cover
Contact Name
Prof. Dr.oec.troph. Ir. Krishna Purnawan Candra, M.S
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : -
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Pengaruh lama blansir terhadap sifat fisikokimia dan sensoris tepung kentang udara (Dioscorea bulbifera L.) Agustin, Noera Dellya; Saragih, Bernatal; Prabowo, Sulistyo
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang udara (gembolo) merupakan umbi yang serupa dengan umbi gembili namunukurannya lebih besar, keduanya termasuk dalam satu genus Dioscorea yang selama inimasih belum banyak dimanfaatkan. Salah satu bentuk alternatif pengolahan untuk kentangudara yaitu mengolahnya menjadi tepung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuipengaruh blansir terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris tepung kentang udara yangdihasilkan. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7perlakuan dan 3 ulangan. Data di analisa menggunakan sidik ragam dilanjutkan dengan ujiBeda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Untuk data sensoris diolah menggunakan Method ofSuccessive Internal sebelum dianalisa dengan sidik ragam. Penelitian ini menunjukkanbahwa perlakuan blansir pada pembuatan tepung kentang udara memberikan pengaruh tidaknyata terhadap kadar air, kadar abu, daya serap air, hedonik dan mutu hedonik tekstutr,hedonik dan mutu hedonik aroma, tetapi berpengaruh nyata terhadap wettability, densitaskamba, rendemen, hedonik dan mutu hedonik warna. Sifat fisikokimia tepung kentang udarahasil penelitian ini adalah kadar air 7,03-7,47%, kadar abu 3,60-4,39%, wettability 22-235detik, densitas kamba 0,54-0,71 g/mL, daya serap air 6,41-6,96 g/g. Rendemen tepungkentang udara ini adalah 11,91-19,56%. Sifat sensoris dari tepung yang dihasilkan daripengolahan dengan blansir 12 menit adalah mendekati suka untuk warna, tekstur dan aroma,dengan karakteristik berwarna kuning kecoklatan, bertekstur agak halus dan beraromamendekati beraroma tepung kentang udara.
Pengaruh jenis plastik kemasan terhadap sifat kimia, mikrobiologi dan sensoris selama masa simpan kue kacang produksi beberapa UMKM di kota Samarinda dan Balikpapan Tholhah, Tholhah; Candra, Krishna Purnawan
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengemasan dilakukan untuk mempertahankan mutu dan kualitas produk yangdisimpan serta untuk memperpanjang umur simpannya karena dapat melindungi kerusakanseperti penyerapan air dan proses oksidasi yang menyebabkan ketengikan. Pada penelitianini dilaporkan tentang pengaruh jenis plastik kemasan (Polypropylane, Polyethyleneterephtalate, dan Polystyrene) terhadap masa simpan kue kacang. Rancangan percobaanyang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Penelitian inimerupakan penelitian kuasi dengan sampel berasal dari beberapa UMKM di Samarinda danBalikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh nyata (p<0,05)terhadap kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida dan kadar air kue kacang.Penyimpanan kue kacang selama tiga bulan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata untukangka lempeng total (p>0,05). Nilai TPC kue kacang dengan semua kemasan melewati batasmaksimal SNI 2973:2011 (1x104 koloni/g) sejak penyimpanan hari ke-14. Jenis kemasanmemberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik hedonik seperti warna, rasa,aroma, dan tekstur, juga pada mutu hedonik. Lama penyimpanan menyebabkan penurunanrespons penerimaan kue kacang yang dikemas dengan keempat jenis plastik tersebut.
Pengaruh formulasi daging kelinci dan ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) terhadap sifat kimia dan organoleptik bakso Ariyani, Munna; Syahrumsyah, Hudaida; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso merupakan produk hasil ternak yang bergizi tinggi dan banyak disukai ataudigemari oleh masyarakat. Penggunaan daging kelinci sebagai bahan baku pembuatan produkbakso sangat perlu dikembangkan dengan tujuan meningkatkan diversifikasi pengolahandaging dan untuk menghasilkan produk pangan olahan daging yang aman dan bergizi tinggiyang disukai oleh masyarakat. Pada penelitian ini dilakukan proses pengolahan dagingkelinci dan ubi jalar ungu menjadi bakso yang dapat dijadikan sebagai produk olahan yangkaya akan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia danorganoleptik dari bakso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 6perlakuan formulasi daging kelinci dan ubi jalar ungu yaitu: 100% daging kelinci; 90%:10%;80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; 50%:50% dengan 3 ulangan. Data dianalisis dengan sidikragam dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur dengan taraf α 5%. Hasilpenelitian menunjukkan formulasi daging kelinci dan ubi jalar ungu 70%:30% merupakanformulasi dengan respons sensoris hedonik terbaik dengan karakteristik mempunyai kadarprotein 17,42%, kadar air 61,68%, kadar abu 1,83%, kadar lemak 10,17%, kadar karbohidrat6,90%, dan total antosianin 2,40 mg/100 gram. Sifat sensoris mutu hedonik bakso yangdihasilkan mempunyai karakteristik berwarna agak ungu, beraroma daging, berteksturkenyal, dan berasa daging.
Studi perendaman kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) dalam larutan bahan pengeras pada pengolahan manisan kering Astuti, Tika Widia; Yuliani, Yuliani; Rahmadi, Anton
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis bahan pengeras dan waktuperendaman serta interaksinya terhadap mutu manisan kering kulit buah naga. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertamajenis larutan jenuh bahan pengeras (Ca(OH)2, CaCO3 dan CaSO4). Faktor kedua adalah lamaperendaman (6, 12 dan 18 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis larutan jenuhbahan pengeras, lama perendaman dan interaksinya berpengaruh nyata terhadap sifat kimia(kadar air, abu dan gula pereduksi) dan sensoris hedonik dan mutu hedonik untuk warna dantekstur manisan kering kulit buah naga. Perendaman dalam larutan bahan pengeras ternyatamengeraskan tekstur, tetapi tidak merenyahkan tekstur manisan kering kulit buah naga yangdihasilkan.
Pengaruh formulasi bubur kolang-kaling, sari buah naga super merah dan agar-agar terhadap sifat fisiko-kimia dan sensoris selai lembaran Natan, Firdaus; Emmawati, Aswita
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.1.2019.2411.9-18

