cover
Contact Name
Chandra Hadi Prasetiya
Contact Email
jurnal@akper-whs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@akper-whs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
ISSN : 23563079     EISSN : 26851946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMAK : Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan. JMAK diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan kepada para praktisi dan akademisi khususnya di bidang Manajemen Asuhan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE PADA ORANG DEWASA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI PUSKESMAS KENDAL 01 KABUPATEN KENDAL Winata, Indra Guna; Asyrofi, Ahmad; Nurwijayanti, Andriyani Mustika
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.831 KB) | DOI: 10.33655/mak.v2i2.33

Abstract

Hypertension becomes a silent killer because in some cases it does not show any symptoms on the sufferer. The purpose of this study was to determine factors related to self care in adults who experienced hypertension in Kendal 01 health center. This research used a descriptive correlative design with cross sectional study design. Sample in this research use accidental sampling technique counted 96 respondents. The statistical test in this study used Kendall Taub's test and Chi Square Test. The result of this research can be concluded that there is a strong positive relationship between functional status with self care (p value 0,0001) (r = 0,523), Family support with self care (p value 0.0001) (r count 0,411) , And Emotional Change with self care (p value 0.0001). Then suggested to health service can give information and do home care by way of visit to every patient of hypertension.  
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POSTPARTUM NORMAL DI RSUD KOTA SEMARANG Pambudi, Angki Bagus; Supriyanti, Endang
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.385 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.3

Abstract

ABSTRAK Postpartum adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih enam minggu. Hal ini akan berdampak pada ibu setelah melahirkan salah satunya yaitu nyeri karena kontraksi uterus. Perawat atau bidan memiliki peran penting dalam penanggulangan nyeri melalui pendekatan non farmakologi, salah satunya dengan pemberian aromaterapi lavender. Akses aroma lavender melalui hidung merupakan rute yang jauh lebih cepat dibanding cara yang lainnya, ketika minyak lavender dihirup molekul yang mudah menguap (volatile) dari minyak tersebut dibawa oleh arus udara dan ditransmisikan ke dalam sistem limbic. Hal ini akan merangsang memori dan respons emosional. Hipotalamus berperan sebagai relay dan regulator, memunculkan pesan – pesan yang harus disampaikan ke bagian lain otak serta bagian badan yang lain. Pesan yang di terima itu kemudian diubah menjadi tindakan yang berupa pelepasan senyawa elektrokimia yang menyebabkan euporia, relaks, atau sedatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien postpartum normal. Metode pada penelitian ini menggunakan jenis studi kasus dengan metode pendekatan deskriptif. penelitian ini menggunakan Pretest – Posttest Desain. Sampel penelitian ini sebanyak 5 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum dilakukan pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi rata – rata intensitas nyeri pada skala 5.4 sedangkan sesudah pemberian aromaterapi lavender intensitas nyeri mengalami penurunan yaitu rata – rata skala 2.8. Ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien postpartum normal, sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dan bidan dapat mengaplikasikan aromaterapi lavender ini untuk mengurangi intensitas nyeri postpartum atau nyeri akibat hal lainnya.
GAMBARAN KOPING KELUARGA KLIEN DENGAN HEMODIALISA DI RSUD Dr. ADHYATMA, MPH SEMARANG Imam, Ali; Puspitasari, Emilia
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.727 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.4

