cover
Contact Name
Yayat Priatna
Contact Email
yayatpriatna@lkp3i.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
very@lkp3i.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pedagogiana
ISSN : 20897731     EISSN : 26848929     DOI : -
Core Subject : Education,
Sesuai dengan tuntutan profesi, seorang pendidik memerlukan kegiatan ilmiah dalam menunjang profesionalismenya. Salah satu bentuk penyesuaian diri tersebut adalah dengan melakukan penelitian yang hasilnya dipublikasikan. Berkaitan dengan itu, Pedagogiana kembali hadir sebagai salah satu sarana untuk menunjang pengembangan profesi sekaligus sebagai sarana publikasi kajian berbagai masalah pendidikan berbasis penelitian. Dengan hadirnya Pegagogiana ini diharapkan memberi kontribusi dalam memperkaya wawasan di bidang ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING (BERMAIN PERAN) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM POKOK BAHASAN BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR PADA SISWA KELAS IX.2 DI SMP NEGERI 4 TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI Hj. Eneng Nuraisyah, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.061 KB)

Abstract

Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dikemas dalam bentuk soal cerita sangat rendah. Masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut : (1) Faktor – factor apa yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan pengerjaan soal yang berhubungan dengan Beriman Kepada Qada Dan Qadar? (2) Bagaimana cara agar siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengerjakan soal Berhubungan dengan Beriman Kepada Qada Dan Qadar? (3) Apakah Metode Role Playing (Bermain Peran) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan pengerjaan soal yang berhubungan dengan Beriman Kepada Qada Dan Qadar. Sebagai landasan teoritis dari masalah tersebut, dikemukakan hal – hal sebagai berikut: Konsep belajar, Desain pembelajaran, Metode Pembelajaran, Konsep Metode Pemecahan Masalah, Kelemaha dan Kelebihan Metode Role Playing, Langkah-langkah Pembelajaran Role Playing. Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan terbagi dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi atau Pengamatan, dan Evaluasi.Pengumpulan data menggunakan teknik observasi yang dilakukan penulis ketika proses pelaksanaan tindakan berjalan. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif kemajuan proses belajar siswa dan pelaksanaan dari persiapan yang telah dibuat oleh guru. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes akhir setiap siklus berupa evaluasi secara tertulis. Hasi akhir Penelitian Tindakan Kelas menunjukan kemajuan yang positif dan cukup signipikan antar siklus I dan siklus II. Perbedaan ditunjukan oleh data kualitatif hasil observasi proses belajar seperti aktivitas, kreativitas siswa dan guru, data kuantitatif dari penilaian akhir. Kesimpulannya factor penyebab rendahnya kemampuan siswa yaitu media pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Metode Pemecahan Masalah efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal yang berhubungan dengan Beriman Kepada Qada Dan Qadar Mengingat penelitian ini baru dua siklus, diharapkan ada peneliti lain yang dapat melanjutkan dengan menggunakan instrumen yang lebih valid dan standard.
PENERAPAN PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA SISWA PADA KONSEP OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS IV SDN PARUNGPANJANG 01 KECAMATAN PARUNGPANJANG KABUPATEN BOGOR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Nining Ranisah, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.622 KB)

Abstract

Pada konsep operasi hitung pecahan  tujuannya untuk mengetahui  keterlaksanaan  pendekatan pembelajaran open ended dan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematik siswa. Pelaksanaan pembelajaran open ended dilakukan sebanyak 2 siklus dengan setiap siklusnya tiga kali pertemuan. Pada siklus I pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional, sedangkan pada siklus II pembelajaran menggunakan pendekatan open ended. Pada siklus II siswa belajar mencari solusi dari permasalahan yang mempunyai banyak jawaban dan cara penyelesaian yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif tanpa uji statistik dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun data yang diambil adalah  hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran yang menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran open ended sangat baik, hal ini sesuai dengan persentase keterlaksanaan pembelajaran siklus I diperoleh kemampuan representasi visual 100%,  kemampuan representasi ekspresi matematik 58% dan  kemampuan representasi kata-kata 21% sedangkan pada siklus II diperoleh  kemampuan representasi visual 100%, kemampuan representasi ekspresi matematik 65,3% dan kemampuan representasi kata-kata 54%. Sedangkan nilai tes hasil belajar siklus I diperoleh rerata 51,6 dan pada siklus II diperoleh rerata 70. Dengan meningkatnya kemampuan representasi matematik tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan open ended pada konsep operasi hitung pecahan dapat meningkatkan kemampuan representasi matematik siswa. Pembelajaran open ended dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika  di kelas karena dapat memotivasi siswa  untuk  lebih aktif dan kreatif. Hasil belajar siswa pada kategori baik dengan persentase siswa tuntas belajar 88%. Oleh karena itu pendekatan open ended lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan representasi matematik siswa.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DAUR HIDUP HEWAN DI KELAS IV SD Cicih Sri Sunarsih, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.762 KB)