Abstract

Kolang-kaling memiliki kandungan gizi yang baik yaitu karbohidrat, protein, energi,kalium, besi, kalsium, vitamin dan kandungan mineral. Kolang-kaling juga banyakdikonsumsi oleh masyarakat karena mempunyai rasa yang menyegarkan, dapatmemperlancar kerja saluran cerna manusia dan bisa memberikan rasa kenyang bagi orangyang mengkonsumsinya. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2faktor dengan 6 perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perbandingan buburkolang-kaling dan sari buah naga super merah (BKSBN) (90%:10% dan 80%:20%),sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi agar-agar (0, 1 dan 2%). Data dianalisismenggunakan Anova dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf α 5%,sedangkan data sifat sensoris hedonis dan mutu hedonik untuk warna, aroma, tekstur, rasadan elastisitas dianalisis secara deskriptif menggunakan modus. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perbandingan bubur kolang-kaling dan sari buah naga serta konsentrasiagar-agar berpengaruh nyata terhadap pH (keasaman), total padatan terlarut, dan gula total.Perlakuan terbaik adalah perbandingan BKSBN 80%:20% dengan penambahan 1% agaragar,yang menghasilkan selai lembaran dengan karakteristik pH 6,4, total padatan terlarut9,0˚Brix, dan gula total 8,52%. Sedangkan dari sifat sensorisnya adalah berasa manis (suka),berwarna merah mudah (suka), sangat beraroma kolang-kaling (suka), bertekstur kenyal(suka) dan elastis.
Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap sifat kimia dan sensoris manisan kering buah tomat (Lycopersicum commune L.) Wastawati, Wastawati; Marwati, Marwati
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah tomat menjadi manisan kering merupakan usaha untuk memperpanjang masasimpan buah tomat dan untuk menganekaragamkan makanan khususnya manisan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu pengeringanmanisan kering buah tomat. Penelitian menggunakan Rancangan acak Lengkap dengan duafaktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah suhu 60, 70 dan 80°C, dan faktor keduaadalah lama pengeringan 8, 12 dan 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu danlama pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air, gula pereduksi, vitamin C, sifatsensoris hedonik untuk warna, rasa dan tekstur. Interaksi keduanya berpengaruh nyatahanya untuk gula pereduksi. Manisan kering buah tomat dengan pemanasan pada suhu80°C selama 16 jam menghasilkan manisan tomat degan respons hedonik terbaik. Manisantomat tersebut mempunyai kadar air 9.440%, kadar abu 24.667%, gula pereduksi 38.000%,Vitamin C 5.333%, dan mempunyai sifat sensoris disukai, berwarna merah, berasa manis,bertekstur keras, dan agak beraroma buah tomat.
PENGARUH DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS DAGING ITIK ALABIO Yusuf, Roosena; Sudirman, Sudirman; Maulana, Bagus Arif; Harnita, Harnita
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.2.2019.2482.61-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun sirih hijau dalam pakan sebagai bahan tambahan pakan dan antioksidan dalam ransum yang mempengaruhi kinerja dan kualitas karkas itik broiler. Bahan penelitian yang digunakan adalah itik jantan Alabio sebanyak 100 ekor berumur 1 hari (DOD). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 5 perlakuan (penambahan tepung daun sirih hijau, TDSH) dan 5 ulangan. Pada setiap ulangan digunakan 4 itik. Perlakuan meliputi pemberian pakan sebagai kontrol dan pakan dengan tambahan TDSH sebanyak 10, 20, 30 dan 40 g.kg-1 pakan. Variabel yang diamati adalah jumlah konsumsi pakan, pertambahan berat badan, rasio konversi pakan, karkas, persentase lemak abdominal dan pH daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TDSH sebagai pakan tambahan hingga level 40 g.kg-1 pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan itik Alabio, tetapi tidak nyata terhadap persentase lemak abdominal pada umur lima minggu. Penambahan TDSH pada ransum sebanyak 10 g.kg-1 pakan memberikan pertambahan bobot badan yang terbaik.
PENENTUAN KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA BEBERAPA JENIS MADU MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN METODE KIMIA Prabowo, Sulistyo; Yuliani, Yuliani; Prayitno, Yudha Agus; Lestari, Kholida; Kusesvara, Aprillia
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.2.2019.2685.66-73