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal dalam melaksanakan fungsinya. Wardani (2015) pasien yang menderita gagal ginjal kronik akan mengalami depresi, ansietas, keinginan untuk bunuh diri, dan keinginan untuk berhenti menjalankan terapi hemodialisa. Keadaan yang dialami oleh klien gagal ginjal juga akan berpengaruh pada keluarga. Menurut Sugiyanto (2015) menjelaskan bahwa keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit akan mengalami masalah psikososial diantaranya adalah koping keluarga tidak efektif. Menurut Herdman (2015), menjelaskan bahwa ketidakefektifan koping keluarga adalah ketidakmampuan untuk membentuk penilaian valid tentang stresor, ketidakadekuatan pilihan respons yang dilakukan, dan atau ketidakmampuan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia Dalam penelitian ini mengkudu akan diolah menjadi bentuk jus mengkudu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran koping keluarga klien dengan hemodialisa di RSUD Dr. Adhyatma, MPH. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus, dengan menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang memiliki hipertensi grade 1 dengan usia 40 sampai dengan 50 tahun di kampung gotong royong semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan sphygmomanometer. Analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif.Hasil pengkajian sebelum dilakukan terapi, sebagian pasien mengalami hipertensi grade 1. Hasil yang didapatkan setelah pasien meminum jus mengkudu selama 3 hari yaitu terjadi penurunan tekanan darah sebanyak 10 sampai 20 mmHg pada tekanan darah sistoliknya, sedangkan pada tekanan darah diastolik seluruh pasien tidak mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, yang mana karakteristik tersebut dapat mempengaruhi pendistribusian dan daya serap obat dalam tubuh. Ada pengaruh jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di kampung gotong royong semarang. Pasien hipertensi dapat menggunakan jus mengkudu dalam mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi komplementer yang murah, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri.   ABSTRACT Hypertension is a condition in which blood pressure in the human body increases, and is a disorder that is difficult to know by the body. The only way to know hypertension is to measure blood pressure. Increased blood pressure that is not treated will cause complications such as stroke, heart failure, kidney failure, diabetes. Mengkudu is a herbal therapy that has many content one of them is scopoletin that works to widen blood vessels and blood circulation. In this study mengkudu will be processed into mengkudu juice form. This study aims to determine whether there is influence of mengkudu juice on the decrease in blood pressure in hypertensive patients. This research is a case study design study, using one group pretest-postest approach. Sampling in this study is patients who have grade 1 hypertension with age 40 to 50 years in the village gotong royong semarang. The sampling technique used is purposive sampling. Technique of collecting data by observation using sphygmomanometer. Analysis of data used is descriptive data analysis. Assessment results before the therapy, some patients experience grade 1 hypertension. The results obtained after the patient drank mengkudu juice for 3 days ie a blood pressure decrease as much as 10 to 20 mmHg in systolic blood pressure, while the diastolic blood pressure of all patients did not decrease. This is because weight, height, age, gender, which these characteristics can affect the distribution and absorption of drugs in the body. There is influence of juice mengkudu against decrease in blood pressure in hypertension patients in the village gotong royong semarang. Hypertensive patients can use mengkudu juice in overcoming hypertension experienced, as a form of complementary therapies are cheap, easy, and can be done independently.
PENGARUH TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DERAJAT 1 DI PANTI WREDA OMEGA SEMARANG Septiari, Pipit; Restuning, Dyah
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.259 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK Angka penderita hipertensi menduduki peringkat kedua di Indonesia dari hasil survei Departemen Kesehatan sebagai penyakit tidak menular. Hipertensi berjalan perlahan dan tidak dirasakan hingga akhirnya menimbulkan kerusakan pada organ-organ dalam. Salah satu terapi nonfarmakologis untuk menurunkan tekanan darah adalah slow stroke back massage. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi slow stroke back massage terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi derajat 1 di Panti Wreda Omega Semarang. Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 5 orang. Pada karakteristik responden hipertensi jenis kelamin terdapat 1 (20%) pada laki-laki dan sebanyak 4 (80%) pada perempuan, sedangkan usia terbanyak pada usia <80 tahun sebanyak 3 (60%) responden. Selanjutnya sampel diberikan intervensi slow stroke back massage, data dikumpulkan dengan menggunakan sphygmomanometer air raksa, diobservasi dan dianalisa dengan metode domain analisis. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah mengalami penurunan. Slow stroke back massage menurunkan, dengan nilai maksimal penurunan sistolik dan diastolik sebesar 4,75 mmHg dan 4,5 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini, ada pengaruh terapi slow stroke back massage terhadap perubahan tekanan darah penderita hipertensi ditunjukkan dengan ada penurunan nilai dari responden. Diharapkan bagi perawat agar dapat menggunakan back massage dalam menurunkan tekanan darah.   ABSTRACT The number of hypertensive patients ranked second in Indonesia from the survey results of the health department as non-communicable diseases. Hypertention runs slowly and is not felt until eventually cause damage to internal organs. One of the non-pharmacological therapy to lower blood pressure is slow stroke back massage. The purpose of this study is to determine the effect of slow stroke back massage on changes in blood pressure in patients with degree 1 hypertention in the Panti Wreda Omega Semarang. This research design use descriptive design with approach case study method. Sampling using nonprobability sampling technique with purposive sampling approach, with sample 5 people. From the hypertension respondents characteristics, it is 1 (20%) for male and 4 (80%) for females, meanwhile for factors of ages, the most hypertension respondents3 (60%) are upper 80 years old. Then the sample is given slow stroke back massage intervention, data was collected using mercury sphygmomanometer, observed and analyzed by domain analysis method. The results showed blood pressure decreased. Slow stroke back massage decreases, with a maximum value of systolic and diastolic decrease of 4,75 mmHg and 4,5 mmHg. Conclusion from this research, there influence of slow stroke back massage to change of blood pressure of hypertension patient indicated by there is degradation value from responder. It is suggested that the nurses should do back massage to decrease blood pressure.
UPAYA PENURUNAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD dr. H SOEWONDO KENDAL Riskinah, Dian; Wirawati, Maulidta Kurnianingtyas
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.447 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus menjadi masalah kesehatan yang serius karena insidenya yang terus meningkat Prevelansi penderita DM di Indonesia diprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 1,8 juta penderita dan akan meningkat enam persen setiap tahunnya Penatalaksanaan DM terdiri dari empat pilar yaitu penyuluhan/edukasi, diet Diabetes Mellitus, latihan fisik (olahraga). Relaksasi otot progresif diharapkan pada penderita DM dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola stres sehingga klien mampu melakukan perawatan diri dengan baik dan mengurangi resiko komplikasi yang timbul. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode pemilihan sampel adalah menggunakan non probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan two group pre – post desain. pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Agustus 2016 sampai bulan Januari 2016. Hasilnya menunjukan perbedaan Kadar Gula Darah kelompok intervensi dan kelompok kontrol, menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN PODOREJO RW 6 NGALIYAN SEMARANG Rijalludin, Muhammad; Chandra, Prasetiya Hadi
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.867 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.7