Abstract

Permasalahan pembelajaran IPA di kelas IV SDN jatimulya 03 Bekasi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi juga disebabkan karena proses pembelajaran IPA yang masih berpusat pada guru, siswa cenderung pasif karena hanya duduk, diam, dan mendengarkan guru saja. Selain itu jarang menggunakan media pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Hal ini pada akhirnya menyebabkan rendahnya pemahaman siswa pada materi. Umyuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa tentang daur hidup hewan akan dilakukan penelitian ini dengan penggunaan media gambar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Yakni penelitian yang dilakukan dengan memberikan tindakan pada subjek penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah penggunaan media gambar pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi daur hidup hewan di kelas IV SDN Jatimulya 03 Bekasi?” Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui penggunaan media gambar pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi daur hidup hewan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaran mampu melibatkan siswa secara aktif selama proses pembelajaran. Pada akhir siklus II, pelaksanaan pembelajaran mencapai persentase 84%. Perolehan persentase yang melebihi target mengisyaratkan bahwa komponen-komponen pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007. Hasil belajar tentang materi daur hidup hewan mengalami peningkatan melalui penggunaan media gambar. Hasil belajar siswa pada siklus II meraih persentase 87%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai kriteria keberhasilan yang ditentukan dalam PTK ini yaitu hasil belajar siswa dikatakan meningkat jika mencapai persentase 80%.
PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rohaya, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.966 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan karena dilatar belakangi oleh kenyataan di SD Negeri 2 Kertamuktiyang pada pembelajaran Bahasa Indonesia tentang bercerita kurang maksimal, sehingga pada saat pembelajaran tidak terjadi komunikasi dengan  baik.Tujuan yang ingin dicapai peneliti dalam penelitian yaitu: untuk menemukan aktifitas pembelajaran siswa dan untuk membantu meningkatkan kemampuan bercerita menggunakan pendekatan komunikatif.Model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan empat tahapan, yaitu: tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, tahap bservasi, dan tahapan Refleksi.Media yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan gambar cerita, dengan maksud ingin membantu siswa  dalam bercerita dapat  meningkat.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari setiap siklusnya, dilihat dari perolehan nilai siklus 1 adalah 4.5, siklus 2 adalah 6.04, dan siklus 3 adalah 7.04.Dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan komunikatif dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam  bercerita, sehingga peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya, guru kelas, kepala sekolah dan pengawas untuk menggunakan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bercerita.
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA POKOK BAHASAN MENULIS KARANGAN MELALUI BANTUAN GAMBAR BERSERI Titih Kurniawati, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.066 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas III SD Negeri  Sukamurni 02 Sukakarya Bekasi Tahun Pelajaran 2017/2018, dikarenakan adanya permasalahan yaitu hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pokok bahasan membuat karangan. Melalui penggunaan alat peraga gambar berseri permasalahan ini dicoba untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat karangan sederhana melalui penggunaan alat peraga gambar berseri pada siswa kelas III SD Negeri Sukamurni 02 Sukakarya Bekasi tahun pelajaran 2017/2018. Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada tahap observasi observer dan peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penggunaan alat peraga gambar berseri pada pelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan membuat karangan. Dalam dua siklus perbaikan pembelajaran menggunakan alat peraga gambar berseri, ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan. Hasil tes formatif yang dicapai oleh 17 subyek penelitian mencapai tingkat keberhasilan 65% - 68%. Sedangkan 8 subjek ternyata masih mendapatkan hasil yang belum optimal (32%) dan pada siklus II Hasil tes formatif yang dicapai oleh 21 subyek penelitian mencapai tingkat keberhasilan 80%-90%. Sedangkan 4 subjek ternyata masih mendapatkan hasil yang belum optimal (16%).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG KEBUTUHAN TUBUH AGAR TUMBUH SEHAT DAN KUAT DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA VISUAL MELALUI METODE DEMONTRASI Nani Sumarni, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.512 KB)

