cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Br. Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmutiarakesmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 25278185     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Terbit dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
PENGARUH BUDAYA MAKAN SIRIH TARHADAP STATUS KESEHATAN PERIODONTAL PADA MASYARAKAT SUKU KARO DI DESA TIGA JUHAR KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2017 Lumbantoruan, Mestika
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.245 KB)

Abstract

Oral health disorder will be impacted on performance of a person. Risk factors for oral diseases include behavior of the society asculture or habitualchewing betel or areca. The aim of researchis to figure out the influence of chewing betel towardshealth status karonesepeopleof Tiga Juhar Deli Serdang in 2016.This research used cross sectional study approach. The research was conducted from February until August 2016 of Tiga Juhar Deli Serdang. The population of research is karonese people who have a habitual chewing betel in Tiga Juhar. The sampleof research was 88 peopleas simple random sampling method. The data collection was done by using primary and secondary data.The analysis of data used univariate, bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was no tradition of chewing betel influence to periodontal health status (p = 0.424).There was no value of chewing betel influence to periodontal health status (p= 0.138). There is elemental betel composition influence to periodontal health status (p = 0.022). There is frequency of chewing betel influence to periodontal health status (p = 0.001).There is duration of chewing betel influence to periodontal health status (p = 0.000). The dominant variable is duration of chewing betel influence to periodontal health status (p = 0.032; OR = 2.9), means chewing betel more 5 years is risky 2.9 times periodontal health status than chewing betel less 5 years. Therefore, Tiga Juhar Department of Health must increase the oral health and hygiene status level for karonese people who chewing betel inTiga Juhar.
Pengaruh Pelatihan Dokter Kecil Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Murid Di SD Negeri 24 Kota Banda Aceh Mardelita, Sisca
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.036 KB)

Abstract

Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) adalah salah satu upaya kesehatan yang sangat relevan dalam pelaksanaan pencegahan penyakit gigi dan mulut. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seluruh peserta didik di sekolah yang membutuhkan perawatan kesehatan gigi dan mulut. UKGS di SDN 24 Kota Banda Aceh masih kurang maksimal dikarenakan masih minimnya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan dokter kecil sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan di SDN 24 Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu (quasi experimental). Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah pre test and post test group design.Subjek penelitian adalah dokter kecil pada sekolah dasar negeri 24 Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel 30 siswa. Analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariate Paired Samples T-test, yaitu untuk mengetahui perbedaan selisih  perubahan  pengetahuan pada murid sebelum dan sesudah intervensi (pelatihan dokter kecil). Hasil analisis bivariat variabel ada perbedaan pengetahuan dokter kecil sebelum dan sesudah intervensi dengan p=0,001dari pre test ke post test I.Disarankan  dokter kecil yang sudah mendapatkan informasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta latihan menyikat gigi dengan baik agar dapat menerapkan dalam perilaku sehari-hari dan dapat mengajarkan kepada murid-murid lain.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT PERIODONTAL PADA MASYARAKAT USIA 15 TAHUNKEATAS DI DESA SIREN KECAMATAN BANDAR BARU PIDIE JAYA TAHUN 2018 Liana, Intan; Arbi, Anwar
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.335 KB)

Abstract

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit periodontal dan memperparah keadaannya. Berdasarkan data pukesmas Bandar Baru dari bulan Januari sampai dengan Juni 2018, dari keseluruhan kasus 4.028, diperoleh data pasien yang mengalami penyakit periodontal sebanyak 454 kasus dan 32% Penduduk Desa Siren usia 15 tahun Keatas. Hasil Pemeriksaan dari 10 orang, terdapat 7 orang menderita periodontal dengan jumlah rokok yang dihisap  > 10 batang / perhari.   Penelitian ini bersifat analitik, dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 19 Agustus 2018, dengan jumlah populasi 250 respoden pada masyarakat usia 15 tahun ke atas, dengan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling  dengan sampel 154 responden. Analisa data menggunakan Uji Chi Squre. Hasil penelitian menunjukkan kriteria kebiasaan merokok paling banyak terdapat pada kategori > 10 tahun yaitu sebanyak 58 responden (37,7%), kriteria tingkat keparah merokok terbanyak pada kategori yaitu berat 74 responden (48,1%), dan kriteria penyakit periodontal paling banyak terdapat pada kategori berat yaitu sebanyak 92 responden (59,7%).   Hasil  uji statistik  p = 0,001. Maka ada hubungan  kebiasaan merokok dengan penyakit periodontal. Diharapkan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan di Desa Siren Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya untuk mengajak masyarakat usia 15 tahun ke atas agar menghentikan kebiasaan merokok karena dapat menimbulkan penyakit periodontal.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DI SDN LAMSAYUEN KABUPATEN ACEH BESAR Andriani, Andriani
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.474 KB)