Abstract

ABSTRAK   Hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan di pelayanan kesehatan. Hipertensi adalah keadaan ketika tekanan darah dipembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Banyak faktor risiko dapat menimbulkan hipertensi diantaranya faktor usia, ras, jenis kelamin, pola hidup, konsumsi natrium, merokok, konsumsi alkohol, tingkat stres, dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi karakteristik penderita hipertensi, Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi penyakit hipertensi pada penderita hipertensi di Kelurahan Podorejo RW 6 Ngaliyan Semarang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu penderita hipertensi di kelurahan podorejo RW 6 Ngaliyan Semarang, berjenis kelamin laki-laki 40% dan perempuan 60%, responden berpendidikan rendah 80% dan responden berpendidikan tinggi hanya 20%, kemudian 60% responden tidak merokok dan 40% adalah perokok, 40% responden menkonsumsi alkohol dan 60% tidak mengkonsusi alkohol, Responden yang biasa melakukan olahraga sebanyak 40%, dan 60% tidak pernah melakukan olahraga, 80% responden suka mengkonsumsi makanan asin, dan 20% tidak suka makanan asin, kemudian 60% responden memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit hipertensi, 20% tidak memiliki riwayat hipertensi dari keluarga. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Sebagian besar penderita hipertensi di Kelurahan Podorejo RW 6 Ngaliyan Semarang. berjenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan rendah, pola hidup pasien yang kurang sehat seperti sebagian besar pasien tidak pernah melakukan olahraga, dan kebiasaan pasien suka mengkonsusmsi makanan tinggi natrium. Maka saran yang dapat diberikan yaitu bagi masyarakat di Kelurahan Podorejo RW 6 Ngliyan Semarang supaya lebih meningkatkan status kesehatan dengan merubah pola hidup yang tidak sehat menjadi sehat, lebih teratur memeriksakan kesehatanya khususnya tekanan darah. Bagi puskesmas diharapkan lebih rutin dalam memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tekanan darah untuk masyarakat di Kelurahan Podorejo RW 6 Ngaliyan Semarang, sehingga hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengurangi terjadinya hipertensi.
KEEFEKTIFAN PEMBERIAN JUS BELIMBING PADA LANSIA DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI PANTI WREDHA HARAPAN IBU SEMARANG Mariyati, Mariyati; Wahyuningsih, Wahyuningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.212 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.8