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi  bagian-bagian tumbuhan  di kelas I SDN Benteng Kecamatan Campaka, kabupaten Purwakarta, dirasakan masih kurang berhasil. Sebagian besar peserta didik kurang memahami konsep tersebut, terbukti dengan nilai rata-rata kelas yang masih kurang dari harapan guru, hanya 25% atau 7 siswa yang mendapatkan nilai 70 atau lebih. Hal tersebut berarti ada 22 siswa yang belum tuntas atau mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan dari jumlah siswa 29 orang. Pada pelaksanaan pembelajaran, guru tidak menggunakan alat peraga atau media pembelajaran yang tepat, misalnya gambar-gambar atau media visual lainnya. Media visual yang berupa gambar-gambar akan sangat membantu siswa untuk aktif dalam menemukan pemecahan masalah tentang materi pelestarian makhluk hidup. Alat peraga atau yang sering dikenal dengan media pembelajaran merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran. Nasution, (2008:7.3) mengungkapkan bahwa sebelum kita membicarakan lebih jauh tentang alat peraga, terlebih dahulu kita harus memahami pengertian atau definisi alat peraga itu sendiri. Berbicara tentang alat peraga sebagai media pendidikan dan pengajaran kita dapat melihatnya dalam pengertian yang luas maupun terbatas. Berbagai sudut pandang, maksud dan tujuan tertentu menyebabkan timbulnya berbagai macam pengertian tentang alat peraga. Model siklus yang digunakan berbentuk spiral sebagimana dikembangkan oleh kemmis dan Taggart (Kasbolah, 1998/1999:14) yaitu merupakan momen- momen dalam bentuk spiral yang meliputi: perencanaan (plan), tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Kemudian pada siklus kedua dan seterusnya jenis kegiatan yang dilakukan peneliti pada dasarnya sama, tetapi ada modifikasi pada tahap perencanaan. pada siklus I sebesar 71,62, siklus II sebesar 80,68. Dari hasil penelitian direkomendasikan kepada para guru SD agar dapat menggunakan Aktivitas siswa dalam pembelajaran kelas I SDN Benteng dengan menggunakan alat peraga visual melalui metode demonstrasi terhadap materi IPA bagian-bagian tumbuhan meningkat. Setelah menggunakan alat peraga visual melalui metode demonstrasi hasil belajar siswa kelas I SDN Benteng terhadap materi IPA bagian-bagian tumbuhan meningkat.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VI SDN PARUNG PANJANG 02 KECAMATAN PARUNG PANJANG Nasriyah, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.194 KB)