Abstract

Madu merupakan cairan hasil metabolisme lebah madu yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan harganya relatif mahal. Hal tersebut sering memunculkan penyalahgunaan madu oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat madu tiruan. Masyarakat awam seringkali dibingungkan dengan peredaran madu palsu tersebut sehingga muncul ?teori-teori konvensional? untuk menyatakan suatu madu asli atau palsu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi beberapa metode konvensional pengujian keaslian madu yang sering dipraktekkan oleh masyarakat awam. Lima jenis madu (dua sampel madu diambil dari Banten dan Kalimantan Timur yang diyakini keasliannya, dua sampel yang diragukan keasliannya dan satu jenis komersial) diuji menggunakan metode uji larut, uji keruh, uji buih, uji pemanasan, dan uji segienam. Sebagai pembanding dilakukan juga analisis secara kimia (kadar abu, padatan tak larut dalam air, keasaman) dan uji mikrobiologi. Masing-masing jenis madu diuji tiga ulangan untuk setiap parameter uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui uji-uji konvensional dan uji kimia biasa masih belum dapat memastikan kemurnian madu.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG TERIGU DAN DAUN SINGKONG BUBUK TERHADAP SIFAT SENSORIS NUGGET VEGETARIAN JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) Dianovita, Chardina; Gardiarini, Praseptia
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.2.2019.2848.74-78

Abstract

Nugget merupakan alternatif makanan cepat saji yang praktis karena hanya membutuhkan sedikit waktu (1?3 menit), nugget sudah dimasak setengah matang pada pengolahan awal. Jamur merang merupakan bahan yang sering digunakan dalam membuat nugget vegetarian. Beberapa perlakuan untuk meningkatkan penerimaan sensoris (warna, rasa, aroma, dan tekstur) nugget vegetarian telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan daun singkong bubuk terhadap sifat sensoris nugget jamur merang. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (formulasi tepung terigu (TT) dan daun singkong bubuk (DSB)) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Formulas TT:DSB dalam persen adalah 25:75, 50:50, dan 75:25. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepungterigu dan daun singkong bubuk memberi pengaruh nyata terhadap sifat sensorishedonik untuk atribut rasa (p=0,028), namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap atribut warna (p=0,291), aroma (p=0,154), dan tekstur (p=0,902). Formulasi TT:DSB memberikan pengaruh nyata terhadap semua atribut sensoris mutu hedonik nugget vegetarian jamur merang, yaitu warna (p = 0,014), rasa (p = 0,003), aroma (p = 0,001), dan tekstur (p = 0,000).
PENGARUH JENIS SELONGSONG TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN SENSORIS SOSIS DAGING IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) Farida, Farida; Amaliah, Nur
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.2.2019.2910.79-85

Abstract

Telah dilakukan penelitian kuantitaf deskriptif untuk mengetahui pengaruh jenis selongsong sosis dari bahan kolagen, selulosa dan poliamida terhadap sifat kimia, mikrobiologi dan sensoris sosis ikan cakalang. Jenis selongsong berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik sensoris hedonik dan mutu hedobik sosis ikan cakalang untuk atribut warna, tekstur, aroma dan rasa. Secara umum sosis ikan cakalang dengan selongsong kolagen mendapatkan respon sensoris hedonik yang paling baik, yang mempunyai karakteristik kimia kadar air 59,37%, kadar abu sar 2,22%, kadar protein 21,30%, kadar lemak 4,40%, kadar karbohidrat 12, 71%. Sosis ikan calang dengan selongsong kolagen mempunyai kualitas mikrobiologi paling baik, yaitu dengan nilai ALTsebesar 6,5x 103cfu.mL-1, lebih rendah dibanding sosis dengan selongsong poliamda dan selulosa yang masing-masing sebesar 1,1x104 dan 1,25x104 cfu.mL-1.

Page 1 of 2 | Total Record : 12