Abstract

ABSTRAK   Hipertensi adalah suatu kondisi abnormal dari tekanan darah yang di tandai dengan peningkatan tekanan darah di atas normal. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan darah tinggi adalah usia. Karena semakin bertambahnya usia seseorang maka pembuluh darah akan cenderung lebih kaku dan elisitasnya berkurang, sehingga mengakibatkan tekanan darah meningkat. Salah satu cara untuk mengobati hipertensi yaitu dengan mengkonsumsi jus belimbing. Jus belimbing dapat menurunkan tekanan darah, dikarenakan adanya kandungan kalium, kalsium dan magnesium pada buah belimbing yang mampu menurunkan tekanan darah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian jus belimbing pada lansia dalam menurunkan tekanan darah di Panti Wredha Harapan Ibu Semarang.Metode yang di gunakan studi kasus dengan mengambil sampel sebagian dari keseluruhan lansia yang menderita hipertensi di Panti Wredha Harapan Ibu Semarang. Jumlah responden sebanyak 10 lansia yang di bagi menjadi dua kelompok yaitu 5 yang di beri jus belimbing dan 5 lagi yang tidak di beri jus belimbing. Instrumen dari penelitian ini adalah tensimeter, stetoskop dan lembar observasi. Hasil penelitian yang di lakukan didapatkan pada 5 responden sebelum dan sesudah di berikan jus belimbing selama 7 hari, kelima responden mengalami penurunan tekanan darah sistolik maupun diastoliknya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada keefektifan pemberian jus belimbing pada lansia dalam menurunkan tekanan darah di Panti Wredha Harapan Ibu Semarang.   ABSTRACT Hypertension is an abnormal condition of blood pressure that is marked by an increase in blood pressure above normal. One of the factors that causes elevated high blood pressure is age. Because of the increasing age of a person the blood vessels will tend to be more rigid and reduced elicity, resulting in increased blood pressure. One way to treat hypertension is by consuming star fruit juice. Star fruit juice can lower blood pressure, due to the presence of potassium, calcium and magnesium content in star fruit that can lower blood pressure. This study aims to determine the effectiveness of starfruit juice in the elderly in lowering blood pressure in Panti Wredha Harapan Ibu Semarang.Metode in use case study by sampling a portion of the whole elderly who suffer from hypertension at Wredha Harapan Ibu Semarang Orphanage. The number of respondents as many as 10 elderly who are divided into two groups, namely 5 which is given starfruit juice and 5 more that is not given star fruit juice. Instruments of this research are tensimeter, stethoscope and observation sheet. The results of the research were obtained on 5 respondents before and after giving starfruit juice for 7 days, the five respondents had decreased systolic blood pressure and diastolic. The conclusion of this research is the effectiveness of juice starfruit juice in elderly in lowering blood pressure at Wedha Harapan Ibu Ibu Semarang.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI AKPER WIDYA HUSADA SEMARANG Tyas, Endah Estining; Heru, Wijanarko
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.459 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.9