Abstract

Perilaku, sikap dan perhatian seorang ibu merupakan materi pembelajaran bagi anak, baik disadari ataupun tidak disadari ibunya sendiri. Oleh sebab itu ibu harus mengajarkan anaknya memulai kebiasaan kebiasaan baik.Berdasarkan wawancara dengan 20 orang ibu murid didapatkan 15 ibu  jarang untuk menyuruh anak menyikat gigi sebelum tidur dan anak jarang sekali menyikat gigi malam sebelum tidur. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui prilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak di SDN Lamsayuen Kabupaten Aceh Besar.   Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional .Populasi pada penelitian ini adalah 52 orang ibu dan 52 anak.seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dengan wawancara pada ibu dan pemeriksaan PHP-M pada anak. Analisa data univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variable. Analisa bivariate menggunakan uji statistik chi square dengan nilai α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi indeks PHP-M anak paling banyak pada kategori buruk yaitu 53,8% dengan perilaku ibu paling banyak dalam kategori kurang baik yaitu 67,3%. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak di SDN Lamsayuen Kabupaten Aceh Besar dengan nilai p value = 0,001 (p < 0,05). Disarankan kepada ibu agar lebih meningkatkan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak dengan cara menjaga kesehatan gigi anak, menggosok gigi minimal 2 kali sehari sesudah makan dan sebelum tidur untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut.
FAKTOR- RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIBERIDA KECAMATAN BATANG GANSAL TAHUN 2015 Munthe, Seri Asnawati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.342 KB)

Abstract

Good housing is composed of a collection of houses that are equipped with numerous amenities such as a means of supporting roads, channels dirty water, trash, clean source of water, and close to the Centre of public health. Residential location should be free of flooding according to the standard public housing architecture. Essentially intended to provide a reasonably good home living in the form of design, layout and spacious room and other facilities in order to meet the needs of a family or can meet the requirements of home living a healthy and fun. Home or a bad place to live (slums) can support the occurrence of transmission of diseases and health problems, including pneumonia, Acute Respiratory tract infections (RESPIRATORY) remains an important health issue, because they caused the deaths of babies and toddlers. In case of discovery of Indragiri Hulu Regency of RESPIRATORY 2013 is the first rank of the 10 biggest disease, as many as 35.339 cases (34,09%), followed by as many as 10.981 gastritis disease cases (10,59%). This disease from year to year is always the first, caused by environmental conditions, where almost every year of Indragiri Hulu Regency got a flood and smoke that affect the respiratory tract and other causes. Pneumonia in Indragiri Hulu Regency in 2015 found as many as 220 cases amounted to 6.1%, we can see in the table below with a case of pneumonia in the Indragiri Hulu Regency:for that researchers want to find out to find out the risk factor for the occurrence of Pneumonia on Toddlers in the working area Clinics Batang Gansal Siberida 2015. With regard to this type of research is observational studies are retrospective (observations) with the design of the case case control. The overall population is a subject or object that will be examined, in this research is children aged under 59 months (toddler) 119 people. After analyzed results obtained the value of the P value of ventilation and OR 0.9, P value = 0.000 P humidity value = 0.000 fuel and OR 15,867, P value insect repellent and OR 0.667 valu memerokok, P = 0.000 and OR 2,240, P value behavior and OR 277,5, meaning that all the variables influencing the incidence of pneumonia.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT CHIKUNGUNYA DI DESA TANAH RAJA Tarigan, Yenni Agustiani
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.711 KB)