Abstract

Pembelajaran akan bermakna apabila guru melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. hasil observasi menunjukkan bahwa guru belum melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran sehingga hasil belajar Matematika masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika melalui Pembelajaran Matematika Realistik pada siswa kelas VI SDN Parung Panjang 02 Kecamatan Parung Panjang. Hasil belajar yang digunakan meliputi hasil belajar kognitif dan sikap siswa selama mengikuti pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas. Desain penelitian ini menggunakan modifikasi model Kemmis & McTaggart dalam 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VI SDN Parungpanjang 02 yang berjumlah 31 siswa. Objek penelitian adalah hasil belajar Matematika melalui Pembelajaran Matematika Realistik. Teknik pengumpulan data adalah  tes dan observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar Matematika siswa kelas VI SDN Parungpanjang 02 Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor dapat meningkat setelah diberi tindakan melalui penerapan Pembelajaran Matematika Realistik. Pembelajaran Matematika Realistik yang digunakan adalah menggunakan masalah nyata dalam kehidupan, menggunakan alat peraga, mendiskusikan hasil, menemukan konsep, kemudian guru memperkenalkan prosedur baku/rumus dan mengaitkan konsep lain dalam matematika yang berhubungan. Siswa tidak langsung mendapatkan rumus tetapi terlebih dahulu siswa telibat langsung melakukan pengamatan menggunakan alat peraga dan diskusi kelompok sehingga menemukan konsep. Hasil belajar kognitif pada pra tindakan menunjukkan bahwa sebanyak 4 siswa (12,90%) telah mencapai KKM kemudian pada siklus I meningkat menjadi 17 siswa (54,84%) dan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa (83,87%). Hasil rata-rata sikap siklus I mencapai 64,94% sedangkan siklus II diperoleh hasil rata-rata sikap sebesar 81,85%. Dengan demikian, Pembelajaran Matematika Realistik dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas VI SDN Parungpanjang 02 Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor.
PENERAPAN METODE SNOWBALL DRILLING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS Magda Manulang, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.034 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  peningkatan hasil belajar IPS pada pokok bahasan Negara-Negara ASEAN, dengan menggunakan metode  Snowball Drilling. Penelitian dilakukan terhadap siswa Kelas VIII-2 di SMP Negeri 4 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan teknik eksperimen. Data perkembangan diperoleh melalui observasi sikap dan evaluasi hasil belajar . Instrumen utama dalam penelitian ini menggunakan  instrumen Lembar Kerja Siswa dan  lembar observasi sikap. Indikator keberhasilan siswa adalah hasil belajar IPS di atas KKM (75). Rata-rata hasil belajar sains diawal siklus sebesar 45,50, siklus 1 sebesar 61,17, siklus 2 sebesar 71,17, dan siklus 3 sebesar 79,83. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa Hasil Belajar IPS dapat ditingkatkan dengan menggunakan  metode Snowball Drilling .  Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa.  Penggunaan metode Snowball Drilling dalam meningkatkan hasil belajar IPS dapat terus dikembangkan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPANMETODE PENEMUAN (DISCOVERY) PADA SISWA KELAS VI SDN SETIADARMA 06 TAMBUN SELATAN Yupi Nurpidah, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.706 KB)

Abstract

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery)? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan (discovery) terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery). (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran penemuan (discovery). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Setiadarma 06 Tambun Selatan. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (67,57%), siklus II (78,38%), siklus III (89,19%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode penemuan (discovery) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN Setiadarma 06 Tambun Selatan, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY (STS) DALAM PEMBUATAN KARYA TEKNOLOGI SEDERHANA PADA KONSEP AIR Eman Sulaeman, -
Jurnal Pedagogiana Vol 8, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi Pendidikan Indonesia (LKP3I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.545 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu nilai rata-rata keterampilan dan hasil belajar siswa di kelas V  bidang studi Sains pada konsep air masih kurang. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga siswa kurang berperan aktif dan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu untuk meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa peneliti menggunakan model Science Technology Society (STS). Dari permasalahan di atas peneliti merumuskan masalah yang akan dikaji yaitu 1). Apakah pembuatan karya teknologi sederhana pada konsep air dengan menggunakan model Science Technology Society (STS) dapat meningkatkan keterampilan siswa? 2). Apakah pembuatan karya teknologi sederhana pada konsep air dengan menggunakan model Science Technology Society (STS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa? Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yaitu 1). Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan karya teknologi sederhana pada konsep air dengan menggunakan model Science Technology Society (STS). 2). Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembuatan karya teknologi sederhana pada konsep air dengan menggunakan model Science Technology Society (STS). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dimulai dari pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Dari rekapitulasi hasil penelitian diperoleh persentase nilai rata-rata  keterampilan siswa yang semakin meningkat dari mulai siklus I sebesar 42%,  siklus II sebesar 62% dan siklus III sebesar 82%. Dan dari rekapitulasi nilai hasil belajar siswa  pun semakin meningkat dari mulai pra siklus sebesar 49,25, siklus I sebesar 58,25, siklus II sebesar 63 dan siklus III sebesar 76,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Science Technology Society (STS) dalam pembuatan karya teknologi sederhana pada konsep air dapat meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa, sehingga direkomendasikan kepada guru, kepala sekolah, pengawas serta pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan untuk dapat menerapkan dan mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan model Science Technology Society (STS).

Page 1 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2019 2019