Abstract

ABSTRAK   Dismenore merupakan kondisi medis yang terjadi sewaktu haid atau menstruasi yang dapat menggangu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut maupun panggul. Penanganan dismenore terbagi dalam dua secara farmakologis nyeri dismenore dapat ditangani dengan terapi analgesik sedangkan secara non farmakologis nyeri dismenore dapat ditangani dengan kompres hangat, teknik relaksasi seperti nafas dalam dan yoga. Kompres hangat merupakan salah satu metode non farmakologi untuk mengurangi nyeri. Prinsip kerja kompres hangat dengan menggunakan buli-buli panas yang dibungkus kain secara konduksi dimana terjadi pemindahan panas dari buli-buli ke dalam tubuh sehingga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah, dan akan terjadi penurunan ketegangan otot sehingga nyeri dismenore yang dirasakan akan berkurang atau hilang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore pada mahasiswi AKPER Widya Husada Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian study kasus. Study kasus yang dimaksud adalah untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan dan posisi saat ini, serta interaksi lingkungan unit sosial tertentu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel hanya pada individu yang didasarkan pada pertimbangan dan karakteristik tertentu. Jumlah responden 15 orang. Pengumpulan data menggunakkan lembar observasi dengan mengkaji skala dismenore sebelum dan sesudah diberikan intervensi kompres hangat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisa deskriptif. Dari hasil penelitian sebelum dan sesudah diberikan intervensi kompres hangat pada mahasiswi AKPER Widya Husada Semarang yang mengalami dismenore menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami penurunan skala nyeri 2-3 tingkat dengan keterangan skala nyeri sedang, nyeri ringan, dan bahkan tidak nyeri. Penulis dapat menarik kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore pada mahasiswi AKPER Widya Husada Semarang.     ABSTRACT   Dysmenorrhea is a medical condition that occurs during menstruation or menstruation that can interfere with activity and require treatment characterized by pain or pain in the abdominal area or pelvis. Handling of dysmenorrhea is divided into two pharmacologically painful dysmenorrhea can be treated with analgesic therapy whereas non-pharmacologically painful dysmenorrhea can be treated with warm compresses, relaxation techniques such as deep breath and yoga. Warm compresses are one of the non-pharmacological methods to reduce pain. The working principle of warm compresses by using heat-wrapped cloths in conduction where heat transfer from the jar into the body will lead to dilation of blood vessels, and will decrease muscle tension so that the dysmenorrheal pain is felt to be reduced or lost. The purpose of this study was to determine the effect of giving warm compress to the decrease of dysmenorrhea pain in female students of AKPER Widya Husada Semarang. This research uses case study research design. The case studies are intended to study intensively the background of current circumstances and positions, as well as the environmental interactions of particular social units. Sampling technique in this research use purposive sampling, that is sampling technique only at individual which based on certain consideration and characteristic. Number of respondents 15 people. The data collection used the observation sheet by examining the dysmenorrheal scale before and after the warm compress intervention. In this study researchers used descriptive analysis method. From the results of the research before and after given warm compress intervention to AKPER Widya Husada Semarang who experienced dysmenorrhea showed that most of the decreased pain scale 2-3 level with the description of medium pain scale, mild pain, and even pain. The author can draw the conclusion that there is influence of giving warm compress to the decrease of dysmenorrhea pain at student AKPER Widya Husada Semarang.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI RSUD KOTA SEMARANG Handayani, Sintayu; Prasetyorini, Heny
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.922 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.10

