus II siswa yang mencapai KKM 27 siswa (90.00%). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Cooperative Learning teknik jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPS tentang kenampakan alam di Indonesia di SDN Sindangsari 03.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) SISWA KELAS VI DI SDN JAYABAKTI 01 NURASIAH, NURASIAH
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.34

Abstract

Penelitian perbaikan pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri ciri kalimat efektif pada teks melalui metode pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini yaitu data dianalisis secara kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan jenis data yang terkumpul. Data tentang hasil belajar, yang berupa skor yang diperoleh siswa dari tes yang diberikan, dianalisis secara kuantitatif. Sementara itu, komentar observer (pengamat) terhadap kinerja guru dalam pembelajaran dianalisis secara kualitatif. Penelitian perbaikan pembelajaran ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian perbaikan pembelajaran ini yaitu Penggunaan metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi ciri ciri kalimat efektif pada teks. Dimana pada siswa yang tuntas di pra siklus ada 27% atau 12 siswa, di siklus I meningkat menjadi 76% atau 31 siswa dan kembali meningkat di siklus II menjadi 89% atau 40 siswa yang tuntas.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG PENGARUH GAYA DALAM MENGUBAH GERAK SUATU BENDA OMA, OMA
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.33

Abstract

Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar cenderung menitikberatkan pada penguasaan materi secara hapalan, proses pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) dengan mengandalkan bahan belajar dari buku sumber yang tersedia. Proses pembelajaran IPA akan terlaksana dengan baik dan dapat mencapai sasaran, salah satu faktor yang penting yang harus diperhatikan adalah pendekatan atau strategi pembelajaran dngan memaksimalkan keterlibatan siswa dalam kegiatan mental intelektual dan sosial emosional dengan berfikir logis dan sistematis serta dapat mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (self belief) dalam menemukan aturan-aturan, konsep-konsep atau rumus-rumus. Hal tersebut dapat dicobakan melakukan penelitian dengan penggunaan metode eksperimen. Metode Pembelajaran Eksperimen adalah metode yang diterapkan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek yang diamati, keadaan atau proses tertentu. Pelaksanaan penelitian dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Kertajaya 02 secara signifikan dengan nilai rata-rata dapat dilihat dari hasil pre tes siklus kesatu yaitu 50,00 dan siklus kedua sebesar 53,85. Serta hasil pos tes siklus kesatu 63,08; dan Siklus kedua 71,92. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada hasil pre tes siklus 1 ada 8 siswa dari 26 siswa yaitu 30,77%, pre tes siklus 2 ada 9 siswa dari 26 siswa yaitu 34,62%. Sedangkan hasil pos tes pada siklus 1 ada 16 siswa yang mencapai nilai KKM (61,54%), dan pada pos tes siklus 2 ada 23 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM (88,46%). Berdasarkan hasil tes dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, maka penelitian ini dianggap berhasil karena hasil yang dicapai sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian. Penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV sekolah dasar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BAHASA INGRRIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF TAMRIN, TAMRIN
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.32

Abstract

Permasalahan yang peneliti temukan di kelas IX/A SMP Negeri 1 Cabangbungin, pada proses pembelajaran Bahasa Inggris tentang membaca adalah siswa kurang memahami isi bacaan dengan baik. Permasalahan tersebut peneliti rumuskan kedalam beberapa masalah penelitian yang diantaranya adalah sebagai berikut: Apakah penerapan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks bahasa Inggris siswa kelas IX/A SMP Negeri 1 Cabangbungin? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan model PTK yang digunakan adalah model PTK oleh Kemmis dan Taggart. PTK ini dilaksanakan kedalam tiga siklus tindakan, dimana dalam setiap siklusnya terdiri dari rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan tes. Hasil penelitian pada tahap pra siklus menunjukan bahwa kegiatan membaca pemahaman belum dilaksanakan secara maksimal dan menarik dalam proses membaca atau menjawab pertanyaan. Hasil observasi pada siklus I kenampakan Ya 50,00% dan Tidak 50,00%, siklus II kenampakan Ya 75,00% dan Tidak 25,00% dan pada siklus III terjadi peningkatan kenampakan Ya 100,00% dan Tidak 0,00%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 66,90, pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 71,20, dan pada siklus III memperoleh nilai rata-rata 80,40, pada setiap siklus pembelajaran mengalami peningkatan prestasi belajar yang cukup baik. Sedangkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus 1 mencapai 55,00% dimana ada 22 siswa yang mencapai nilai KKM. Pada siklus ke-2 sudah mencpai 72,50% dimana ada 29 siswa yang nilainya sudah mencapai KKM. Dan pada siklus ke-3 ketuntasan belajarsiswa secaraklasikal sudah mencapai 87,50% dimana ada 35 siswa yang nilainya sudah mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Yaitu siswa aktif dalam membaca wacana,menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali isi bacaan dengan baik dan benar.
PENERAPAN SUPERVISI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN Warno, Warno
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.31