Abstract

Chikungunya is a self-limiting disease that caused by chik virus. Chik virus is Alphavirus group in Togaviridae family. This disease is signed with acute fever, pain in articulation especially at knee joint, wrist, finger and toe, as well as spinal column with an eruption of the skin. On Mei 2009, in Tanah Raja occurred Chikungunya outbreaks that attack 165 citizen. This study purpose was to know the characteristic of society and the association of physical environmental factors on Chikungunya disease at Tanah Raja, Sei Rampah District, Serdang Bedagai.It was an observational research using case control design. We used a questionnaire to collect information data from participants. The number of samples were 60 participants that consists of 30 participants in case group and 30 participants in control group. Chisquare test was used to examine the association of environmental factors with Chikungunya disease. The results showed that the highercharacteristicofparticipants based on age is middle-aged and older = 36 people (60%), man = 46 people (76.7%), the education level for primary school = 23 people (38.3%), and occupation as laborer = 55 people (97.7%).Physics environmental factors such as, bad room lighting = 41 houses (68.3%), bad vessel lighting = 49 houses (81.7%), and bad existence of mosquito-larva = 42 houses (70%). In bivariate analysis showed that sex (p = 0.015, OR = 0.192; 95% CI = 0.047-0.782) and existence of mosquito-larva (p = 0.001, OR = 0.111; 95 % CI = 0.028 - 0.447) were involved in Chikungunya outbreaks in Tanah Raja. There was an association of sex and existence of mosquito-larva on Chikungunya outbreaks. Therefore suggested to all of society (participants) to increase activity in destroying nest-mosquito, put abate selection or grow fish to eat the larva or do house fogging to hit mosquito population. Keyword: Chikungunya, Outbreak, Physics environmental factor.
PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) SEBAGAI MODEL KEPERAWATAN BERBASIS KELUARGA TERHADAP PENGENDALIAN GLUKOSA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Dalimunthe, Dina Yusdiana
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.245 KB)

Abstract

Kata Kunci: Pengendalian Glukosa Pada Penderita Diabetes Melitus
PENGEMBANGAN INSTRUMEN CARING BERBASIS NEED ASSESMENT PADA PASIEN DAMPAK HOSPITALISASI DI BANGSAL PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT RSUD DR PRINGADI MEDAN Triwibowo, Cecep
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.279 KB)

Abstract

Kata Kunci: Instrumen Caring
IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA SUSU SAPI PERAH YANG DI PERJUALBELIKAN DI PETERNAKAN ASAM KUMBANG KECAMATAN MEDAN SELAYANG Sinaga, Eka Margareta
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.367 KB)

Abstract

Keywords: Milk Dairy Cows, Staphylococcus Aureus
Pengaruh Latihan Fisik Pada Penderita Diabetes Mellitus Terhadap Penurunan Konsentrasi Glukosa Darah Puasa, LDL dan Peningkatan HDL Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Helvetia -, Soep
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sindrom metabolic yang dikarakteristikkan dengan kehilangan homeostatis glukosa sehingga menyebabkan kerusakan pada metabolisme glukosa, kolesterol, LDL, dan HDL. Latihan fisik merupakan salah satu pilar penatalaksanaan DM. Tujuan dari peelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap kadar glukosa, kolesterol total, LDL, dan HDL. Penelitian ini merupakan Kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-post-test group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 200 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 47 orang diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Latihan fisik dilaksanakan selama 4 minggu, 5 kali /minggu dengan durasi 30 menit. Analisis data menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Sebelum perlakuan kadar glukosa, kolesterol total, LDL, dan HDL secara berturut-turut yaitu 205.60±29.734mg/dL, 263.28±32.259 mg/dL, 156.11±24.82 mg/dL, dan 29.98±5.05 mg/dL. Setelah perlakuan kadar glukosa, kolesterol total, LDL, dan HDL secara berturutturut yaitu 123.45±21.535 mg/dL, 215.34±26.701 mg/dL, 101.55±21.83 mg/dL, 38.06±2.67 mg/dL. Hasil statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah perlakuan untuk kadar glukosa, kolesterol total, LDL, dan HDL. Kesimpulannya yaitu aktivitas fisik memiliki pengaruh terhadap penurunan glukosa, kolesterol total, LDL, dan meningkatkan kadar LDL.Kata kunci : diabetes mellitus, latihan fisik