Abstract

ABSTRAK   Ibu nifas pada saat persalinan seringkali mengakibatkan robekan jalan lahir, untuk mencegah terjadinya robekan pada perineum akibat desakan kepala janin, seringkali perlu dilakukan tindakan episiotomi sehingga memudahkan pengeluaran bayi.Pengetahuan ibu nifas tentang perawatan masa nifas sangat menentukan lama penyembuhan luka perineum. Apabila pengetahuan ibu nifas kurang maka penyembuhan luka akan berlangsung lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas terhadap proses penyembuhan luka perineum di RSUD Kota Semarang. Desain dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mengalami luka perineum (rupture/episiotomi) di RSUD Kota Semarang. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu sebanyak 5 orang. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui dari 5 ibu nifas yang bersalin di RSUD Kota Semarang menunjukkan bahwa ibu nifas dengan tingkat pengetahuan baik mengalami penyembuhan luka baik sebanyak 2 orang, ibu nifas dengan tingkat pengetahuan cukup mengalami penyembuhan luka baik sebanyak 2 orang, dan ibu nifas dengan pengetahuan baik mengalami penyembuhan luka sedang sebanyak 1 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran pengetahuan ibu nifas terhadap proses penyembuhan luka perineum sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 3 orang (60%).     ABSTRACT   Postpartum at the time of delivery often results in a tear in the birth canal, to prevent tears in the perineum due to fetal head impulse, episiotomy often needs to be done so as to facilitate the expenditure of babies. The postpartum knowledge about postpartum care greatly determines the duration of perineal wound healing. If the knowledge of postpartum is less then wound healing will last long. The purpose of this study is to know the description of knowledge of postpartum mother to the perineal wound healing process at RSUD Semarang City. Design in this research is descriptive research. The population in this study were all postpartum women who suffered perineal injury (rupture / episiotomy) at RSUD Kota Semarang. Sampling technique using non probability sampling technique with purposive sampling approach that is as much as 5 people. The results of this study can be seen from 5 postpartum maternity in hospitals Semarang City showed that postpartum mother with good knowledge level good healing wounds as much as 2 people, postpartum mother with level of knowledge enough experience good wound healing as many as 2 people, and mother of puerile with good knowledge experience healing wound was as much as 1 person. The conclusion of this research is description of knowledge of postpartum mother to perineum wound healing process mostly in good category that is as much as 3 person (60%).
PENERAPAN TERAPI PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Liza, Kurniawati; Sukesi, Niken
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Akper Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.382 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.11

Abstract

ABSTRAK   Produksi ASI pada hari-hari pertama melahirkan menjadi kendala bagi ibu dalam pemberian ASI. Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengeluaran ASI ibu postpartum yang diberikan terapi pijat oksitosin dan tidak diberikan terapi pijat oksitosin di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dengan desain penelitian case study research dengan post test only with control group design. Subjek penelitian ini menggunakan pengambilan sampel non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling sebanyak 10 responden yang terdiri dari 5 kelompok intervensi dan 5 kelompok kontrol. Analisis data yang digunakan studi kasus dengan domain analisis dengan tujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai jumlah produksi ASI pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil analisis menunjukan bahwa ada perbedaan antara kelompok intervensi yang telah diberikan perlakuan terapi pijat oksitosin lebih banyak produksi ASI nya dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan terapi pijat oksitosin. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi ibu postpartum dan petugas kesehatan untuk memberikan edukasi agar dapat menerapkan tehnik pemijatan untuk meningkatkan produksi ASI, khususnya pijat oksitosin. Kata Kunci : pijat oksitosin, produksi ASI, postpartum   ABSTRACT   Production breastfeeding in the very first days childbirth are being obstacles for their in the provision of breastfeeding. Massage oksitosin is one of a way to deal with ketidaklancaran production breastfeeding. The purpose of researchers this is for knows the difference expenditure breastfeeding mother postpartum given massage therapist oksitosin and not given massage therapist oksitosin. Design this research used the method descriptive with the design research case study research with post test only with control group design. The subject of study it uses the sample collection non probability of sampling with the approach purposive sampling as many as 10 people consisting of 5 group intervention and 5 the control group. Data analysis used case study by the domain analysis in order to have a thorough on the number of production breastfeeding in the intervention and control. The analysis showed that the difference between the intervention was given treatment massage therapist oksitosin breastfeeding him more production compared to the control group not given treatment oksitosin therapeutic massage .The result of this research can be used as input for postpartum mothers to give education and health workers to apply breastfeeding pemijatan technique to increase production , especially oksitosin massage