Abstract

Kondisi objektif yang terjadi di sekolah binaan peneliti, kemampuan guru penjaskes masih rendah. Guru belum memahami prinsip-prinsip utama dalam menyusun soal tes hasil belajar yang baik. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti melalui supervisi, soal yang dibuat guru masih belum memenuhi kriteria penyusunan soal tes hasil belajar secara lengkap. Dengan adanya supervisi dari pengawas sekolah, guru akan termotivasi untuk penyusunan alat evaluasi pembelajaran siswa dengan sungguh-sungguh, dan sebaik mungkin. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian guru SDN Bantarsari 04 Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi yang merupakan sekolah binaan penulis yang bertugas sebagai pengawas sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan alat evaluasi pembelajaran melalui supervisi. Hasil observasi pada pelaksanaan penyusunan alat evaluasi pembelajaran siswa dimulai pra siklus sampai ke siklus kedua. Pada pra siklus nilai rata-rata komponen pelaksanaan proses pembelajaran sebesar 56,35%, kemudian pada siklus kesatu nilai rata-rata komponen pelaksanaan proses pembelajaran naik menjadi 75,18% dan pada siklus kedua naik menjadi 82,59%. Penerapan supervisi dalam membina guru untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun soal tes hasil belajar, sangat dimungkinkan kemampuan guru dalam menyusun soal tes hasil belajar, terasah dan mengalami peningkatan. Sebab dalam supervisi ini pengawas sekolah melakukan pembinaan kepada guru untuk berlatih menyusun soal tes belajar sampai guru benar-benar paham dan cakap dalam membuat soal tes hasil belajar siswa.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN KURIKULUM 2013 MELALUI PENERAPAN SUPERVISI YUNINGSIH, MARYATI
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.30

Abstract

Penyusunan Kurikulum 2013 dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan kompetensi inti (KI) serta kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan oleh BSNP. Namun kondisi yang terjadi saat ini di sekolah binaan peneliti masih ditemukan masalah dalam penyusunan Kurikulum 2013 oleh satuan pendidikan. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti, Kurikulum yang disusun oleh Tim Pengembanag Kurikulum (TPK) pada satuan pendidikan SDN Jayabakti 02 Kecamatan Cabangbungin masih belum memenuhi standar seperti yang dikeluarkan dalam panduan pengembangan kurikulum menurut BSNP. Oleh karena itu masalah dalam penyusunan Kurikulum 2013 ini perlu segera diatasi dan dituntaskan. Sebagai pembina sekolah, pengawas satuan pedidikan tentu harus memahami kebijakan-kebijakan yang terkait dengan Kurikulum 2013. Lebih dari itu ia juga harus menguasai setiap proses, tahapan, maupun teknis penyusunan Kurikulum 2013. Dengan kemampuan tersebut, maka pengawas dapat membantu para kepala sekolah dan guru dalam menyusun Kurikulum 2013 dengan melakukan supervisi. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru di SDN Jayabakti 02 Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan penilaian dengan menerapkan supervisi, kemampuan tim penyusun kurikulum di SDN Jayabakti 02 Kecamatan Cabangbungin menunjukkan peningkatan yang berarti. Hal ini dapat dilihat dari persentase keberhasilan dalam menyusun Kurikulum 2013 berdasarkan penilaian Kurikulum 2013 yang dibuat setelah melakukan tindakan pada siklus kesatu mencapai rata-rata 79,06%, pada siklus kedua mencapai rata-rata sebesar 87,78%. Secara umum penelitian yang dilakukan ini sudah berhasil, karena indikator keberhasilan penelitian yang ditargetkan sebesar 80,00% telah tercapai pada siklus kedua.Penerapan supervisi pengawas dalam membina kemampuan tim penyusun kurikulum dapat meningkatkan kemampuan menyusun Kurikulum 2013.Dalam supervisi ini pengawas sekolah melakukan pembinaan kepada tim penyusun kurikulum untuk berlatih menyusun Kurikulum 2013 sampai benar-benar paham dan cakap dalam membuat Kurikulum 2013.
PENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANAPELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK SURYANI, EUIS ERNA
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyususn RPP berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses dalam perencanaan proses pembealajaran. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasiaktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kemampuan guru SD di SDN Sukatenang 03 Kecamatan Sukawangi dalam menyusun RPP masih rendah, banyak guru yang belum mampu menyusun RPP dengan sistematika yang lengkap dan sistematis, oleh karena itu perlu sekali diadakan pembinaan melalui supervisi akademik untuk meningkatkan kemampuan guru tersebut dalam menyusun RPP. Supervisi yang dilakukan ini merupakan bantuan, arahan dan bimbingan dari kepala sekolah dasar kepada guru dengan melakukan pembinaan melalui diskusi dengan guru yang menjadi subjek penelitian tentang penyususnan RPP yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru dapa tmeningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil penilaian RPP yang dilakukan dalam penelitian selama duasiklus. Kemampuan guru dalam menyusun RPP berdasarkan penilaian setiap komponen RPP guru pada siklus kesatu mencapai nilai rata-rata 74,44%, kemudian pada siklus kedua meningkat menjadi 86,46%. Secara individual pencapaian nilai RPP guru berdasarkan indikator keberhasilan setiap komponen, pada siklus kesatu baru mencapai rata-rata 41,88%, kemudian pada siklus kedua mencapai 89,74%. Dengan demikian pelaksanaan penelitian ini, telah mencapai keberhasilan sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yang ditentukan oleh peneliti.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VI TENTANG MANFAAT PERSATUAN DAN KESATUAN UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MELALUI MODEL NUMBER HEAD TOGETHER DI SDN LENGGAHSARI 02 TAHUN AJARAN 2017/2018 Karna, Karna
Jurnal Pedagogiana Vol. 8 No. 84 (2021): Pedagogiana - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47601/AJP.28

Abstract

Perbaikan pembelajaran ini dilakukan di kelas VI tentang manfaat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan kesejahteraan. Masih rendahnya hasil belajar peserta didik dalam materi manfaat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan kesejahteraan dengan tingkat ketuntasan hanya 27%. Perbaikan pembelajaran bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik kelas VI dalam pembelajaran PPKn tentang Manfaat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan kesejahteraan dapat ditingkatkan melalui model Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) di SDN Lenggahsari 02. Metode Number Head Together (NHT), adalah prosedur pembelajaran dengan membagi peserta didik menjadi kelompok asal dan kelompok kemudian diberikan lembar kerja untuk didiskusikan oleh kelompok, setelah itu guru akan menyebutkan satu nomor dan yang mempunyai nomor tersebut akan diberikan pertanyaan. Perbaikan pembelajaran mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Hasil yang diperoleh dari pra siklus nilai rata-rata peserta didik 53,33 menjadi 79,00 pada siklus I dan kemabali meningkat menjadi 83,33 pada siklus II. Berdasarkan ketuntasan KKM, pada pra siklus dari 30 peserta didik sebanyak 8 peserta didik (27%) yang mendapat nilai di atas KKM. Pada siklus I peserta didik yang mencapai KKM 16 peserta didik (53%), pada siklus II peserta didik yang mencapai KKM 24 peserta didik (80%). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI pada pembelajaran PPKn tentang Manfaat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan kesejahteraan di SDN Lenggahsari 02.

Page 1 of 3 | Total Record : 27